
Wajah terkejut langsung terlihat dari Cyntia dan kedua orangtuanya ketika melihat siapa yang berdiri di belakang mereka. Cyntia memundurkan langkahnya, sedangkan Aditya masih tersenyum sumringah,. Senyum Aditya bukan senyum kebahagiaan tetapi senyum mengejek. Selain tersenyum, Aditya juga mengangkat mata dan alisnya.
"Sudah lama kita tidak bertemu dan mulutmu ternyata masih sama seperti dulu, mengandung sampah...!" Ucap Aditya lagi.
"Well, pelajaran apa yang ingin kau berikan pada putriku? Coba katakan...! Aku penasaran sekali...!"
Cyntia kali ini terdiam, dia tidak menyangka jika Kyra adalah putri dari Aditya dan Cahya, musuh bebuyutannya sejak dulu. Aditya juga yang sudah merubah seluruh kehidupannya dan keluarganya. Bahkan gara-gara Aditya juga, Theo kehilangan pekerjaannya dan akhirnya Theo menjadi miskin.
"Kenapa diam??? Tadi kau berkoar-koar dan mengatakan hal buruk pada putriku? Kau bilang apa tadi? Putriku adalah pelac*r? Putriku juga menjual dirinya untuk membeli barang-barang mahal?" Aditya kembali terkekeh.
"Tanpa harus menjual diri, Kyra pun bisa membeli pabriknya, kau lupa ya siapa aku??? Kau berucap seolah kau adalah penguasa yang suka mengancam siapa saja yang menghalangi jalanmu, kau selalu menghina dan menghina mereka-mereka yang kau pikir tidak sepadan dengan dirimu, dulu istriku, lalu suamimu sendiri yang kau buang setelah dia tidak memiliki apapun padahal dia yang mengurusmu di penjara, kau juga menghina Axel karena menurutmu dia kurang kaya, setelah dia memiliki segalanya kau ingin dia kembali pada putrimu, dia menolak dan kau menghina lagi perempuan yang dekat dengannya, sayangnya kali ini hinaanmu tidak tepat sasaran, kau menghina putriku yang jelas-jelas dia lebih dari segala-galanya!" Aditya menundukkan kepalanya dan tersenyum.
"Ciiihhh....!!" Aditya membuang muka dengan ekspresi jijik dan kembali memandangi Cyntia dengan tatapan membunuh.
"Kau harusnya belajar dari setiap kesalahan yang sudah kau lakukan, kemudian sadarlah, Tuhan sudah banyak memberimu hukuman dan juga peringatan agar kau bisa sadar dan menjadi baik, tetapi kau masih tidak berubah, aku tidak tahu bagaimana dulu kedua orangtuamu ini mendidikmu! Tampaknya kau suka sekali membuat masalah dengan keluargaku?? Dan aku juga senang jika bisa kembali memberimu hukuman! Ingatlah satu hal Cyntia, jangan sampai kau berani mengusik lagi keluargaku, terutama putriku, sejengkal saja kau berani melakukan sesuatu pada Kyra atau keluargaku yang lainnya, aku akan langsung mengetahuinya, aku punya mata-mata yang setiap waktu mengikuti mereka dan langsung melaporkan padaku apa saja yang mereka lakukan, jadi seujung jaripun jika kau berani berbuat hal buruk, aku tidak akan pernah lagi mengampunimu, aku bisa langsung menghancurkanmu dan keluargamu lagi hanya dalam hitungan detik! Ingatlah itu baik-baik-baik!" Ancam Aditya.
Cyntia bergidik ngeri mendengar ancaman Aditya. Ternyata mengusik Kyra bukanlah hal yang baik, akan sangat sulit dan berbahaya jika berurusan lagi dengan Aditya. Cyntia merasa sudah cukup membuat masalah dengan Aditya dan keluarganya, karena pria itu sangat menakutkan juga tidak pernah main-main dalam setiap perkataannya. Jika saja dari awal dia tahu bahwa Kyra adalah putri dari Cahya dan Aditya, tentu Cyntia tidak akan melakukan hal ini pada Kyra.
Selama ini Cyntia sudah menjauh dan tinggal diluar kota bersama keluarganya karena tidak ingin berurusan lagi dengan Aditya yang sudah merusak segalanya. Dan sudah lebih dari 20 tahun berlalu hal tak terduga justru terjadi. Axel yang sangat dicintai oleh Celia dan dulu pernah dia hina ternyata sekarang menjalin hubungan dengan Kyra, putri dari Aditya.
Ditengah lamunannya, tangan Cyntia ditarik kasar oleh Mamanya. "Ayo Cyntia...! Jangan sampai kita membuat masalah lagi dengannya, atau kita nanti akan dijadikan debu olehnya...! Ayo pergi dan jangan lagi perpanjang masalah ini, kita bisa cari laki-laki lain untuk Celia...!" Bisik Mama Cyntia.
Tanpa mengatakan sepatah katapun pada Aditya, Cyntia beserta kedua orangtuanya memilih untuk pergi dari restoran itu. Celia yang masih bingung dengan apa yang terjadi pun harus di seret oleh Cyntia.
Cahya melangkah mendekati Celia. Cahya tahu bahwa seoertinya Celia adalah anak yang polos dan manja, hanya saja sepertinya Cyntia telah memanfaatkan kepolosan anaknya untuk keinginannya sendiri. Rasa cinta Celia pada Axel sepertinya nyata dan apa adanya, tetapi perpisahannya dengan Axel adalah karena di paksa oleh Cyntia dan orangtuanya membuat Celia tidak bisa melakukan banyak hal untuk bertahan dengan Axel. Itulah yang bisa Cahya simpulkan dari cerita Axel dan juga Cahya melihat seperti apa Celia sebenarnya.
"Celia...! Kau adalah gadis yang baik, perjalananmu masih panjang, umurmu juga baru 22 tahun! Kau harus mulai bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, jangan pernah terpengaruh oleh perbuatan buruk dari orang disekitarmu" Ujar Cahya.
Cahya memegang bahu kanan Celia dan tersenyum. Cahya memberi petuah pada Celia, agar gadia itu bisa memilih dan memilah hal yang baik-baik saja. Karena Cahya yakin dan tahu bahwa apa yang tadi dilakukan dan diucapkan oleh Cynta tidaklah baik. Celia juga boleh saja memiliki keinginan untuk memiliki tetapi dia harus melihat situasi dan kondisi. Perpisahannya dengan Axel itu adalah murni kesalahan dari keluarga Celia, dan saat inj Axel sudah memulai kehidupannya lagi setelah berpisah dengannya. Axel sudah bahagia jadi seharusnya Celia membiarkannya saja. Celia juga seharusnya mencari kebahagiaannya sendiri, tanpa mengikuti napsu serta tindakan buruk dari orang disekitarnya yang tidak baik.
Tampaknya usaha dari Cahya membuat Celia luluh berhasil karena tatapan Celia juga mula melembut meskipun di sisi sana Cyntia menatap tajam ke arahnya. "Celia...! Ingatlah satu hal, menghancurkan sebuah hubungan dari 2 orang yang saling mencintai adalah hal yang buruk juga tidak baik, lihat dan biarkan saja, kenapa kau harus bersikap seperti itu? Karena kau harus yakin bahwa Tuhan juga sudah menyiapkan kebahagiaan untukmu, kaubharus sabar menunggunya, sekali lagi kau jangan mudah terprovokasi oleh hal yang buruk yang justru akan menghancurkanmu secara perlahan...!" Ujar Cahya.
Dan melihat Cahya sedang berusaha menjelaskan semuanya pada Celia, Axel yang sejak tadi berdiri bersama orangtuanya pun ikut mendekati Celia. Seperti kata Cahya tadi, bahwa Celia memanglah gadis yang baik hanya saja Celia masih belum pandai dalam memutuskan suatu hal dan lebih banyak mengikuti Mamanya saja, padahal itu adalah sikap yang salah. Celia memang harus di buat mengerti dengan baik dan cara yang tepat agar tidak salah dalam mengambil jalan.
Axel menangkupkan kedua telapak tangannya di depan Celia kemudian meminta maaf karena dia tidak bisa kembali lagi dengannya. Kisah mereka sudah berakhir sejak peristiwa penghinaan yang diterima oleh Axel dari seluruh anggoota keluarga Celia. Dan selama itu pula Axel berusaha untuk bangkit serta memperbaiki diri agar tidak lagi dihina dan direndahkan oleh orang lain tetapi bukan berarti dia akan mau untuk kembali.
"Celia...! Sejak saat itu kita sudah berbeda jalan, jadi aku harap kau mengerti, aku sudah bahagia dengan hidupku, dan Kyra adalah perempuan yang bisa melengkapi hidupku, aku mencintain, sangat mencintainya, jadi aku mohon kau mengerti dan berhenti mengharapkanku...!"
Airmata Celia mulai keluar dari kedua matanya, dia mentap Axel dengan sedih dan meminta agar Axel bisa kembali kepadanya, sayangnya Axel menggelengkan kepalanya dan menolak permintaan Celia itu. Axel bukanlah pendendam tetapi dia tidak akan pernah bisa hidup dengan tenang dengan orang-orang yang memiliki sikap yang buruk seperti keluarga Celia. Mereka hanya akan menghargai orang lain dari status, harta serta jabatan saja, sisanya tidak akan pernah bisa mereka terima dengan mudah.
"Celia, belajarlah dari Papamu yang sudah banyak melewati asam manisnya kehidupan, dia pernah berbuat salah tetapi dia akhirnya menyadarinya, dia pasti senang jika kau mau dekat dengannya dan mau mendengarkannya! Mamamu dipenuhi dengan kebencian selama ini dan itu tidaklah baik untuk ditiru!" Ucap Axel lagi, yang justru membuat Cyntia semakin naik pitam.
Dengan penuh kemarahan Cyntia mendekati Axel dan Cahya kemudian hendak mendaratkan tamparan pada Cahya karena sudah mempengaruhi Celia, dia juga akan melakukan hal yang sama pada Axel. Sayangnya aksi Cyntia itu langsung dihentikan oleh Aditya. Aditya berhasil menahan pergelangan tangan Cyntia dan kembali mencelanya.
"Mau apa lagi kau??? Apa kau sudah lupa dengan apa yang sudah ku katakan tadi padamu?? Jangan pernah lagi mencoba menyakiti keluargaku atau kau akan berhadapan dengan kemarahanku....! Pergi dari tempat ini sekarang juga atau aku akan menghancurkan kalian lagi...! Dan ingat baik-baik perkataanku ini, JANGAN PERNAH MEMBUAT BARA DI DEKAT KELUARGAKU TERMASUK KELUARGA AXEL, ATAU BARA ITU JUSTRU AKAN PERLAHAN MEMBAKARMU SENDIRI DAN KAU AKAN JADI DEBU KARENANYA....! Sekarang pergilah kalian manusia-manusia tidak berguna... Pergi....!" Suara Aditya meninggi karena merasa kesal dan marah sekali dengan Cyntia dan keluarganya