I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 292



"Loh kok sudah ada di dalam???" Kyros keluar dari kamar mandi dan masuk ke walk in closetnya, dia tampak mengusap rambutnya yang basah dengan handuk dan mendapati Gienka sedang membongkar kopernya.


"Amam dan Kyra turun, mereka menyuruhku beristirahat…" Jawab Gienka. 


"Kalau mau istirahat ya istirahat saja, kenapa malah membongkar koper, itu bisa kita lakukan nanti.. "


"tidak apa-apa, aku sudah menyiapkan pakaian mu, itu di atas meja.. " Gienka menunjuk ke arah meja. 


Bukannya mengambil pakaiannya, Kyros justru mendekati Gienka dan memeluk istrinya dari belakang. dia mengecup pipi Gienka, "Terima kasih istriku tercinta… Aku sangat mencintaimu… "


"aku juga mencintaimu…  Pakai pakaianmu dan kita istirahat, aku mengantuk sekali…"


"Aku juga mengantuk, tetapi bukankah tidak masalah jika aku tidur tanpa mengenakan pakaian???" Kyros berkedip menggoda Gienka. 


"Tidak masalah sebenarnya, tetapi jangan harap aku juga akan melakukan hal yang sama karena aku mengantuk sekali dan malas melepas pakaianku.." 


"Benarkah??? Hahaha maka aku yang akan melepaskannya…" Kyros kembali mengecup pipi istrinya dengan gemas. "Oh iya, apa Mama dan Kyra memberitahu mu tentang uncle Yongki dan aunty Olu??"


"Memberitahu tentang apa??? Mereka tidak bercerita apapun, memangnya uncle Yongki kenapa???" Gienka berbalik badan dan memandang Kyros. 


"Yunani… .  Apa kau ingin pergi kesana???" Tanya Kyros. 


"Kok Yunani??? Tadi katanya tentang uncle Yongki dan aunty Olu? ? Kenapa jadi Yunani??? Mereka tidak apa-apa kan???" Gienka tampak bingung sekali. 


"Uncle dan Aunty memberikan kita hadiah pernikahan yaitu paket honeymoon ke Yunani, bersama Kyra dan juga Axel… .  Kita akan pergi setelah pernikahan Kyra, dan nanti kita langsung pulang ke Amerika…!! Empat hari setelah pernikahan Kyra dan Axel.. "


"Apa… !!!??? Honeymoon ke Yunani?????"


Kyros menganggukkan kepala nya. "Ya, ini adalah hal bagus yang harus kita manfaatkan… Aku minta maaf sudah beberapa bulan kita menikah dan aku belum mengajakmu keluar untuk liburan, selagi aku mengambil cuti, kita harus memanfaatkan ini!... Kau senang???" Tanya Kyros. 


Gienka tersenyum lebar. Akhirnya dia dan Kyros ada kesempatan untuk berbulan madu. "Aku senang.... Kita harus mengucapkan Terima kasih kepada Uncle Yongki dan Aunty Olu..."


" Ya, kita akan mengucapkan Terima kasih kepada mereka nanti.."


"Itu artinya selama kita disini kita harus memanfaatkan dengan baik, tidak apa kan jika nanti kita bergantian menginap di rumah Papa Iel serta di rumah Papa Dan bergantian??" Tanya Gienka.


"Tentu saja sayang, mereka adalah orang tua kita, dan besok kita bisa menginap di rumah mereka, terserah kau ingin kemana dulu, Papa Iel, atau Papa Dan.."


"Tapi bagaimana dengan Amam dan Apap??? Aku merasa tidak enak pada mereka nanti.. "


Kyros tersenyum. Memegang kedua bahu istrinya. "Kenapa tidak enak??? Mereka akan sangat mengerti sekali, karena kita punya 3 pasang orang tua yang sangat menyayangi kita, dan mereka saling menghormati satu sama lain.. Amam ataupun Apap pasti akan mengerti.. Selagi kita disini harus kita manfaatkan dengan baik waktu bersama mereka.. "


"Ahhh thanks.... Kau suami terbaikku... Aku sangat mencintaimu... " Gienka memeluk Kyros. Merasa senang sekali karena Kyros selalu bisa mengerti nya.


***


Sore hari nya, Kyros dan Gienka akhirnya turun dari kamar mereka untuk menemui keluarga nya. Mereka sudah beristirahat dengan tidur sekitar kurang lebih satu setengah jam, dan sekarang merasa lebih baik. Mereka keluar dari lift dan berada di lantai dua. "Mam.... Apap sudah pulang???" Tanya Kyros saat melihat Amam nya itu sedang ada di ruang keluarga.


"Eh kalian sudah bangun??? Ada di kamar, sudah pulang sejak tadi.."


"Kok tidak memberitahu kami??" Tanya Kyros.


"Kalian istirahat jadi Amam melarangnya untuk mengganggu istirahat kalian, masuk saja, ada Kyra juga disana.."


"Baiklah, kami kesana dulu.. "


"Ya, pergilah.."


Kyros dan Gienka pun meninggalkan Cahya dan menuju kamar orang tua nya. Sampai di depan pintu, Kyros mengetuk pintu dan baru masuk ketika orang yang ada di dalam mempersilahkan nya. Dan suara itu adalah suara Aditya. Kyros membuka perlahan dan tersenyum saat dia melihat Aditya sedang mengobrol dengan Kyra.


"Hai Pap...!!?" Sapa Kyros.


Aditya berdiri dan menghampiri putra kebanggaannya, memeluknya penuh dengan cinta. "Hai kak... Senang rasanya kau akhirnya pulang... Bagaimana perjalanan kalian???"


"Lancar Pap...!!" Jawab Kyros.


Aditya tersenyum, menepuk bahu Kyros. Gienka menyalami Ayah mertua nya dengan sopan.


"Apap tidak tahu kenapa kalian menolak di jemput dan memilih naik pesawat komersil.." Ucap Aditya.


Kyros tersenyum. "Tidak apa Pap, kami naik kelas bisnis, dan perjalanan juga lancar.... Lagipula sayang jika hanya di tumpangi berdua.. "


"Ya sudah yang penting kalian sudah sampai disini dengan selamat.. Oh iya tadi Ariel menghubungi Apap, besok kalian di minta datang ke rumahnya, sebenarnya dia ingin kesini, tetapi mengurungkan nya tahu bahwa kalian pasti butuh istirahat.. Besok datanglah kesana, juga ke rumah Elea, mereka orang tua Gienka, pasti juga ingin bertemu dengan anaknya.. "


"Ky sudah memberitahu Gienka bahwa besok akan menemui mereka.. " Ujar Kyros.


"Ya, bagus sekali..."


 "Pap, aku ke kamar dengan Gienka ya??? Kalian lanjutkan saja mengobrolnya.." Kyra beranjak dan mengajak Gienka ke kamarnya. Banyak hal yang ingin dia bicarakan dengan sahabatnya itu. Sudah lama tidak duduk bersama atau sekedar mengobrol di kamar nya. Yang dulu sering mereka lakukan hampir setiap hari. 


Sementara itu Kyros memilih duduk di sofa yang ada di kamar orang tua nya, disusul oleh Aditya. Aditya sendiri merasa sangat rindu dengan putra kebanggaannya itu. Mengobrol hingga bertukar pikiran. Kyros sangat sibuk sekali hingga jaran sekali bisa berbincang panjang lebar kecuali saat sedang libur kerja. 


Kyra dan Gienka saling memeluk punggung dan berjalan menuju kamar Kyra. "Bagaimana perasaanmu sebentar lagi menikah????" Tanya Gienka. 


"Campur aduk… !!! Aku setiap malam tidak bisa tidur setelah pertunangan kemarin…"


"benarkah??? Hahahaha apalagi nanti setelah menikah??? Tidurmu pasti tidak akan nyaman lagi, hehe.. "


"Diamlah… " Kyra mencubit pinggang Gienka dan mereka berdua masuk ke kamar. Kyra menutup dan mengunci pintu kamarnya dari dalam. Gienka langsung melompat ke atas tempat tidur milik Kyra, dia merindukan sekali kasur yang sering dia gunakan untuk berbaring itu. 


"Ahhhhh nikmatnya kasur ini, aku sangat merindukannya.. " Ucap Gienka. 


"Ky sudah memberitahumu jika kita akan pergi honeymoon ke Yunani bersama-sama…??"


"Ya, sudah… . Sudah lama kita tidak pergi bersama, aku senang sekali, walaupun aku agak kesal karena ini hadiah dari uncle Yongki bukan inisiatif Ky sendiri.. " Gerutu Gienka. 


Kyra tertawa. "Itu karena kau banyak diam, sesekali protes dong, ajak dia pergi keluar, Ku memang sangat sibuk tetapi sungguh keterlaluan dia tidak pernah mengajakmu pergi keluar dari Washington DC."


"Aku terkadang ingin melakukannya tetapi tidak pernah bisa… " Gumam Gienka. 


"Kenapa???" Tanya Kyra. 


"Aku terlalu mencintainya hingga aku tidak bisa untuk marah berlama-lama dengan nya.. "


"Diiiihhhhh bucin mu itu keterlaluan… Membuatku muak.. Hahahahaha.. " Kyra tertawa terpingkal-pingkal begitu juga dengan Gienka. 


"Oh iya bagaimana dengan Celia???" Tanya Gienka. "Aku sudah mendengar semuanya dari Ky, kau dan Axel juga sudah menjenguknya, bagaimana-bagaimana??? Apa yang terjadi sebenarnya..?" Tanya Gienka. 


"Dia masih menjalani perawatan intensif, cidera di kepala nya sangat gatal sekali, membuatnya harus selalu di temui psikiater, jiwa sedikit terganggu, dan jika tidak sadar dia akan selalu berteriak.. Kasihan sekali melihatnya seperti itu, aku beberapa kali datang menjenguknya bersama Apap, tetapi Axel hanya sekali dan dia tidak mau lagi, dia takut terjadi hal yang tidak di inginkan.."


"Axel pasti ingin menjaga perasaanmu, biarkan saja mungkin itu keputusan terbaik yang dia ambil… Tetapi kasihan sekali Celia, lalu kasus hukum Cyntia bagaimana???"


"Masih berjalan, tetapi semoga dengan bukti-bukti yang ada, Cyntia dan Mama nya di hukum setimpal... Mereka begitu buruk memperlakukan Celia... Masa depannya masih begitu panjang dan tiba-tiba di hancurkan seperti itu, sedih sekali jika kau tahu keadaannya.. "


"Jahat sekali mereka....!!" Gumam Gienka.


"Semoga saja...!!! Gie...???" Panggil Kyra tiba-tiba dengan suara sedikit berbisik.


"Ya...??? Kenapa???" Tanya Gienka.


Kyra mengusap kepala nya. Terlihat seperti orang yang sedang kebingungan. Gienka mengernyit melihat sikap aneh sahabatnya itu. "Kenapa Ra??? Kok malah terlihat bingung seperti itu???" Tanya Gienka lagi.


"Eeehhh... Tapi jangan bilang pada siapa-siapa ya????" Pinta Kyra.


"Bilang apa???" Tanya Gienka lagi.


"Janji ya jangan bilang siapa-siapa???"


"Jangan bilang siapa-siapa sn jangan tertawa?? Janji..??"


"Iya janji.. " Ucap Gienka yang mulai kesal dengan Kyra.


"Ehhh.... Aku bingung dan malu menanyakan ini, tetapi aku juga harus mengetahui nya, karena kau yang dekat denganmu jadi aku bertanya padamu saja.. "


.. "Iya, bertanya apa..? To the point saja, jangan berbelit. "


"Emmm bagaimana dulu kau dan Ky mengawali nya???"


"Mengawali???? Mengawali apa???" Tanya Gienka yang tampak bingung.


"Malam pertama kalian???"


"Apa....!!!???" Seru Gienka yang terkejut dengan ucapan Kyra. Kyra langsung membungkam mulut Gienka.


"Diamlah... Jangan keras-keras.. " Protes Kyra.


Gienka pun terkekeh melihat wajah memerah Kyra.


"Kau sudah janji padaku untuk tidak tertawa.. Kenapa malah tertawa???" Kyra terlihat kesal pada Gienka.


"Oke... Oke... Sorry... Aku terkejut saja dengan pertanyaanmu itu.. " Ucap Gienka. "Tapi kenapa kau bertanya seperti itu padaku???" Tanya Gienka.


"Masa aku harus tanya ke Amam??? Kan tidak lucu, kau yang masih pengantin baru, dan kau sahabatku jadi aku bertanya itu.. "


Gienka tersenyum. "Yang bagaian mana yang mau kau tanyakan??? Aku tidak akan menjawab jika kau meminta detailnya.. Itu rahasiaku.."


Kyra mencubit lengan Gienka. "Dasar.... Siapa juga yang akan bertanya detailnya... Ada-ada saja... Aku hanya bertanya bagaimana kalian mengawalinya sebelum melakukan itu?.."


"Aku dan Ky tidak ada malam pertama... " Jawab Gienka.


"Apa...!!???" Seru Kyra. "Bagaimana bisa???? Kau melakukannya dengan siapa sebelum dengan Ky???" Tanya Kyra dan detik itu juga Gienka menoyor dahi sahabatnya.


"Sembarangan.... Memangnya kau pikir aku melakukannya dengan siapa kalau bukan hanya dengan Ky... "


"Tapi tadi kau bilang tidak ada malam pertama???" Tanya Kyra bingung.


"Memang tidak ada malam pertama, aku saja haiid saat itu, lalu bagaimana aku dan Ky akan melakukannya..."


"Lalu????" Tanya Kyra lagi.


Gienka tersenyum dan menatap ke arah langit-langit kamar Kyra. Dia tentu masih ingat bagaiamana dia dan Ky memulai hubungan suami istri pertama kali nya. "Aku melakukannya setelah selesai dan memastikan bersih.. Berapa hari ya???? Kurang dari satu minggu, yang jelas saat kami belum tiba di Amerika.." Gienka mendekati Kyra dan berbisik di telinga sahabatnya itu. "Kami melakukannya saat dalam perjalanan ke Amerika, kami melakukannya saat di pesawat.. " Bisiknya pada Kyra.


"Astaga.... Bagaimana bisa???" Seru Kyra.


"Bukti nya bisa... Kau harus mencoba nya nanti, seru sekali... Kau tidak akan pernah melupakannya.. Tapi tentu bukan di malam pertama, karena kau harus melakukannya saat di villa nanti kan, hahahaha tetapi tidak apa-apa, tidak perlu malam pertama, kalian harus mencoba nya jika sedang di pesawat berdua.. Ada kamar kan disana???" Gienka mengedipkan matanya.


"Kalian itu, konyol sekali...!!" Gerutu Kyra.


"Kenapa??? Memangnya ada yang salah??? Tidak juga... Aku ingin melakukannya lagi tapi kami naik pesawat komersil bukan pesawat milik Apap, kami hanya berciuman saja kemarin..."


"Gienka... Kau ini...!!! Jujur sekali.. Menyebalkan.. " Protes Kyra sambil tersenyum, sedangkan Gienka tertawa terbahak-bahak. "Oke, jika itu memang kalian lakukan di atas ketinggian, tetapi bagaimana kalian mengawali nya???" Tanya Kyra lagi.


. "Bagaimana mengawali nya??? Tidak tahu, itu terjadi begitu saja, Ky menciumku dan berlanjut sampai itu terjadi.. Kau jangan agresif, biarkan Axel saja yang memulai nya, kau tinggal nikmati saja.. " Gienka mengedipkan mata nya dengan nakal sambil tersenyum.


"Sakit tidak???" Tanya Kyra lagi.


"Sakit sekali, aku sampai ingin menangis... Tapi itu terasa beberapa menit saja, dan kau akan mulai menikmatinya, rasa sakitmu akan tertutupi dengan rasa nikmat.. Ah pokoknya seperti itu, nanti rasakan saja sendiri... "


"Aku jadi takut.. "


"Kenapa takut??? Semua perempuan juga merasakan itu saya pertama kali, tetapi setelahnya mereka akan ketagihan, jika rasa sakit nya terus berkelanjutan kan tidak mungkin semua orang menyukai hal itu.. " Gienka tersenyum.


"Benar juga.. "


"Laki-laki akan belajar dengan sendirinya bagaimana mengatasi ketakutan perempuannya, mereka akan belajar sendiri sebelum melakukannya, itu yang dinyatakan Ky kepadaku, saat aku bertanya bagaimana dia dulu bisa menenangkanku di tengah kesakitan yang aku rasakan.. "


Kyra menganggukkan kepala nya. "Ya...!!" Gumamnya.


****


Malam harinya, Kyros duduk di kursi kerja nya di dalam kamar dan berfokus pada laptopnya untuk menyelesaikan beberapa hal. Sedangkan Gienka ada bawah, sedang bersama Amam nya dan Kyra. Kyros akan menyelesaikan beberapa pekerjaan sambil menunggu makan malam di siapkan.


"Mas Ky....!!!" Panggil seseorang dari luar pintu. Kyros berdiri dari kursi kerja nya dan berjalan untuk membuka pintu.


"Eh mbak Tina, ada apa???? Makan malamnya sudah siap ya???" Tanya Kyros ketikaendapati ART ny menghampiri nya.


"Belum Mas, itu, ada Non Vineet datang bersama kakak nya.. "


"Oh Naufal, dia kesini??? Oke oke, aku akan turun sebentar lagi, suruh mereka menunggu.. "


"Baik Mas.. " Art keluarga Kyros kemudian berbalik badan meninggalkan kamar Kyros. Sedangkan Kyros kembali masuk dan mematikan laptopnya, setelahnya baru dia keluar dari kamar untuk menemui Naufal.


Kyros keluar dari lift dan menghampiri Naufal yang sudah menunggu nya di ruang tamu. Mereka saling menyapa dan mengalami satu sama lain. Senang sekali karena mereka bisa bertemu lagi. Dan di ruang tamu itu juga sudah ada Kyra dan Gienka bersama Vineet yang memang mengantar kan Kakaknya kesini.


"How are you???" Tanya Kyros pada Naufal.


"I'm very well Ky. How are you??? You had a good trip, right???"


"Very smooth. It's good to see you here... You can see from your face that you're getting used to life in Indonesia again.. I heard that you've also started following Uncle Vino to the office, you'll definitely inherit his business prowess.???" Tanya Kyros. Dia mengatakan perjalanannya sangat lancar sekali dan senang bisa kembali ke Indonesia bertemu dengan Naufal. Kyros juga senang ketika dia mendengar bahwa Naufal sekarang sudah mulai belajar bisnis dengan Vino. Dan tidak lama lagi Naufal akan bisa menguasai dunia bisnis yang di geluti oleh orang tua nya.


"I'm trying to please Papa, it's quite difficult but Papa has always taught me well, and I'm starting to enjoy it... " Naufal sedang berusaha menyenangkan Papa nya. Walau cukup sulit tetapi dia mencoba berusaha belajar dengan baik. Dan Naufal mulai menikmati nya.


"Thank goodness, it's good to hear that from you..." Ucap Kyros. Senang dan bersyukur melihat Naufal saat ini. "Ah yes, I almost forgot, a few days ago there was a woman who came to the house, her name is?????" Kyros tampak berpikir mengingat nama perempuan yang datang ke rumahnya tempo hari. Dia memberitahu Naufal mengenai kedatangan seorang perempuan.


"Kaia.." Sahut Gienka.


"Ah yupz, her name is Kaia, she said she was Leona's best friend. . She came looking for you on Leona's orders.. Do you know Kaia???" tanya Kyros lagi. Mengenai apakah Naufal mengenal Kaia mengingat Kaia saat itu mengatakan bahwa dia adalah sahabat Leona.


Naufal mengangguk. "She is Leona's best friend... But you didn't tell her that I was here????" Naufal mengiyakan jika Kaia memang sahabat Leona. Dan Naufal bertanya apakah Kyros memberitahu Kaia mengenai keberadaannya disini.


Kyros menggelengkan kepala nya. "Of course not, I remember your request not to tell anyone about where you are now. . " Kyros tentu tidak memberitahukan keberadaan Naufal saat ini, karena itu adalah permintaan Naufal untuk menjaga rahasia keberadaannya saat ini.


"Thank you... But did Kai say anything when he came to your house?? What message did he bring???" Naufal mengucapkan Terima kasih kepada Kyros karena menjaga amanatnya dengan baik. Lalu dia bertanya apakah kedatangan Kaia membawa pesan dari Leona.


Kyros kembali menggelengkan kepala nya. "Nothing, he was just looking for you because he couldn't find you anywhere including your paryemen and your workplace, he was looking for you because Leona asked him to.. She came to my house because Leona saw all of us during that incident, so Leona seemed to conclude that maybe we knew where you were because we helped you back then.. " Kaia tidak mengatakan apapun selain ingin mencari Ethan, karena dia tidak menemukan Ethan di apartemen dan tempat kerja nya. Dan Leona meminta agar mencari ke rumah Kyros karena sebelumnya Kyros dan yang lainnya yang sudah menolong Ethan saat insiden itu. Sehingga mungkin saja Leona berpikir bahwa Kyros tahu kemana pergi nya Ethan setelah kejadian itu.


"I guessed that Leona would look for me at your house, that's why I asked you not to tell her about my whereabouts.. thank you again Ky..!" Ethan sudah bisa amenebak jika Leona pasti akan mencarinya ke rumah Kyros karena Kyros dan yang lainnya saat itu menolongnya. Sehingga tidak salah jika dia meminta Kyros agar tidak memberitahu keberadaannya pada Leona.


Kyros tersenyum. "No need, it's my duty to maintain your.privacy.. " Ucap Kyros. Dia sangat menghargai privasi yang ingin di jaga oleh Naufal.


Mereka pun melanjutkan mengobrol hal lain. Kyros banyak menanyakan mengenai keseharian Naufal sejak disini. Dan berlanjut makan malam bersama dengan keluarga Kyros.


****


Jam menunjukkan pukul 2 lebih 23 menit dini hari. Ponsel Aditya terus berbunyi, membuat Aditya bangun dengan perasaan kesal sekali. Dia melihat jam dinding dikamar nya, dan Cahya yang masih terlelap di sebelahnya. Di pagi buta seperti ini justru ada orang yang mengganggu tidurnya. "Siaaalll... Siapa yang mengganggumu di jam segini... " Gerutu nya dan meraih ponsel nya yang ada di atas meja sebelah tempat tidurnya.


"Siapa???" tanya Cahya dengan suara berat, dia mengerjapkan matanya.


"Tidak tahu.. " Jawab Aditya. Dan dia mendapati nama anak buahnya ternyata yang menghubungi nya. "Ya HaloBCA... " Jawab Aditya. "Kau ini ingin aku pecat atau bagaimana, kenapa jam segini menghubungiku???" Aditya pun diam dan mendengarkan permintaan maaf anak buahnya. Tetapi tak lama setelah itu dia terlonjak. "Apa.....!!!!???? Bunuh diri???? Kapan????" Seru Aditya yang langsung membuat Cahya bangun dari tidurnya dan ikut terkejut.


Aditya kembali diam mendengarkan. "Innalillahi wainnailaihi rojiun.....!!! Tapi bagaimana bisa???? Oke-oke, nanti aku akan kesana, kau pantau saja dan cari informasi detailnya lagi... " Ucap Aditya kemudian panggilan itu di akhiri.