I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 125



"Tapi Xel??? Bagaimana jika aku mengatakan padanya tetapi dia menolakku??? Bisa hancur reputasi ku, bisa rusak juga persahabatanku! Aku selama ini memendam ini karena aku tidak mau menghancurkan persahabatan kami sejak masih kecil, jika seandainya dia menolakku... Aku menjaga hubungan kali selama ini, itu alasan kuatku sebenarnya...!" Ujar Gienka dengan sedih.


"Iya Gie, benar juga, yang ada nanti kalian akan saling canggung, tetapi menyimpannya terlalu lama justru membuatmu semakin sakit hati saja ketika kau melihatnya bersama yang lain... Ya, mungkin lebih baiknya kau coba cari tahu tentang dia, maksudku kau kan dekat dengan keluarga nya, kau bisa mencari informasi dari mereka.."


Gienka menggelengkan kepala nya. Dia menjelaskan pada Axel jika selama ini dia sudah melakukan hal itu tetapi keluarga Kyros juga tidak pernah mengetahui apakah Kyros memiliki seorang kekasih atau tidak, karena selama ini tidak ada hal semacam itu yang di ceritakan oleh Kyros kepada keluarganya. Kyros hanya selalu mengatakan jika dia hanya ingin berfokus pada pendidikannya lebih dulu, dan belum tertarik mengenai asmara.


"Aku heran, masih adalah orang berpikir seperti itu di masa sekarang??? Jangan-jangan Kyros itu memang tidak tertarik pada perempuan, belok mungkin dia...! " Ucap Axel yang langsung mendapat cubitan dari Gienka. "Awww... Sakit Gie... " Teriak Axel.


"Sembarangan.... Ky bukan seperti itu, dia itu taat beribadah, ajaran serta norma keluarganya juga kuat, dia sangat ambisius terhadap satu hal, itulah kenapa dia sangat sulit di dekati... Mana mungkin dia seperti itu?? Aku sangat mengenalnya dengan baik...!"


Axel tertawa terbahak-bahak. "Ya karena menurutku dia aneh saja, dan cara berpikirnya berbeda dengan kita...!"


"Itulah istimewa nya Ky, dan hal itu membuatku semakin menyukainya...!"


"Ah manis sekali...!" Ejek Axel.


Gienka tertawa dan kembali mencubit Axel. "Bagaimana dengan hubunganmu dengan Celia???" Tanya Gienka.


"Baik... Besok aku akan mengantarnya bertemu Papa nya.."


"Bertemu Papa nya??? Wah apa kau sudah menyiapkan mentalmu???"


"Sedikit nervous sebenarnya, karena ini pertama kalinya aku bertemu Papa nya, biasanya aku hanya bertemu dengan Mama nya dan juga Oma nya...!" Gumam Axel tetapi suaranya merendah ketika menyebut Mama dan juga Oma nya Celia.


Gienka menoleh mendapati wajah Axel yang tadinya ceria berubah menjadi murung. Gienka tahu bahwa Axel memiliki niat yang tulus kepada Celia, dan ingin menjalin hubungan serius meskipun saat ini Celia masih menempuh pendidikannya. Hanya saja Axel ingin menjalin ikatan yang lebih serius, dan siap menunggu Celia menyelesaikan kuliahnya, akan tetapi Axel memiliki sedikit problem dengan Mama dan Oma nya Celia, dimana Axel seperti masih belum bisa di Terima oleh mereka. Setiap Axel mencoba menemui dan ingin dekat dengan mereka, yang di dapatkan Axel justru adalah sikap acuh dari mereka. Tidak pernah sekalipun pertanyaan Axel di jawab oleh mereka meskipun Axel berusaha mengakrabkan diri. "Kenapa Xel??? Are you okay???"


"Apa kau masih belum bisa mendapatkan hati mereka???" Tanya Gienka lagi.


Axel tersenyum tetapi kemudian menggelengkan kepalanya dengan sedih. Dia masih merasa bingung harus berbuat apalagi untuk membuat keluarga Celia menerima nya. Axel sellau berusaha keras untuk membuat kedekatan dengan mereka. Setiap dua atau tiga bulan sekali Axel dan Celia selalu menyempatkan waktu untuk pulang ke Indonesia jika mereka ada libur. Dan saat itulah Axel tidak pernah terlupakan untuk mencoba mendekatkan diri dengan keluarga Celia, apalagi hubungan mereka juga sudah berjalan beberapa tahun. Setelah bertahun-tahun menjalin hubungan tentu sebagai seorang laki-laki yang bertanggung jawab, dia ingin sekali menjalin hubungan yang serius dengan Celia akan tetapi keluarga Celia sangat menjaga jarak dengannya.


"Apa kau tidak pernah mencari tahu alasan mereka bersikap seperti itu, maksudku apa kau tidak bertanya pada Celia apa yang mungkin di inginkan oleh keluarganya atau kau harus bersikap seperti apa sehingga bisa membuat mereka menyukaimu??? Aku sebelumnya sudah sering menasehatimu mengenai hal itu kan???" Tanya Gienka.


"Iya Gie... Sudah, tetapi Celia selalu mengatakan jika suatu saat nanti mereka pasti akan menerimaku, hanya saja mungkin sekarang mereka masih belum terbiasa saja, dan memintaku menunggu...!"


"Aku tidak tahu kenapa jawaban Celia selalu seperti itu, itu kan jawaban yang sama sejak dulu, seharusnya jangan kau saja dong yang berusaha meluluhkan hati Mamanya, Celia juga harus ikut andil... Kalian berdua yang berhubungan, maka kalian berdua juga yang harus bekerja sama, jangan hanya kau saja...!"


"Aku selalu berpikir, mungkin sikap mereka seperti itu karena Celia saat ini masih kuliah. Aku hanya berharap keluarga Celia mau menerimaku suatu hari nanti, sehingga aku juga bisa bersemangat mengumpulkan uang untuk pernikahan kami nanti..." Gumam Axel sedih.


"Jika alasannya adalah dia masih kuliah, ya mereka kan bisa memberitahumu dan menjelaskan agar kau mau menunggu Celia, sehingga kau bisa tahu dan mengatakan siap menunggu sampai dia lulus.. Sikap mereka aneh, dan sangat menyebalkan...!" Gerutu Gienka.


Gienka merasa kesal sekali jika Axel bercerita kepadanya tentang sikap yang di tunjukkan oleh keluarga Celia kepadanya. Mereka sseperti tidak pernah menghargai Axel. Sementara Celia juga tidak memiliki usaha untuk membuat keluarganya mengerti, atau sekedar menjelaskan tentang Axel kepada mereka. Celia seolah membiarkan semuanya berjalan begitu saja dan membiarkan keadaan tetap seperti ini. Menurut Gienka itu akan percuma saja jika tidak I barengi usaha dari Celia juga selain Axel. Yang Geinka lihat selama ini Axel seperti berjalan sendirian. Sesekali Gienka mengatakan pada Axel agar mengakhiri hubungannya dengan Celia jika keadaannya seperti ini terus akan tetapi Axel memiliki cinta yang begitu besar pada Celia, sehingga tentu saja Axel menolak untuk putus dengan Celia. Axel selalu meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja dan dia akan terus berjuang untuk Celia, sampai nanti orang tua Celia mau memberi restu. Melihat hal itu, Gi3nka benar-benar merasa kasihan dengan Axel. Dia hanya berharap Axel mendapatkan kekasih yang baik, yang mencintainya apa adanya, serta perempuan itu memiliki keluarga yang juga tidak kalah baik. Jika boleh jujur, Gienka sebenarnya tidak merasa senang dengan Celia. Gadis itu baik dan mencintai Axel, hanya saja sikap Celia masih seperti anak kecil dan belum memiliki prinsip yang kuat untuk dirinya sendiri.


"Kau besok akan menemui Papa kandung Celia???" Gienka kembali menanyakan hal itu pada Axel.


"Iya...!"


"Apa kau yakin??? Aku takud sikapnya juga sama seperti Mama Celia...! "


Axel tersenyum, menggelengkan kepala nya. "Tidak Gie, Om Theo sangat baik, aku sering mengobrol dengannya ketika Celia sedang di hubungi oleh Papa nya itu... Dia sangat humble, aku rasa dia tidak seperti Mamanya Celia...!" Jawab Axel.