
Minuman yang ada di botol menyisahkan beberapa mili saja. Sementara Zayan benar-benar merasa pusing sekali dan dia akhirnya berani mengatakan pada Kyros untuk berhenti tidak lagi menuang sisa minuman itu ke gelas. "Habiskan sendiri saja Ky, aku bisa mati jika kau terus memaksaku meminumnya...! " Protes Zayan dengan suara yang mulai terdengar tidak seperti biasanya. Zayan sepertinya benar-benar mabuk, itulah yang ada di pikiran Kyros saat ini.
"Tidak Zay, kau tidak akan mati...! " Ujar Kyros dengan suara seperti orang yang sedang mabuk. Kyros berpura-pura mabuk walaupun sebenarnya tidak. Dia cukup kuat untuk minum banyak dan tidak mudah mabuk, itulah kenapa dia memilih jalan untuk menjebak Zayan dengan hal ini.
"Kau besok pasti akan memberitahu Kyra jika aku mabuk seperti ini, dan Kyra akan marah kemudian tidak mau lagi dekat denganku, kau pasti sengaja ya Ky mengajakku untuk minum-minum.... Kau sengaja...!! " Zayan mendorong Kyros yang ada di sampingnya dengan cukup keras membuat Kyros hampir jatuh, tetapi tubuh Kyros terhalang sofa.
"Tidak Zay... Aku tidak akan memberitahu Kyra, dia juga pasti akan memarahiku jika tahu aku sudah banyak minum denganmu, dia sangat membenci laki-laki yang mabuk... Kita sama-sama takut padanya...! Astaga aku pusing sekali..! " Kyros turun dari sofa dan duduk di lantai kemudian menyandarkan kepalanya di atas meja.
"Kau takut adikmu??? " Tanya Zayan yang juga kemudian ikut duduk di lantai.
Kyros mengangkat kepalanya. "Ya, aku takut dengannya, jika dia tahu dia akan memberitahu Amam dan Apap, lalu mereka tidak akan memberimu uang bulanan, aku bisa tidak makan sebulan...! "
Zayan tertawa hingga terbatuk-batuk. Zayan mencela Kyros dan mengatakan bahwa Kyros berbohong. Kyros tidak akan mungkin kelaparan meskipun seandainya orang tua nya tdak memberinya uang bulanan selama satu bulan. Karena Kyros masih memiliki banyak uang di rekeningnya itu bisa di buktikan setelah Kyros kemarin menawarkan akan memberinya uang senilai 14 ribu dollar atau sekitar 200 juta lebih agar dia mau meninggalkan Kyra. Itu artinya Kyros memiliki banyak sekali uang hingga berani menawarkan uang sebanyak itu kepada nya.
Kyros balik menertawakan Zayan dan mengatakan jika dia berbohong kemarin mengenai menawarkan uang. Kyros mengatakan jika dia hanya ingin mengetes Zayan saja. Dan sebenarnya jika kemarin Zayan menerima tawaran itu, Kyros akan menjual mobilnya untuk membayar Zayan agar menerima tawaran itu. Kyros mengatakan jika uang tabungannya tidak sebanyak itu disini, orang tua nya hanya memberinya uang untuk keperluan bulanan saja dan jumlahnya tidak lebih dari seratus juta setiap bulan.
"Aku menggunakan uangku hanya seperlunya saja, karena aku harus mengumpulkan banyak uang untuk membeli teleskop yang canggih...! Harganya mahal sekali, dan aku tidak mau meminta langsung kepada orang tua ku, aku ingin mengumpulkan uang bulanan dari mereka saja...!"
"Ah begitu ya.... Kau memang sangat cerdas dalam berpikir... Kau juga sangat menyayangi adikmu sampai kau ingin mengorbankan untuk menjual mobilmu, untung aku juga tidak kalah cerdas darimu dan aku juga tidak matre seperti yang kau pikirkan Ky... Aku menolak menerima uangmu, karena aku memang sangat mencintai Kyra, benar-benar mencintainya, bukan karena siapa orang tua nya.. Tetapi kau justru meragukan ketulusanku pada adikmu, kau benar-benar payah....! "
Kyros mengangkat kepala nya dari atas meja dan memandang Zayan sambil tersenyum. Dia kemudian memegang bahu kanan Zayan. "Kau tulus mencintai adikku??? Benarkah itu??? "
Zayan menyingkirkan tangan Kyros dari bahu nya dengan kasar kemudian berdiri. "Kenapa kau tidak mempercayaiku Ky???!!!!....??? " Teriak Zayan, kemudian dia membungkuk menatap Kyros, dengan kasar Zayan menarik tshirt Kyros, membuat Kyros terpaksa berdiri.
Zayan memegang dengan kasar tshirt Kyros dengan kedua tangannya, menatap tajam temannya itu dengan wajah penuh kekesalan. Sedangkan Kyros hanya memandangi Zayan dalam diam dan terus terlihat berpura-pura seperti orang yang sedang mabuk agar Zayan tidak mencurigai nya.
"Asal kau tau Ky, aku sebenarnya sudah sejak dulu menyukai adikmu, sejak kita masih SMP, aku sering ikut ke rumahmu hanya karena aku ingin melihat Kyra, tapi saat itu aku tidak berani, dan juga kita masih terlalu kecil untuk bisa saling menyukai, saat SMA aku sering memandangi nya dari kejauhan, adikmu terlalu tertutup dan jarang membuka diri untuk orang baru, dia hanya akan berbicara dengan teman-teman yang di kenalnya saja..!" Ujar Zayan dan melepaskan pegangan nya pada tshirt Kyros dengan kasar hingga Kyros terdorong.
Zayan berjalan sempoyongan dan langkahnya terhenti di depan pintu kamar Kyros. Zayan berbalik badan dan kembali memandangi Kyros dengan pandangan penuh kemarahan serta kekecewaan.
"Hingga akhirnya kau mengajakku pergi liburan bersama dengannya dan juga teman-teman yang lainnya, aku sangat senang sekali saat itu bisa berbicara dengan Kyra, bercanda dengannya meskipun dia masih menjaga jarak denganku, tapi aku cukup senang dan bahagia, sayangnya aku masih belum memiliki nyali untuk mendekati nya, aku menahan diri dan pada akhirnya kami harus terpisah lagi.. Tuhan mempertemukanku lagi dengan Kyra di acara reuni, dengan penuh keberanian aku mencoba mendekati nya, aku sangat bahagia ketika dia mulai membuka diri dan kami benar-benar mulai dekat, setiap hari aku semakin mencintai dan menyayanginya.. "
Zayan tiba-tiba saja mendekati Kyros lagi, dan langsung berjongkok kemudian merangkul kedua kaki Kyros, hal itu membuat Kyros terperangah untuk sesaat. "Ky....! Aku mencintai Kyra... Sangat mencintai nya, tolong ijinkan kami bersama Ky, please...??? Bukti apa lagi yang kau inginkan Ky?? Jika aku tidak benar-benar mencintainya dan hanya ingin mempermainkan nya, untuk apa aku jauh-jauh datang kesini hanya untuk meminta ijin darimu??? Kyra bilang kau adalah segalanya untuknya dan dia sangat menghormatimu, itulah kenapa aku memutuskan datang kesini untuk menemuimu, aku sangat mencintainya Ky..! " Zayan berujar sambil menangis memohon kepada Kyros serta terus memeluk kedua kaki Kyros.
Sementara Kyros terdiam. Dia mencoba mencerna semua yang di ucapkan oleh Zayan. Temannya ini seperti nya benar-benar memiliki cinta yang besar untuk Kyra. Orang bilang ucapan dari orang yang sedang mabuk adalah sebuah kejujuran, dan saat ini Kyros bisa memastikan bahwa Zayan memang mabuk berat, yang artinya semua yang di katakan Zayan adalah sebuah kebenaran. Zayan mencintai Kyra. Kyros sudah mendapatkan jawabannya sekarang.
Kyros melempar senyum tipis, kemudian dia berjongkok dan meminta Zayan agar berdiri. "Ayo Zay berdiri... Kita sepertinya mabuk berat, lebih baik kita pergi tidur...! " Ucap Kyros.
Zayan melepaskan pelukannya pada kaki Kyros kemudian berdiri. "Aku tidak mau tidur Ky....! " Zayan setengah berteriak.
"Aku mencintai Kyra, berikan lampu hijau untuk hubungan kami, aku akan membahagiakannya dan menjaga nya, aku tidak akan menyakitinya... Aku sangat mencintai Kyra.!! " Ujar Zayan lagi tetapi kemudian Zayan terjatuh di atas sofa, beruntungnya sofa di apartemen Kyros ini membentuk letter L serta tidak memiliki pembatas samping, jadi Zayan langsung tengkurap di atasnya dan tidak ada gerakan lagi dari tubuh lelaki itu.
Kyros membungkuk untuk mengecek Zayan, dan terdengar dengkuran dari lelaki itu. Kyros terkekeh, sepertinya mabuk berat membuat Zayan tertidur. Kyros kemudian pergi ke kamarnya dan mengambil selimut kemudian kembali menghampiri Zayan dan menyelimuti temannya yang sudah tidur itu. Kyros membiarkan Zayan tertidur di sofa, dan dia memilih ke kamarnya untuk beristirahat juga. Kyros sudah mengambil sebuah keputusan untuk hubungan Kyra dan Zayan tetapi dia masih harus memastikan dan memberi Zayan beberapa pertanyaan lagi baru setelah itu akan memberikan keputusannya.
^^°°^^°°
Keesokan harinya.....
Zayan membuka matanya, dan hal pertama yang di rasakan nya adalah pusing yang luar biasa. Zayan mencoba mengembalikan ingatannya semalam, dan dia juga mengernyit ketika mendapati dirinya tidur di sofa serta berada di tempat yang menurutnya asing. Zayan memilih diam di posisinya yang masih tengkurap. Satu persatu ingatannya terkumpul, dia berada di apartemen Kyros dan semalam dia duduk bersama Kyros. "Duduk....!! Du... dukk... " Gumam Zayan mengingat-ingat.
Sedetik kemudian Zayan terlonjak ketika melihat di atas meja ada botol minuman dan langsung berdiri karena teringat jika semalam dia minum-minum bersama Kyros, sekarang kepala nya yang pusing, mengartikan bahwa semalam dia pasti mabuk berat.
Zayan memegang perutnya karena dia merasa perutnya sedang bergolak dan Zayan ingin muntah. Dengan cepat Zayan mengetuk pintu kamar Kyros. Dia harus segera ke kamar mandi, kamar mandi disini hanya satu dan hanya berada di kamar Kyros. Dia harus menahan rasa malu nya, karena jika tidak, dia bisa muntah dan akan bertambah malu lagi kepada Kyros.
Karena tidak ada jawaban dari dalam, Zayan perlahan membuka pintu kamar itu dan ternyata Kyros tidak ada di kamarnya. Zayan lekas masuk tetapi langkahnya terhenti ketika pintu kamar mandi terbuka dari dalam, dan Kyros keluar dari sana. "Zay.... Kau sudah bangun??? " Tanya Kyros sambil mengusap kepala nya dengan handuk.
Zayan mengangguk dan tersenyum tipis kemudian dia menangkup kan kedua tangannya, meminta maaf kepada Kyros lalu berlari menyingkirkan tubuh Kyros yang masih ada di depan pintu. Kyros merasa bingung, tetapi belum sempat bertanya lagi, Zayan sudah masuk ke kamar mandi nya dan menutup pintu. Beberapa detik kemudian Kyros bisa mendengar dengan jelas bahwa di dalam kamar mandi sepertinya Zayan sedang muntah-muntah. Jelas sekali suara nya. Seolah mengerti bahwa hal itu pasti terjadi pada orang yang habis mabuk berat. Kyros tersenyum kemudian dia melempar handuknya ke tempat tidurnya dan berjalan menuju meja belajarnya. Kyros membuka laci yang ada di meja itu dan mengambil sebuah kotak. Kyros membuka kotak itu lalu mencari sesuatu. Setelah menemukannya, Kyros meletakkan di atas meja dan dia hendak keluar dari kamarnya, tetapi Kyros terhenti ketika ponselnya berbunyi.
Kyros berbalik badan dan mengambil ponselnya yang tergeletak bdiri atas tempat tidur. Panggilan dari Gienka. Kyros tersenyum dan mengangkatnya. "Hai Gie...!! " Sapa Kyros.
"Morning Ky...! Kau sudah bangun atau masih di atas tempat tidur??? " Tanya Gienka.
"Aku sudah bangun sejak tadi dan sudah mandi, aku akan membuat sarapan untukku dan juga Zayan, ada apa menelepon ku pagi-pagi??? Kau kangen ya??? "
Gienka tertawa. "Kepedean...! Jangan siapkan apapun, Aku menelepon ku karena aku dan Kyra sekarang sedang jalan menuju apartemenmu, aku membuat sarapan untukmu dan Zayan, maybe 10 sampai 15 menit kami akan sampai kesana..! Tunggu ya??? "
Kyros mengernyit. "Sarapan??? "
"Iya Ky... Sudah ya?? "
"Eh tunggu-tunggu... Kalian kenapa jalan kaki??? Kenapa tidak naik taksi saja??? Kyra kan ada kuliah pagi???"
"Aku dan Kyra ingin jalan pagi, jadi kami tidak naik taksi, dan Kyra juga sudah membawa pakaian ganti, dari apartemenmu dia akan pergi ke kampus... "
"Aiissshhh... Oke tunggu disitu aku akan menjemput kalian..! "
"Jangan Ky... Tadi aku sudah bilang jika kami ingin jalan pagi, kau jm tidak perlu menjemput kami, tunggu saja dan siapkan saja piring di atas meja makan... Bye...! " Gienka menutup panggilannya.
Kyros hanya bisa menghela napasnya. Bisa-bisa nya masih selagi ini, Gienka dan Kyra sudah keluar dari apartemen dan jalan menuju kesini. Kyros keluar dari kamarnya, dia teringat jika di atas meja masih ada botol minuman yang semalam dia minum bersama Zayan, kedua gadis itu tidak boleh melihat botol-botol itu dan bekas dia minum bersama Zayan. Kyros harus segera membersihkannya agar tidak menimbulkan kecurigaan dari Kyra dan Gienka. Karena kedua gadis itu bisa marah besar jika tahu bahwa semalam dia dan Zayan minum-minum.
"Aku berharap nanti Zayan sudah berhenti muntah dan membersihkan mulutnya dengan baik agar tidak tercium bau alkohol dari mulutnya.. " Gumam Kyros dalam hati.
Kyros kemudian ke ruang tengah dan membereskan meja yang berantakan dan kotor dengan kulit kacang serta beberapa bungkus snack yang tadi malam di konsumsinya bersama Zayan. Baru setelah itu dia akan menyiapkan meja makan, piring dan gelas seperti yang di perintahkan oleh Gienka tadi.
°°°°°°
Zayan keluar dari kamar mandi, dia sudah terlihat segar setelah mandi, meskipun kepala nya masih terasa pusing, dan perutnya masih sedikit bergolak. Ini pertama kalinya dia merasakan ketidaknyamanan di tubuhnya karena mabuk. Sebelumnya dia tidak pernah mabuk seberat ini, dan hanya merasa pusing saja ketika malamnya minum bersama teman-temannya, itupun hanya menghabiskan dua sampai tiga gelas biru atau wine. Sementara semalam sepertinya dia sudah menghabiskan satu botol tequilla, hingga membuatnya jadi seperti ini.
Bersamaan dengan itu, pintu di buka dari luar. Kyros masuk dan melempar senyumnya pada Zayan sambil membawa segelas air dan sebuah pisang. "Kau sudah mandi Zay??? Bagaimana?? Apa kau sudah merasa lebih baik??? " Tanya Kyros.
"Sorry Ky... Sepertinya semalam aku mabuk dan maaf jika aku menggila, aku benar-benar tidak ingat dengan apa yang sudah aku lakukan tadi malam, aku hanya ingat jika kita sudah minum terlalu banyak.. Itu saja...! "
"Aku juga minta maaf padamu Zay, semalam sudah mengajakmu menghabiskan sebotol tequilla itu, bukan kau saja yang mabuk, aku juga...! " Ucap Kyros seraya mengambil sesuatu yang tadi di carinya di laci. "Ambil ini...! " Kyros menyodorkan pisang dan segelas air kepada Zayan.
"Habiskan pisang ini dan minumlah obat ini, itu bisa membantu mengurangi pengaruh, sebentar lagi Kyra dan Gienka akan sampai untuk sarapan bersama kita jadi aku harap kita berdua tidak berulah dan membahas yang terjadi semalam, karena kalau tidak, kedua gadis itu akan seharian menceramahi kita, kau mengerti maksudku kan??? " Tanya Kyros.
Zayan tersenyum dan menganggukkan kepala nya. "Iya Ky, thanks untuk obatnya, aku akan meminumnya...! "
"Tapi makan dulu pisangnya agar perutmu terisi, aku akan ke dapur untuk menyiapkan semuanya, pastikan juga kau tidak bau alkohol atau mereka akan curiga... " Kyros kemudian pergi keluar kamar lagi meninggalkan Zayan.