
Gienka menoleh lalu tersenyum. "Aku hanya teringat saat aku dan Papa Iel serta Mamay juga Geffie berlibur disini, kami sangat bahagia, dan aku bisa melihat Papa Iel dan Mamay selalu terlihat mesra, mereka saling mencintai dan sangat bahagia memiliki aku dan Geffie, aku selalu berbarap suatu saat nanti aku juga bisa memiliki keluarga yang harmonis seperti Papa Iel dan Mamay, juga seperti Mama Elea juga Papa Dan, orang tua kandungku memang sudah berpisah tetapi mereka sudah memiliki keluarga baru yang saling mendukung satu sama lain serta selalu mengajarkan kami tentang pentingnya saling menghormati..." Ujar Gienka sambil memandang lurus ke arah laut. Senyum cantik menghiasi wajahnya dan Gienka kembali melanjutkan ucapannya.
"Sesekali aku membayangkan sambil berharap suatu saat nanti aku juga bisa memiliki suami dan anak-anak yang menggemaskan dan saling menyayangi...! Suami yang sangat menyayangiku.. Ahhh abaikan... Kenapa aku jadi menceritakan khayalanku yang konyol itu padamu, hahaha" Gienka tertawa.
Kyros yang mendengarkan itu juga ikut tertawa. "Tetapi membayangkan sesuatu yang baik itu tidak ada salahnya Gie, kita manusia, wajar saja jika berandai-andai, semoga saja kau nanti nisa mendapatkan apa yang kau inginkan."
Gienka kembali tersenyum dan menatap Kyros dalam diam. "Yang aku inginkan untuk menjadi suami ku adalah dirimu Ky??? Aku sangat mengharapkannya dan aku selalu menyebut namamu, agar Tuhan mau mengabulkannya suatu saat nanti...!" Gumam Gienka dalam hati kemudian dia beralih melihat lagi pemandangan laut yang biru itu.
Sementara itu, Kyros juga menoleh menatap Gienka dalam senyuman. Entah kenapa dia sangat berharap jika dia lah yang nanti bisa menjadi suami Gienka. Setiap hari dia selalu berdoa agar Tuhan selalu menjaga Gienka untuknya dan hanya untuknya. Kemudian bisa membahagiakan perempuan yang ada di sebelahnya itu dengan limpahan cinta serta kasih sayang darinya.
Gienka meminta gitar yang sedang di pegang oleh Kyros, lelaki itu memberikannya. Kemudian Gienka mengatur duduknya dan bersila. Tangannya yang lembut itu mulai memetik senar gitar yang di pegangnya.
Gienka memejamkan matanya, menerima terpaan angin yang lembut sekaligus memainkan sebuah lagu romantis di depan Kyros. Lagu yang sangat dia sukai dari salah satu band juga yang menjadi kesukaannya.
"Selama nafasku berhembus, hanya kamu di doaku.. Selama mataku memandang, hanya kamu cinta matiku.. Dergarlah dunia, rintihan hatiku yang terbalut dalam doaku.. Inilah sumpahku dengarlah dunia.. Sumpah mati sumpah sumpah. Sumpah mati sumpah mati.. Sumpah mati aku hanya untukmu..."
Kyros menyahut lagu yang di nyanyikan Gienka. Dia sangat tahu lagu itu. "Cinta kan selalu abadi, walau takdir tak pasti kau selalu di hati, cinta matiku... Seraya aku berdoa merayakan cinta, kau selalu ku jaga... Sumpah mati sumpah mati aku hanya untukmu....!"
Gienka dan Kyros menyelesaikan lagu itu lalu mereka tertawa. "Itu lagu dalam sekali dan jadi soundtrack film kapal tenggelam, kita menyanyikannya di atas sebuah kapal semoga kapalnya tidak tenggelam seperti yang ada di film itu, hahahahaha....!" Ujar Kyros sambil tertawa.
Mereka berdua tertawa. Tak lama setelah itu Kyra datang bersama Zayan menghampiri kedua nya dan ikut bergabung. Mereka berempat mengobrol juga sesekali bernyanyi dengan petikan gitar yang mereka bawa. Sementara Louis memilih di bagian luar kapal bersama Sanne, sedangkan Friddie sibuk berfoto dengan Phoebie. Mereka benar-benar harus menikmati liburan ini dengan sangat baik.
5 Tahun kemudian.....
Kyros berkesempatan untuk datang ke Kanada untuk sebuah urusan, karena berada disana, dia memutuskan untuk menemui Zayan, dimana Zayan berkuliah di salah universitas di Toronto. Zayan melanjutkan magister nya disana. Sudah lama juga Kyros tidak bertemu Zayan.
Di masa liburan kelulusan beberapa waktu yang lalu, Kyros pulang hanya sebentar, hanya sekitar satu minggu saja karena dia harus segera kembali mengurus berbagai hal. Selain itu, Kyros juga harus mencari tempat tinggal untuk Kyra yang akan menyusulnya untuk berkuliah di satu kampus dengannya. Kyra sudah menyelesaikan kuliahnya dengan baik di Inggris dan melanjutkan magisternya ke universitas yang sama dengan Kyros. Itu di lakukan Kyra agar dia juga bisa dekat dengan Kakaknya. Selain itu kedua orang tua mereka yaiti Cahya dan Aditya juga menginginkan agar kedua bersaudara itu saling menjaga.
Kyros mencarikan apartemen untuk Kyra yang letaknya tidak jauh dari kampus. Kyros memilih tipe apartemen low rise, dimana hanya ada empat lantai disana dan Kyra tinggal di lantai tiga bersama salah seorang teman yang juga satu kampus dengannya. Kyros sebenarnya ingin Kyra menempati apartemen itu sendiri meskipun ada dua kamar disana, dan Kyra bisa tinggal nyaman disana, tetapi ternyata Kyra meminta kepadanya agar di ijinkan untuk tinggal bersama orang lain dan uang sewa bisa di bagi dua. Kyra berdalih bahwa jika tinggal berdua, dia tidak akan kesepian dan punya teman untuk mengobrol. Kyros sempat meragu tetapi kemudian dia mengijinkan adiknya untuk mengajak temannya tinggal bersama. Jadilah Kyra sekarang tinggal bersama temannya bernama Camilla.
Sebenarnya Kyros berharap Gienka juga berkuliah di universitas yang sama dengan dirinya dan juga Kyra. Sayangnya ternyata Gienka melanjutkan di universitas lain. Dan itu juga yang membuat Kyra akhirnya harus berpisah dengan Gienka padahal selama ini mereka tidak pernah terpisahkan. Jika saja Gienka juga berkuliah di universitas yang sama tentu Kyros akan senang dan membiarkan Kyra tinggal bersama Gienka bukan orang lain. Tetapi meski begitu dan alasannya menyetujui usulan Kyra adalah Kyros sudah bertemu dan melihat seperti apa Camilla. Gadis itu terlihat baik dan ceria seperti Kyra sehingga Kyros merasa nyaman jika adiknya tinggal bersama Camilla. Camilla juga ternyata adalah berasal dari Indonesia tetapi sekarang keluarga nya menetap di Amerika untuk pekerjaan.
Kyros sekarang sedang menuju apartemen Zayan dengan taksi. Temannya itu juga sudah menunggu nya. Kyros senang sekali dia bisa bertemu Zayan setelah sekian lama. Zayan dulu sebenarnya sudah di terima di universitas yang sama dengannya tetapi ada satu hal lain yang akhirmya membuat Zayan membatalkan rencana nya berkuliah di Amerika dan memilih berkuliah di salah satu universitas terbaik yang ada di Indonesia baru kemudian melanjutkan magisternya di Kanada seperti saat ini.
Sementara itu, Gienka baru kembali dari kampus, dia melempar tas nya begitu saja ke tempat tidur dan dia langsung berbaring. Gienka meraih boneka beruang kesayangannya dan memeluknya, menatap nyalang ke langit-langit kamarnya. Hari nya hanya di sibukkan dengan kuliah dan kuliah, jika dia sedang tidak kuliah, dia hanya akan menghabiskan waktu nya di dalam apartemennya atau pergi untuk berbelanja atau sekedar jalan-jalan.
Di awal tinggal disini, Gienka merasa cukup kesepian karena dia tinggal sendirian di apartemen, sementara saat di Inggris dia tinggal bersama dengan Kyra. Menghabiskan banyak waktu bersama sahabatnya itu. Sementara sekarang mereka terpisah cukup jauh sekali. Di ujung timur dan barat Amerika, bahkan untuk naik pesawat saja butuh sekitar tujuh jam lebih. Karena baru beberapa bulan disini, Gienka belum ada kesempatan untuk mengunjungi Kyra dan bertemu juga dengan Kyros, meskipun dia ingin sekali melihat lelaki yang sangat di cintai nya itu. Gienka akan mencari waktu untuk bisa menemui sahabat-sahabatnya ataupun sebaliknya.