
Kurang dari satu jam, akhirnya Kyros sampai di tempat Gienka berada. Bergegas dia masuk ke dalam lalu menanyakan dimana keberadaan dari Gienka. Kyros tadi sempat meminta agar Gienka di bawah ke salah satu ruangan untuk keamanaannya dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kyros diantar oleh seorang pegawai ke tempat dimana saat ini Gienka berada.
Gienka terbaring di sebuah sofa dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kyros masuk dan duduk di lantai seraya mencoba membangunkan Gienka dengan menepuk-nepuk pipinya. Tetapi tidak ada respon dari Gienka. Kyros berdiri mengeluarkan dompetnya dan memberikan sebuah kartu kepada pegawai bar itu untuk membayar tagihan minuman Gienka. Setelah itu Kyros memasukkan ponsel Gienka yang tergeletak di meja ke dalam tasnya.
Tak lama pegawai itu kembali membawa bil dan mengembalikan kartu Kyros setelah itu Kyros kembali membuka dompetnya dan memberi beberapa lembar uang kepada pegawai itu sebagai ucapan terima kasih. Kyros mengambil tas Gienka dan menyelempangkannya ke tubuhnya kemudian membungkuk untuk mengangkat tubuh Gienka dan membawanya pulang, tetapi tiba-tiba mata Gienka terbuka. Mereka berdua saling bertatapan dan Gienka tersenyum menyeringai melihat ada Kyros di depannya.
"Ky...!!" Gumam Gienka sambil tetap tersenyum, sementara Kyros melengos membuang muka karena bau alkohol dari mulut Gienka langsung menguar di hidungnya. "Apa yang ingin kau lakukan padaku Ky?? Apa kau ingin menciumku? Ayo lakukan Ky...!" Gienka melingkarkan kedua lengannya di leher Kyros lalu menariknya ke depan agar wajah Kyros lebih dekat lagi dengannya, tetapi tentu saja Kyros menahan dirinya dan berusaha melepaskan lengan Gienka.
"Gie....! Gie... Lepaskan Gie...! Ayo kita pulang! Kau bisa berdiri? Atau mau ku gendong??? Ini sudah malam kita harus segera pulang...!" Kyros kemudian membantu Gienka berdiri, dan langsung menahan tubuh gadis itu saat dia hendak terjatuh lagi ke sofa karena Gienka benar-benar sudah tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.
Kyros kembali ingin mengangkat Gienka tetapi Gienka menolak dan ingin berjalan sendiri. Sayangnya saat melangkah Gienka kembali hampir terjatuh, dengan cepat Kyros menahannya lalu menuntunnya perlahan keluar dari bar itu.
"Ky....! Kenapa kau ada disini...?" Ucap Gienka dan tiba-tiba saja dia bersendawa lalu melanjutkan lagi ucapannya. "Bukankah tadi kau sedang jalan-jalan bersama dengan Camilla di pertokoan Andalution!"
Mendengar itu Kyros benar-benar terkejut karena bagaimana Gienka bisa tahu hal itu. Kyros berpikir mungkin tadi Gienka juga ada disana. "Kau tahu darimana Gie? Apa kau ada disana? Kenapa tidak memanggilku?"
"Untuk apa memanggilmu itu hanya akan membuatku sakit saja...!"
Kyros mengernyit tetapi tidak ingin terlalu memperdulikan ucapan Gienka yang sedang mabuk itu. Sampailah mereka di parkiran, Kyros membawa Gienka untuk masuk ke mobilnya. Ketika dia ingin membuka pintu, tiba-tiba saja Gienka melepaskan diri dan mundur dengan cepat, menolak masuk karena itu bukan mobilnya.
"Bukan mobilku!!!" Seru Gienka yang kemudian matanya melirik ke area parkir mencoba mencari mobilnya. Lama Gienka diam dan mengarahkan seluruh pandangannya tetapi tidak menemukan mobilnya. Ya tentu saja dia tidak menemukan mobilnya di area parkir Bar itu, karena mobilnya masih terparkir di depan restoran tempat dia makan malam bersama kliennya.
"Mobilku tidak ada...! Hilang....!" Gumamnya lagi dengan wajah kecewa sekaligus sedih.
Kyros tersenyum melihat ekspresi lucu Gienka ketika sedang mabuk tetapi kemudian dia mendekati perempuan itu. "Besok kita cari mobilmu, sekarang kita pulang dengan mobil Kyra dulu...! Ayo...!" Kyros membawa Gienka ke pelukannya lagi dan mengajaknya berjalan mendekati mobil lagi.
"Tidak....! Aku tidak mau ke mobil itu, disana pasti ada Camilla, aku tidak mau semobil dengannya...! Dia sudah mere...!" belum selesai berucap, Gienka tiba-tiba muntah. Kyros berlari ke mobil dan mengambil tisu kemudian mengelap baju Gienka.
"Ayo masuk, tidak ada Camilla disana, dia sudah pergi liburan, aku tadi mengantarnya, ayo aku akan mengantarmu pulang!" Perlahan Kyros membawa Gienka ke mobil. Membuka pintunya dan memasukkannya.
Kyros mendudukkan Gienka di kursi depan, mengatur kaki perempuan itu agar bisa duduk nyaman. Kyros masih membungkuk sambil memasangkan seatbelt untuk Gienka. Hingga kemudian terdengar lirih ditelinga Kyros bahwa Gienka sedang memanggil namanya. Kyros sedikit menoleh sambil melemparkan senyum tepat di depan Gienka.
"Iya Gie...!" Jawab Kyros.
Gienka menyentuh pipi kedua Kyros, menahannya dan membalas senyum laki-laki itu. Dan tiba-tiba saja Gienka menyanyi dengan suara pelan. "So kiss me where I lay down, my hands press to your cheeks! A long way from the playground..! I have loved you since we were eighteen..!"
Setelah bersenandung, Gienka mengangkat kepalanya dengan cepat dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir tipis Kyros. Tentu saja hal itu membuat Kyros terkejut dan terdiam sebentar. Gienka tersenyum lagi lalu kembali melanjutkan senandungnya. Kyros tetap diam dan mencoba memahami setiap lirik yang Gienka nyanyikan itu.
Saat itu juga Kyros tersadar, dan mengangkat tubuhnya lalu keluar dari mobil dan menutup pintu. Kyros masih bingung tetapi dia bergegas ke sisi lain mobilnya dan masuk kembali. Gienka menyandarkan kepalanya sambil terus tertawa dan mengulangi nyanyiannya tetapi hanya menyanyi di satu lirik saja yaitu I have loved you since we were eighteen. Gienka terus saja mengulangi kata-kata itu. Kyros kembali menatap Gienka dalam diam. Lalu Kyros hendak menyalakan mobilnya tetapi Gienka menyentuh tangannya membuatnya kembali menoleh ke arah perempuan disebelahnya itu.
"Ky...! Apa kau tahu aku selalu menyanyikan lagu ini ketika aku mengingatmu, lagi itu mewakili perasaanku padamu, 3 tahun setelah kau pergi ke luar negeri, aku selalu memikirkanmu, terus saja setiap hari begitu, lama-lama aku mencintaimu..! Hahaha dan lagu ini menggambarkan semua perasaan dan cintaku kepadamu selama ini, kau harus mendengarkannya agar tahu bagaimana aku memiliki cinta yang besar untukmu Hahaha!!"
Tawa Gienka memenuhi seluruh mobil itu, sedangkan Kyros hanya diam memandang Gienka. Kyros tidak tahu dengan kebenaran dari ucapan Gienka, karena perempuan itu saat ini sedang mabuk berat dan sudah pasti dia tidak sadar dengan ucapannya itu.
"I have loved you since we were eighteen Kyros....!" Gienka kembali berteriak di dalam mobil.
"Aku selalu memikirkanmu setiap hari, pikiran itu akhirnya membuatku menyadari bahwa aku menyukaimu, mencintaimu, merindukanmu dan ingin bersamamu! Aku selalu menolak ketika ada laki-laki yang menyukaiku karena aku memang hanya menginginkanmu! Apa kau ingat Ky saat aku diam-diam pergi dari London ke California hanya untuk menemuimu, selama seminggu aku meninggalkan kampus dan mengajakmu untuk bertemu karena aku sudah tidak bisa menahan rinduku kepadamu, aku sangat senang kau mau menemaniku jalan-jalan walaupun saat kita sedang makan atau minum kau mengabaikanku karena sibuk dengan laptop dan bukumu, tidak apa tapi aku bahagia bersamamu ketika itu"
Gienka melepaskan pegangannya dari tangan Kyros lalu menoleh ke arah jendela mobil dan membelakangi lelaki itu. Gienka mulai lagi mengeluarkan semua yang disimpannya selama ini sambul menceritakan perjuangannya untuk bertemu Kyros selama ini. Bagaimana dulu ketika dia juga melanjutkan MBA nya ke Amerika dan meskipun jauh, Gienka selalu meluangkan waktu setiap sebulan sekali atau dua kali datang ke California dengan alasan bertemu Kyra kemudian meminta Kyra agar mengajak Kyros juga, semua itu Gienka lakukan hanya untuk melihat Kyros. Dan terkadang ketika sampai disana Kyros tiba-tiba membatalkannya untuk datang, tentu saja itu membuat Gienka sangat sedih serta kecewa tetapi dia selalu menahan dirinya dan berusaha memaklumi kesibukkan Kyros.
Ketika lulus, Gienka merasa sangat sedih sekali karena tentu dia harus pulang dan tidak lagi bertemu dengan Kyros karena yang dia tahu Kyros juga sudah diterima bekerja disana yang artinya Kyros tidak akan pulang juga. Saat sudah kembali ke rumah tentu saja Gienka setiap hari selalu memikirkan selalu merindukannya berharap Kyros bisa memiliki waktu untuk pulang tetapi itu tidak pernah terjadi. Selama itu pula Gienka selalu menatap foto Kyros dan mengajak foto itu berbicara agar kerinduannya bisa sedikit terobati, terdengar konyol tetapi itulah bukti betapa dia sangat mencintai Kyros.
Hingga suatu hari Gienka mendengar dari Kyra bahwa Kyros akan dikirim ke luar angkasa untuk misi khusus. Mendengar itu Gienka merasa bahagia, sekaligus bangga tetapi juga takut akan terjadi sesuatu ketika Kyros berada di roket. Gienka selalu berdoa untuk keselamatan lelaki yang begitu dicintainya itu dan dia sangat bersyukur bahwa semua berjalan dengan baik. Tetapi Gienka tidak pernah berhenti berdoa untuk Kyros sampai akhirnya lelaki itu dikabarkan kembali ke Bumi dalam keadaan selamat juga.
Gienka kembali menoleh dan memandang Kyros, lalu airmatanya mulai menetes. Sementara Kyros masih diam dan mendengarkan dengan seksama setiap ucapan Gienka. Tak lama setelah airmata Gienka menetes, perempuan itu terisak dan airmatanya tidak menetes lagi tetapi mengalir.
"Beberapa hari yang lalu Kyra datang menemuiku, memaksaku pergi bersamanya tetapi dia tidak mengatakan akan membawaku kemana, dalam perjalanan aku merasa kesal karena Kyra tetap tidak mengatakan akan pergi kemana, mungkin karena kesal dia akhirnya mengatakan bahwa kami akan menjemputmu di bandara karena kau akan pulang, aku tidak percaya tetapi semua itu nyata ketika kau muncul, senyum dan wajah tampanmu saat itu langsung membuat seluruh kerinduanku terobati, aku mengucap syukur berkata dalam hatiku bahwa beruangku sudah kembali dan dia semakin tampan, tetapi???" Ucapan Gienka terhenti lalu menyeka airmatanya dengan kasar.
Tetapi itu tidak menghentikan airmatanya untuk tidak mengalir membasahi pipinya. Gienka memejamkan matanya dan kembali melanjutkan ucapannya.
"Semua kebahagiaanku lenyap seketika, melihat siapa yang ada dibelakangmu, kau datang dengan perempuan lain, sekali lagi aku mencoba mengendalikan diriku agar aku tidak menangis tetapi kau semakin menghancurkan hatiku, kau bermesraan dengan Camilla di kursi belakang, kalian tertawa bahagia dan dia tidak melepaskanmu, hatiku semakin pedih itu sebabnya aku meminta diturunkan di pinggir jalan agar aku tidak semakin terluka melihat itu semua!"
Tangis Gienka benar-benar pecah. Dan Kyros mulai menyadari setiap perkataan dan cerita dari mulut Gienka. Perempuan di sebelahnya itu berbicara mengungkapkan semua yang ada di hatinya dalam keadaan mabuk, tetapi mungkin saja jika tidak mabuk Gienka belum tentu berani mengatakannya.
"Dan itu terjadi lagi di depan mataku ketika aku datang ke rumahmu, kau menunjukkan kemesraanmu dengan Camilla, aku ingin pulang tetapi Amammu muncul dan mengantarku menemui kalian, lalu ketika semua orang pergi kau memancingku dengan permintaanmu agar aku membawa kekasihku dan aku yakin kau masih ingat dengan jawabanku saat itu, bagaimana pedihnya perasaanku ketika mengatakan tentang cinta pertamaku yang memilih orang lain daripada memilihku, aku sedih Ky...! Kau memilih Camilla, padahal selama ini aku selalu mencintaimu, kenapa kau tidak melihat semua itu padaku?? Kenapa Ky...! Kau jahat sekali....! Cinta pertamaku adalah dirimu, aku sudah mengatakan pada fotomu bahwa aku mencintaimu tepat ketika dihari ulang tahunku yang ke 18" Gienka terus menangis dan memukul dada Kyros dengan kedua tangannya, meluapkan kemarahannya pada lelaki itu yang tidak mau mengerti dengan perasaannya selama ini.
"Kau jahat Ky...! Kau melupakan janjimu padaku dulu ketika kita masih kecil, kau sering mengajakku menikah tetapi ketika kita dewasa kau malah melupakan janjimu dan memilih wanita lain...! Kau jahat sekali..." Gienka mendorong tubuh Kyros dengan keras sebagai ungkapan kekesalannya.
Gienka terus menangis dan tangisannya terdengar begitu memilukan. Gienka meraih tas nya yang ada di dasbor mobil mengbil ponselnya kemudian membuka sebuah folder bernama My Bear. Gienka menunjukkan pada Kyros dimana di folder itu ada banyak sekali foto Kyros yang diambilnya secara diam-diam ketika dulu bersama lelaki itu, juga ada foto yang dia dapatkan dari sosial media Kyros. Sambil terus terisak, Gienka berteriak dengan marah kepada Kyros menunjukkan semua foto-foto itu bahwa setiap hari dia seperti orang gila setiap memandangi semua itu karena berbicara sendiri, semua itu tentu adalah karena dia sangat mencintai Kyros. Gienka mengatakan lagi bahwa dia juga memiliki sebuah album foto dimana disana juga full berisi foto Kyros.
Kyros hanya bisa terdiam dengan semua fakta itu, dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Gienka benar-benar mengatakan semuanya dengan jelas. Kyros masih bingung kenapa Gienka bisa menyimlan hal sebesar itu sendiri dan kenapa tidak mengatakan semua kepadanya. Jika Gienka mengatakan hal itu padanya, tentu Kyros akan menjaga jarak dengan Camilla untuk menghindari kesalahpahaman dari Gienka tentang hubungan mereka.