I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 177



Kyros dan Gienka sudah sampai di rumah. Gienka ikut Kyros ke atas untuk mengambil laptop dan pakaian dikamarnya mengingat Gienka tidak mengijinkan Kyros untuk tidur di rumah dan harus tidur dirumah neneknya atau rumah Adri. Kyros tidak ingin semakin marah dan itu pasti akan menyulitkannya jadi lebih baik dia menurutinya saja, lagipula tidak ada salahnya juga dia menginap dirumah neneknya, sudah lama tidak kesana dan Liam pasti juga akan sangat senang dengan kehadirannya.


"Hoam....!!!" Kyros menguap menandakan bahwa dia sudah sangat mengantuk karena seharusnya sejak tadi adalah jamnya untuk beristirahat dan nanti malam bersiap lagi untuk bekerja. Tetapi karena dia harus mengantar Gienka ke kantor polisi tentu dia harus merelakan waktu istirahatnnya, juga Kyra sendiri mengajak mereka untuk nonton film bersama. Tetapi ternyata kedatangan Camilla membuat mood Gienka berubah menjadi buruk, gagal lah rencana mereka nonton.


Tiba-tiba Kyros teringat bahwa Kyra berencana menonton film, membuatnya jadi berpikir tentang Camilla. Kyra mengajaknya langsung pulang atau mengajaknya nonton sekalian. Kyros mengambil ponsel disakunya dan diam-diam hendak mengirimi adiknya pesan tetapi ternyata Kyra sudah lebih dulu mengiriminya pesan.


..."Ky...! Camilla tidak jadi menginap dirumah, entah kenapa dia tiba-tiba berpamitan untuk ke rumah saudaranya jadi aku dan Axel sekarang sudah ada di bioskop untuk lanjut menonton!"...


Pintu lift terbuka, Gienka keluar dan berbalik arah melihat Kyros sedang sibuk dengan ponselnya membuat Gienka gemas dan menariknya keluar. Kyros tertawa karena ditarik oleh Gienka. "Kyra baru saja mengirim pesan, katanya Camilla membatalkan niatnya menginap disini, dia pulang ke rumah saudaranya!" Gumam Kyros.


Dengan cepat Gienka meraih ponsel Kyros dan membaca pesan dari Kyra. "Baguslah... Memangnya dia pikir rumah ini hotel? Lagipula dia juga memiliki saudara disini, kenapa tidak menginap saja di rumah mereka....!"


Kyros kembali tertawa dan mencubit kedua pipi Gienka. "Oke jadi Camilla tidak jadi menginap disini, maka bolehkah aku tidur sebentar dikamarku? Kau tahu kan aku sangatlah mengantuk, semalam tidak tidur!"


"Ya boleh saja, tapi aku akan menungguimu, aku tidak mau tiba-tiba Camilla itu datang!"


"Hahaha ya sudah terserah saja, bagiku cukup jika hanya tidur sekitar 3 atau 4 jam saja, nanti aku akan ke rumah nenek dan menginap disana jadi kau juga bisa todur dengan nyaman tanpa berpikir hal buruk tentangku" Kyros mendaratkan ciumannya ke bibir Gienka dan mereka melangkah menuju kamar Kyros yang ada di luar.


Gienka menawarkan untuk memesan makan siang karena tahu bahwa mereka belum makan siang tetapi Kyros menolak dan ingin beristirahat saja. Kyros melepas sepatunya dan langsung melempar tubuhnya ke atas tempat tidur. Kyros memanggil Gienka dan menyuruh perempuan itu untuk berbaring disampingnya sehingga dia bisa memeluknya dan tidurnya bisa menjadi lebih nyenyak. Gienka menurut dan berbaring disebelah Kyros yang langsung membuat laki-laki itu memeluknya.


"Jangan suka marah-marah dan ngambekan, boleh cemburu tetapi jangan berlebihan...! Kau pasti tahu bahwa aku hanya mencintaimu saja, jangan kemana-mana, nanti aku yang akan mengantarmu pulang, biarkan aku tidur sebentar saja!" Gumam Kyros sembari memeluk Gienka dengan sangat erat dan kembali mendaratkan beberapa ciuman di pipi Gienka.


"Iya, tidur saja, aku akan disini!"


Kyros semakin mempererat pelukannya dan tak lama nalas laki-laki itu terdengar teratur. Gienka melirik dan menemukan Kyros sudah tidur dengan tidak melepaskan pelukannya.


★★★★★★


Ditempat lain, Kyra menikmati film yang dia tonton bersama dengan Axel. Kyra memiliki kebiasaan buruk ketika menonton film horor yaitu dia akan meraih tangan siapapun yanga da disampingnya untuk kemudian menyembunyikan wajahnya di bahu orang itu dan sering menjadi korban dari aksinya itu adalah Gienka, itu sebabnya Gienka sering sekali menolak ajakan Kyra menonto film horor ataupun kalau terpaksa dia akan memilih kursi yang tidak bersebelahan dengan Kyra. Tetapi meski Kyra sering diejek Gienka karena ekspresi berlebihannya ketika menonton, Kyra tetap sangat menyukai film horor. Dan saat ini yang menjadi korban Kyra tentu saja Axel, sepanjang film berlangsung, Kyra terus saja berteriak dan menggenggam lengan Axel dengan sangat kuat. Kyra benar-benar melupakan semuanya dan hanya fokus pada film dan ketakutannya saja.


Film pun berakhir dan mereka berdua keluar. Selama film berlangsung, Axel sama sekali tidak menikmatinya karena Kyra membuatnya tidak bisa berkonsentrasi dan terus saja berteriak. Bahkan bekas pegangan Kyra di lengannya terasa perih karena Kyra sesekali mencakarnya.


"Kalau kau ketakutan seperti itu kenapa menonton film horor???" Tanya Axel pada Kyra.


"Aku sangat menyukainya dan kuharap kau maklum, karena itulah aku... Dan maafkan aku jika aku terlalu berlebihan...!"


Axel menoleh dan tersenyum ke arah Kyra. "Aku masih heran, kenapa bisa-bisanya mantan kekasihmu itu meninggalkanmu hanya demi perempuan seperti Jelena, yang pastinya sangat jauh lebih cantik dirimu, well jika alasannya hanya sebuah se*x itu sangat konyol sekali! Jelena sangat tidak sebanding dengan dirimu, kau memiliki banyak sekali prestasi, selain cantik kau baik, jenius, smart dan sukses! Betapa bodohnya Zayan sudah menyia-nyiakan dirimu!"


"Ya itu menurutmu, tetapi meskipun kau mengatakan semua itu, tetap saja Zayan tidak memilihku kan??" Ujar Kyra.


"Tidak masalah dia tidak memilihmu, kau pasti akan dapatkan yang lebih baik darinya...! Yang jadi pertanyaanku, kata Gienka Zayan hanya pegawai biasa, ya meskipun dia seorang manager tetapi bukankah itu terdengar biasa saja dibandingkan dengan dirimu, ya kau tahu sendiri posisimu saat ini seperti apa dan siapa yang tidak mengenal keluargamu, tapi kenapa kau mau dan bahkan keluargamu oke-oke saja dengan hubungan kalian, tidak mempermasalahkan siapakah Zayan sebenarnya!"


Kyra terkekeh mendengar Axel, sepertinya Axel belum begitu tahu dengan keluarganya.


"Apa kau pikir keluargaku adalah keluarga kaya seperti yang di serial-serial televisi itu, dimana mereka berkuasa lalu berbuat seenaknya?? Hahaha tidak seperti itu Axel...! Keluargaku sangat terbuka dan welcome dengan siapapun, bahkan sejak aku belum lahir keluargaku sudah membuat prinsip bahwa semua orang itu sama, maksudnya kedudukan mereka, tidak ada si kaya atau si miskin, selagi mereka berbuat baik tentu akan sangat mudah diterima! Hahaha!"


Kyra kembali tertawa lagi tetapi kemudian dia melanjutkan lagi perkataannya agar Axel juga tidak salah presepsi tentang keluarganya.


"Amamku dulu hanya seorang dari keluarga yang sangat sederhana, nenekku hanya penjual kue yang sering menitipkan jualannya di warung-warung kecil, tetapi takdir kemudian membawa kakakku pada kebahagiaan dimana Apap datang dengan segala kebaikan hatinya dan menawarkan diri untuk menikahi Amam tanpa melihat siapa dan darimana keluarga Amam berasal, dan lihatlah cinta mereka sampai saat ini masih sama dan mungkin semakin bertambah setiap harinya. Itulah yang terjadi denganku dan Zayan, mereka mendukung hubungan kami tanpa harus melihat siapa Zayan, tetapi sayangnya Zayan memilih jalannya sendiri, its okay... Mungkin dia memang bukan yang terbaik...!"


"Kau benar sekali....! Semua orang pasti punya masanya untuk menjemput kebahagiaan mereka nantinya... Jadi... Dari ceritamu itu aku bisa simpulkan bahwa keluargamu adalah keluarga yang bisa dijadikan panutan, dan kira-kira mereka akan menerimaku atau tidak ya? Jika aku menawarkan diri untuk menjadi menantunya???" Mata Axel melirik ke atas seperti orang yang sedang berpikir dan Kyra menoleh ke arah laki-laki yang ada disampingnya itu.


Tetapi beberapa detik kemudian mereka berdua tertawa terbahak-bahak, dan Kyra sadar bahwa Axel hanya sedang bercanda. Berbeda dengan Axel, baginya itu adalah pertanyaan serius baginya dan bukan lagi sebuab candaan karena sejak pertama kali melihat Kyra dia sudah sangat menyukai perempuan ini. Walaupun sempat menahan diri tetapi perasaannya pada Kyra tetap tidak mau pergi.


"Kalau kau berani lakukan saja seperti yang dilakukan Ky pada orangtua Gienka, dimana dia langsung melamar Gienka ketika Gienka memintanya untuk menikahinya? Tidak perlu menunggu besok, Ky langsung gercep hari itu juga... Jika kau berani lakukan saja, dan katakan pada orangtuaku....! Hahaha" Ucap Kyra.


"Apa mereka akn menerimaku???" Tanya Axel lagi.


"Tentu saja, kau pasti akan langsung diterima jadi menantunya, aku jamin itu....! Hal baik tidak boleh ditunda terlalu lama kan?? Coba saja jika kau berani..." Ujar Kyra lagi.


Axel berhenti tertawa dan hanya melempar senyumnya. Entah kenapa menurutnya Kyra sudah menantangnya untuk melakukan hal yang sama seperti Kyros. Hal baik memang tidak boleh ditunda. "Kau menantangku???" Tanya Axel lagi.


Kyra mengangguk dan terus saja tertawa. "Ya.... Hahaha!"


"Aku tentu akan melakukannya Ra...! Lihat saja, dan aku penasaran bagaimana reaksimu nanti..!" Gumam Axel dalam hati penuh keyakinan.