I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 332



"Tapi bagaimana cerita nya kau bisa hamil sayang??? Kau bilang kau ingin menunda nya lagi sampai Ky kembali???" Tanya Elea.


"Elea sayang, sudahlah kenapa kau bertanya seperti itu??? Ini rezeki dari Tuhan, seberapa keras manusia berusaha tetapi jika Tuhan punya kehendak lain apa mau di kata??? Kita harus mensyukuri anugerah ini, dan Gienka kita juga pasti bahagia sekali, dia sudah menunggu ini cukup lama, walaupun Ky tidak ada disini tapi aku yakin, Ky juga akan senang seki nanti saat pulang.. " Sela Danist.


"Ya, kakak benar, ini semua rezeki dan anugerah, kita semua patut mensyukuri nya! Usia kehamilan Gienka juga sudah sebelas minggu, jadi tidak ada yang perlu di ragukan, beda cerita jika Gienka hamil tapi usia kehamilannya jauh setelah Kyros pergi, itu artinya Gienka tidak hamil anak Kyros, tetapi dia hamil sebelum suami nya pergi, hanya saja baru di ketahui setelahnya.. Sekarang tugas kita adalah memastikan kenyamanannya agar dia menjalani harinya dengan baik serta selalu bahagia." Sela Ariel.


"Ma, aku lelah sekali, boleh aku ke kamar dan beristirahat sebentar??? Kepala ku juga pusing.. " Ucap Gienka.


"Ya, kau istirahat di kamar saja, Mama akan mengantarmu..!" Ujar Elea yang hendak berdiri.


"Ah tidak perlu Ma, aku bisa ke kamar sendiri kok, ada lift jadi aku tidak akan merasa lelah.. Mama disini saja mengobrol dengan Amam dan Mamay.."


"Kau yakin???" Tanya Maysa.


"Yakin, Gie tidak apa-apa kok.. Kalian disini saja ya??? Nanti makan malam bersama." Gienk memandang ke arah Cahya. "Mam, tidak apa kan mereka makan malam bersama kita??? Sudah lama tidak makan malam bersama.."


Cahya mengangguk. "Tentu saja sayang, Amam sudah merencana masukan itu tadi, Amam juga akan menghubungi Uncle Randy, Aunty Chitra, Louis, Phoebie, bahkan Amam juga akan menghubungi uncle Vitto dan uncle Vino serta yang lainnya, supaya semua bisa bergabung bersama kita, kita anggap ini sebagai syukuran untukmu dan bayi mu, malam ini kita makan besar.." Ujar Cahya.


"Ah iya, setuju sekali.. " Sahut Ariel. "Sayang??? Hubungi restoran kita untuk menyiapkan makanan dan mengantarnya kesini malam ini, sekaligus pesan juga kursi dan meja untuk kita semua..!!" Pinta Ariel pada Maysa. Istrinya itu pun mengangguk dan setuju dengan suaminya.


Gienka tersenyum. Keluarga nya selalu jadi hal luar biasa yang di miliki nya. Karena mereka sudah bersahabat sejak lama bahkan sebelum dirinya lahir, sehingga mereka selalu kompak dalam hal apapun. Gienka pun berpamitan dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Membiarkan mertua dan orang tua nya mengobrol. Dia akan beristirahat dan meminum vitamin dari dokter.


***


Gienka masuk ke kamar Kyros. Dia berpamitan pada orang tua nya untuk naik dan beristirahat karena merasa lelah dan kepala nya sedikit pusing. Sementara orang tua dan mertua nya masih mengobrol di bawah. Gienka duduk di tempat tidur dan memandangi foto USG janinnya. Gienka tersenyum sembari mengusap perutnya dengan lembut, dia bahagia sekali akhirnya di berikan kepercayaan oleh Tuhan. Meskipun tidak sepenuhnya Gienka merasa bahagia, karena Kyros tidak ada disini dan Kyros juga belum tahu jika dia hamil. Andai saja Kyros ada bersama nya, Gienka yakin kebahagiaan ini akan semakin sempurna.


Gienka mengambil ponselnya, dan dia melihat fotonya bersama Kyros yang menjadi wallpaper di ponselnya. Dia tersenyum menatapnya. "Sayang, andai saja kau ada disini, aku yakin kau akan berjingkrak penuh kebahagiaan, bayi kita tumbuh dengan sangat baik, pantas saja, sebelum kau pergi kau selalu menciumi perutku, dan perutku bukan buncit tapi memang berisi bayi kita... Aku akan menjalani hari yang berat tanpamu tetapi aku akan berusaha terus untuk menjaga bayi kita dengan baik, dan aku berharap kau pulang sebelum bayi kita lahir.... Aku mencintaimu...!!" Gumam Gienka. Dia memotret foto hasil USG nya dan mengirim foto itu kepada Kyros. Ya, meskipun ponsel Kyros tidak aktif dan Kyros juga tidak membawa ponselnya tetapi Gienka ingin ketika Kyros kembali ke bumi dan mengaktifkan lagi ponselnya, Kyros akan membuka dan membaca semua pesan yang di kirimnya.


"Ca...!" Panggil Elea pada Cahya. Sahabatnya itu tersenyum memandang ke arahnya. Saat ini mereka sedang ada di taman belakang rumah Cahya. Menikmati teh dan kue sebagai teman mengobrol.


"Ya, El???" Jawab Cahya.


"Entah kenapa aku merasa bahwa Gienka tidak sepenuhnya akan baik-baik saja..! Aku sangat mengenal putriku, dia akan tampak baik-baik saja di depan kita, tetapi sebenarnya dalam hatinya dia rapuh. Kyros adalah kehidupannya selama bertahun-tahun ini, dan dia sangat manja kepada Kyros, melewati harinya dengan suaminya, serta tidak bisa jauh dari Kyros. Keadaannya saat ini sedang hamil, dan dia pasti butuh perhatian khusus... Kita pasti tahu bahwa perempuan hamil sangat rentan saat malam hari, perlu ada seseorang yang menjaga di sampingnya, bagaimana jika kita bertiga bergantian untuk menemani nya saat malam, apalagi Gienka ada di kamar atas sendirian, dia juga tidak mau di kamar bawah, iya kan???" Tanya Elea.


Cahya mengangguk. "Iya, dia menolak untuk tidur di kamar bawah, tetepi itu kemarin, sekarang tentu suasana nya berbeda, dia sedang hamil, jadi harus ada orang di sekitarnya, aku akan coba untuk bicara padanya agar tidur di kamar bawah.. "


"Itu kalau dia mau, tetapi bagaimana kalau tidak???" Tanya Elea. "Sepertinya kita harus bergantian untuk menemaninya setiap malam??? Bagaimana menurut kalian????" Tanya Elea..


"Ya, itu bisa di atur, tapi kita coba berbicara dulu dengan suami kita.. Oh iya May, tolong jangan pesan makanan yang ada nasi nya ya??? Sepertinya Gienka tidak suka dengan bau nasi, tadi pagi dia mual dan muntah karena nasi.. " Ujar Cahya.


Maysa tersenyum. "Baik, aku akan memesan makanan tanpa nasi.. "


"Aku setuju saja El, aku akan senang menemani Gienka, Kyra juga pasti bersedia menemani Gienka, toh Axel juga tidak di rumah setiap hari, jadi Kyra bisa menemani Gienka.. " Lanjut Cahya lagi.


"Ya, aku berharap kita semua bersedia untuk menjaga nya, Gienka sangat bergantung pada Ky, dan aku takut dia juga kesepian nanti nya..." Gumam Elea.


"Andai Geffie ada disini, aku pasti akan memintanya untuk menemani kakaknya, tapi dia tidak bisa pulang..!" Sahut Maysa.


Cahya tersenyum. "Ya, Gienka dekat sekali dengan Geffie, bahkan kemarin Geffie juga tidur di kamarnya saat di Washington.."


Cahya, Elea da Gienka pun menikmati siang yang tidak trlalu panas dengan mengobrol dan menikmati teh.