I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 401



Gienka tersenyum dan berharap Kyros bahagia dengan kabar kehamilan kedua nya. Gienka meletakkan testpack nya dan dia mencuci wajahnya dan menggosok giginya sebelum nanti dia memberitahu Kyros.


Setelah mencuci wajahnya, wajah Gienka terlihat lebih segar, dan dia keluar dari kamar mandi meninggalkan ketiga test pack nya. Gienka kembali ke kamar, dan melihat Kyros masih terlelap. Tetapi lucu nya, Lexia justru sudah bangun dan bocah itu duduk bermain boneka di dalam box bayi nya. Gienka membuka box bayi dari samping agar Lexia bisa keluar, karena box bayi itu besar dan ada di lantai. "Wow, mommy's princes are awake already??? How smart of you not to cry??? Come here and we'll wake up Dada." Gienka menyuruh Lexia keluar agar dia bisa membangunkan Kyros. Lexia berdiri dan keluar dari bos bayinya memegang boneka nya. Dan Gienka menggendong putrinya, lalu menghampiri tempat tidurnya dimana Kyros masih berbaring disana.


Gienka meletakkan Lexia di atas tempat tidur dan menyuruh putrinya untuk membangunkan Kyros.


"Dada.... Wake up Dada....!!!" Ucap Lexia sembari menciumi pipi Kyros yang tertidur.


Kyros menggerutkan keningnya dan perlahan membuka mata nya. Kyros tersenyum dan menarik Lexia ke dalam pelukannya. "Good morning my princess.."


Gienka duduk di atas tempat tidur dan tersenyum memandangi suami nya. "Sudah masuk waktu subuh, bangunlah dan kita sholat bersama."


Kyros bangun masih memeluk Lexia dan duduk bersandar di tempat tidurnya. "Ah iya.!!!" Gumam nya.


"Boleh kah aku mengatakan sesuatu???" Tanya Gienka.


"Apa??" Tanya Kyros balik.


"Bagaimana perasaanmu jika aku ternyata membagi cintamu???"


Kyros membelalakkan matanya. "Apa yang kau bicarakan sayang??? Ini masih gelap dan kau malah membahas mengenai hal konyol seperti itu." Kyros meraih gelas berisi air dan meminumnya.


"Tidak konyol, aku serius. Karena aku memang akan membagi cintamu."


"Membagi bagaimana???"


"Aku mencintai orang lain selain dirimu dan juga Lexia." Gumam Gienka.


"Kau jangan bercanda." Kyros memindahkan Lexia dari pangkuannya dan beranjak dari tempat tidur untuk ke kamar mandi.


Gienka menarik lengan suaminya menahan agar tidak pergi. "Tunggu dulu...!!!"


Kyros menoleh ke belakang dengan ekspresi yang tidak tebaca. "Kau tadi bilang kita harus sholat kan??? Sebentar lagi matahari akan terbit jangan sampai kita kehabisan waktu."


"Tapi jawab dulu pertanyaanku tadi, bagaimana kalau aku membagi cinta kalian berdua???"


"Berhentilah membahas sesuatu yang konyol, jangan kau mulai hari ini dengan perdebatan tidak penting seperti ini."


"Jadi kau iingin meninggalkan aku dan Lexia??? Oke tidak masalah kalau itu bisa membuatmu bahagia, kejarlah cintamu itu." Kyros berbalik badan lagi dan meninggalkan Gienka dengan muka masam menahan kemarahan.


Sementara Gienka hanya berusaha menahan tawa nya melihat ekspresi Kyros. Selama ini Kyros tidak pernah sekali pun marah ataupun meninggikan suara kepadanya, untuk hal apapun. Kyros hanya akan menasehatinya jika dia melakukan kesalahan. Mungkin hal itu terjadi karena Kyros terlalu mencintai sehingga Kyros tidak memiliki waktu untuk marah. Apalagi setelah kehadiran Lexia, Kyros mencurahkan semua waktu nya untuknya dan Lexia ketika sedang tidak bekerja. Kyros menjadi hal luar biasa yang Gienka miliki. Dan meski tidak pernah marah, tetapi tentu sesekali mereka beradu argumen untuk beberapa hal dan Kyros akan bersikap dingin, dan marahnya adalah ketika dia diam tetapi setelah itu mereka akan berbaikan lagi. Dan Gienka serta Kyros punya prinsip yang selalu mereka pegang sejak awal menikah sampai sekarang bahwa mereka tidak boleh membawa kemarahan mereka sampai di tempat tidur. Sebisa mungkin harus mereka selesaikan sebelum tidur.


Gienka beranjak dari tempat tidur juga dan menggendong Lexia menyusul Kyros yang ada di kamar mandi.


Kyros masuk dengan wajah sedikit jengkel, bingung dengan apa yang di katakan oleh istrinya. Kyros berdiri di depan meja wastafel, menatap wajahnya di cermin, kemudian dia menunduk untuk menyalakan kran air. Dan tiba-tiba dia menemukan tiga test pack yang tergeletak disana. Kyros menggerutkan keningnya dan memegang test pack itu. Bersamaan dengan itu, Gienka masuk dengan Lexia. Gienka tersenyum. "Inilah yang aku bilang tadi bahwa aku akan membagi cinta mu dan Lexia." Gumam Gienka.


Kyros menoleh melihat Gienka dan terlihat masih bingung sekali. Kemudian dia menunduk dan mengarahkan pandangannya ke test pack yang di pegangnya, mencoba mencari jawaban disana. Dan Kyros menemukan bahwa alat tes kehamilan itu menunjukkan bahwa hasilnya positif. "Are you pregnant????" Tanya Kyros.


"I was thinking that's what it looks like.." Gumam Gienka. "I had a late period."


"Kau serius????" Tanya Kyros lagi tidak percaya.


Kyros terperangah memandang Gienka, masih tidak percaya dengan apa yang ada di depan nya.


"Kau tidak senang???" Tanya Gienka.


Sedetik kemudian Kyros memeluk Gienka yang sedang menggendong Lexia. "Apa kau pikir aku sudah gila karena tidak merasa bahagia dengan hal ini. Tentu saja aku senang sekali sayang.... Kalau kau ingin membagi cinta dengan yang ini aku tidak keberatan. I'm so happy, thank you so much my love... Aku bahagia sekali..." Kyros melepaskan pelukannya dan mencium bibir Gienka, kemudian menggendong Lexia. "Lexia will be a big sister soon.." Ucap Kyros. Sebentar lagi Lexia akan menjadi seorang kakak.


Kyros hendak keluar dari kamar mandi tetapi Gienka menahan nya. "Kau mau kemana???" Tanya Gienka.


"Memberitahu semua orang kalau kau hamil."


Gienka menggelengkan kepala nya. "Jangan sekarang, kita harus ke bertemu Aunty Arindah dulu, memastikan apa aku benar-benar hamil, baru setelah itu kita beritahu semua nya."


Kyros terlalu bahagia hingga dia ingin meluapkan kebahagiaannya pada keluarga nya. Tetapi benar kata Gienka bahwa mereka harus pergi ke dokter dulu dan melihat hasilnya. " Kau benar. Baiklah nanti aku akan mengatur temu dengan Aunty Arindah." Ucap Kyros. "Aaaahhhh aku bahagia sekali, aku akan jadi Dada lagi, terima kasih sayang..."


Gienka tersenyum. "Yah bagaimana, aku kebobolan lagi padahal aku ingin sekali melakukan program bayi kembar. Tapi ya sudahlah rejeki datang lebih awal."


"Kita bisa merencanakannya nanti lagi, sekarang yang terpenting kau dan calon bayi nya sehat. Ini adalah momen pertama kali untukku bisa menjadi suami yang merawat istrinya yang sedang hamil. Dulu aku tidak bisa melakukannya saat kau hamil Lexia."


Gienka tersenyum membeIai pipi Kyros. "Tapi kau tetap Dada yang luar biasa untuk Lexia, kau menghabiskan waktu luangmu untuk bermain bersama nya, itu sangat lebih dari cukup dan luar biasa." Ujar Gienka dan mereka kembali berpelukan. Bagi Kyros Gienka juga adalah istri serta ibu yang luar biasa dan hebat.