I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 370



"Ppa kenapa mengajak Garviil tidur dengan Papa??? Meman apa yang Papa rencanakan???" Tanya Geffie pada Ariel sekaligus memprotes Papa nya itu.


"Tadi kan Papa bilang kalau Papa ingin mengobrol dengannya, memang kenapa tidak boleh kan Papa ingin lebih mengenalnya lebih dekat lagi??? Kau sendiri bagaimana Viil, mau pindah ke kamar yang sama dengan om??" Tanya Ariel pada Garviil.


Garviil terdiam dan mengarahkan pandangannya ke Ariel berganti ke Geffie, dia bingung harus mengiyakan atau menolak keinginan Ariel karena jika ia mengiyakan tentu ia pasti akan banyak ditanyai oleh Ariel. Tetapi jika dia menolak bisa-bisa dia gagal mendapatkan Restu Ariel untuk bisa berhubungan dengan Geffie. Garfield benar-benar bingung harus memilih yang mana dan lebih baik Sepertinya dia menerima tawaran Ariel itu atau jika tidak bisa-bisa Ariel menyuruh Geffie untuk menjauhinya. Garviil sudah merasa yakin sekali dengan cintanya pada Geffie.  " Iya Om, tidak masalah malam ini aku akan pindah kamar." Ucap Garviil akhirnya.


.


"Sudah kau tidak perlu pindah kamar. Tetaplah di kamar yang sekarang kau tempati." Geffie memandang jengkel ke arah Ariel. "apa sih Papa, ada-ada saja masa Orang disuruh pindah kamar dan disuruh menemani mengobrol. Sudah jangan dengarkan Papa." Sahut Geffie dengan kesal.


Garviil tersenyum. "Tidak apa-apa, lagi pula tidak ada masalah jika aku harus menemani Om Ariel mengobrol, benar juga Kata Om Ariel supaya kami bisa lebih akrab. Aku juga ingin lebih akrab dengannya."


"Nah begitu dong, bagus, jadi malam ini kau akan menemani Om dan satu kamar dengan om." Sela Ariel kemudian ia melanjutkan menyuapkan makanan ke mulutnya meninggalkan wajah masam dari Geffie.


"Tapi sebenarnya apa yang Papa inginkan?? Geffie sama sekali tidak mengerti itu." Geffie memprotes Apa yang dilakukan oleh Ariel.


"Sudahlah tidak apa-apa dek, kalau memang Papa butuh teman untuk mengobrol dan dia mengajak Garviil ya biarkan saja." Sahut Ginka.


"Seorang mertua harus tahu calon dari putrinya itu, apakah memang pantas atau tidak menjadi menantunya dan menjadi pasangan dari putrinya itu." Sela Aditya. "Dulu Uncle juga mengetes keseriusan dari Axel, mempertimbangkan apakah dia layak atau tidak untuk menjadi menantu Uncle. Jadi wajar juga jika Papamu melakukan hal seperti itu dan kau jangan iri Geff pada kakakmu, karena dulu Gienka dan Kyros tidak punya banyak waktu untuk berpacaran dan mereka Langsung memutuskan menikah jadi Ariel juga tidak punya waktu untuk memborbardir Kyros dengan berbagai ujian pertanyaan atau hal semacamnya selain itu juga karena Ariel sudah mengenal Kyros dengan baik sehingga mungkin Ariel sudah sangat mempercayai Kyro, nah kalau dengan Garviil, Ariel belum begitu mengenalnya sehingga dia butuh waktu untuk mengenalnya lebih dekat lagi."


"Ya tidak begitu juga Dit, tapi ya benar juga." Sela Ariel dengan cepat.


Semua orang saling melempar pandangan dan tersenyum dan mereka mencoba memaklumi. Mereka juga berharap bahwa Ariel tidak akan terlalu menekan Garviil dan berharap Ariel menyukai pribadi Garviil yang memang terlihat sebagai orang yang baik. Lagi pula usia Geffie saat ini juga masih sangat muda sehingga untuk pembicaraan hal yang serius tentang hubungannya dengan Garviil sepertinya masih lama karena memang usia Garviil sendiri sudah di atas 27 tahun sedangkan Geffie baru memasuki usia 23 tahun sehingga pembicaraan dengan serius hubungan yang serius sepertinya tidak akan dibicarakan untuk saat ini oleh Ariel.