I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 340



"Pa...???" Kyros tiba-tiba muncul dari belakang Gienka membuat Ariel terkejut dan bergegas berbalik badan memandangi menantu nya yang berdiri di depan pintu.


Kyros ternyata sudah berada di belakang Gienka saat istrinya itu masuk. Tadi dia memberitahu orang yang menghubunginya agar menghubungi lagi nanti dengan alasan dia sedang sibuk.Ketika orang itu mengiyakan, panggilan di akhiri dan Kyros menyusul Gienka di belakang istrinya. Kyros tentu mendengar semua ucapan Ariel pada istrinya mengenai dirinya. Tetapi Kyros tentu tidak akan terlalu mengambil hati karena dia sangat mengerti ketakutan dan kekhawatiran seorang ayah kepada putrinya. Memang apa yang kemarin dia lakukan itu bukanlah hal yang sepenuhnya benar, dia telah membuat semua orang khawatir.


Kyros tersadar dari lamunan nya dan dia bergegas menghampiri Ariel. Menyalami dan mencium tangan mertua nya dengan sopan. "Papa Iel apa kabar??" Tanya Kyros. "Maaf Pa, Kyros baru bisa pulang.." Ucapnya.


Ariel menatap tajam ke arah Kyros. Dia tidak menyangka jika menantu nya itu ada di hadapannya sekarang. "Kapan kau pulang??" Tanya Ariel datar.


Kyros melempar senyum. "Kemarin siang Pa." Jawab Kyros.


"Duduklah...!!" Perintah Ariel.


Kyros mengangguk dan dia bersama Gienka di sofa yang berada di ruangan itu. Ariel menawarkan minuman tetapi Kyros menolaknya, begitu juga Gienka, sehingga Ariel tidak jadi mengambil minuman dingin di kulkas ataupun meminta sekretaris nya membuat kan minuman hangat.


"Kau pulang tidak memberitahu kami??" Tanya Ariel masih dengan suara datar.


Kyros kembali melempar senyum. "Bahkan Gienka saja tidak tahu jika Ky akan pulang... Mafaf Pa, Ky memang ingin membuat kejutan untuk semua nya sehingga Ky tidak memberitahu siapapun ketika akan pulang, bahkan Ky menghu bunyi Apap saja sehari sebelum Ky berniat pulang, Apap mengirim pesawat untuk menjemput Ky, semua orang di rumah juga terkejut dengan kepulangan Ky.." Jawab Kyros.


Kyros menundukkan kepala nya untuk berapa saat tetapi kemudian memandang ke arah Ariel lagi. "Ky minta maaf Pa untuk hal yang kemarin, Ky tidak menghubungi kalian semua, membuat kalian khawatir bahkan Ky juga tahu Papa iel pasti marah sekali dengan Ky dan menganggap Ky tidak bertanggung jawab. Saat kembali Ky sudah di berirathu jika Gienka hamil, Ky sangat terkejut dan memutuskan bahwa Ky hrus segera pulang, tetapi syarat jika Ky ingin pulang adalah Ky harus menyelesaikan semua tugas dan pekerjaan Ky dari yang sudah di jadwalkan, Ky mengejar dan menyelesaikan semuanya dalam 1 setengah bulan dari rencana yang awalnya 3 sampai 4 bulan.. Ky mengejar itu hingga bahkan Ky benar-benar tidak bisa beristirahat dengan nyaman, Ky sengaja tidak menghubungi kalian semua karena Ky ingyv n fokus menyelesaikan pekerjaan Ky, tujuan Ky adalah Ky imhanya ingin pulang cepat sebelum Gienka melahirkan, sekali lagi Ky minta maaf!?"


Ariel menarik napasnya dan menghela nya menatap Kyros. "Ky, seharusnya kau bisa memberitahu kami apa yang akan kau lakukan, kami semua pasti akan mengerti.. Kau tidak memberi kabar sama sekali, bahkan mengirim email kepada Apapmu saja kau tidak menjelaskan secara detail, apa susahnya memberitahu, tidak ada 5 menit.. Setelah memberitahu alasannya, kau baru menyibukkan diri itu pasti tidak masalah.."


Kyros kembali menunduk. "Maaf Pa, Ky hanya memikirkan ingin pulang dan pulang saja, tidak berpikir sampai kesana."


Suara ketukan pintu mengalihan obrolan Ariel dann Kyros. Tak lama pintu di buka dari luar. "Iel..!!! Aku membawa berkas yang harus kau perik.....sa..." Danist terhenti dan mulutnya tertutup melihat siapa yang ada di depannya. "Kyros??"


Kyros tersenyum, beranjak dari sofa, dan memeluk Danist. "Ya, Papa Dan apa kabar??"


"Papa baik Ky, kapan kau pulang??? Kenapa tidak mengabari??"


"Baru kemarin." Kyros melepaskan pelukannya.


"Papa...!!! Gie lapar sekali, kita pergi makan siang bersama ya??? Papa Dan hubungi Mama ya???"


Danist tersenyum. "Baiklah,Papa akan hubungi Mama mu dan menjemputnya, kau ingin makan siang dimana??" Tanya Danist. Gienka pun menjelaskan jika dia ingin makan siang di restoran Papa nya, dimana saat ini Maysa berada. Ariel dan Danist setuju. Kemudian berangkatlah mereka. Dalam perjalanan nanti Danist akan mampir ke kantor Elea untuk menjemputnya.


Mereka akan makan siang bersama. Dan Kyros juga ingin meminta maaf kepada mertua nya karena membuat mereka khawatir akhir-akhir ini. Kyros pun sudah siap dengan kemarahan mereka padanya. Seperti hal nya kemarahan Ariel tadi. Kyros tidak sakit hati sama sekali dan menyadari bahwa apa yang di katakan Ariel ada benarnya. Orang tua manapun pasti akan khawatir melihat kondisi anaknya yang hamil, yang tidak mendapatkan perhatian dari suami nya. Kyros memaklumi hal itu, dan dia akan meminta maaf pada semua keluarga Gienka.


****


Malam harinya...


Setelah makan malam, Kyros mengajak Gienka duduk di rooftop sambil menikmati langit malam. Kyros duduk dan memandangi istrinya sembari senyum-senyum sendiri. Hati Kyros memandangi Gienka lebih menyenangkan di bandi,ng memandangi langit malam. Kyros sangat merindukan Gienka dan sekarang dia sudah bersama istrinya, membuatnya harus memanfaatkan ini dengan baik. Menatap, memandangi dan mengagumi kecantikan istrinya. Dalam kondisi hamil, Gienka semakin terlihat cantik. Dan Kyros senang, bayi yang di kandung Gienka seorang perempuan, dari foto usg nya, Kyros pastikan wajah bayi nya itu akan cantik dan mirip dengan Gienka.


Gienka menyadari suami nya sejak tadi memandang nya. "Kau kenapa???" Tanya Gienka.


"Tidak....!!" Jawab Kyros.


"Kenapa memandang ku terus??? Apa ada yang salah??"


Kyros tersenyum. "Tidak sayang, aku hanya ingin memandangi mu saja, sudah lama kan aku tidak bertemu denganmu, jadi ini adalah kesempatan yang bagus untukku.."


"Kau ini dasar...!!! Apa kau sudah memikirkan nama yang bagus untuk bayi kita???" Tanya Gienka.


"Sudah...!!" Jawab Kyros. "Kau ingin aku memberi nama yang berhubungan dengan benda langit kan?? Aku sudah memikirkannya..."


"Siapa??" Tanya Gienka lagi.


"Saat aku bertugas, aku sempat melakukan pengamatan terhadap sesuatu yang begitu jauh dari sana, dan saat kembali lalu mengetahui bahwa bayi kita perempuan, aku jadi terpikirkan bagaimana kalau aku menamai bayi kita dengan itu.."


"Iya, tapi apa??? Apa yang sempat kau amati??" Tanya Gienka. Kyros kemudian menyebutkan sebuah nama pada istrinya itu, dan menjelaskan apa yang sempat dia amati ketika bekerja kemarin. Kyros juga berniat menggabungkan nama nya dan nama Gienka nanti nya diantara nama bayi mereka. Mendengar itu Gienka tersenyum, dan menyukai nya.Dia setuju dengan usulan Kyros. Dan akan menamai bayi mereka dengan nama itu.