
Gienka sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian milik sang Mama yaitu Elea. Gienka menatap dirinya di cermin dan tersenyum lebar menyadari bahwa pakaian itu cocok untuknya dan pas. Gienka keluar dari kamar Mamanya dan berlari menuju kamarnya untuk mengambil tas, dan juga sepatu.
Gienka memakai sepatu hak tinggi nya, meraih tas nya yang sudah dia siapkan. Kemudian berdiri di depan meja rias nya, kembali menata rambutnya. Dia kembali tersenyum menyadari bahwa dia sangat cocok dan berharap hari ini berjalan lancar. Gienka menarik napasnya dalam-dalam dan menghela cukup panjang. "Oh God.... Help me please....!" Gumamnya kemudian Gienka berjalan untuk keluar dari kamarnya, tetapi baru sampai di depan pintu, dia bergegas kembali lagi dan membuka laci di meja dekat tempat tidurnya. Gienka mengambil sesuatu disana.
Gienka membuka sebuah album foto dan tersenyum, lagi menatap foto seseorang yang ada di album itu. "Ky... Doakan aku ya??? Semoga hari pertamaku kerja jadi lancar... Aku pergi dulu ya Ky??? Kau baik-baik disana ya.. See you Ky....!! " Ucap Gienka pada Foto Kyros yang ada di album foto itu, baru setelah itu Gienka keluar dari kamarnya dan turun untuk sarapan sambil memesan taksi secara online. Dia akan pergi ke kantor dengan taksi.
"Morning Papa Dan... Morning Ma... Morning Frid...! " Sapa Gienka ketika memasuki ruang makan dan mendapati adik serta kedua orang tua nya menyantap sarapan.
Danist menoleh dan tersenyum melihat putrinya tampil cantik dengan baju formal milik Elea. Dia seperti melihat Elea versi muda ada pada diri Gienka. Dimana memang wajah Gienka sangat mirip sekali dengan Elea. "Wah putri Papa Dan cantik sekali...... Ini benar-benar Elea versi muda..." Puji Danist pada Gienka.
"Aku juga sebenarnya merasa seperti itu Pa... Hehehe tetapi sayangnya Mama jauh lebih cantik daripada aku...! " Gienka menarik kursi dan duduk untuk sarapan.
"Putri Mama yang tercantik....! " Sahut Elea.
"Kalian berdua cantik...! " Danist menimpali.
Gienka tertawa. "Aku nervous sekali Pa.. Ma... Fiuuhhh...!"
"Kenapa nervous sayang??? Semua pasti akan berjalan lancar, dan kau harus rilex dan pelajari semuanya dengan baik... " Ujar Danist.
"Kesalahan di awal itu sudah biasa, yang terpenting kau harus minta maaf dan memperbaiki semuanya, lalu fokus.. It's everything gonna be okay..! Kalau semisal kau mengalami kesulitan jangan malu untuk bertanya, mereka pasti akan membantumu...!"
Gienka menganggukkan kepala nya, setuju dengan apa yang di sampaikan oleh Papa nya. Gienka banyak sekali belajar dari sosok Danist yang menjadi Papa sambung yang baik sekali kepadanya selama ini. Selalu memberi nasehat dan masukan dalam berbagai hal dan itu selalu meninggalkan kesan yang luar biasa untuk Gienka. Bahkan jika ada yang bertanya pada Gienka mengenai siapa yang akan di pilih olehnya di antara Danist dan Ariel, Gienka akan menjawab keduanya, karena bagi Gienka baik Ariel ataupun Danist adalah Papa yang hebat dan luar biasa untuknya. Mereka berdua punya cara pandang berbeda tetapi inti dan tujuannya selalu sama yaitu ingin selalu menjadikan anak-anaknya adalah orang-orang yang hebat dan pandai memaknai kehidupan. Danist memiliki sikap yang tenang dan meneduhkan ketika sedang menghadapi suatu masalah, sementara Ariel memiliki sikap tegas dan prinsip yang kuat tetapi tetap mengutamakan nilai positif dalam setiap masalah yang di hadapi. Gienka sangat tahu betapa kerasnya hati Ariel tetapi Ariel akan bertekuk lutut di hadapan anak-anaknya dan tidak pernah menolak apa yang Gienka dan Geffie inginkan, begitu juga dengan Friddie, walaupun Friddie adalah keponakannya bukan anaknya tetapi perlakuan Ariel tetap sama kepada Friddie, sama seperti diaemperlakukan Gienka dan Geffie. Ariel benar-benar akan melembutkan jika soal anak. Itulah kenapa Gienka selalu memiliki pandangan sendiri terhadap Ariel dan Danist, tetapi perasaan sayangnya luar biasa untuk mereka berdua. Hal yang sama juga berlaku untuk Elea dan Masa, Gienka tidak bisa memilih di antara kedua nya karena dia sangat menyayangi mereka.
"Gie... Kau bisa memakai mobil Mama, biar nanti Mama pergi ke kantor bersama Papa Dan..! " Ucap Elea.
"Aah tidak Ma, Gie akan memesan taksi saja, ya kali ini hari pertama, masa aku sudah bawa mobil, rasanya tidak nyaman saja jika di lihat staf lain...!"
"Kau yakin sayang??? " Tanya Danist.
Gienka menganggukkan kepala nya. Dia tidak mau terlihat berlebihan di hari pertamanya bekerja sebagai staf baru jadi tidak etis jika dia datang membawa mobil, lebih baik dia naik taksi saja.
Gienka hanya menghabiskan setengah lembar roti lalu berdiri dan berpamitan pada kedua orang tua nya. "Gie pergi dulu Ma, Pa, Taksi nya sepertinya sudah datang...! "
"Di habiskan dulu roti nya sayang??" Protes Gienka.
"Ah tidak Ma, sudah cukup, Gie berangkat dulu ya??? Takut terlambat...! " Gienka mencium pipi Elea dan juga Danist kemudian melambaikan tangan pada Friddie lalu berlari keluar rumah karena taksi nyangka di pesannya sudah ada di depan.