
"Oh sorry sorry... Btw.. What happened to your bike???" Tanya Kyros.
Ethan tersenyum. "The wheels are having problems and I can't use it because it's unbalanced..." Jawab Ethan. Menjelaskan jika roda sepeda nya mengalami masalah sehingga membuat sepeda itu berjalan tidak seimbang.
Kyros melihat kondisi sepeda Ethan. Roda nya ternyata penyok, dan jika di paksa di naiki justru bisa membuat Ethan terjatuh. "The wheel is dented, it's not really usable, you'll just fall over... Tell you what, we'll take you home, and you can put your bike in the trunk of my car..." Ucap Kyros. Dia juga menawarkan agar Ethan pulang bersama nya dan yang lain nya kemudian sepeda Ethan bisa di letakkan di bagasi mobil nya.
"Thanks, but no need... I'll be home soon, I'll just be a nuisance to you guys.." Ethan menolak karena takut merepotkan mereka.
"No... No hassle at all... Look you're hurting too, let us take you home, it's getting dark too, you can get home faster and rest... Don't hesitate, come with us..." Ucap Kyros. Dia meminta pada Ethan agar ikut dengannya karena hari sudah gelap, dan Ethan juga sedang terluka. Kyros sama sekali tidak merasa direpotkan.
"Yes, come with us, we'll take you home, your walk is also lame, because your leg must be dislocated too.. Please come with us.. " Sela Vineet sambil menatap penuh harap pada Ethan.
Ethan melempar pandangannya bergantian ke arah Kyros, Gienka, Sanne dan yang terakhir ke arah Vineet. Orang yang pertama menolongnya tadi dan juga sudah mengobati luka nya. Ethan melihat bahwa mereka semua seperti nya adalah orang yang baik. Jadi dia tidak perlu takut, apalagi laki-laki bernama Kyros itu adalah seorang astronot yang pasti nya punya attitude baik, dan tidak perlu di ragukan. Karena Kyros pasti tidak bisa sembarangan berbuat sesuatu yang nanti nya bisa mempengaruhi karirnya.
Ethan tersenyum, dan mengangguk. Dia mau ikut mobil Kyros, dan sekali lagi dia meminta maaf jika dia justru merepotkan mereka. Tetapi tentu saja bagi Kyros itu sama sekali tidaklah merepotkan.
Kyros membuka bagasi mobil nya dan melipat kursi paling belakang, sehingga ada cukup ruang untuk sepeda milik Ethan. Beruntungnya Kyros menyewa mobil SUV yang memiliki 7 kursi, dan kursi bagian tengah bisa di tempati oleh 3 orang. Kyros menyuruh Gienka duduk di tengah bersama Sanne dan Vineet. Sedangkan Ethan bisa duduk di sebelahnya.
Kurus menjalankan mobilnya dan bertanya pada Ethan dimana kah lelaki itu tinggal. Ethan menyebutkan nama jalanan dimana flat nya ada disana.
"Have you been a pizza delivery boy for long?" Tanya Kyros membuka percakapan dengan Ethan.
"Only 3 months" Jawab Ethan. Dia bekerja sebagai seorang pengantar pizza baru sekitar 3 bulan.
"3 months???? Then where did you work before????" Tanya Kyros lagi.
"I used to live in Seattle working as a barista for a few years, then became a bodyguard, but then chose to move here and become a pizza delivery boy... " Jawab Ethan. Menjelaskan jika dia sebelumnya tinggal di Seattle, dan disana bekerja menjadi seorang barista selama beberapa tahun, lalu setelah itu dia menjadi bodyguard atau pengawal, tetapi kemudian dia memilih pindah ke kita ini dan menjadi pengantar pizza.
"Yes, for a while I thought it was a cool job, but then I realized that it wasn't my passion... I was more comfortable working like this... " Ethan menjelaskan jika pekerjaan sebagai bodyguard adalah hal yang sangat keren tetapi kemudian dia sadar bahwa pekerjaan itu bukan menjadi keahliannya, dan dia justru senang dengan pekerjaan nya saat ini.
Kyros tersenyum dan mengangguk. "Yupz... Comfort is the number one thing we should feel when working... Even though the salary is high but we feel uncomfortable, it will only spoil our mood and make us depressed all the time... " Ujarnya. Kenyamanan dalam sebuah pekerjaan adalah hal nomor satu, Meskipun gaji tinggi tetapi hati merasa tidak nyaman dan itu akan merusak mood kita kemudian membuat kita merasa tertekan setiap waktu. "Work should be wholehearted..."
Ethan tersenyum. Setuju dengan apa yang dikatakan oleh Kyros. Dan dia memang merasa sangat tenang dan nyaman saat ini. Di pekerjaan sebelumnya dia merasa senang karena gaji nya tinggi, tetapi pekerjaan itu begitu menguras emosi nya, merasa tidak nyaman setiap hari, dan juga ancaman dari orang-orang yang tidak menyukai nya sangatlah mengganggu nya.
"Ethan....!!!" Panggil Vineet. Lelaki itu menjawab sambil menengok ke belakang memandang Vineet.
"what???" Tanya Ethan.
Tidak ingin terus memikirkan apa yang sejak tadi mmengganjal, Vineet pun bertanya pada Ethan apakah Ethan sedang bersitegang dengan seseorang ata tidak karena sebelum kecelakaan tadi, dia melihat mobil itu seperti sengaja ingin menyerempet Ethan untuk membuat Ethan celaka. Vineet juga menjelaskan jika diasangat yakin ada unsur kesengajaan di insiden tadi. Dan menjadi harapkan agar Ethan melapor ke polisi, dan Vineet siap untuk jadi saksi jika di perlukan, agar pengemudi mobil itu tertangkap dan bisa mempertanggung jawabkan apa yang sudah di perbuat nya.
Ethan sangat terkejut dengan apa yang di dengarnya dari Vineet. "So you see it????" Tanya Ethan tidak percaya.
Vineet mengangguk. "Yes, I saw it, how at first the car was moving slowly behind but as it approached you it deliberately nudged the car into you, and you fell... Did you have an argument with someone, so that person wanted to harm you????" Tanya Vineet lagi. Dia menceritakan pada Ethan bahwa bagaimana awalnya mobil itu bergerak pelan di belakang tetapi saat mendekatimu dia sengaja menyenggolkan mobilnya padamu, dan Ethan terjatuh... Sekali lahk Vineet bertanya apakah Ethan sedang bersitegang dengan seseorang, sehingga orang itu ingin mencelakai nya.
Ethan terdiam. Dan jika apa yang di katakan oleh Vineet itu benar bahwa mobil itu sengaja menyerempet nya. Tidak lain tidak bukan pasti adalah orang-orang bayaran dari Mama Leona. Mereka selalu saja berusaha untuk membuatnya celaka, padahal saat ini dia sudah memutuskan untuk mengakhiri semua ikatannya dengan Leona. Bahkan pergi jauh meninggalkan perempuan itu. Karena dia tidak ingin suasana menjadi semakin keruh.
"Ethan... Are you okay???" Tanya Vineet lagi saat mendapati Ethan justru diam tidak menjawab pertanyaannya.
Ethan tersenyum. "I don't have any enemies... Maybe it was just a normal minor accident, and maybe the driver was sleepy... Anyway, right now I'm fine.." Pungkasnya. Menjelaskan bahwa dia tidak sedang memiliki musuh, dan kejadian tadi hanya insiden kecil, menganggap bahwa mungkin pengemudi nya mengantuk.
Ethan terpaksa memilih berbohong, karena tidak mungkin dia menjelaskan situasi nya saat ini yang memang sedang dalam tekanan besar dari beberapa orang. Dan ini adalah pertama kali dia bertemu dengan orang-orang ini dan tidak memiliki ikatan apapun, bukan keluarga atau sahabatnya, sehingga dia tidak bisa menjelaskan masalah yang di hadapi nya kepada mereka berempat.