I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 257



Dan sampailah mereka di apartemen Ethan. Ethan mengucapkan banyak Terima kasih atas tumpangan yang di berikan oleh Kyros dan mengajak mereka untuk mampir tetapi karena hari sudah gelap dan juga sudah di tunggu oleh orang di rumah. Kyros pun berjanji kapan-kapan akan mampir. Kyros membuka bagasi mobil dan turun untuk mengeluarkan sepeda Ethan.


"Thank you so much for helping... " Ucap Ethan seraya menyalami Kyros.


"You'r welcome...!" Jawab Kyros. Kemudian berpamitan dan masuk lagi ke mobil lalu meninggalkan Ethan.


"Entah kenapa, aku merasa sudah mengenal nya sejak lama... Tetapi mungkin karena pribadi nya yang sederhana dan bersahabat, jadi rasa nya dia seperti teman baik yang sudah ku kenal lama..." Ujar Kyros.


"Ya, kau benar.. Aku juga merasa seperti itu.. " Gienka menimpali.


"Jika kalian merasa seperti itu, aku justru merasa dekat sekali dengan nya... Padahal tadi tidak banyak mengobrol..." Sahut Sanne.


"Aku justru ingin memeluknya... " Gumam Vineet.


Sontak ucapan itu mendapat reaksi terkejut dari Gienka, dan Sanne yang langsung menatap ke arah Vineet, sedangkan Kyros mengerem mendadak mobil nya. "Vineet....??? Apa yang kau katakan tadi???" Tanya Gienka dan Sanne bersamaan.


"Aku hanya mengatakan apa yang aku rasa... " Jawab Vineet datar.


"Kau menyukai nya???" Tanya Sanne.


"ingin memeluk seseorang bukan berarti menyukai nya kak, aku hanya ingin melakukannya saja..."


"Ya benar juga sih.. Kami hanya terkejut saja Neet.. Kau ada-ada saja.. Bagaimana kalau Friddie tahu jika kau ingin memeluk laki-laki lain di Washington??? Bisa terjadi bencana besar jika kak Gienka melaporkannya pada Friddie... Hahaha... " Goda Sanne pada Vineet. Saat ini Vineet memang sedang menjalin hubungan dengan Friddie, adiknya Gienka.


"Aku rasa, kak Gienka tidak seember itu... Hanya saja memang itu yang aku rasakan saat ini... Ingin memeluk seseorang bukan berarti menyukai nya tetapi mungkin ada sebab lain... Entahlah... " Gumam Vineet.


Gienka tersenyum. "Aku sangat tahu kau begitu mencintai Friddie... Tenang saja.. Hahaha.. " Gienka menimpali.


Kyros kembali melakukan mobilnya. Tidak bisa dia pungkiri bahwa dia merasa seperti dekat dengan pria bernama Ethan itu. Dua kali pertemuan dan selalu ada sesuatu yang mengganjal di hati Vitto mengenai Ethan. Penampilan laki-laki itu tampak sederhana, bersahaja dan seperti apa Adanya.


***


Beberapa jam kemudian...


Semua orang turun ke ruang makan. Rana menyiapkan makan malam untuk mereka. Kyros dan Gienka duduk di kursi masing-masing, begitu juga dengan Vitto. Tak lama Sanne juga menyusul. Dia datang sendirian tanpa Vineet. "NE, mana adikmu???" Tanya Vitto.


Sanne menggelengkan kepala nya. "Dia tidak mau turun, kata nya masih kenyang..."


"Oh masih kenyang.. Pasti dia makan banyak tadi ya??? Ya sudah kau duduk lah... " Perintah Rana pada putri nya.


"Makan banyak apa??? Dia memesan pasta, dan itu saja hanya di makan dua atau tiga suapan saja, dia sibuk melamun.. " Gumam Sanne.


"Melamun???? Kenapa melamun???" Tanya Vitto.


"Tingkahnya aneh sejak dia menolong seorang laki-laki yang kecelakaan.."


"Menolong bagaimana???" Kali ini Rana yang bertanya.


"Tadi saat kami di restoran, ada laki-laki yang terserempet mobil, trus Vineet menolong nya, setelah selesai menolong laki-laki itu pergi, dan tingkah Vineet mulai berubah, yang awalnya happy jadi murung dan banyak diam.. Aku dan kak Gienka bertanya lagi di mobil ada apa dengannya dan dia menjawab jika dia melihat unsur kesengajaan dari pengemudi mobil itu untuk mencelakai laki-laki itu, karena dia melihat dengan baik saat mobil ih tu sengaja merubah posisinya yang awalnya di tengah jalan jadi melipir ke pinggir jalan dimana laki-laki sedang mengayuh sepeda nya.. "


"Dan kalian juga melihatnya???" Tanya Rana lagi.


Sanne menggeleng. "Hanya Vineet, karena aku dan kak Gie saat itu sedang asyik mengobrol sedangkan kak Ky ke toilet... Setelah dari restoran kami pulang, dan tidak sengaja ki melihat laki-laki itu lagi sedang berjalan karena sepeda nya rusak dan tidak bisa di naiki.. Kami berhenti dan mencari nya tumpangan.... Ternyata Kak Ky mengenalnya, karena sebelumnya laki-laki itu pernah mengantar Pizza kesini... Mengobrol lah kami di mobil, dan saat kami bertanya mengenai kesengajaan pengemudi mobil itu, laki-laki itu hanya bilang jika mungkin pengemudi nya mabuk dan itu hanya kecelakaan kecil tidak perlu terlalu di pikirkan.. Sebenarnya kami berpikir agak aneh juga jawabannya tetapi ya sudahlah... Hanya saja sepertinya Vineet tidak bisa menerima jawaban itu.."


Vitto dan Rana saling melempar pandangan tetapi kemudian memandang lagi ke arah Sanne, begitu juga dengan Gienka dan Kyros.


"Sebenarnya selama di dalam mobil itu, Vineet juga tidak banyak bicara dengan laki-laki itu, tetapi dia terus saja menatap laki-laki itu dari belakang, saat laki-laki itu sudah sampai rumahnya, kami kembali mengobrol dan saat kami kembali membahas laki-laki itu, Sanne tiba-tiba mengatakan bahwa dia ingin memeluk laki-laki itu, yang benar saja, baru sekali bertemu masa iya mau memeluk, dan dia bilang bahwa ingin memeluk seseorang bukan berarti sayang, lagipula Vineet bucin sekali dengan Friddie, aku rasa aneh saja dia mengatakan hal itu, dia pikir laki-laki itu kakaknya atau bagaimana..." Ujar Sanne.


"Ya, apalagi Vineet adalah orang yang perasaan dan rasa iba nya tinggi.. Mungkin dia masih merasa kasihan terhadap Ethan." Kyros menimpali.


"Ya, bisa jadi..." Gumam Rana. "Ne... Mama dan Papa sering sekali mengatakan padamu agar kau bisa menjadi jembatan yang baik untuk mengetahui isi hati adikmu, kau pasti sangat mengerti bahwa dia punya kebiasaan memendam perasaannya sendiri, tidak akan menceritakan apapun kepada orang lain jika tidak kita yang mengulik dan bertanya kepada nya, sebisa mungkin buatlah dia merasa nyaman dan tidak terus memendam apapun di hati nya... Dan coba nanti kau dekati dia, jangan sampai besok pagi, dia menolak untuk makan lagi, kalau sampai dia sakit, Vino pasti tidak akan lagi mengijinkan Vineet datang ke rumah kita .." Ucap Rana.


Sanne tersenyum. "Iya Ma.... "


★★★


Satu minggu kemudian.......


Sanne turun dari kamarnya, rumah sedang kenyang karena Gienka sedang pergi bersama Vineet. Kyros sedang bekerja, sedangkan Vitto juga pergi untuk sebuah urusan. Hanya tinggal Sanne dan Rana. Tadi Sanne menolak pergi dengan Gienka dan Vineet, karena Sanne tiba-tiba harus mengerjakan sesuatu, jadi dia tidak bisa pergi. Dia dan keluarga nya masih memiliki waktu beberapa hari lagi disini sebelum nanti pulang dan kembali ke Indonesia.


Tinggal di rumah Gienka dan Kyros begitu nyaman karena mereka berdua juga sangat baik. Memperlakukan Sanne dan keluarga nya begitu luar biasa, dan selalu mengatakan agar tidak sungkan jika membutuhkan apapun. Benar-benar baik, sikap yang sama yang selalu di lakukan oleh orang tua mereka saat membantu orang lain. Dan sikap itu juga menurun kepada Kyros serta Gienka.


"Mama..." Panggil Sanne. Rana sedang duduk membaca majalah di area kolam renang.


Rana menoleh ke belakang dan tersenyum. "Ya...??? Kau sudah selesai???" Tanya nya.


"Sudah... Aku lapar.... " Ucap Sanne.


"Mama akan membiarkanmu sesuatu, Mama akan coba lihat isi kulkasnya, kebanyakan habis dan nanti setelah selesai dengan urusannya, Gienka baru akan belanja dengan Vineet.."


"Kisah delivery saja... Lagian Mama sedang bersantai seperti ini... Aku pesan pizza saja ya??? Lagi pengen pizza juga sih sebenarnya, tapi malas bikin.. Pesan saja ya???"


"Ya sudah terserah kau saja... "


Sanne tersenyum dan mengambil ponselnya, kemudian menghubungi restoran pizza favoritnya dan memesannya. Kemudian memberitahu alamatnya agar pizza itu bisa segera di antar.


Sekitar satu jam kemudian.....


Suara bel berbunyi, Sanne yang sedang ada di area kolam renang berlari, bergegas untuk membuka pintu, tahu bahwa itu sepertinya adalah pengantar pizza. Sementara Rana akan ke kamar untuk mengambil uang.


Sanne membuka pintu dan terkejut, karena yang mengantar ternyata adalah Ethan. Laki-laki yang waktu itu di tolong oleh Vineet. "Ethan... You...????" Ucap Sanne.


Ethan melempar senyumnya. "It's me... I was happy when I knew I was going to deliver pizza to this address because I had delivered pizza to this address before too." Ethan menyodorkan pizza milik Sanne.


Sanne tersenyum. "Yes, you've met Kyros before... Wait a minute, my mom is getting the money from the room, you can wait and go inside. Please.." Sanne mempersilahkan Ethan masuk lebih dulu sambil menunggu Rana mengambil uang di kamar.


"No, thank you.. I still have to deliver a few more orders, next time I'll drop by. Where are the others????" Ethan menolak karena dia masih harus kembali mengantar beberapa pesanan. Dan dia bertanya pada Gienka kemana yang lainnya.


"It's just me and my mom, everyone is away on some business, Kyros went to the office, Gienka and Vineet went shopping..." Jawab Sanne.


"Ahhh Too bad they're away... Greetings to them." Ethan menyayangkan karena kedatangannya kesini justru disaat yang lainnya sedang pergi.


Sanne mengangguk. "Yes, I will convey your greetings to them later.. oh That's my mom.. " Sanne menunjuk ke arah Mama nya yang berjalan ke arahnya. "Mama...!!! Ini Ethan, dia yang waktu itu di tolong oleh Vineet saat kecelakaan.. " Ucap Sanne mengenalkan Ethan pada Mama nya. "Ethan, that's my Mom.. "


Ethan menyalami Rana sambil tersenyum. "Good afternoon ma'am, I'm Ethan, and I'm very happy to meet nice people like your daughter, and Vineet, Gienka and Kyros.. They're very nice... It's great to meet you too..."


"It's also good to see you, they've told me what you've been through, it's good to see you're okay..." Ucap Rana membalas uran tangan Ethan. Rana memandang Ethan. Rana pun menanyakan berapa yang harus di bayar untuk pizza pesanan Sanne. Dan Ethan pun mengatakan harga nya.


Rana tersenyum lalu memberikan uangnya pada Ethan. Rana meminta Ethan agar menghitung nya lagi. "Here's the money, you can count it again and just take the change.. "


"Thanks Ma'an" Ethan mengambil uang itu, dan menghitung nya dengan kedua tangannya. Hingga tiba-tiba saja Rana di huat terperangah oleh sesuatu yang ada di tangan Ethan. Ada sebuah tanda lahir yang sangat dia kenal di antara jari telunjuk dan Ibu jari Sebelah kiri Ethan. Tanda yang sangat khas.


Ethan tersenyum. "Yes ma'am, if you'll excuse me then... it was a pleasure meeting you.. excuse me.. Bye Sanne... See you next time... " Ucap Ethan lalu pergi meninggalkanSanne dan Rana.