
Riuh dari penonton yang juga ikut bernyanyi membuat Kyra, Gienka dan Louis merasa senang. Lagu itu memiliki makna yang dalam dan begitu enak untuk di dengarkan sehingga orang-orang terlihat sangat menikmati nya. Orang-orang melambaikan tangan sambil bernyanyi. Geffie sibuk dengan kamera yag di pegangnya untuk merekam moment yang menyenangkan itu.
Riuh dari penonton yang juga ikut bernyanyi membuat Kyra, Gienka dan Louis merasa senang. Lagu itu memiliki makna yang dalam dan begitu enak untuk di dengarkan sehingga orang-orang terlihat sangat menikmati nya. Orang-orang melambaikan tangan sambil bernyanyi. Geffie sibuk dengan kamera yag di pegangnya untuk merekam moment yang menyenangkan itu.
Lagu pertama sudah di nyanyikan dan Kyra, Gienka serta Louis mendapatkan tepuk tangan yang meriah.
"Second song...!" Ucap Kyra sambil mengatur napasnya. "Ini adalah lagu faforit dari kakakku tersayang, kita akan membawakan spesial untuknya yang sekarang ada disini..!" Kyra menunjuk ke arah Kyros yang berdiri bersama dengan keluarga nya.
"Aku senang akhirnya dia bisa pulang dan melepaskan kerinduan kami setelah lebih dari dua tahun tidak bertemu, dia adalah orang sangat dingin dan menyebalkan tetapi sangat perhatian dan menyayangiku... Aku selalu berpikir bahwa ternyata tidak Apapku saja yang keren, tetapi kakak ku juga keren, dia seolah mewarisi segala yang ada di diri Apap kami, smart, handsome, sweet and so adorable..! Tetapi????" Kyra terlihat diam sesaat sebelum melanjutkan lagi ucapannya.
"Ada satu hal yang membuatku malu terhadap Kyros, dia sedikit narsis dan beberapa hari disini aku sering memergoki nya berbicara sendiri di cermin, apa kalian tahu apa yang di katakannya ketika di depan cermin??? Kyros selalu memegang pipi nya, menoleh ke kanan dan ke kiri sambil berucap, Hei.. Aku sangat tampan seperti Harry Styles...!" Kyra mempraktek kan gaya Kyros yang sontak membuat semua orang tertawa melihat nya.
Sementara Kyros menunduk dengan wajah memerah menahan malu. Yang di ucapkan Kyra memang benar bahwa dia sering melakukan itu tetapi tentu itu hanya keisengannya untuk menyenangkan dirinya sendiri. Tetapi Kyros tidak menyangka jika Kyra akan memergoki nya saat melakukan itu.
"Tapi tidak bisa di pungkiri bahwa Kyros memang tampan, dan dia adalah kakakku yang sangat aku sayangi dan aku bangga kepadanya, aku berharap segala cita-citanya selama ini terwujud dan seperti janjinya kepadaku dan kepad akeluarga kami bahwa dia ingin menjadi kebanggaan semua orang, amin semoga saja.. Aku sangat menyayangimu Ky!" Kyra kemudian meminta penonton untuk memberi tepuk tangan kepada kakaknya itu.
Kyra menengok ke belakang dimana Gienka tersenyum kepada nya. Gienka mendekatkan mulutnya di microfon yang ada di depan nya. "C'mon Kyros, we wanna say, we love you so much...!" Ucap Gienka yang kemudian di ikuti suara keyboard yang di mainkan oleh Kyra dan di lanjutkan bunyi drum dari Louis. Mereka membawakan lagu yang memang sangat di sukai oleh Kyros dari salah satu penyanyi yang namanya disebutkan oleh Kyra tadi.
"Holding me back... Gravity's holding me back.. I want you to hold out the palm of your hand... Why don't we leave it at that?" Kyra mulai bernyanyi. Lagu yang mereka mainkan saat ini lebih ke up beat, sedikir berbeda ddngan lagu yang pertama.
"Nothing to say.. When everything gets in the way, seems you cannot be replaced.. And I'm the one who will stay, ooh..!" Kyra melannjutkan nyanyiannya lagi.
Semua orang menikmati penampilan Kyra dkk. Acara berlangsung meriah sampai penampilan dari peserta terakhir. Setelah acara selesai, Kyros, Sanne, Friddie dan Phoebe memilih masih di tempat acara untuk menonton lagi penampilan pengisi acara utama. Sedangkan para orang tua memilih untuk pulang lebih dulu.
####
Keesokan harinya....
Sebuah motor sport berwarna hijau berhenti di depan gerbang tinggi rumah Aditya. Seorang laki-laki membuka helm nya dan turun dari motor yang di kendarainya. Dia berjalan mendekat ke gerbang dan mengetuknya sambil mengucap salam. Beberapa saat kemudian, seorang security muncul dan membuka sedikit gerbang itu.
"Iya Mas.... Ada perlu apa???" Tanya security itu.
"Saya Zayan, teman Kyros, saya datang untuk bertemu dengannya, sudah ada janji kemarin...!" Ucap Zayan memperkenalkan diri.
"Oh temannya tuan muda.. Tunggu sebentar ya mas, saya hubungi tuan muda lebih dulu...!"
Zayan tersenyum kemudian menganggukkan kepala nya. Dia tahu penjagaan rumah ini sejak dulu memang ketat sekali. Dan tidak ada yang berubah sampai saat ini. Zayan menyadari bahwa keluarga Kyros adalah keluarga yang terpandang dan segala keamanan untuk anggota keluarga di jaga dengan baik untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
Kyros membuka pintu dari dalam, dan melambaikan tangannya ke arah Zayan yang sedang memarkir motor di halaman. Zayan turun dan berjalan menghampiri teman lama nya itu. Dia sangat bahagia bisa datang ke istana Keluarga Kyros. Rumah ini masih sama hanya saja ada sedikit perubahan di cat dan juga halaman depannya tetapi bangunannya masih sama.
"Akhirnya kau datang lagi kesini...!" Kyros menyalami Zayan dan memeluk temannya itu, pelukan khas anak laki-laki.
"Senang sekali bisa kembali berkunjung ke istana keluarga Sahasya...!"
Kyros terkekeh. "Kau ini, bisa saja... Ayo masuk.."
"Om dan tante ada di dalam???" Tanya Zayan.
"Amam, Apao dan Kyra sedang pergi keluar tetapi mereka sudah dalam perjalanan pulang, sebentar lagi seperti nya...!"
Kyros dan Zayan masuk ke dalam rumah, Kyros mengajak Zayan untuk ke halaman belakang, mengobrol disana lebih enak. Kyros juga meminta kepada asisten rumah tangga nya untuk membuat minuman dan juga camilan.
Sampai di area belakang rumah, Kyros mempersilahkan Zayan duduk. Senyum Kyros todak luntur dari wajahnya, dia benar-benar senang sekali dengan kedatangan Zayan.
"Bagaimana sekolahmu disana Ky??? Aku terkejut ketika kau benar-benar memutuskan untuk melanjutkan sekolah di luar...!" Tanya Zayan.
"Dulu aku kan sering mengatakan kepadamu jika aku memang ingin melanjutkan sekolah di luar... Ya, semua berjalan dengan baik, hanya saja kita sama sekarang, sama-sama bersiap untuk langkah selanjutnya yang akan kita ambil untuk melanjutkan ke universitas.. Benar kan???"
Zayan mengangguk. ''Thats rights...! Btw kau akan melanjutkan kemana nanti Ky??? Apa akan tetap di Swiss, ada universitas bagus juga disana untuk mempelajari ilmu astronomi yang sangat kau sukai itu... Kau akan disana saja???" Tanya Zayan.
"Iya memang benar Zay, ada universitas bagus disana, hanya saja aku sepertinya akan memilih untuk ke Amerika, Stanford or Harvard, tetapi Apap juga meminta ku untuk mencoba di Swiss juga sih...!" Jawab Kyros.
"Wah.. Kebetulan sekali dong, Aku juga ingin ke Harvard atau Stanford sih Ky... Semoga kesampaian dan kita bisa satu kampus.. Hahaha... Lalu bagaimana dengan adikmu?? Dia akan melanjutkan kemana???" Tanya Zayan lagi.
"Kyra seperti nya akan ke Oxford, Apap menyuruhnya kesana baru nanti mengambil magister di Amerika...!"
Zayan mengangguk. "Pasti karena Apapmu dulu juga pernah kuliah disana.. Hehehe..!"
Kyros tertawa. "Itu memang salah satu nya, aku juga di minta Apap untuk mencoba disana, jadi banyak pilihan akan lebih bagus..."
Di tengah obrolan itu, Asisten rumah Tangga Kyros datang mengantar minuman dan camilan serta memberitahu jika Aditya, Cahya dan Kyra sudah pulang.