I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 351



“Jadi Apap tahu??” tanya Kyros.


Aditya tersenyum. “Tidak ada yang tidak Apap tahu, meski kau dan Gienka berusaha untuk menyembunyikannya dari kami semua.”


Kyros menoleh dan menatap Gienka yang ada di sebelahnya.” Apa Apap mengetahui nya dari Kyra atau Axel???” Tanya Kyros lagi pada Aditya.


Aditya kembali melempar senyum. “Tidak dari mereka yang memberitahu Apap, tetapi Apap selalu tahu apa saja yang terjadi di sini, meskipun kalian berada jauh dari kami semua tetapi Apap selalu memantau kalian setiap waktunya jadi jangan berusaha untuk menyembunyikan apapun dari Apap.”


Aditya mengalihkan pandangannya ke arah Camilla yang masih berdiri terdiam. Aditya tersenyum mengejek ke arah Camlila. “Kau sudah pernah melakukan kesalahan satu kali, meskipun kesalahan itu berat kami masih mencoba memberimu kesempatan agar kau bisa berubah menjadi lebih baik dan kami tidak melaporkanmu ke polisi, padahal itu bisa saja termasuk dalam perencanaan pembunuhan, tetapi kami sepertinya terlalu baik kepadamu sehingga kau berani melakukan kesalahan yang sama lagi. Jika saja itu tidak segera terhentikan mungkin kami tidak akan pernah bisa memaafkanmu dan akan tetap menyeretmu ke penjara, beruntungnya Tuhan masih memberikan nasib baik untuk menantu ku sehingga Axel dan Kyra datang tepat waktu untuk menghentikan kegilaan yang sudah kau buat dengan Kevin. Jadi kau jangan coba-coba lagi untuk berulah atau kalau tidak aku bisa saja melakukan sesuatu kepadamu yang akan kau sesali Seumur Hidupmu.” Ancam Aditya.


Camilla tidak mengucapkan sepatah kata pun, dia kemudian mengucap permisi dan pergi dari ruangan VIP tersebut untuk mengantarkan daftar pesanan yang sudah dipilih oleh oleh keluarga Kyros.


Gienka dan Kyros saling melempar ke pandangan, mereka tidak menyangka bahwa rahasia yang sudah mereka simpan selama hampir 2 tahun ini ternyata sudah diketahui oleh orang tuanya. Padahal mereka sudah sepakat untuk merahasiakan semuanya termasuk meminta Kyra dan Axel juga agar tidak menceritakan apapun kepada keluarganya.


“Kalian tidak akan bisa merahasiakan apapun dari Apap, jadi jangan coba merahasiakan apapun lagi. Jika itu dirasa perlu maka ceritakanlah kepada Apap dan cari solusinya bersama-sama. Ya Apap tahu permasalahan itu bisa kalian hadapi sendiri tetapi jika ini sudah menyangkut mengenai keselamatan di antara kalian berdua, tentu Apap tidak akan bisa membiarkan begitu saja dan Apap tidak ingin ikut campur jika itu mengenai masalah pribadi rumah tangga kalian, akan tetapi jika sudah menyangkut nyawa dan keselamatan kalian berdua tentu Apap tidak akan bisa diam saja.”


Gienka dan Kyros hanya saling berpandangan dalam diam, mereka berdua tidak mengatakan apapun sementara Cahya juga memilih diam memandangi anak dan menantunya itu. Dia selama ini juga tahu mengenai apa yang terjadi pada Gienka 2 tahun silam. Dia menjadi orang yang mencoba untuk menenangkan Aditya agar Aditya tidak melakukan sesuatu yang itu bisa membuat Kyros dan Gienka merasa tidak nyaman mengingat keduanya memilih untuk diam dan tidak memberitahu kepada mereka. Cahya meminta Aditya agar diam juga dan tidak melakukan apapun serta hanya melihat Apa yang bisa dilakukan oleh Kyros dan Ginka di sini. Walaupun sebenarnya Cahya juga merasa sangat marah kesal dan kecewa kepada Camilla yang berusaha untuk melakukan hal buruk terhadap Gienka. dan Cahya juga yang melarang Aditya untuk membahas hal itu dengan Ariel ataupun Danist karena jika keduanya tahu tentu mereka juga tidak akan tinggal diam, dan itu justru akan membuat Gienka dan Kyros curiga. Itulah kenapa sampai saat ini Aditya dan Cahya merahasiakan itu dari siapapun.


Apa Papa Iel juga tahu masalah ini??? Tanya Kyros akhirnya.


“Menurutmu???” Tanya Aditya.


Kyros kembali terdiam ia menundukkan kepalanya enggan menatap mata Aditya.


“Jangan coba sembunyikan apapun dari kami, karena itu tidak akan bisa, kami akan tetap mengetahuinya. Apap sudah sering mengatakan kepadamu bahwa Apap tidak akan membiarkan keluarga Apap mengalami sesuatu hal yang buruk yang diakibatkan oleh orang lain. Apap tidak ingin yang terjadi di masa lalu terulang kembali, bagi Apap itu sudah jadi pelajaran yang sangat besar dan berharga bahwa Apap baru selalu bisa melindungi kalian semuany,a kalian bahkan tidak tahu jika Apap punya banyak orang yang mengikuti kalian dari jauh.”


“Maafkan kami Pap.” gumam Kyros. “Kami sebenarnya yang merasa bahwa masalah ini tidak perlu diperpanjang lagi. Ya, sebenarnya sangat marah sekali dan ingin memberikan hukuman kepada Kevin dan juga Camilla tetapi Gienka yang memberikan pengertian untuk tidak melanjutkan semuanya. Gienka berpikir bahwa jika masalah ini terus dilanjutkan yang ada bukan membuat Camilla dan Kevin sadar, justru mereka akan memiliki dendam yang lebih jauh lagi terhadap kami berdua. Ky mencoba memikirkan setiap perkataan Gienka itu dan Ky akhirnya mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan proses hukum keduanya. Ky merasa ada benarnya bahwa kejahatan seseorang tidak perlu harus dibalas dengan kejahatan atau kemarahan untuk membuat mereka sadar tetapi kejahatan itu bisa dihilangkan dengan cara kita memberikan mereka kebaikan dan memaafkan mereka. Ya terserah mereka jika mereka tetap marah kepada kami, setidaknya kami berdua sudah memutuskan apa yang menurut kami baik untuk mereka.” ujar Kyros.


“Ya apapun itu tetapi kalian seharusnya memberitahu kami, keputusan tetap akan kami berikan kepada kalian. Dan kami juga punya hak untuk tahu, karena ini bukan masalah pribadi rumah tangga kalian, tetapi ini sudah menyangkut keselamatan kalian. Baik Ariel ataupun Danist dan Elea tidak mengetahui masalah ini, kami tidak memberitahu mereka dan kalian berdua pasti tahu apa yang akan terjadi jika sampai mereka tahu, apalagi Ariel??? Apap tidak akan bisa menghentikan jika Ariel sudah bertindak, apalagi ini adalah perbuatan yang dilakukan oleh Camilla untuk kedua kalinya, Apap rasa Ariel tidak akan bisa begitu saja memaafkannya, bukan lagi akan mengirim Camilla jauh tetapi ada hal yang lebih buruk yang bisa Ariel lakukan untuk membuat Camilla Jera.” Pungkas Aditya.


“Terima kasih Pap, karena Apap menjaga ini dari Papa Iel.”


“Sekarang, kita sudah tahu ternyata Camilla masih ada di sini jadi Apap berharap kau bisa menjaga dan melindungi istrimu, kita tidak bisa menebak apa yang ada di kepala Camilla, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Jadi kau jangan sampai lemah Ky, jangan sampai dia mengetahui Di mana tempat tinggalmu dan Apap sarankan juga kalian jangan pergi ke apartemen. Jika tidak ada hal yang penting bisa saja Camilla masih tinggal disana.” ucap Aditya mengigatkan. Dan Kyros menganggukkan kepala nya.


##


Beberapa saat kemudian makanan pun di antar oleh 3 pelayan yang salah satunya adalah Camilla. Mereka meletakkan satu persatu makanan yang di pesan oleh keluarga Kyros. Aditya dan yang lainnya memilih diam dan tidak lagi membahas mengenai Camilla. Dan ingin berfokus makan, jika terus membahas Camilla yang ada mereka menjadi tidak nafsu makan.


Setelah makan sudah di sajikan, para pelayan itu keluar, meninggalkan Camilla. Kyros serta yang lainnya mulai menikmati makanan masing-masing dan tidak menyadari jika Camilla masih ada di ruangan itu. Camilla memandangi keempat orang itu dalam diam sembari menyembunyikan tangan kiri nya di belakang. Diam-diam Camilla mengeluarkan sesuatu dari dalam saku nya. Ternyata itu adalah pisau lipat. Camilla perlahan membuka pisau itu, dan pisau itu berkilat, menunjukkan ketajamannya begitu juga betapa lancip ujungnya. Camilla melangkah pelan mendekati Aditya yang sedang asyik menikmati makan malamnya.


Beberapa detik kemudian, Camilla mulai mengangkat pisau itu dan hendak menancapkan di leher Aditya bagian belakang. Gienka yang akhirnya menyadari nya langsung berteriak. “Apap......!!!!! Awas......!!!!”


Tetapi sudah terlambat, pisau itu sudah menancap pada Aditya. Sepersekian detik Aditya terlihat terkejut tetapi kemudian dia langsung terjatuh dari kursi. Camilla tersenyum lebar seolah dia merasa puas, lalu bergegas keluar dari ruangan itu.


Kyros dan Cahya langsung beranjak dari kursi. Begitu juga dengan Gienka. Aditya sudah tersungkur di antai dan bersimbah darah.


Kyros mendekati Aditya dan memeluk Apap nya itu. “Apap.....!!!!” Teriaknya. Cahya juga memeluk suaminya dan berteriak sambil menangisi Aditya. Darahnya begitu banyak.