I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
350



Kyros mengemudikan mobilnya menuju restoran yang menjadi favoritnya dengan Gienka, dia bersama istrinya juga bayinya dan Cahya serta Aditya. Mereka akan menuju restoran itu dan makan malam bersama dengan keluarganya sudah lama sekali Kyros tidak pergi makan malam keluar bersama dengan keluarganya jadi momen yang sangat membahagiakan untuknya.


“Gienka sayang??? Apa kau yakin nanti kau bisa melakukan semuanya sendiri kau tidak ingin mencari babysitter untuk membantumu merawat Lexia???” Tanya Cahya.


Gienka menggelengkan kepalanya. “Tidak Mam, aku bisa mengatasi semuanya sendiri tidak perlu bantuan dari baby sitter.”


“Amam hanya khawatir saja denganmu. Kalau kemarin di rumah banyak yang membantumu?”


Gienka kembali melempar senyum. “Iya Mam, Gienka bisa kok sendiri, lagi pula nanti juga akan dibantu oleh art yang ada di rumah. Gienka ingin belajar bertanggung jawab menjadi seorang ibu dan seorang istri dan pasti tidak akan ada masalah apapun jika kita sendiri yang merawat Lexia.”


“Ya sudah kalau begitu pokoknya kalau kau merasa butuh bantuan bicaralah dengan Kyros. Cari solusinya atau kau bisa menghubungi Amam dan bisa berdiskusi dengan Amam.”


Kyros yang sedang mengemudikan mobil pun tersenyum. “Ya tidak apa-apa Mam. Biarkan saja itu yang diinginkan oleh Gienka, aku sebenarnya juga merasa khawatir dia akan kerepotan tetapi keputusannya adalah pilihannya kita harus menghargainya dan aku yakin Gienka juga sudah memikirkannya dengan baik.” Sahut Kyros.


“Kau juga harus selalu men-support istrimu Ky, jangan terlalu menekannya atau menyuruhnya seandainya kau bisa melakukannya sendiri. Bukan perkara mudah merawat seorang bayi, itu sangat melelahkan bahkan lebih melelahkan daripada pekerjaanmu, jadi jangan sampai Gienka tertekan. emosi seorang ibu yang memiliki anak bayi itu sama halnya dengan emosi perempuan yang sedang datang bulan dan seperti perempuan hamil juga , mood-nya selalu bisa berubah-ubah setiap waktu jadi kau harus mengerti.”


“Iya mam. Jangan khawatir aku tidak akan merepotkan istriku.”


“Dan jangan bawa masalah dari luar ke dalam rumah.” Celetuk Aditya. Dia mengingatkan kepada putranya agar bisa menjaga sikap dan memilah setiap hal jangan sampai Kyros membawa permasalahan dari luar rumah ke dalam rumah. Sehingga nantinya bisa memicu permasalahan baru dengan Gienka. Karena Aditya ingat dulu ia pernah melakukan kesalahan yang cukup fatal yang membuatnya menyesal dan tidak pernah mau lagi mengulangi nya, memarahi Cahya saat ia baru saja sampai di rumah setelah dari kantor.


Ketika itu ia sedang ada masalah dengan seseorang, di mana orang itu adalah mantan kekasihnya yang tiba-tiba muncul dan berulah kepadanya. Mantan kekasihnya itu menabrak mobilnya dari belakang secara sengaja hingga memantik emosi Aditya yang baru saja keluar dari kantor dan lelah ingin segera pulang. Terjadi sedikit keributan sampai akhirnya dia memutuskan untuk pulang tetapi saat sampai di rumah, seperti biasa Cahya menyambutnya. Tetapi Aditya justru bersikap tidak baik dengan cara memarahi Cahya serta menepiskan minuman yang baru saja dibuat oleh Cahya untuknya hingga gelas yang dipegang istrinya itu jatuh ke lantai, pecah dan minuman di dalamnya berceceran. Aditya meneriaki Cahya membuat Cahya merasa sedih apalagi selama seharian Cahya sudah mengurus kedua bayinya yaitu Kyra dan Kyros. Setela kejadian itu Cahya sangat sedih dan memilih untuk mengurung diri di kamar kedua bayinya, serta tidak mau menemui dan berbicara dengan Aditya lagi sampai keesokan harinya. Aditya mulai menyadari kesalahannya dan berusaha untuk meminta maaf serta tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi pada Cahya. Akhirnya Cahya memaafkannya. mulai saat itu Aditya tidak lagi pernah membawa permasalahan yang ada di luar dibawa ke rumah, itu sangatlah tidak baik dan bisa mengganggu apalagi istrinya direpotkan dengan mengurus Kyros dan Kyra yang masih bayi saat itu.


“Iya Pap, aku mengerti aku tidak akan melakukan hal seperti itu. Aku sangat tahu bukan perkara muda mudah merawat seorang bayi sendirian tanpa ada yang membantu, aku tidak akan membuat Gienk marah, sebisa mungkin aku justru akan menghiburnya supaya lelahnya mengurus Lexia bisa hilang.” Ujar Kyros.


Sampailah mereka di restoran itu. Kyros sudah melakukan reservasi meja VIP sehingga ia bisa makan malam bersama keluarganya dengan nyaman dan baby Lexia juga bisa tidur dengan nyaman dan jika menangis tidak mengganggu pengunjung restoran lainnya. Mereka turun dari mobil dan masuk ke restoran itu kemudian Kyros bertanya di manakah meja VIP yang sudah di pesannya sambil mengatakan nomor meja itu. Kemudian di tunjukkan dan diantar di ruangan VIP yang ada di restoran itu kemudian mereka duduk sambil menunggu pelayan datang membawa menu karena akhirnya reservasi ruangan atau meja saja tanpa memesan makanan dan mereka akan memesannya setelah sampai di restoran ini.


Beberapa saat kemudian ada sebuah ketukan di pintu ruangan VIP tersebut, seorang pelayan masuk lalu. Betapa terkejutnya Kyros dan yang lainnya ketika melihat siapa pelayan itu. Seorang perempuan membawa tablet atau tab berisi menu. Langkah pelayan itu juga terhenti ketika melihat Siapakah customer yang akan dilayaninya, perempuan itu tidak lain adalah Camilla.


Untuk beberapa detik Camilla jalan meragu, ia mendekati keluarga Kysro dan menunjukkan tablet menu kepada mereka. Camilla melihat ada stroller berisi bayi dan Camilla menduga itu sepertinya adalah anak dari Gienka dan Kyros. Camilla mencoba menguatkan hati, ternyata mereka berdua sudah memiliki bayi dan Bayi itu sedang tertidur wajahnya sangat lucu dan menggemaskan.


Aditya diam tetapi matanya menajam memandangi Camilla dari atas sampai sampai bawah, masih ada perasaan marah dan kecewa di hati Aditya kepada Camilla. Perempuan itu sudah hampir menghilangkan nyawa menantu nya dan itu tidak hanya satu kali tapi sudah kedua kalinya. Ya Aditya mengetahui mengenai kejadian apa yang menimpa cinta sekitar 2 tahun yang lalu di mana Gienka hampir di lecehkan oleh Kevin atas suruhan dari Camilla.


Meskipun sampai saat ini baik Kyros, Ginka, Kyra dan Axel tidak pernah menceritakan masalah itu kepada siapapun termasuk kepada Aditya tetapi Aditya telah mengetahui semuanya dan berpura-pura tidak tahu apa-apa padahal sebenarnya ia tahu. Karena Aditya memiliki orang-orang yang bertugas untuk mengawasi semua anggota keluarganya Tanpa mereka sadari jadi ada informasi sekecil apapun Aditya akan mengetahuinya.


CamiLla menyodorkan dua tablet berisi menu-menu yang ada di restoran ini sehingga mereka bisa langsung memilih sendiri makanan yang akan dimakan. Camilla menyodorkan tablet ke Aditya. Aditya menerimanya dan masih memandangi Camilla dengan pandangan yang sinis dan terlihat menjengkelkan.


Aditya menerimanya tetapi kemudian ia berfokus ke layar tablet itu dan memilih makanan yang ingin dimakannya. Tidak ada obrolan apapun dari keluarga Kyros dengan Camilla, mereka hanya berfokus memilih makanan.


Aditya mengembalikan tablet itu ke Camilla, selain Aditya, 1 tablet yang lainnya juga diterima oleh Camilla. Camilla pun mengucapkan permisi dan akan keluar untuk memberikan catatan menu yang dipesan oleh keluarga kYros kepada bagian dapur. Saat Camilla berbalik badan dan hendak melangkah keluar tiba-tiba Aditya menghentikannya.


“Tunggu Camilla!!!” Panggil Aditya.


Camilla pun berhenti dan dia berbalik badan melempar senyum kepada Aditya “Iya Om???” ucapnya.


Aditya melempar senyum. “Kau tidak akan mencampurkan obat lagi kan ke dalam minuman menantuku???” Ejek Aditya. “Kau tidak akan menambahkan obat yang bisa membuat menantuku sekarat ataupun obat yang bisa menaikkan gaiirah menantuku lagi kan???” Tanya Aditya. Semua orang pun tertegun mendengar apa yang baru saja diucapkan Aditya pada Camilla termasuk Gienka dan Kyros.