
"Itu Camilla... " Ucap Gienka.
Kyros langsung menutup mulut istrinya dengan telapak tangannya. "Diam dan kita abaikan dia... Ayo masuk ke kamar.. " Ajak Kyros.
Gienka melepaskan tangan suami nya. "Kok ke kamar??? Aku penasaran untuk apa dia kesini??"
"Ahhh abaikan saja, tidak penting... " Kyros menarik tangan istrinya membawanya ke kamar.
Kyros membuka pintu kamar, dan langsung menarik Gienka masuk. Lelaki itu memeluk dan langsung mencium bibir istri nya.
"Ky... Apa yang kau lakukan???? Camilla datang pasti untuk bertemu denganmu.. " Ucap Gienka.
"Persetan....!!! Biarkan saja, aku hanya ingin bersama istriku... " Kyros kembali mencium bibir Gienka. BrutaI hingga Gienka tidak bisa menolaknya. Gienka pun tentu langsung membalas ciuman Kyros. Mereka menjatuhkan diri di atas tempat tidur, berguling-guling sambil terus berciuman.
Kyros ada di atas tubuh Gienka. Dia perlahan bergerak turun, lalu ketika sampai di bagian bawah perut istrinya, Jemari Kyros bergerak untuk membuka menyingkap gaun Gienka. Setelah berhasil, Kyros melepaskan oengait b'ra milik Gienka hingga kedua aset milik istrinya itu terpampang di depan nya. Kyros memuja nya sangat memuja nya, sangat indah. "Ini milikku.... " Ucap nya sambil memegang kedua pay*dara agienka dengan kedua telapak tangannya. Sebagai tanda kepemilikannya.
Kyros menundukkan kepala nya dan memainkan lidahnya di put'ing sebelah kanan pay*dara Gienka. Perempuan itu langsung memeluk Kyros. "Ky..... Hmmpttt apa yang kau lakukan???"
Kyros mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Gienka. "Aku melakukan apa yang kita sukai sayang,.. Kau menyukai ini kan???" Kyros kembali menenggelamkan kepala nya dan memainkan pu'ting Gienka dengan Iidahnya.
"Hhmmmmppptt ya... Oh gosh... "
Kyros berganti ke sebelah kiri. Selain Iidahnya, Kyros juga menyelipkan jemari nya di dalam ceIana daIam Gienka. Memainkan titik sensitiif istrinya, membuat Gienka semakin menggeliat. Kyros sama sekali tidak peduli dengan suara interkom nya, tidak peduli dengan Camilla yang menunggu di depan. Dia lebih suka bermain dan menyenangkan dirinya sendiri dan juga Gienka dengan bercinta.
Setelah puas, Kyros turun menciumi perut Gienka lalu menurunkan ceIana daIam istrinya. Jemari lembut nya mulai bermain dan bergerak naik turun di kIitoris Gienka, membuat Gienka kelimpungan dan mendesaah penuh kenikmatan menikmati sensasi yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata. Jemari Kyros bergerak di ritme pelan, tetapi lama kelamaan bergerak dengan cepat hingga suara Gienka semakin tersenggal dan juga mengerraang karena rasanya sangat nikmat. Setelah itu Kyros kembali menggunakan lidahnya untuk bermain di milik istrinya.
Gienka berbaring tetapi terus menggeIiat ke kanan ke kiri atas sensasi yang di rasakan nya dan membiarkan Kyros mengekpIorasi dirinya. Gienka menjambak rambut Kyros tetapi menahan kepala lelaki itu agar meneruskan apa yang di lakukannya sekarang.
Setelah puas, Kyros mendongak dan tersenyum melihat istrinya. "Kau ingin ini berlanjut atau kita menemui si pembuat onar yang ada di luar itu???" Tanya Kyros.
"Lanjut saja... Aku tidak peduli dengan perempuan itu, aku tidak mau suamiku menemui nya.. " Jawab Gienka.
Kyros terkekeh dan dia kembali melakukannya lagi, bukan dengan Iidahnya tetapi kali ini dengan jari tengaahnya. Gienka terus menggeIiat menikmatinya sambil menggenggam kuat bed cover. Nikmat dan tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Sampai akhirnya Gienka tidak bisa menahan diri, tubuhnya tegang dan dia mengeeraang panjang menandai bahwa dia telah sampai puncaknya padahal Kyros belum menyatukan tubuhnya tetapi Gienka sudah mendapatkan orrgassme pertamanya.
Gienka bangkit dan menyuruh Kyros bergantian untuk berbaring. Lelaki itu mengerti dan menuruti keinginan istrinya. Gienka berdiri di depan Kyros yang berbaring, lalu melepas celana lelaki itu, kemudian membungkuk dan langsung memegang, mengusap lembut milik suami nya yang sudah menegang. Gienka duduk berjongkok membuka mulutnya kemudian menguIum milik Kyros.
Dia semakin dalam menenggelamkan milik Kyros, hingga ke kerongkongan nya. Membuat Lelaki itu mengerang cukup keras karena merasa begitu nikmat. "Oh wow...Amazing baby.. aohhh. shhiiiit.. "
Gienka melepaskan mulutnya dan terbatuk-batuk, tetapi ada senyum di wajah nya, senang mendapati Kyros yang keenakan. Dia pun kembali melakukan hal yang sama lagi selama beberapa detik dan melepaskan mulutnya. Dia lagi-lagi terbatuk-batuk tetapi memilih kembali melakukannya. Melihat wajah Kyros yang senang dengan apa yang di lakukannya, Gienka pun juga ikut senang, karena sesuatu yang intiim dan memuaskan adalah hal yang sangat di sukai nya.
Setelah merasa puas dan di rasa cukup, Gienka mengecup milik Kyros, lalu membungkuk dan melepaskan celana lelaki itu, dan melemparnya ke lantai kembali naik ke atas paha lelaki itu.
Gienka kembali memegang lagi peniis Kyros sambil tersenyum genit. "Aku selalu gila karena ini.. " Gumamnya
Gienka duduk di atas Kyros lalu mengarahkan milik lelaki itu ke vagiina nya, berusaha untuk menenggelamkannya.
"Aaahhhhh....!!!" keduanya mendesah bersamaan saat milik mereka menyatu.
Gienka mulai bergerak naik turun, maju mundur dengan sangat lambat, dia memejamkan matanya dan mendessah keenakan. "Ohhhh.... Owwhhh..... Uuuuhhh....!"
Kyros tersenyum menatap kecantikan Istrinya yang berada di atasnya. Gienka sangat luar biasa ketika seperti ini, kecantikannya bertambah, semakin se'xy dan juga nakaI membuat Kyros semakin gemas dan dia tidak pernah puas melihat wajah keenakan istrinya seperti ini.
"Owhhh Gosh so good.. Ahhhhhh ohhhh....."
"Aku sangat menikmati nya sayang, ekplorasi dirimu dengan baik... " Ucap Kyros dengan napas yang tersenggal.
"Hmmmm...... Ya.... Aku sangat menyukai inj..!!" Jawab Gienka.
Lelaki itu memegang pay*dara istrinya menekan-nekannya sementara Gienka terus bergerak naik turun dan maju mundur, sesuka hatinya. Kyros hanya diam menikmati permainan istrinya tetapi dia tidak berhenti mengerang karena gerakan Gienka sangat ahli dan begitu nikmat, dan perempuan itu tahu apa yang harus di lakukannya untuk mendapatkan kepuasan.
"Uhhhhh Astaga.... Nikmat nya.... Uhhhh...Ahhhhh... "
Gienka terus bergerak dengan santai dan lambat, menikmati setiap inci kelembutan milik suaminya yang memenuhi nya di dalam sana. Terasa begitu lembut tetapi keras dan urat-urat yang melingkupi nya membuat sensasi yang begitu luar biasa. Cukup lama Gienka bergerak dengan ritme lambat sampai akhirnya ritme nya mulai sedikit cepat sampai sangat cepat hingga akhirnya tubuh Gienka menegang serta dia mengerang panjang menandakan bahwa dia telah mencapai lagi puncaknya.
Kyros bangun dan dalam posisi setengah duduk kemudian mendorong tubuh Gienka ke belakang, menjadikan perempuan itu sekarang berbaring.
"Giliranku.... Nikmati sekaligus beristirahat... Kau pasti lelah tadi bergerak begitu agresif.... Tengkurap!!" Pintar Kyros pada sangat istri.
Gienka pun tengkurap, Kyros membungkuk mencium punggung halus istri nya lalu memegang senjata nya dan meminta Gienka sedikit membuka kedua paha nya lalu Kyros mulai menyelipkan nya di sangkar milik Gienka. Perlahan dan hati-hati hingga akhirnya mereka menyatu. Kyros bergerak pelan dengan ditemukan teratur dan Gienka semakin menggeliat sambil mengerrang menikmatinya.
Perempuan ini begitu menggaiirahkan deng posisi tengkurap seperti ini. Kyros bergerak dengan ritme cepat, hingga bunyi sentuhan dari kulit mereka berdua terdengar keras, semakin menambah geIeyar sensasi panas membara yang mendera keduanya. Mereka tidak berhenti mendesaah, mengerrang hingga setengah berteriak karena rasa dan sensasi nya luar biasa nikmat sekali. Setelah puas dengan posisi itu, Kyros meminta berganti posisi yaitu posisi miring. Gienka langsung menyanggupi nya dan meminta istrinya agar bisa mengatur posisi nyamannya.
Kyros mendekat ke arah pingguI Gienka yang sudah siap, dan perempuan itu mengangkat satu kaki nya kemudian Kyros menggesekkan peniis nya di milik Gienka, perlahan dan hati-hati, mendorong miliknya masuk ke dalam tubuh Gienka.
Kyros bergerak dengan ritme pelan, pelan dan pelan masih dengan di iringi erangaan yang menambah suasana menjadi lebih intiim. Lama dan semakin lama gerakan Kyros menjadi sangat cepat hingga suara sentuhan kulit mereka begitu keras dengan di iringi desaahan kedua nya.
Lama hingga akhirnya Kyros mencapai puncaknya dan meledak di dalam tubuh istrinya. Percintaan yang selalu nikmat dan selalu memuaskan. Gienka senang begitu juga dengan Kyros. Napas mereka tersenggal, Kyros memeluk Gienka dan mereka pun akhirnya tertidur. Kyros sama sekali tidak peduli apakah didepan masih ada Vamillanatauntidak. Dia sudah terlalu kecewa dan tidak ingin lagi bertemu Camilla.
Beberapa jam kemudian......
Kyra sudah selesai di make up. Tampak begitu cantik dan sangat anggun dengan gaun berwarna toska yang membaIut tubuhnya. Kyra di temani oleh tante nya yaitu Chika adik dari Cahya, bersama dengan Sanne, Phoebe, dan Geffie, adik dari sahabat-sahabatnya. Sayangnya hanya kurang Gienka saja yang tidak ada disini saat ini. Kyra sedih sebenarnya tetapi Gienka akan datang saat pernikahannya. Karena Kyros tidak bisa meninggalkan pekerjaannya dan baru mendapat cuti beberapa hari setelah ini, Kyros dan Gienka akan langsung pulang nanti.
Saat ini Kyra sedang menunggu rombongan dari keluarga Axel tiba. "Ra, kau sudah cantik dan semakin cantik saja.. " Puji Chika.
"Aunty, jangan membuatku jadi besar kepala.. Hehehe.. "
"Dan saat pernikahan nanti kau pasti akan semakin cantik lagi...!"
"Harus dong.. Hehehehe... " Sahut Kyra sambil tertawa.
"Kak Gienka video call.. " Sela Geffie kemudian mengangkat panggilan kakak nya itu. "Hai kak.... Dihhhh kenapa baru telepon???" Protes Geffie.
"Maaf, kakak baru bangun tidur dek, tadi ketiduran soalnya seharian ini kakak bersih-bersih apartemen Kyros, kami datang berkunjung kesana, dan berdebu karena sudah lama tidak ditinggali, mana Kyra...???" Tanya Gienka.
Geffie memberikan ponselnya pada Kyra. "Gie....!!!" Panggil Kyra.
"Ahhhh cantiknya...!!!" Puji Gienka.
"Aku memang sudah cantik sejak lahir hahaha.. "
"Jangan tertawa keras-keras, nanti malem up mu rusak... Hilang cantiknya..."
"Semua disini, dan hanya kau yang tidak ada...! Rese....!!! Kenapa kau harus menikah dengan Kyros, aku jadi harus berpisah denganmu.. " Protes Kyra.
"Kenapa dia tidak boleh menikah denganku???" Kyros tiba-tiba muncul di sebelah Gienka. "Jangan banyak protes atau aku justru akan membatalkan perjalananku kesana nanti.. "
"Awas saja kalau kau berani membatalkannya.. " Ancam Kyra.
"Aku bisa melakukan apa yang aku mau...!!! Btw bagaimana perasaanmu sekarang??? Semalam kau tidak memeluk Amam dan menangis kan??? Kau kan cengeng.. " Ucap Kyros.
"Diiihhh.... Siapa yang cengeng.. Sembarangan.. Kau itu yang setiap pulang selalu nyempil di antara Apap dan Amam, meminta tidur bersama mereka, ingat ya, sekarang kau sudah menikah, jadi kalau pulang nanti jangan tidur dengan Apap dan Amam lagi.. "
"Ya suka-suka lah... Sudah jangan cerewet, bersikaplah yang anggun dan lemah gemulai, jangan buat keluarga calon suami mu kecewa.... Aku memantau mu dari sini, aku terpaksa tidak tidur hanya karena ingin melihat lamaran dan pertunangan adikku.. "
"Iya bawel.... Tidak pulang tapi cerewet sekali..." Protes Kyra membuat semua orang hanya terkekeh mendengarnya.
Sementara itu, di luar tepatnya di halaman depan rumah Aditya yang luas. Sudah mulai ada keramaian. Acara ini hanya akan di hadiri oleh keluarga dan sahabat dekat Aditya dan Cahya. Sedangkan nanti saat acara pernikahan barulah Aditya dan Cahya juga Kyra akan mengundang banyak orang seperti teman hingga kolega. Dan pernikahan itu akan di lakukan di pulau dewata. Di salah satu villa mewah milik Aditya. Acara di lakukan minggu depan dan persiapannya juga sudah selesai semua.
"Hai Vin...!!" Aditya melambaikan tangannya ketika melihat Vino datang bersama Arindah, Vineet dan juga Naufal. Aditya menghampiri mereka dan mengalami. Mengucapkan Terima kasih karena mereka berkenan menghadiri acara ini. "Apa kabar kalian semua???" Sapa Aditya sambil menyalami.
"Kami sangat baik Dit.. "
"Uncke, kak Kyra ada di dalam kan???" Tanya Vineet.
"Ya, dia masih make up, ada Sanne, Geffie dan Phoebe juga.. " Jawab Aditya.
"Aku masuk kalau begitu.. " Ujar Vineet. Arindah juga ikut putrinya, dia akan menemui Cahya lebih dulu.
"Where's Kyros???" Tanya Naufal pada Aditya. sebelumnya Naufal sudah bertemu dengan orang tua Kyros itu, jadi dia sudah mengenalnya. Dan Aditya juga tidak kalah baiknya seperti Kyros.
Aditya tersenyum. "He's not home yet, he'll be home in the next few days... " Jawabnya. Kyros saat ini belum pulang dan baru akan datang beberapa hari ke depan.
"I think he's home.. Hehehe.. "
Ariel tiba-tiba menghampiri Aditya, Vino dan Naufal. Dia datang bersama Maysa.
Vino menepuk pundak putranya. "These are Gienka's parents, this is Mr. Ariel, the owner of a very famous real estate company here... And this is Mrs. Maysa his wife.. " Ucap Vino. Memberitahu Naufal bahwa itu adalah orang tua Gienka.
Naufal langsung menyalami Ariel dan juga Maysa. "Hello sir, hello Maam, it's very nice to meet you..."
"Just call us uncle and auntie, we're all like family... And I was so happy when I heard from Gienka and Kyros that they found you in Washington, I'm sorry it's been about a month since we've seen each other here..." Ariel meminta Naufal agar memanggilnya om dan tante saja, karena mereka sudah seperti keluarga jadi tidak perlu formal. Ariel sudah mendengar darinKyros dan Gienka jika mereka menemukan Naufal di Washington. Dan Ariel meminta maaf karena sudah sekitar satu bukan Naufal tinggal disini tetapi dia baru bisa bertemu sekarang.
"I am also very happy to meet you, Gienka and Kyros are very nice people, they welcomed me into their home, and told me a lot about everyone here.. " Naufal sangat senang bertemu orang tua Gienka. Dan memberitahu bahwa disana Gienka dan Kyros sangat baik menerima nya, dan memperlakukannya dengan sangat baik.
"Yes, we are very happy that you are finally back with your family, and I am sure that you are getting used to it and your Papa will make you a more successful person..." Ariel merasa senang Naufal bisa kembali pada keluarga nya. Juga mengatakan bahwa Vino akan mengajari dan menjadikannya orang yang lebih sukses.
"Tentu saja, bahkan sekarang setiap hari Vino membawa nya ke kantor.. " Celetuk Aditya.
"Itu bagus sekali Vin... Kau melakukan hal yang sangat luar biasa, Naufal harus mulai terbiasa untuk sepertimu.. "
Vino terkekeh. "Aku sempat berpikir akan bekerja keras untuk mengajari nya, tetapi ternyata putraku ini adalah lulusan ilmu bisnis, dia pernah berkuliah di Fakultas bisnis, dan dia cukup mengerti, aku sangat bangga.. " Ujar Vino sambil memegang pundak Naufal penuh kebanggaan. Naufal juga tidak mengalami kesulitan selama berada disini, dan sangat bisa menyesuaikan diri dengan baik. Dia akan menjadi>kan Naufal sebagai pengganti nya dan menjadikannya pria sukses dan punya harga diri agar Naufal tidak lagi di rendahkan boleh orang lain. Vino akan mencari kesempatan yang bagus untuk nanti bisa membungkam orang-orang yang pernah menghina Naufal saat di Amerika. Yaitu keluarga Leona.