I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 400



Kyros akhirnya sampai di Jakarta lagi. Dia di sambut Gienka dan naik ke lantai empat tempat dimana kamar mereka berada, menggunakan lift. Gienka menggendong baby Lexia tetapi Kyros tidak menyentuh putri nya iti. Karena Kyros harus mandi lebih dulu, dan berganti pakaian. Dia tidak mau Lexia nanti terkena kuman atau virus yang tidak terlihat yang mungkin di bawah oleh Kyros. Kyros tidak ingin kejadian yang dulu terulang lagi, dimana Lexia jatuh sakit dan harus ddi rawat selama beberapa minggu di rumah sakit. Lexia mengalami infeksi gangguan pernafasan dan hal itu sangat berbahaya sekali.


"Apa dia rewel saat kemarin aku pergi???" Tanya Kyros pada istrinya.


"Sedikit, dia terus mengatakan ingin bertemu denganmu tapi untungnya aku bisa menenangkannya dan mengatakan bahwa hari ini kau akan pulang."


Kyros tersenyum. "Dia selalu terbiasa melihatku setiap hari."


Gienka dan Kyros keluar dari dalam lift dan berjalan menuju kamar mereka yang ada di luar. Kyros meletakkan tas nya dan langsung ke kamar mandi. Gienka juga meletakkan Lexia di lantai dan memberikan mainannya kemudian meminta putrinya itu agar duduk dan bermain saja, sementara dia akan menyiapkan pakaian untuk suami nya. Tidak lupa Gienka menutup pintu kamar agar putrinya tidak keluar.


Setelah selesai menyiapkan pakaian Kyros, Gienka menghampiri Lexia yang sibuk bermain. Dia duduk di sebelah putrinya dan tersenyum melihat perkembangan Lexia yang cepat dan bocah kecil itu sangat cerdas. Lexia sangat cantik, menggemaskan rambutnya tidak hitam, dan Pipi nya tembem, membuat siapa saja akan merasa gemas sekali.




Sampai kemudian Kyros juga sudah selesai mandi dan dia bergegas masuk ke ruang ganti dan berganti pakaian. Kyros tidak sabar untuk bisa segera bermain dengan putrinya yang menggemaskan itu.


"Hay, Dada's beautiful girls, what are you playing???" Tanya Kyros sembari duduk di lantai tepat di sebelah Gienka. Memandangi putrinya yang sibuk bermain.


"Tuk Dada, Tuk.." Ucap Lexia sembari memperlihatkan mainan truck yang di pegangnya kepada Dada nya yaitu Kyros. Lexia memanggil Kyros dengan Dada yang berarti Daddy. Karena memang Lexia masih belum bisa menguasai banyak kata dengan sempurna mengingat usia nya baru menginjak 2 tahun. Tetapi Lexia sudah sangat mengerti dengan perintah ataupun ketika di ajak berbicara. Dan dia mengatakan apa saja yang keluar dari mulutnya, dan selalu berusaha mengikuti apa yang di ajarkan oleh Gienka dan Kyros, meski pelafalannya tidak sempurna dan seada nya saja.


"Oh, you're playing truck????? Come here, Dada wants to hug and kiss you, come here sweet heart.." Kyros meminta Lexia mendekat padanya, dan bocah kecil itu mengerti kemudian menghampiri Kyros. Kyros langsung memeluknya dan menciumi putri kecilnya dengan gemas. "Do you love Dada???"


"Ya."


Kyros tersenyum dan semakin memperat pelukannya pada Lexia. "Dada loves you too... What is Lexia doing today???"


Lexia mendongakkan kepala nya. "Ball.. Athan."


Kyros kembali tersenyum. Memahami setiap ucapan putri nya. Lexia membeitahu jika dia bermain bola dengan Athan. "Good Girl....!!" Kyros mencium pipi chubby Lexia lagi lalu membiarkan putrinya kembali bermain.


"Kau ingin aku mengambilkan makanan untukmu???" Tanya Gienka.


Kyros menggelengkan kepala nya. " Nanti kalau aku lapar aku bisa mengambil makan sendiri." Gumam Kyros, dia menoleh menatap wajah cantik istrinya. Kyros menggerutkan Dahi nya. "Kau pucat sekali, sedang sakit???" Tanya nya.


Gienka menggelengkan kepala nya. "Hanya sakit kepala saja."


"Sudah minum obat???"


"Tidak, sakit kepala biasa."


"Tidak apa-apa....!!! Sakit kepala biasa."


"Kau pasti kelelahan karena mengurus Lexia ya???"


Gienka tersenyum, mengusap pipi Kyros. "Tidak, disini ada Amam dan Oma, mereka yang menemani Lexia bermain, ada Athan juga. Jadi tugasku tidak terlalu repot hari ini."


"Kalau begitu kenapa tidak minum obat???"


"Nanti saja."


"Kau ini, jangan sampai semakin parah.'"


"Tidak...!!!" Ucap Gienka. Sebenarnya dia merasa sakit kepala sejak pagi tadi tetapi dia tidak minum obat. "Nanti kau antar aku ke apotik ya???" Pinta Gienka.


"Kenapa tidak tadi saja minta di antar supir atau Kyra.??? Sakit kepalamu sejk tadi kan??"


"Denganmu saja." Gienka Tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu, kalau mau sekarang juga tidak apa-apa..?? Ayo aku antar."


"Nanti saja, kau baru kembali pasti masih lelah." Gienka menyandarkan kepala nya di dada Kyros, dan lelaki itu memeluknya.


***


Keesokan Harinya......


Gienka bangun jam setengah 5 pagi. Kyros masih tidu di sebelahnya. Sebentar lagi waktunya untuk sholat subuh. Gienka bangun dan duduk sebentar bersandar di tempat tidur. Dia melirik ke arah Kyros yang masih terlelap. Semalam Kyros sudah mengantarnya ke apotik dan Gienka membeli obat sakit kepala khusus, serta satu benda lainnya di apotik tanpa sepengetahuan Kyros.


Semalam Kyros ingin turun juga untuk menemaninya masuk ke apotik tetapi dia melarang suaminya itu agar di dalam mobil saja bersama dengan Lexia dan Athan yang juga ikut bersama mereka. Sehingga Gienka ke apotik sendirian.


Sebenarnya Gienka sudah merasakan hal aneh sebelum dia pulang ke Indonesia. Gienka menyadari bahwa dia sudah tidak mendapati tamu buIanannya, yang seharusnya sekitar satu minggu yang lalu. Dan Gienka khawatir kalau dia hamil, itulah kenapa dia kemarin tidak meminum obat sakit kepala biasa. Dan dia akhirnya meminta Kyros untuk mengantarnya ke apotik membeli obat sakit kepala khusus untuk ibu hamil sekaligus membeli beberapa testpack. Sejak melahirkan Lexia, Gienka tidak mau menggunakan alat kontraasepsi apapun, karena dia masih menginginkan memiliki bayi lagi, dan tidak ingin timbul masalah seperti sebelumnya. Dan Gienka bekerja sama dengan Kyros untuk bisa melakukan hubungan yang aman sehingga mencegah sementara waktu agar tidak hamil. Tetapi ya kemungkinannya tentu tidak akan bisa 100% aman, tetap saja ada kemungkinan tiba-tiba hamil.


Gienka turun perlahan dari tempat tidur dan membuka laci untuk mengambil 3 testpack yang semalam di beli nya. Lalu dia melangkah pelan menuju kamar mandi. Lexia juga masih terlelap di box bayinya.


Gienka masuk ke kamar mandi, dan dia mulai melakukan semua petunjuk yang ada di bungkus testpack itu. Mencoba ketiga nya untuk memastikan ke akuratannya.


Setelah melakukannya, Gienka memejamkan matanya sembari menghitung dalam hati. Dia harus menunggu beberapa menit untuk mengetahui hasilnya positif atau negatif. Sampai kemudian. "Lima, Empat, Tiga, Dua, Satu..." Gienka menghitung mundur dan dia membuka matanya untuk melihat hasilnya.


Gienka mengintip sedikit demi sedikit dan dia membuka kedua matanya. Gienka terbelalak ketika melihat hasilnya. Gienka tidak percaya tetapi kemudian dia membaca lagi panduan di bungkus testpack itu untuk lebih memastikan. Dan hasil ketiga testpack itu adalah positif.