
Cyntia mendorong Celia masuk ke dalam mobilnya. Mama Cyntia juga masuk dan menahan Celia yang berusaha meronta.
"Cyntia....!!! Kau tidak bisa membawa nya begitu saja... Biarkan dia disini untuk sementara waktu, dan biarkan dia menenangkan dirinya... " Ucap Theo.
"Kau diamlah... Dasar tidak berguna.... Karena kau memanjakannya selama ini jadi dia berani menentang ku dan kabur dari rumah.... Kau tahu apa yang sudah dia lakukan??? Dia sudah membuatku jatuh dalam masalah besar... Jadi aku harus membawa nya pulang dan memberinya pelajaran agar tidak lagi mengulang kesalahan yang sama... " Cyntia setengah berteriak di depan wajah Theo.
"Karena kau selalu membuatnya tidak bisa hidup dengan nyaman, itulah kenapa dia memilih pergi dari rumah, harusnya kau mengerti.... Kau ini ibu macam apa????"
"Lalu kau sendiri Ayah macam apa.? Apa yang sudah kau berikan kepada nya???? Aku yang selama ini membesarkannya sendiri, kau tidak punya apapun untuk bisa kau gunakan menghiduopi nya... Lihatlah dirimu...???? Kau miskin dan sama sekali tidak berguna... " Cyntia mendorong Theo dengan kasar hingga hampir tersungkur. Cyntia kemudian bergegas ke mobilnya dan meninggalkan rumah Theo.
"Cyntia.... Cyntiaaa.....!!!" Theo berusaha mengejar mobil Cyntia tetapi tentu itu tidaklah berhasil karena Cyntia mempercepat laju mobilnya.
"Papa.,....!!! Aku tidak mau pulang.... Papa tolong aku.... Aku ingin di rumah Papa saja... Papa tolong....!!" Celia mencoba memberontak dan terus berteriak sambil menangis.
"Celia diamlah......!!!" Teriak Oma nya.
"Oma yang diam.... Lepaskan aku... Aku ingin tinggal bersama Papa... Aku ingin bebas...."
"Diamlah.....!!!" Sahut Cyntia.
Celia pun menangis dan terus memanggil nama Theo, meski tahu bahwa itu akan percuma saja. Celia terus terisak selama perjalanan. Semua usaha nya kabur dan menjauh dari Mama nya sangat sia-sia. Dia tadi seharusnya mengajak Papa nya untuk pergi dari rumah selama beberapa hari dan tidak pulang karena Mama nya pasti akan sangat mudah menemukannya dan benar saja, sekarang Mama nya menemukannya dan memaksanya untuk kembali. Celia tidak ingin lagi tinggal bersama Mama nya dan juga Oma nya. Bagaimanapun dia nanti harus pergi lagi dari rumah dan mengajak Papa nya untuk pindah sehingga tidak bisa di temukan oleh Mama nya.
Celia akhirnya memutuskan untuk menyerah dan diam serta pasrah. Tetapi Celia berusaha memikirkan sesuatu yang bisa membuatnya bebas dari Mama dan Oma nya.
***
Waktu berlalu.... Mobil Cyntia mulai keluar dari tol. Ma Cyntia juga terlihat tidur di sebelah Celia. Sementara Cyntia masih sibuk mengemudikan mobilnya. Celia, sejak tadi memejamkan mata nya tetapi menahan diri untuk tidak tidur dan dia berniat melakukan sesuatu. Dia diam-diam mengamati sekitar, dan akan berusaha turun dari mobil lalu kabur.
Cyntia mengurangi kecepatan mobilnya, dan dia sebenarnya mengantuk dan ingin istirahat, akan tetapi dia harus segera sampai di rumah dan istirahat. Karena dia tidak bisa mengajak Celia menginap di hotel karena takut Celia akan kabur lagi.
Celia membuka sedikit matanya, dan melihat suasana jalanan. Cukup lama dia dalam posisi itu dan memastikan Mama nya tidak melihatnya. "Bagaimanapun aku harus pergi meninggalkan Mama dan Oma... Mereka bukan lagi manusia, mereka selalu memperalat ku,.. " Gumam Celia dalam hati.
Setelah di rasa kondisi jalanan mendukung, Celia membuka pintu mobil Mama nya dan langsung melompat keluar dari mobil.
"Aaarggghhh..." Teriak Celia dan sedetik kemudian kepala nya membentur trotoar. "Aauuuwwhhh.... " Teriaknya lagi tetapi dia berusaha bangkit dan dia harus segera berlari untuk menghindari Mama nya.
"Celia kabur Ma....! " Ucap Cyntia dan dia langsung bergegas menepikan mobilnya dan keluar untuk mencari Celia.
Celia berusaha berlari meskipun kepala nya pusing dan kaki nya sepertinya terkilir. Melihat putrinya kabur, Cyntia langsung mengejarnya. "Celia.. Jangan kabur......!" Teriak Cyntia tetapi Celia tidak menghiraukan nya dan berusaha untuk lari sekuat tenaga.
"Celiaaaa.... " Teriak Cyntia lagi. dan dia melihat ada sebuah batu di tepi trotoar jalan raya. Di ambillah batu itu, dan Cyntia melemparnya dengan sangat keras hingga batu itu menimpuk bagian belakang kepala Celia. Tepat di kepala Celia. Hal itu langsung membuat Celia tersungkur. Cyntia berlari dan menghampiri nya.
Celia mengeranv kesakitan dan memegang bagian belakang kepala nya, dia merasa basah dan di lihatnya itu ternyata adalah darah. Celia merasa pusing sekali dan tidak bisa bangun.
Cyntia akhirnya sampai dengan napas terengah. Tanpa basa basi, Cyntia langsung menendang kepala Celia dengan sangat keras ketika Celia ingin bangun dan berusaha untuk kabur lagi.
Tak sampai disitu, karena marah, Cyntia juga menginjak punggung Celia, menendang paha Celia berkali-kali, memastikan Celia tidak bisa bergerak. "Kau memang kurang ajar dan tidak tahu diri.... Selalu saja merepotkan... " Geram Cyntia. Di lihatnya Celia tidak ada gerakan. Mama Cyntia juga datang menghampiri Cyntia.
"Apa yang kau lakukan padanya???" tanya Mama Cyntia.
"Aku harus memberinya pelajaran agar dia tidak bersikap seenaknya... " Jawab Cyntia. "Dia pingsan.. Aku akan mengambil mobil, jaga dia Ma jangan sampai lepas lagi... " Perintah Cyntia pada Mama nya.
"Cepat ambil mobilmu... jangan sampai mengundang keramaian... "
Cyntia pun berlari menuju mobilnya lagi. Dan Celia yang masih tertelungkup dan pingsan terlihat tidak berdaya, di tambah Mama Cyntia juga meletakkan kaki nya di atas punggung cucunya itu.
Cyntia masuk ke mobilnya dan putar arah lalu mendekati tempat Celia dan Mama nya berada. Cyntia tidak ingin mengambil resiko lagi, Celia harus dia bawa pulang dan memberikan anaknya itu hukuman yang berat.
Cyntia turun dari mobil dan menghampiri Mama nya. "Ma, kita masukkan dia ke bagasi mobil saja.. Agar dia tidak bisa kabur lagi... Benar-benar kurang ajar anak ini... " Geram Cyntia.
"Dia berdarah Cyn, apa kita tidak membawa nya ke rumah sakit lebih dulu???" Tanya Mama Cyntia.
Cyntia menggelengkan kepala nya. "Tidak Ma, itu hanya luka kecil, kita bisa mengobati nya di rumah nanti.... Kalau kita membawanya ke rumah sakit, apa kata orang nanti, tidak mungkin aku mengatakan pada mereka jika Celia terkena lemparan batu dariku?..?? Itu akan menjadi sangat konyol sekali Ma... Sudah kita bawa dia pulang saja... "
Mama Cyntia terdiam sesaat. Dia sebenarnya kasihan melihat Celia pingsan. Tetapi dia menyadari jika tidak melakukan hal itu, Celia pastia kan kabur lagi dan akan susah untuk di beri pengertian.
Cyntia dan Mama nya akhirnya bekerja keras untuk mengangkat tubuh Celia. Mereka berdua cukup kesulitan. tetapi mereka harus segera melakukannya. Setelah berhasil memasukkan Celia ke dalam bagasi., Cyntia dan Mama nya duduk di depan dan mobil melanjutkan lagi perjalanannya.