
"Mana ponsel dan tas kami????" Tanya Cyntia dengan suara ketus kepada security.
"Kaki akan memberikannya di luar, ayo cepatlah... "
"Tidak ada Aditya kan???" Tanya Mama Cyntia.
"Tidak ada... Kami hanya di minta melepaskan kalian, karena keluarga Axel sudah memaafkan kalian... " Security itu berbohong, padahal di luar Cyntia dan Mama nya di tunggu oleh Aditya, Axel serta yang lainnya.
Cyntia dan Mama nya tersenyum lalu mengucapkan syukur di dalam hati. Karena sepertinya Tuhan mengabulkan keinginan mereka agar tidak bertemu dengan Aditya yang sangat mereka benci.
Cyntia dan Mama nya di ajak melewati pintu samping. Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan yang melambat dari belakang mereka saat baru berjalan beberapa langkah keluar ruang ganti security itu. Dan keduanya menoleh ke belakang, mendapati ada Aditya yang tersenyum miring dan tatapannya seolah ingin membunuh.
"Siaalll kita di tipu Ma, ada Aditya... " Cyntia berbisik pada Mama nya.
Aditya berjalan mendekati mereka berdua, masih dengans senyum membunuhnya, dan juga lambaian tangannya seolah ingin menyapa sekaligus mengejek. "Hoooyyyy....!!! Happy Family... Daughter and his mom it's super super super loser.......!!!" Ucap Aditya di barengi dengan tepuk tangan yang lagi-lagi sengaja di lakukan untuk mengejek Cyntia dan Mama nya. Tak lama setelah itu, Ariel, Randy, Axel dan Papa nya juga muncul bersamaan ketika Cyntia dan Mama nya ingin berlari dan kabur menjauhi Aditya.
Ariel dan Randy dengan sigap menahan kedua nya. "Mau kemana nenek nenek tua???" Tanya Randy.
Aditya berdiri di depan Cyntia dan Mama nya, sementara Randy dan Ariel masih menahan kedua nya. "Usia kalian sudah tidak muda lagi, setidaknya manfaatkan sisa umur kalian untuk hal yang baik, agar dosa masalalu kalian di ampuni oleh Tuhan, dan agar Tuhan tidak menurunkan murka nya pada kalian... Apalagi anda!!" Aditya menunjuk ke wajah Mama Cyntia. Tatapan Aditya menajam.
"Lihatlah diri anda...! hanya tinggal menunggu hari dimana kematian itu datang, tetapi sejak dulu hingga saat ini sikap buruk anda, sikap suka merendahkan orang lain hingga sikap serakah itu tidak pernah hilang dari hati dan mulut anda.... Dan hal itu juga anda wariskan kepada anak dan cucu anda... Apa untungnya??? Selalu menjadikan mereka robot untuk memuaskan hasrat serakah anda, Anak-anak harus di ajarkan bersikap baik terhadap orang lain, bukan membawa mereka pada lubang neraka, dan itu juga di lakukan oleh Cyntia pada Celia... Aku tidak tahu bagaimana cara kalian berpikir sampai saat ini, hukuman dan peringatan dari Tuhan saja tidak kalian hiraukan, apalagi dari sesama manusia... Masuk telinga kanan keluar telinga kiri..." Ujar Aditya.
"Apa yang kau lakukan hari ini benar-benar mengusikku, padahal sejak dulu aku sudah mengingatkanmu agar jangan pernah berani mengikuti keluarga ku, jangan menyulut emosi mereka, tetapi kalian sepertinya masih toIoI dan tidak mengerti dengan ucapanku.."Teriak Aditya dengan sangat marah.
"Kau bukan siapa-siapa Axel, jadi berhentilah ikut campur.... " Sela Cyntia tidak kalah marah.
Aditya memalingkan wajah dan tertawa mengejek Cyntia. "Hahaha... Kau ini memang benar-benar toIoI, dan otakmu sudah lembek seperti tahu, bagaimana bisa kau mengatakan jika Axel bukan keluarga ku???? Dia calon menantu ku, dan sebentar lagi akan menikahi putriku, jelas dia adalah bagian dari keluargaku termasuk adik dan orang tua nya... Bahkan pertunangan mereka bulan depan.. Dan aku sangat tidak suka jika ada yang coba mengusik keluarga ku.." Uçap Aditya. Dia berjalan mengelilingi Cyntia dan Maman ya dan kembali tertawa mengejek mereka.
"Kegilaan apa yang kau miliki??? Dulu kau membuangnya, kau menolaknya karena otak serakah mu itu, kau menganggap dia tidak setimpal dan juga tidak sepadan, dia tidak banyak uang, tetapi kau lupa jika Tuhan itu bisa merubah segala nya hanya dalam hitungan detik jika dia mau... Dan sekarang Axel bisa mengangkat kepala nya dengan tegak, membuktikan ahmad penghinaan terhadapnya itu tidaklah benar, Tuhan memberinya anugerah untuk membungkam mulut manusia seperti kalian berdua... Dan seperti sihir, kalian datang untuk membujuknya kembali bersama putri kalian.. Seseorang yang mengalami penghinaan yang begitu dalam dan melukai, tidak akan pernah mau untuk kembali masuk ke dalam lubang yang sama.... Ingatan akan penghinaan itu selalu ada di hati nya selama nya, beruntung jika dia mau memaafkan, tapi jangan berharap dia bisa melupakan...!"
"Berhentilah untuk membual di depan kami, aku datang kesini untuk mencari putriku, karena dia masih mengharapkan Axel, maka kami pikir dia datang kesini,emang apa salahnya jika kami mencari nya disini??? Karena kami juga sudah mencari ke rumah teman-temannya tetapi dia tidak ada... Lagipula itu bukan rumahmu, kenapa kau yang banyak bicara, sedangkan pemilik rumahnya saja tidak mempermasalahkannya" Sahut Mama Cyntia.
"Siapa bilang aku tidak mempermasalahkan nya????" Axel akhirnya berbicara dan menghampiri Cyntia dan Mama nya.
"Itu adalah rumah ku dan orang tua ku, lalu kenapa kalian seenaknya mengacak-acaknya dan menakuti adikku??? What do you think??? And but why....????? kenapa melakukan ini??? Itu rumah kami, seburuk apapun rumah itu di mata kalian setidaknya miliki lah adab ketika ingin berkunjung dan masuk???? Rasanya sudah cukup selama ini aku dan keluarga ku diam ketika kalian terus berusaha menginjak-injak harga diri kami!!"
Cyntia tersenyum. "Tidak Axel sayang... Bukan begitu, kami tadi khilaf dan bingung harus kemana lagi mencari Celia... Tante pikir dia ada bersama mu, dia sangat mencintai mu dan ingin kembali denganmu jadi mungkin..... " Cyntia belum selesai berbicara tetapi sudah di tahan oleh Axel agar tidak lagi melanjutkan bicara nya.
Axel terdiam sesaat dan menatap jijik ke arah Cyntia dan Mama nya bergantian. Ada perasaan marah, kecewa dan juga rasanya dia ingin mengumpat serta memukul kedua nya, tetapi Axel tahu dia tidak boleh melakukannya mengingat keduanya adalah orang tua dan juga wanita. Bagaimana pun dia harus bisa menahan diri.
"Memang benar Celia datang menemuiku dan mengatakan masih mencintaiku, tetapi aku tidak peduli lagi... Dan sikapnya hari ini semakin membuktikan bahwa dia memang tidak layak untuk bersama ku dan menjadi pasanganku, dia sudah menunjukkan sikap asli nya di depanku, sikap itu adalah sikap yang sangat aku benci.. Selama perjalanan kesini, aku menyimpulkan bahwa sikap itu ternyata memng di wariskan oleh kalian berdua kepada nya... Emotional, bad attitude dan ringan tangan... Aku sangat membenci nya...."
"Benar kata om Aditya, kalian itu sudah tua, jadi segera lah ingat Tuhan dan bartaubat, entah sudah berapa juta kali, kalian berdua menggunakan mulut kalian untuk menghina orang lain, dan aku sangat yakin mereka yang pernah kalian hina 95% pasti merasa sakit hati kepada ucapan kalian dan enggan untuk memaafkan, hal itu akan membuat kalian nanti meninggal dalam keadaan terhina, terhina di hadapan mereka juga terhina di hadapan Tuhan.. Berhentilah menyakiti orang lain dengan hinaan dari mulut serta dikamar arogansi kalian, sebelum Tuhan benar-benar murka dan menghukum kalian dengan sesuatu yang menyakitkan.." Lanjut Axel lagi dengan suara penuh emosi.
Seorang security datang menghampiri Ariel dan memberikan sebuah ponsel. Ariel kemudian menyodorkannya pada Aditya. Aditya tahu ponsel itu berisi tentang apa. Dia pun membuka ponsel itu dan mengeraskan volume nya. Untuk sejenak semua nya terdiam dan mendengarkan dengan seksama isi rekaman suara dari ponsel itu. Rekaman itu ternyata berisi tentang percakapan Cyntia dan Mama nya tadi saat di ruang ganti security, dimana Ariel sudah menginstruksikan salah seorang security agar menyembunyikan sebuah ponsel untuk merekam suara Cyntia dan Mama nya di dalam ruangan itu, ponsel itu dalam keadaan mode pesawat, sehingga terhindar dari bunyi panggilan atau pesan masuk. Ariel sengaja mengadakan hal itu untuk mengetahui obrolan dari Cyntia dan Mama nya, sehingga bisa mengantisipasi jika ada niat jahat dari kedua manusia berkepala ular itu.
Sema orang masih memilih diam dan mendengarkan ocehan ibu dan anak itu di rekaman. Sementara kedua nya justru mengeluarkan keringat dingin, kesal dan merasa sengaja di jebak. Suara mereka ternyata di rekam. Dan Cyntia ketakutan juga karena tadi dia sempat merencanakan hal buruk terhadap Kyra.
Hingga akhirnya terdengar obrolan yang membahas mengenai melaporkan Aditya dan lainnya ke polisi.
***
Mama Cyntia : "Ya tidak ada salah nya sih.... Baiklah setelah kita keluar dari tempat ini kita cari Celia disana, dan kita laporkan Aditya dan teman-temannya itu ke polisi karena sudah memperlakukan kita seperti ini...!"
Cyntia :"Sudahkah Ma, kita jangan lagi mencari masalah dengan mereka, jika kita melaporkannya yang ada mereka akan berbalik membalas kita dan ujung-ujungnya, kita malah yang jatuh dalam masalah... Mereka sangat cerdik, dan punya seribu cara untuk menghancurkan orang lain, sudah cukup aku jatuh ke perangkap mereka... Aku tidak mau terulang lagi... Kita sudah banyak kehilangan karena mereka bertiga... "
Mama Cyntia: "Kau benar juga sayang.... Gara-gara si Aditya brengsek itu, kita mengalami kebangkrutan dan juga kita menderita selama bertahun-tahun..."
Cyntia: "Aku sangat menyesal sekali, kenapa aku dulu tidak langsung melempar si Kyros itu dari balkon... Supaya dia mati lalu hidup Aditya dan istrinya pasti akan hancur, dan si Cahya yang tolol itu akan menjadi kembali Gila seperti sebelumnya.. Setidaknya aku bisa mendapat kepuasan atas kematian Kyros, meskipun aku harus di penjara..."
Mama Cyntia: "Si Aditya itu semakin angkuh karena Kyros di eluh-eluhkan banyak orang gara-gara menjadi astronot muda yang pergi keluar angkasa....Itu prestasi yang sebenarnya tidak perlu di agungkan-agungkan.... Sangat tidak berguna... "
Cyntia: "Itulah kenapa, aku sangat menyesal, kenapa aku dulu tidak melemparnya saja dari balkon.... Saat ini bayi bodoh itu sudah dewasa dan tidak tinggal disini lagi... Ingin sekali rasanya aku menghancurkan hidup Kyra, karena dia, Axel menolak kembali dengan Celia... Awas saja Kyra... ".
****
Aditya menghentikan rekaman itu, dan wajahnya terlihat semakin marah sekali dengan apa yang baru saja di dengarnnya dari mulut Cyntia mengenai Cahya, Kyros dan juga Kyra. Aditya maju beberapa langkah mendekati Cyntia dan Mama nya dengan tatapan tajam. Hingga beberapa detik kemudian.
Plaaaaakkkkk.........!!!!!
Plaaakkkk.......!!!
Dua tamparan yang sangat keras mendarat di kedua pipi Cyntia hingga membuat Cyntia membungkuk dan berteriak kesakitan. Bekas merah langsung terlihat di pipi itu karena begitu kerasnya tamparan Aditya.