I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 337



Smith kemudian menceritakan semua nya kepada Kyros.


tentang Gienka, yang dia tahu dari istrinya yaitu Shanon, karena Shanon cukup dekat dengan Gienka dan mereka sering mengobrol melalui telepon. Shanon bercerita jika Gienka di ketahui hamil saat baru kembali ke Indonesia. Gienka merasa mual hingga pusing, yang awalnya hanya di kira efek jetlag saja tetapi saat di periksa, Gienka di nyatakan hamil begitu juga dengan hasil testpack nya yang juga positif. Gienka sendiri merasa bingung dan tidak menyangka bahwa dia hamil. Tidak sadar jika dia sudah terlambat datang bulan karena terlalu fokus peda Kyros yang akan berangkat. Gienka sibuk dengan pikirannya dan kesedihannya melepaskan Kyros pergi, hingga tanda-tanda kehamilannya tidak dia rasakan.


Mendengar itu, Kyros menutup mata nya dengan sedih. Dia merasa bersalah kepada Gienka. Dia beberapa kali tidak menghiraukan saat Gienka mengingatkannya agar tidak keluar di dalam mengingat mereka akan menunda lagi memiliki bayi, tetapi beberapa kali Kyros melakukannya dan menganggap enteng bahwa Gienka tidak akan hamil jika dia meledak di dalam sesekali, tetapi kenyataannya sekarang Gienka sedang hamil, dan istrinya itu pasti melalui hari-hari yang berat tanpa dirinya dengan kondisi seperti ini. Kyros merasa bersalah sekali pada istrinya.


Smith juga menjelaskan kapan Gienka akan melahirkan. Semua informasi nya Smith dapatkan dari Shanon. Dan Gienka juga tidak di ijinkan oleh keluarganya juga keluarga Kyros untuk datang ke Amerika lagi karena perutnya sudah membesar. Mereka kasihan dan takut terjadi sesuatu pada Gienka dan bayi nya mengingat Gienka beberapa minggu lagi di pastikan akan melahirkan. Mendengar itu Kyros terdiam dan tampakk sedang berpikir sesuatu serta terlihat menghitung sesuatu.


"Smith, do you think I can take an early leave?? I have to accompany Gienka into labor, if I wait until the appointed time, of course I can't accompany my wife, I've let her go through all this alone, and she will. Really needs me to be by her side.." Tanya Kyros. Dia bertanya pada Smith apakah kira-kira dia bisa mengambil cuti lebih awal, karena dia harus bisa menemani Gienka melahirkan. Karena jika dia tidak segera pulang, Gienka pasti akan merasasedih, Gienka juga pasti membutuhkan kehadirannya.


"It's possible Ky, but of course you have to finish all your work first, everything and discuss this first with Mr. Ken and also tell them about Gienka's condition, I think they'll give you an early leave." Jawab Smith. Kemungkinan Kyros bisa mengajukan cuti lebih awal jika Kyros bisa menyelesaikan semua tugas dan pekerjaannya lebih cepat, juga Kyros harus berdiskusi dengan atasan mereka lebih dulu. Serta menjelaskan kondisi Gienka, sehingga Kyros mungkin bisa mendapatkan cuti lebih awal dan g6bisa menemani Gienka nanti nya.


Kyros mengangguk. "Yes, I'll try then.. I have to get home before Gienka gives birth anyway..." Kyros akan melakukan semua itu sehingga bisa segera pulang dan menemani Gienka melahirkan.


"But you need to recover quickly and get out of here, because if you don't, it's going to be a long time before you do.." Smith mengingatkan Kyros agar bisa segera pulih dan keluar dari rumah sakit, sehingga Kyros tidak perlu menunggu waktu lama untuk menyelesaikan pekerjaannya. Kyros mengangguk dan mengerti bahwa dia memang harus bekerja ekstra menyelesaikan segala nya sehingga dia bisa pulang, menemui istri dan keluarga nya lebih cepat.


Sebenarnya Kyros berharap bisa bertemu Gienka di sini, dia sudah membayangkan Gienka akan menyambutnya di rumah mereka, akan tetapi harapannya tidak sesuai kenyataan karena Gienka dalam keadaan hamil dan tidak bisa kembali ke Amerika.


Setelah berbincang, Smith pun berpamitan pada Kyros dan menyuruh Kyros beristirahat supaya lebih cepat pulih. Setelah Smith pergi, Kyros terdiam dan kembali memikirkan sesuatu. Dia harus bisa segera pulang. "Gienka hamil????" Gumam Kyros. "Ah ya Tuhan,....!!!! Maafkan aku sayang.....!!!??? Aku tidak bisa menghubungimu, aku akan menyelesaikan pekerjaanku disini lebih dulu baru setelah itu aku akan pulang dan menemanimu.." Kyros memutuskan akan berfokus pada pemilihan dan juga pekerjaannya, semua harus di selesaikan.


***


Gienka sedang duduk kursi santai yang ada di rooftop. Dia memandang Athan yang sedang bermain bersama Kyra. Sudah seminggu lebih Kyros kembali tetapi sampai saat ini dia tidak di kunjung di hubungi oleh suami nya itu. Padahal dia merasakan bahagia sekali mendengar kabar mengenai kembali nya Kyros dan timnya ke bumi dengan selamat.


Sebelum nya di misi pertama dulu, seminggu setelah kembali ke bumi, Kyros sudah menghubungi nya dan juga keluarga nya, tetapi ini sudah hampir dua minggu, Kyros belum juga menghubungi mereka. Gienka khawatir Kyros marah karena sebelumnya berjanji akan menunggu Kyros di rumah mereka yang ada di Washington tetapi sekarang dia tidak di ijinkan kembali ke Amerika.


Gienka juga sudah coba menanyakan pada Shanon agar Shanon bisa bertanya pada Smith, dan yang mengejutkan ternyata Smith bertugas di luar kota. Smith datang untuk menemui Kyros dan teman-temannya yang baru kembali. Smith sudah bertemu dengan Kyros bahkan berbicara. Smith memberitahuShanon agar Gienka menunggu karena sampai saat ini memang Kyros serta yang lain belum di ijinkan menghubungi siapapun. Karena masih di observasi dan dalam pengawasan. Jika sudah di ijinkan pasti Kyros akan menghubungi keluarga nya.


Kyra berdiri dan duduk di sebelah Gienka. "Gie...??? Kok melamun sih??? Mikirin Ky ya???" Tanya Kyra.


Gienka menoleh dan tersenyum tipis. "Berapa lama lagi ya Ra??? Aku kangen sekali dengan Ky??"


"Sabar Gie.. Mungkin minggu depan, kita tunggu saja ya???"


"Aku hanya ingin melihat wajahnya saja, aku tidak terlalu berharap dia bisa pulang kesini atau tidak yang penting aku bisa melihat dan bicara padanya.."


Kyra mengusap punggung Gienka. "Sama Gie... Aku juga ingin melihat wajahnya, yang penting dia sudah kkembi dengan selamat berkat doa kita semua, Smith juga sudah memberitahu nya kalau kau sedang hamil, jadi Ky pasti akan langsung menghubungimu nanti jika sudah ada kesempatan.!!"


Gienka memeluk Kyra, dan tiba-tiba dia menangis sesenggukkan. Dia sangat merindukan Kyros, semakin hari kerinduannya semakin memuncak, dan dia sering menangis karena Kyros. Dia berusaha tegar dan kuat menjalani kehamilannya sendiri, jika saja keluarga nya tidak mendukung dan menemani nya, Gienka pasti akan merasa down sekali. Tetapi beruntungnya semua orang selalu ada untuknya. Sekarang dia hanya menunggu Kyros untuk menghubungi nya dan melepaskan rindu kepada suami yang sangat di cintai nya itu.