I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 240



"Suruh saja bapak ini masuk..." Ucap Kyra lagi.


Orang itu pun masuk ke dalam setelah Kyra mempersilahkan nya. "Apa Aditya ada di rumah???" Tanya nya pada Kyra.


"Ada om, Apap ada di dalam.. "


"Boleh Om bertemu dengannya???" Tanya Theo lagi.


Kyra tersenyum. "Boleh, tentu saja, jika tidak boleh, pasti Om tidak saya suruh masuk, mari ikut saya..."


Kyra dan Axel berjalan masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Theo di belakang mereka. Axel memilih untuk diam, meskipun dia sebenarnya bingung dan penasaran, untuk apa Papa Celia di pagi seperti ini sudah datang ke rumah ini dan ingin bertemu dengan Apap Kyra.


Sampai di dalam rumah, Kyra mempersilahkan Theo untuk duduk di sofa ruang tamu. Dia akan masuk dan memanggil Apap nya yang ada di ruang makan. Kedua orang tua nya memang sudah ada di ruang makan bersama dengan Oma Kyra, mereka sudah bersiap untuk sarapan menunggu Axel yang juga akan bergabung dan sarapan bersama mereka. "Sebentar ya Om, Kyra panggilkan Apap di ruang makan..." Ucap Kyra lalu berjalan bersama Axel menuju ruang makan yang tidak jauh dari ruang tamu.


"Wah akhirnya datang juga... Kok lama kan jemput di depan saja????" Tanya Cahya.


"Eh sebenarnya tadi waktu Axel datang, ada


lagi yang datang di belakangnya, kami mengobrol, jadi ya sedikit terlambat masuknya... " Jawab Kyra.


"Axel datang bersama Lexy??? Mana dia???" Tanya Cahya lagi.


Kyra menggelengkan kepala nya. "Bukan Lexy Mam.. Axel datang sendirian, hanya saja ada orang lain yang juga datang tepat di belakangnya... Dn orangnya ada di ruang tamu, dia ingin bertemu Apap...."


"Bukan...!" Kyra menggelengkan kepala nya. "Tapi Om Theo, Papa nya Celia...!"


Aditya terlonjak. "Apa...!!!??? Theo..???? Kenapa kau menyuruhnya masuk??? Dan kenapa tidak ijin Apap dulu...!"


"Ra pikir, tidak peluk deh Pap, jadi Ra persilahkan saja dia masuk..." Ucap Kyra dengan santai nya.


"Kyra.....!!!??? Kau ini...!!! Kan sudah sering Apap bilang, jangan sembarangan menyuruh sembarangan orang masuk ke rumah tanpa ijin Apap...." Ucap Aditya yang terlihat jengkel dengan apa yang di lakukan oleh Kyra.


"Ssstttt...!!!" Cahya memegang lengan suami nya, agar lelaki itu bisa sedikit tenang dan tidak emosional. "Ini masih pagi, jangan marah-marah... Kau pergilah ke ruang tamu, dan temui Theo... Dia datang pasti punya maksud dan tujuan... Kita sarapan nanti, kau temui dia.. pasti ada hal yg penting... Aku akan membuat minum untuk kalian... " Ucap Cahya.


. Wajah Aditya berubah masam tetapi kemudian dia berdiri dan keluar dari ruang makan menuju ruang tamu yang ada di depan.


"Kyra....?? Kau ini kenapa sayang??? Kenapa seperti itu??? Sudah tahu kan bagaimana Apap mu mengenai orang-orang yang akan masuk ke dalam rumah??? Kenapa kau melanggar peraturan rumah ini y ang sudah berlaku sejak lama??? Lihatlah, Apap mu jadi marah... Ini masih pagi Ra.. " Ujar Cahya mencoba mengingatkan putri nya agar tidak sembarangan dalam menerima tamu.


"Ra pikir ya tidak apa Mam, lagipula Om Theo terlihat sangat baik... Ya aku menyuruhnya untuk masuk... "


"Bukan apa-apa, tetapi kau pasti tahu riwayat Theo di masalalu dengan keluarga kita, dan juga apa yang sudah terjadi kemarin, lalu kau tanpa ijin Apap mu malah menyuruhnya masuk begitu saja, harusnya ijin dulu... tolong jangan kau ulangi lagi, Amam tidak suka Apap mu jadi marah-marah mm, apalagi memarahimu karena sikap teledor mu... Jangan ulangi lagi... "


"Iya Mam... Sorry....! " Gumam Kyra sambil menundukkan kepala nya tanda dia menyesal. "Aku tidak akan mengulangi nya lagi.


" Minta maaf lah pada Apap mu... Amam harap di ruang tamu tidak sedang terjadi masalah... Karena sejak semalam, Apap mu terlihat begitu marah ketika membahas apa yang di lakukan Celia kepadamu kemarin... Jangan sampai kita berani memancing emosinya lebih dalam lagi... Bisa bahaya jika Apap mu marah padamu... Kau tadi bisa melihat ekspresi kemarahannya terlihat lagi... Amam takut jika Apap mu lepas kendali dan justru membuat Theo ketakutan.... " Ujar Cahya.