I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 268



Kyros memeriksa dan mendapati luka tusukan di perut Ethan. "Dia di tusuk... Astaga....!!" Seru Kyros.


Arindah dan Vino pun duduk dan memeriksa luka-luka Ethan, wajah hingga tangannya juga lebam. Arindah melepaskan blazer yang di pakai nya dan dia coba membalutkan itu di luka tusuk kan Ethan. Arindah juga ikut panik karena darah Ethan banyak sekali. "Darahnya banyak sekali...!!!" Ucap Arindah dan dia mulai menangis. Baru saja dia merasa bahagia mendapat petunjuk mengenai Naufal dan sekarang hal mengerikan ini terjadi. "Sayang....!!! Bagaimana ini??? Akan bahaya jika tidak segera di tolong...!!"


"Ambulans akan segera sampai dalam 5 sampai 10 menit.. " Ucap Gienka.


"Sanne, keluarlah dan tunggu ambulans nya di depan....!!" Perintah Vitto. "Sialaaann.... Siapa mereka??? Berani sekali melakukan ini.... "


Vineet menangis dan memeluk Ethan, memberikan semangat agar Ethan bertahan. Arindah duduk berselonjoran menjadikan kedua pahanya sebagai bantal untuk kepala Ethan. Semua benar-benar panik. Mereka mencoba memastikan Ethan tetap bernapas. Rana mengambil kotak tisu yang ada di meja dan memberikannya pada Arindah. Arindah pun membersihkan darah yang ada di wajah Ethan. Jelas sekali wajahnya kebab, dan hidungnya mengeluarkan darah. Sudut bibirnya juga ada darah. Gienka mencoba mencari sesuatu di dalam apartemen itu, dan akhirnya menemukan kotak p3k. Gienka mengambil kapas dan memberikannya pada Arindah. Dengan kapas itu, Arindah coba membersihkan darah yang keluar dari hidung Ethan.


Hingga tak lama Sanne datang bersama dengan petugas ambulans. Ethan pun di angkat dan langsung di bawah menuju ambulans. Arindah, Vino dan Vineet ikut dalam ambulans. Ethan juga di beri selang oksigen karena napasnya mulai tersenggal.


Arindah memeluk Vino, dia mulai ketakutan. Dan dia sudah bertemu dengan orang yang di dua adalah Naufal. Tetapi Arindah sudah melihat wajahnya secara langsung saat ini. Wajah Ethan, dia mirip dengan Reino hanya saja mata nya yang mirip dengan mata Arindah. Entah kenapa feelingnya mengatakan bahwa yang ada di depannya ini memanglah putra nya. Kesayangannya, Naufal nya. "Dia Naufal kita... Aku sangat yakin....???" Arindah terisak dalam pelukan Vino. "Lihatlah dia memang Naufal kita kan???" Tanya Arindah lagi.


"Iya... Dia memang Naufal kita....!!!" Jawab Vino.


"Kenapa jadi seperti ini???? Bagaimana kalau terjadi sesuatu, kita baru menemukannya tetapi lihatlah.. Kenapa ada orang yang jahat kepada nya?? Apa salah Naufal????"


"Tidak akan terjadi apapun, Naufal kita akan baik-baik saja.. Aku tidak akan mengampuni siapapun yang sudah membuat anak kita seperti ini....!" Geram Vino.


Kyros mengikuti ambulans dari belakang. Mereka semua masih shock dan mencoba menelaah apa yang terjadi tadi. Selain memikirkan Ethan, mereka juga memikirkan nasib Leona yang di bawa oleh kedua pria itu.


"Ky.... Uncle yakin kedua pria itu yang sudah membuat Ethan seperti ini.." Ucap Vitto.


"A, uncle, aku juga berpikir seperti itu??? Tapi siapa mereka??? Jahat sekali melakukan itu di siang bolong seperti ini..."


"Kita harus melaporkan ini kepada polisi..."


Kyros mengangguk. "Kita juga butuh penjelasan dari Ethan... Semoga dia baik-baik saja... "


"Mereka berani menculik Leona... " Gumam Gienka.


"Sebenarnya apa kesalahan mereka berdua??? Mereka begitu kasar pada perempuan dan mau menghabisi Ethan..." Sahut Rana.


"Kita tidak tahu apa yang terjadi, hanya Ethan yang tau jawaban nya.... Semoga di baik-baik saja... " Ucap Vitto.


"Sebentar lagi kita sampai di rumah sakit.. " Kyros terus mengikuti ambulans dan memang tak lama setelah itu sampailah di rumah sakit.


Pintu belakang ambulans di buka. Dan Ethan di keluarkan dari sana. Arindah, Vino dan Vineet juga turun. Begitu juga Rana, Gienka, Vitto dan Sanne, sedangkan Kyros memarkir mobilnya. Ethan di bawa ke ruang instalasi gawat darurat. Semua orang memilih menunggu di luar. Sanne memeluk Vineet yang terus menangis, begitu juga Vino mencoba menenangkan istri nya. Semua merasa cemas, khawatir bercampur takut, tetapi mereka semua kompak mendoakan yang terbaik untuk Ethan.


Ada sekitar satu jam, akhirnya seorang perawat keluar dan mencari anggota keluarga Ethan. Dan Vino langsung mengatakan bahwa dia adalah keluarga Ethan. Perawat memberitahu jika Ethan mengalami luka yang cukup dalam dan kehilangan banyak darah sehingga harus di lakukan operasi. Serta butuh tambahan donor darah. Dan cukup sulit mendapatkan golongan darah nya karena golongan darah Ethan adalah AB+. Sedangkan stok hanya tinggal beberapa kantung, takutnya itu akan kurang.


Mendengar itu, Arindah langsung menawarkan diri, darahnya sama dengan golongan darah Ethan. Perawat itu pun meminta Arindah untuk di periksa lebih dulu sebelum di ambil darah nya dan menanyakan apakah Arindah sudah makan atau belum, karena hal itu penting di lakukan sebelum mendonorkan darah. Masalahnya Arindah belum makan apapun, bahkan makanan di pesawat juga tidak dia makan.


Perawat memberi waktu untuk bisa makan lebih dulu, karena stok darah masih aman karena masih ada dua kantung. Vino meminta agar di lakukan perawatan yang terbaik untuk Ethan dan menyelamatkannya. Perawat dan dokter sedang berusaha melakukan yang terbaik saat ini. Dia sekarang meminta agar administrasi Ethan seperti data diri dan lainnya segera di urus di bagian terkait di rumah sakit ini. Perawat lalu kembali masuk lagi.


"Ky.... Kita tidak tahu banyak tentang Ethan, pergilah dengan istrimu ke apartemen Ethan, dan cari sesuatu disana, dompet nya atau data dirinya.. Tapi minta ijin dulu dengan pengurus apartemen nya jangan sampai nanti kau di kira pencuri.. " Ucap Vitto.


"Baik Uncle... Aku akan pergi ke apartemen nya, dan akan segera kembali, tolong langsung kabari jika ada apa-apa.. " Kyros pun pergi dengan Gienka.


"Golongan darahku sama, aku sangat yakin dia adalah Naufalku.. " Ucap Arindah.


"Kita akan mencari tahu nanti tetapi jika kau ingin mendonorkan darahmu kau harus makan dulu, oke??? Kau seorang dokter kan, kau pasti tahu apa saja yang harus di lakukan seseorang jika ingin mendonorkan darah nya.. " Ujar Vino, dan Arindah menganggukkan kepala nya.


"Aku akan membeli sesuatu untuk Arindah, supaya perutnya tidak kosong.. " Sahut Rana, dia pun pergi untuk membeli makanan.


Vino mengajak istrinya untuk duduk lagi. Dia mengusap punggung Arindah untuk menguatkannya. "Apa ini saat yang tepat untuk melakukan test Dna itu???" Tanya Vino.


"Tidak bisa...!!!" Seru Arindah.


"Kenapa??? Bukankah ini waktu yang tepat???" Tanya Vino.


Arindah menggelengkan kepala nya. "Selalu ada prosedur yang ketat untuk melakukan itu, kita tidak bisa diam-diam melakukannya tampa ijin dari orang nya, yaitu aku dan juga Ethan... Dia sudah dewasa, punya hak sepenuhnya atas dirinya, jika dia masih kecil tentu harus ada wali nya yang sah untuk memberikan ijin... Rumah sakit tidak bisa semudah itu menyetujui nya jika kita melakukannya tanpa ijin dari pemilik raga nya, atau kita akan dalam masalah besar jika melakukannya karena itu di anggap ilegal... " Arindah menjelaskan.


"Iya Pa, Mama benar sekali... Ini hal yang serius jadi semua harus di lakukan dengan prosedur yang tepat... " Sahut Vineet.


"Itu artinya kita harus menjelaskan kepada Ethan tentang siapa dia sebenarnya saat dia sudah membaik..!" Ucap Vitto.


★★★


Keesokan harinya.....


Vineet tertidur di kursi sebelah ranjang tempat Ethan terbaring. Tadi pagi dia di ijinkan masuk oleh dokter, dan karena semalam tidak tidur, Vineet tidak sadar jika dia sekarang tidur di sebelah Ethan. Dan memegang jeamri lelaki itu. Operasi Ethan sudah berhasil sejak semalam, kali ini Ethan masih butuh observasi lebih lanjut di ruang ICU, jika kondisi nya stabil baru akan di pindah ke ruang perawatan biasa. Arindah juga susah mendonorkan darahnya kemarin. Dia merasa lega luar biasa dan semakin yakin bahwa Ethan adalah Naufal.


Arindah dan Vino membiarkan Vineet untuk masuk melihat kondisi Ethan. Mereka sangat mengerti sekali bahwa selama ini yang begitu berat kehilangan Ethan bukanlah mereka berdua, melainkan Vineet. Dia selalu merindukan sosok kakak nya dan selalu ingin jadi orang yang pertama memeluk kakaknya jika Tuhan menghendaki kakaknya di temukan. Dan hal itu membuat Vino dan Arindah mengerti jika Vineet memiliki banyak hal untuk di lakukan dengan Kakak nya.


Mengenai test DNA itu, Arindah menyiapkan dirinya untuk menjelaskan semua nya kepada Ethan. Serta butuh persetujuan Ethan untuk melakukan test DNA. Sejak semalam, Arindah sangat takut jika Ethan akan menolak lalu membencinya dan Vino karena selama ini membiarkannya hidup sendirian tanpa kasih sayang orang tua. Arindah benar-benar takut Ethan akan membenci nya. Sangat takut sekali, lalu Ethan akan membenci nya.