I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 146



Jelena membuka pintu apartemennya di ikuti oleh Zayan. Mereka masuk, dan Jelena langsung menutup lagi pintu apartemennya. Jelena menarik baju Zayan, dan membawa lelaki itu ke kamarnya. Jelena melingkarkan lengannya di leher Zayan dan mencium lelaki itu dengan brutal. Zayan juga membalasnya dengan agresif.


Sampai di kamar, Jelena melepaskan satu persatu yang menempel di badan Zayan, hingga Zayan tidak lagi mengenakan apapun.


Jelena menyuruh Zayan Duduk di tempat tidurnya dan Jelena memilih duduk berjongkok sehingga bisa dengan leluasa memandangi milik lelaki itu. "Aku akan menggerakan tanganku naik turun, merasakan betapa halusnya milikmu ini, dan ukurannya akan membesar jika aku melakukannya dengan baik, aku juga akan menggunakan mulutku, dan aku juga suka dengan sensasi nya." Ujar Jelena dengan suara serak.


Jemari Jelena bergerak pelan naik dan juga turun dan mengekplorasi Zayan. Ini akan jadi pengenalan yang baik dan Zayan hanya bisa mengeluarkan suara-suara kecil untuk mengungkapkan kenikmatan dari sentuhan Jelena. Dan itu mempesona bagi Jelena, seorang lelaki yang begitu dominan dan jantan seperti Zayan mengerang nikmat di bawah sentuhannya dan matanya terpejam. Zayan benar-benar semakin terlihat tampan ketika seperti ini.


Zayan juga menjadi terpikirkan dengan apa yang diucapkan oleh Jelena tadi tentang menggunakan mulut. Zayan ingin Jelena melakukannya dan ingin tahu bagaimana rasanya jika Jelena melakukannya. Jelenamenghentikan gerakan tangannya tetapi tetap tidak melepaskan pegangannya disana, dan kemudian dia membungkuk dan membuka mulutnya. Zayan terperanjat ketika menyadari bahwa Jelena sudah menelan miliknya dengan menggunakan mulutnya.


"Good girl...! Astaga..... Oh shiiittt..." Zayan menggeram menikmati setiap sentuhan Jelena. Luar biasa itu yanga ada di otaknya saat ini. dan dia kemudian mengumpulkan rambut Jelena dan menjadikannya pegangan untuk dirinya agar bisa menggerakkan kepala perempuan itu sesuai rimenyang di inginkan nya


Zayan dengan perlahan menggerakkan kepala Jelena naik dan turun. Zayan mengeralrang pelan menikmatinya dan tidak berhenti meracau memuji Jelena untuk mengeksplor dirinya.


" Sudah cukup sayang , aku akan menunjukkan hal yang lebih megasyikkan lagi dari pada ini dan akan membuatmu jatuh dalam kenikmatan" Ujar Jelena dengan suara Serak, lalu menyuruh Zayan untuk berdiri kemudian Jelena menanggalkan semua yang menempel di badaannya.


Jelena kembali mencium bibir Zayan dengan rakus lalu secara perlahan berbaring ke tempat tidur. Zayan di atas Jelena dan dengan lembut Jelena meminta Zayan menggessek pelan di area milik nya lalu menyatukan dirinya dengan llembut.


"Astaga Je, ini luar biasa, dan aku ingin bisa mendapatkan hal yang lebih nikmat lagi" Suara Zayan tenggelam di sela sela gerakan naik turun tubuhnya dan menghanyutkan Jelena kedalam pusaran kenikmatan yang selama ini tidak pernah Zayan kenal.


Zayan bergerak sebisa nya, senang mendapati Jelena yang seperti merasakan kenikmatan yang sama. Zayan semakin cepat, semakin cepat bergerak.


Dan ketika Zayan merasakan sesuatu yang menyembur hangat dari tubuuh Jelena, Zayan berpikir mungkin perempuan itu telah mencapai puncak kenikmatannya. Lelaki itupun menyerah dalam beberapa hujaman tajam, mengejar kenikmatannya sendiri.


Zayam menenggelamkan kepalanya di sisi leher Jelena dengan napas keduanya yang sama-sama tersenggal.


"Amazing...! Thank you so much Je.... Aku sangat menyukai nya.." Bisik Zayan dengan suara parau.


Jelena memeluk punggung Zayan yang ada diatas tubuhnya. "Aku bahagia bisa membuatmu puas, dan aku juga sangat menyukai nya" Jelena mendaratkan sebuah kecupan manis di pipi Zayan.


Dengan pelan Zayan mengangkat tubuhnya dan berbaring disebelah Jelena. Membuka lengannya agar bisa digunakan sebagai bantal oleh Jelena. Mereka berpelukan, menarik selimut lalu tidur. Zayan tersenyum,dia sudah sejak lama mlingin merasakan ini tetapi dia terikat dengan janji nya pada Kyra, dan Kyra juga menolak dan selalu mengatakan jika laki-laki yang baik adalah mereka yang mau menghormati perempuannya sebelum menikah. Zayan senang, Jelena mau memberikannya pada nya. Mungkin dengan cara menyenangkan Jelena, Zayan bisa mendapatkannya lagi nanti, dan ini hanya akan jadi selingan nya saja, bagaimanapun Zayan sangat mencintai Kyra. Dia tidak akan bisa melepaskan Kyra.


★★★★★★