I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 331



Sampai lah Aditya, Cahya dan Gienka di rumah. Mobil memasuki halaman rumah. Aditya membawa mobilnya ke depan garasi, lalu turun bersama dengan Cahya dan Gienka. Di depan halaman terparkir beberapa mobil. Tentu saja Aditya tahu mobil milik siapa itu.


"Kau memberitahu mereka dan lihatlah kita belum sampai di rumah, mereka justru sampai lebih dulu.. " Ucap Aditya. "Aku yakin mereka pasti khawatir sekali, sejak tadi Ariel terus menghubungiku dan aku tidak mengangkatnya.. "


"Aku tidak menyangka mereka akan langsung datang, aku pikir nanti sore atau nanti malam.. " Sahut Cahya.


"Haha mana mungkin, aku sudah menduga nya dari awal, kau seharusnya memberitahu nya nanti-nanti saja saat kita sudah sampai disini, bukan saat masih ada di rumah sakit. Ayo turun,..!!!" ajak Aditya.


Mereka kemudian turun dari mobil dan berjalan menuju pintu untuk masuk ke dalam rumah tetapi tiba-tiba dari dalam rumah keluarlah Ariel, Danist, Maysa dan Elea. Mereka tampak tergolong dan menghampiri Gienka yang tengah berjalan bersama Cahya.


"Gienka sayang kau tidak apa-apa????" Tanya Elea panik sembari memegang kening Gienka memeriksa keadaan putri nya.


"Iya??? Kau baik-baik saja kan sayang???" Sela Maysa kemudian.


Gienka tersenyum. "Gie tidak apa-apa Ma... " Jawab Gienka.


"Kalau tidak apa-apa kenapa kau di antar ke rumah sakit???? Ada apa sebenarnya???" Tanya Ariel.


"Kita bicara di dalam, Gienka juga butuh istirahat.. " Ucap Aditya. Masuklah mereka semua dan duduk di sofa yang ada di ruang tamu, termasuk Gienka yang langsung di apit oleh Elea dan Maysa.


"Ada apa dengan Gienka????" Kali ini Danist yang bertanya.


"Biar Gienka yang menjelaskan sendiri." Sahut Cahya kemudian.


Gienka pun membuka tas nya dan mengambil sesuatu di dalam sana lalu memberikan itu kepada Elea. Elea melihat nya, mengernyit untuk sesaat tetapi kemudian sadar bahwa itu adalah foto hasil dari USG. "USG???? USG apa ini????" Tanya Elea bingung.


Gienka memegang jemari Mama nya dan tersenyum. "Aku hamil Ma, ini bayiku dan usianya sekarang sudah sekitar 5 minggu.. " Jawab Gienka.


"Kau hamil????" Tanya Elea berbarengam dengan Maysa.


Gienka tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepala nya. Cahya menoleh ke arah Aditya dan mereka tersenyum. Turut merasakan kebahagiaan Gienka saat ini.


Elea dan Maysa langsung memeluk Gienka. Mereka tidak bisa membendung air mata nya. Akhirnya mereka sebentar lagi akan menjadi seorang nenek untuk pertama kali nya.


"Selamat ya sayang??? Mamay senang sekali akhirnya kau hamil juga, jaga kesehatan mu dan bayimu ya???? Mamay tidak sabar untuk menggendong cucu nanti.. " Ujae Maysa seraya menyeka airmata nya.


Ariel manatap Danist yang duduk di sebelahnya. Terlihat jelas sekali bahwa mereka terkejut tetapi kemudian Ariel memeluk kakaknya dengan perasaan harus bercampur bahagia. "Kita akan jadi kakek untuk pertama kali nya, astaga kak...!!!" Ucap Ariel sambil menepuk-nepuk punggung Danist.


"Iya Iel, akhirnya kita akan jadi kakek juga ..! Alhamdulillah...!!"


"Iya kak, alhamdulillah...!" Ariel kemudian melepaskan pelukan nya pada Danist. Ariel memanggil Gie ka untuk memeluk putri nya itu. Ariel bahagia sekali, dia tahu bahwa selama ini Gienka dalam keadaan dilema yang begitu berat karena Gienka sangat menginginkan seorang bayi tetapi tidak kunjung hamil. Gienka memiliki ketakutan akan hal yang sama yang dulu pernah terjadi pada orang tua nya. Dan bukan Gienka saja, tetapi Ariel pu. merasakan ketakutan yang luar biasa dengan rumah tangga putrinya itu. Ariel takut Gienka akan mendapatkan perlakuan yang buruk dari Kyros. Ariel takut karma atas perbuatannya dulu akan menimpa Gienka. Dia dulu pernah meninggalkan Elea, menceraikan Elea hanya karena Elea tidak kunjung hamil. Dan penyesalannya terlambat sekali ketika pada akhirnya dia tahu jika ternyata saat menceraikan Elea, perempuan itu sedang hamil Gienka. Bayangan masa lalu itu membuat Ariel ketakutan jika putrinya mengalami perlakuan yang sama dari suami nya, ya meskipun Ariel tahu bahwa sangat tidak mungkin Kyros akan memperlakukan Gienka dengan sangat buruk. Akan tetapi Ariel merasa wajar jika dia takut akan karma di masalalu yang banyak orang bilang justru bisa menimpa anak sendiri jika tidak orang tua nya. Ariel takut dengan itu.


Sekarang Ariel senang sekali karena Gienka akhirnya hamil. Tahu bahwa sekarang Gienka tidak lagi akan merasa ketakutan tidak bisa memberikan keturunan pada Kyros.


"Selamat ya sayang???? Ingatlah jaga kesehatan mu, jangan terlalu lelah, supaya kau sehat begitu juga bayi mu.. " Ariel memeluk Gienka.


"Thank ya Papa Iel, selama ini selalu mendoakan kebahagiaan Gie, doa Papa dan yang lainnya sudah di dengar oleh Allah.. "


"Usaha, ikhtiar dan berdoa adalah bagian yang paling penting jika kita menginginkan sesuatu.. Papa sering mengatakan padamu agar jangan lelah untuk berusaha, ikhtiar dan berdoa.. "


"Iya Pa... Aku bahagia sekali sekarang.." Gumam Gienka.


"Jangan sedih, sekarang ada bayi di kandungan mu, dia yang akan menemanimu selama suami mu pergi, jaga diri dan jangan lelah, istirahat saja di rumah... Papa putuskan bahwa kau tidak perlu membantu Papa di kantor, sekarang kau hamil, lebih baik istirahat saja.. Oke???"


Gienka melepaskan pukannya pada RMAriel. Menatap Papa nya dengan wajah cemberut. "Tidak...!!! Aku tidak mau... Aku tetap ingin kembali ke kantor, aku hanya hamil saja, itu tidak akan mengganggu bayiku, aku harus tetap bekerja supaya aku tidak kesepian, jadi Papa Iel jangan melarangku.. Aku baik-baik saja.. "


Danist tersenyum. Dia berdiri dan memegang pundak Ariel. "Biarkan saja Iel, biarkan Gienka kita membantu pekerjaan di kantor, kita beri dia pekerjaan tetapi jangan terlalu banyak, sehingga dia biasa tetap beraktifitas dengan baik, jika dia tidak merasa terganggu ya kenapa kita harus melarangnya.." Ujar Danist.


"Ya, Papa Dan memang benar.. Please Papa jangan melarangku Oke???" Gienka merengek.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan, Papa bisa apa???" Gumam Ariel. Gienka kembali memeluk Ariel.


Mereka kembali duduk lagi. Elea memberikan foto hasil USG Gienka kepada Danist. Mereka tidak berhenti bersyukur, dan janin Gienka juga terlibat sangat sehat serta tumbuh dengan baik Berharap Gienka bisa selalu sehat, begitu juga dengan bayi nya. Sebagai orang tua, mereka akan selalu mendukung Gienka serta memberinya dukungan. Apalagi di saat seperti ini, karena Gienka juga dalam keadaan jauh dari suami. Hamil tanpa di temani suami bukanlah perjalanan yang mudah. Karena Elea dulu juga sudah mengalaminya sendiri, betapa sulitnya harus berjuang sendiri. Dan sekarang putrinya juga anak-anaknya menjalani kehamilan jauh dari suami, akan tetapi Elea yakin bahwa Gienka tidak akan kesepian, mengingat Gienka sekarang bersama keluarga Kyros yang sangat menyayangi nya. Mereka pasti akan. selalu memberikan kebahagiaan pada Gienka.