I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 139



Keesokan harinya.....


Sejak pagi Axel memilih berasal di rumah seperti janjinya kepada orang tua nya semalam. Dan Adiknya juga pulang dari luar kota. Sehingga Axel menghabiskan waktunya bersama dengan keluarga nya. Pagi tadi Axel berusaha menghubungi Celia lagi, akan tetapi ponsel gadis itu masih belum aktif. Celia sepertinya benar-benar marah kepada Axel. Sejak semalam Axel bingung dengan apa yang harus dia lakukan untuk membujuk Celia. Menuruti keinginannya juga tidak mungkin. Tetapi jika tidak di turuti pasti akan lebih marah besar dan Axel tidak bisa melihat Celia marah terlalu lama kepada nya.


Lexy memukul lengan Axel yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri sejak tadi. "Kak... Melamun saja... Apa yang kau pikirkan???" Tanya Lexy.


Axel terlonjak dan menoleh ke arah adiknya yang ada di sebelahnya sambil melempar senyum. "Tidak... Siapa yang melamun..?" Jawab Axel.


"Tidak melamun tapi diam saja... Kenapa?? Berantem ni pasti dengan kak Celia??? Iya kan???"


"Tidak.... Memangnya jika melamun hanya karena bertengkar saja??? Kau ini... Bagaimana kau sudah ada planning ingin kuliah dimana??" Tanya Axel.


"Memangnya kenapa?? Apa kakak akan memberimu sesuatu nantinya???"


"Jika kau lulus dengan baik tentu Kakak akan memberimu sesuatu, sekarang katakan kau ingin atau berencana kuliah dimana??"


"Setelah Lexy pikir-pikir, lebih baik Lexy kuliah disini saja deh Kak, disini juga ada banyak universitas yang menawarkan beasiswa, jadi untuk apa jauh-jauh ke luar negeri, kasihan Mama Papa kalau kita berdua tinggal, kakak kan bekerja disana juga, biar aku yang disini..." Lexy memeluk Axel.


"Kau serius ingin kuliah disini saja???" Axel bertanya karena dia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, karena sebelumnya Lexy memiliki keinginan untuk berkuliah di luar negeri seperti dirinya.


Lexy menganggukkan kepala nya. Dia menjelaskan jika keinginan itu tiba-tiba saja muncul setelah dia memperhatikan kedua orang tua nya yang selama ini merindukan Axel setiap harinya dan Axel pulang beberapa bulan sekali. Dan jika Lexy juga pergi ke luar negeri, kedua orang tua nya pasti akan merasa kesepian, membuatnya akhirnya mengurungkan niat untuk berkuliah disini saja, mencari kampus bagus dan jika bisa tentu Lexy ingin mendapatkan beasiswa jalur prestasi. Hal itu juga yang sebelumnya di lakukan oleh Axel. Dan selama ini Lexy selalu berusaha keras untuk bisa selalu menjadi siswa yang cerdas sehingga banyak keuntungan yang bisa di peroleh nya.


"Apapun itu yang menurutmu baik, kakak akan selalu mendukungmu, dan membantumu jika kau perlu sesuatu, kau harus menjaga dan memperhatikan Mama Papa, saat ini kakak sedang berusaha untuk membahagiakan kalian bertiga..!"


****


Malam harinya....


Axel berjalan mondar-mandir di kamarnya. Celia masih belum juga bisa dia hubungi, entah Celia menonaktifkan ponselnya atau memang sengaja memblokir kontaknya. Tidak ada satupun pesan yang di balas oleh Celia. Axel benar-benar bingung. Kemarahan Celia membuatnya seharian ini tidak tenang. Dan Axel benar-benar tidak tahan dengan hal itu, dia ingin sekali pergi menemui Celia di rumahnya tetapi dia sudah berjanji pada keluarga nya bahwa hari ini dia tidak akan ke mana-mana dan berada di rumah saja, menikmati waktu bersama keluarga nya. Di sisi lain dia juga harus terus memikirkan Celia yang masih marah kepada nya. Kemarahan itu bisa bertahan jika dia tidak menyetujui keinginan Celia.


"Tidak ada pilihan lain.... Aku harus menemui Mama dan Papa, meminta mereka agar besok mau datang ke rumah Celia...!!" Gumam Axel. Dia kemudian keluar dari kamarnya.


Di ruang tengah, orang tua Axel sedang menonton televisi dengan Lexy. Mereka juga tampak sedang berbincang. Axel menghampiri mereka. "Katanya tadi ingin tidur? Kok kembali lagi???" Tanya Lexy pada sangat Kakak yang tampak bingung.


Hening..


Axel mengusap kepala nya, bingung dan dia harus memulai pembicaraannya dari mana dulu. Takut jika orang tua nya nanti menolak, atau bertanya dan Axel bingung harus menjawab apa. Tetapi jika dia tidak berbicara sekarang, hubungannya dengan Celia pasti akan berakhir. Axel tidak mah hal itu terjadi, karena dia sangat mencintai Celia.


"Kau kenapa??? Kalau belum mengantuk, duduk saja, kenapa malah seperti patung, duduklah...!" Titah Mama nya.


"Kenapa???" Tanya Papa nya.


"Celia... Dia meminta kita besok bisa datang ke rumahnya dan bertemu dengan keluarganya...!" Gumam Axel pelan.


"Datang bertemu keluarga nya???" Seru Mama dan Papa Axel bersamaan. Axel menganggukkan kepala nya.


"Kau ingin melamarnya??? Tapi kenapa tidak membicarakan ini sebelumnya dengan kami???" Mama Axel terlihat bingung.


"Bukan melamar Ma, tapi..??? Jika aku ingin mendapatkan restu dan ijin dari Mama Celia untuk berhubungan serius, maka Celia meminta kita datang kesana..!"


"Jika hanya meminta ijin untuk serius, kenapa kami juga harus ikut??? Kau bisa kesana sendiri, dan biasanya untuk keseriusan itu adalah urusan kalian berdua, dan tugas orang tua hanyalah Terima beres ketika kalian sudah ingin memutuskan untuk menikah atau kau sudah berniat melamar Celia, dan kau sendiri hilang jika Celia masih harus menyelesaikan kuliahnya... Dan sekarang kau malah melibatkan kami untuk hal yang seperti itu???" Ujar Papa Axel.


"Jika baru berniat serius, Mama rasa kita tidak perlu turun tangan Xel, cukup kau saja, baru rencana dan perjalanan kalian juga masih panjang, setelah Celia lulus, baru bisa kita membahas rencana semacam itu...!" Mama Axel menimpali.


"Sebenarnya, Axel juga berpikir seperti itu, tetapi Celia memaksa ku agar membawa Mama dan Papa kesana, untuk bisa meyakinkan Mama nya jika aku benar-benar serius... Celia marah sejak kemarin karena aku menolak ide nya itu, dan mengancam akan meninggalkanku.."


"Ya kalau begitu, kakak tinggalkan saja kak Celia, masih banyak di luaran sana gadis yang mau dengan kakak, lagipula aku juga tidak terlalu menyukai kak Celia... Dia terlalu sering menggertak kakak..." Sahut Lexy yang langsung mendapat pelototan dari Orang tua nya juga Axel kakaknya.


"Papa dan Mama tahu kan kalau aku sangat mencintai Celia.!? Aku bingung harus bagaimana, sedangkan aku juga akui cukup kesulitan untuk meyakinkan Mama Celia, padahal aku benar-benar sangat mencintai Celia dan ingin sekali serius dengannya..!"


"Lalu bagaimana dengan orang tua Celia??? Apa mereka tahu jika kau berniat kesana mengajak kami???" Tanya Papa Axel lagi.


"Aku tidak tahu, tetapi sepertinya sudah mengingat Celia begitu memaksa ku agar aku datang kesana bersama Papa dan Mama..!" Jawab Axel. Dia memang tidak tahu, mengingat Celia sejak kemarin tidak mau mengangkat panggilannya dan juga tidak membaca pesannya.


Hening lagi..


Orang tua Axel saling melempar pandangan dalam diam. Seolah mencari jawaban satu sama lain. Mereka juga melirik ke arah Axel yang menunduk, tahu jika anak lelaki mereka itu selama ini sangat mencintai Celia, meskipun awalnya mereka pesimis melihat hubungan itu, karena Celia beberapa tahun di bawah Axel, dan hubungan itu juga sudah di mulai saat Celia masih bersekolah. Akan tetapi ternyata hubungan mereka bisa terus bertahan selama beberapa tahun, dan semakin hari Axel semakin menunjukkan sikap tulus dan penuh cinta pada Celia.


"Baiklah jika itu bisa membantumu, Mama dan Papa akan mengantarmu besok..!" Ucap Papa Axel kemudian. Dia meragu sebenarnya tetapi jika itu demi kebahagiaan Axel, tentu sebagai orang tua, dia akan membantu semaksimal mungkin.


Wajah Axel langsung berbinar. "Serius Pa???" Tanya nya tidak percaya.


"Ya.. Kami akan mengantarmu, tetapi dengan catatan bahwa kedatangan kita akan di Terima baik oleh keluarga Celia, Papa tidak mau nanti mereka terkejut dengan kedatangan kita dan merasa tidak nyaman, pastikan Celia sudah memberitahu keluarga nya jika kita akan datang..."


"Iya Pa... Aku akan memberi tahu Celia...! Thanks ya Pa, Ma...! "