
...*KYRA ADITYA SAHASYA*...
*
"Hai Mam....!" Kyra menghampiri Cahya yang sedang duduk di balkon kamarnya.
"Hai sayang...!"
Kyra memeluk dan mencium pipi Cahya, kemudian duduk di sebelah Amamnya. "Apap mana???" Tanya Kyra.
"Sedang mandi... Kau sudah membungkus semuanya???" Tanya Cahya.
"Iya sudah...! Oh iya, Ky baru saja menghubungiku!" Ucap Kyra.
"Oh ya??? Apa yang dia katakan??"
"Apalagi jika bukan masalah kado darinya untuk Gienka, dia menyebalkan sekali, menghubungiku hanya untuk itu...!"
Ekspresi jengkel Kyra membuat Cahya terkekeh. "Ya sudah biarkan saja, jarang-jarang Kakakmu itu meminta bantuanmu...!"
"Ya, Amam memang benar..! Oh iya, sepertinya Uncle Adri dan Aunty Chika bulan depan akan pulang, Niall bilang libur musim dinginnya di mulai bulan depan..!"
"Ah iya ya, musim dingin akan di mulai...!" Gumam Cahya dengan suara pelan. Wajahnya terlihat sendu. "Ky pasti tidak akan ikut pulang lagi....!"
Kyra menoleh memandang wajah murung Amamnya. Kyra tahu bahwa Amamnya itu sangatlah merindukan Kyros. Apalagi kakaknya itu sudah lebih dari satu tahun tidak pernah pulang. Dan Kyra juga tahu Kyros pasti tidak akan pulang lagi, mengingat Kyros sedang sibuk dengan aktifitas sekolahnya serta persiapan untuk masuk ke universitas yang diinginkannya. Kyra memegang jemari Amamnya sambil tersenyum.
"Amam....! Kenapa Amam sedih??? Tidak apa-apa jika Ky tidak bisa pulang bulan depan, ketika dia lulus nanti kita kan akan kesana dan bertemu dengan dia, lalu setelah itu kita pulang bersama dan akan mengantar Kyros lagi ke universitas yanv sudah dia pilih, jadi kenapa Amam sedih???"
Cahya mencoba tersenyum memandangi wajah cantik putrinya. "Iya, tapi itu masih beberapa bulan lagi sayang....! Kau tahu Amam sudah sangat merindukan Ky...!"
"Siapa yang menyebalkan sayang???"
Suara itu mengalihkan Kyra dan Cahya. Mereka menengok bersamaan ke belakang dan Aditya berdiri di belakang mereka. Kyra berdiri dan memeluk Apapnya kemudian menceritakan mengenai rencana Adri, Chika dan Niall yang akan pulang bulan depan, sedangkan Amamnya sedih karena Kyros tidak akan ikut pulang.
Aditya tersenyum kemudian berganti duduk di kursi yang di duduki Kyra tadi di sebelah Cahya. Aditya mengerti sekali jika istrinya itu sangat merindukan Kyros tetapi apa boleh di kata, putranya itu sangat berbeda dengan teman-temannya. Kyros punya prinsip kuat dan dia tidak pernah mau bermain-main dalam setiap hal yang sedang dilakukannya. Apalagi itu menyangkut tentang pendidikannya, Kyros akan melakukan dengan sepenuh hati dan fokus.
"Sudahlah... Jika Ky tidak bisa pulang, kita bisa datang mengunjunginya... Kau ingin kapan??? Besok?? Lusa??? Atau minggu depan??? Aku akan membawamu kesana, dan puas-puaskan bersama putramu itu??? Bagaimana???"
Cahya mencubit pinggang Aditya membuat suaminya itu memekik. "Adit... Kau ini....! Malah bercanda...!"
Aditya dan Kyra langsung tertawa. "Lihatlah Ra, bagaimana Amam mu??? Apap bertanya padanya baik-baik malah di anggap bercanda...! Kita bisa pergi kemana pun dan kapan pun, jadi kenapa kau begitu khawatir, sebulan 5X juga bisa jika kau ingin bertemu Ky, aku tidak akan melarangmu, aku juga bisa mengantarmu, jadi kenapa kau begitu sedih???"
"Bukan begitu.... Kita memang bisa oergi menjenguknya, tetapi aku hanya merindukan suasana di rumah ini bersama Ky, kita kesana tentu beda rasanya...!" Protes Cahya.
"Sayang...! Kita harus terbiasa dengan hal itu, putra kita punya jalannya sendiri, apalagi jika dia bisa mewujudkan keinginannya selama ini, maka kita harus merelakan dia jauh dari kita, dan ingatlah bahwa dia tidak bisa lagi menjadi Ky kecil kita yang bisa kita larang-larang jika ingin melakukan sesuatu, sekrang dia sudah dewasa dan kita sebagai orang tua harus membiarkannya mencari jati dirinya, Kyra juga sama, dia juga akan pergi dari kita jika dia sudah menikah nanti, well sebagai orang tua yang baik kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anak-anak kita...!" Aditya merangkul Cahya.
Kyra tersenyum dan ikut memeluk kedua orang tuanya. Kyra sangat bahagia memiliki orang tua yang selalu mensupport anak-anaknya dengan baik. Mengajarinya dan Kyros untuk menjadi orang yang baik, saling mengerti. Banyak hal yang bisa Kyra pelajari dari kedua orang tuanya. Mereka orang tua yang terbuka dan tidak pernah membeda-bedakan sesuatu. Orang tua yang berpikiran modern dan selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Di penuhi dengan pemikiran positif dalam segala hal, dan sangat beranggung jawab serta menyayangi anak-anaknya sewajarnya dan tidak pernah mengekang. Bersyukurlah jika memiliki orang tua yang seperti mereka.
Teman-teman Kyra sering mengira bahwa kedua orang tua Kyra adalah orang tua yang keras dan menganut sistem feodal, mengingat mereka adalah keluarga berpengaruh dan tidak bisa di pungkiri bahwa Aditya punya nama besar selama ini. Sehingga mungkin itu akan membuat mereka menjadi sombong dan angkuh, tetapi itu tidaklah benar, karena Kyra dibesarkan dengan limpahan kasih sayang, juga selalu di ajari untuk tidak pernah memandang orang sebelah mata, atau menghina orang yang tidak sepantaran dengan mereka, sama sekali tidak pernah ada ajaran seperti itu dari Cahya dan Aditya. Hanya kebaikan, kepedulian dan saling menghargai, itulah yang selalu di ajarkan oleh keduanya pada Kyra dan Kyros selama ini. Kyra sangat bahagia memiliki orang tua seperti Aditya dan Cahya.
★★★★
Malam tiba, satu persatu tamu mulai datang di acara Pesta ulang tahun Gienka. Teman-teman sekelas Gienka juga datang. Gienka sangat cantik dengan gaunnya serta make up sederhana dan tatanan rambut yang juga sederhana tetapi tampak elegan. Membuat kecantikan Gienka semakin terpancar.
Kyra akhirnya tiba bersama kedua orang tua nya yaitu Aditya dan Cahya, juga kedua orang tua Aditya, Nyonya dan Tuan Harry Sahasya serta Ibu dari Cahya. Meskipun ini acara dari anak muda tetapi keluarga Gienka adalah sahabat baik dari keluarga Kyra, dan sudah seperti sebuah keluarga mengingat Ariel sudah bersahabat dengan Ariel sejak mereka masih di bangku SMA. Kyra terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna silvernya, make up simple dan rambut di gerai begitu saja dengan aksesories di rambutnya yang membuatnya imut dan manis.
Selain Kyra dan keluarganya, Louis juga datang bersama adiknya Phoebe serta kedua orang tuanya yaitu Chitra dan Randy, juga kedua orang tua Chitra.
Mereka semua menghampiri Gienka dan mengucapkan lagi selamat ulang tahun kepada sahabatnya itu. Gienka sangat bahagia sekali karena sahabat serta teman-temannya juga keluarganya ada bersamanya untuk merayakan ulangbtahunnya. Hanya Kyros saja yang tidak ada disini, tatapi tidak apa-apa karena Kyra nanti akan menghubungi Kyros lewat panggilan video agar bisa bergabung juga di pesta ini.
Geffie yang sedang mengobrol dengan Phoebe teralihkan ketika ponselnya berdering. Itu adalah panggilan dari Axel, teman Gienka yang juga tetangga mereka. "Hai kak... Kenapa belum datang, sebentar lagi akan di mulai...!" Ucap Geffie.
"Bagaimana bisa, aku baru membaca pesan Gienka, dan ini sedang berusaha untuk segera kesana, aku masih ada di jalan dan baru keluar dari tempat latihanku.. Kenapa sebelumnya tidak memberi tahu sih, aku kan bisa bersiap pulang sejak tadi...!"
"Lupa kak, ya sudah cepat kesini....!"
"Entahlah aku akan sampai disana tepat waktu atau tidak, akan ku usahakan...!"