I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Episode 273



"So you have two cell phones???" Tanya Arindah ketika dia melihat Naufal mengeluarkan dua ponsel dari saku nya. Saat ini mereka hanya berdua saja, karena tadi Vineet dan Sanne pergi ke kamar untuk mandi. Sedangkan Rana turun untuk membantu Gienka menyiapkan makan malam.


"No Ma..!!" Jawab Naufal. "I only have one, while this one is Leona's..." Lanjutnya lagi. Ternyata ponsel yang satunya adalah milik Leona yang tertinggal di apartemen.


"Leona???" Tanya Arindah sambil melempar senyum. "I've only seen her once when she was dragged away by those two men.. So I don't know her, Vineet says Leona is your girlfriend, how are you related??? And what exactly is going on???" Arindah hanya satu kali melihat Leona saat di bawa oleh kedua orang itu jadi dia tidak tahu seperti apa Leona. Arindah di beritahu oleh Vineet bahwa Leona adalah kekasih Naufal. Arindah kemudian bertanya bagaimana hubungan kedua nya, dan apa yang terjadi sampai kedua orang itu harus membawa Leona.


"She is my girlfriend, and I love her very much, but it looks like our relationship has to end." Naufal menjawab jika Leona memang kekasihnya. Dan dia sangat mencintai perempuan itu, tetapi hubungan mereka harus berakhir.


"Ended??? But why???" Tanya Arindah.


"Leona's family doesn't like me, and I want Leona to be happy if she does have to marry someone else. . I don't want this relationship to continue to be forced, instead I will destroy a family, I don't want Leona to become a disobedient child, even though we love each other, but this cannot be continued, I am happy that she is now home again.. I'm not even sure I can make her happy later." Naufal memberitahu Arindah bahwa Keluarga Leona tidak menyukai nya dan dia ingin Leona bahagia jika Leona memang harus menikah dengan orang lain. Naufal tidak mau jika hubungan ini terus di paksakan, yang ada justru dia akan menghancurkan sebuah keluarga yaitu keluarga Leona, dia tidak mau Leona menjadi anak yang durhaka. walaupun mereka berdua saling mencintai, tetapi ini tidak bisa untuk di lanjutkan. Naufal senang Leona sekarang pulang lagi. Karena dia bahkan belum tentu yakin bisa untuk membahagiakannya nanti.


"Why doesn't Leona's family like you???" Tanya Arindah, kenapa keluarga Leona tidak menyukai Naufal.


Naufal melempar senyum, kemudian menunduk dengan sedih. "Because I'm just an ordinary person, Leona's family has everything and Leona is also the CEO of her parents' company.." Naufal menjelaskan jika dia hanya orang biasa, sedangkan keluarga Leona memiliki segalanya juga Leona adalah CEO dari perusahaan keluarga nya.


Arindah menatap putranya. Dia bisa a melihat kesedihan disana dan langsung mengerti maksud dari ucapan Naufal. "Okay I see what you mean.. So you guys loved each other all along??" Tanya Arindah. Dia mengungkapkan bahwa sepertinya Leona dan Naufal saling mencintai.


"Yes, we love each other, Leona even left home to look for me and chose to be with me, that's why yesterday's incident happened, Leona's family was angry with me thinking I kidnapped Leona, even though she came alone." Ujar Naufal. Dia sangat mencintai Leona dan mereka saling mencintai satu sama lain. Naufal bercerita jika Leona meninggalkan rumah nya dan menemui nya lalu memutuskan untuk tinggal bersama nya menolak untuk pulang. Lalu terjadilah insiden kemarin dimana keluarga Leona menganggap bahwa dia telah menculik Leona, mereka marah, padahal Leona datang sendiri ke apartemennya dan memutuskan untuk tinggal bersamanya.


Naufal mencoba tersenyum meskipun hatinya sangat pedih. "Oh yeah, Mama and Papa are definitely going back to Indonesia right???" Tanya nya pada Arindah mengenai apakah orang tua nya itu akan kembali ke Indonesia. Dan Arindah tersenyum lalu mengangguk.


Naufal membalas senyuman ibunya. "Can I come??? I don't want Leona to come back looking for me, I want her to also start her new life without me, I can come home with you guys right???" Dia ingin ikut orang tua nya ke Indonesia, supaya Leona tidak mencari dan menemukannya lagi. Dan Leona nantinya juga bisa memulai hidup baru tanpa nya.


"Of course, we came here to pick you up, so we'll take you home with us, but you have to be really healthy first, because the trip to Indonesia is very long, we don't want to rush you, we'll wait until you're healthy and recovered.. " Tentu saja Arindah dan Vino akan membawa Naufal pulang. Karena tujuan mereka datang kesini adalah ingin membawa anak mereka pulang. Tetapi mereka tidak mau mengambil resiko dengan buru-buru membawa nya pulang karena Naufal harus benar-benar sembuh terlebih dulu, benar-benar sehat. Perjalanan ke Indonesia sangat lama dan melelahkan. Sedangkan luka yang di derita Naufal juga harus benar-benar kering.


Naufal tersenyum. Dia memeluk Arindah dengan perasaan bahagia. Sampai saat ini dia tidak menyangka jika dia masih memiliki keluarga bahkan orang tua, mengingat selama ini dia beranggapan orang tua nya sudah meninggal pada kecelakaan itu tetapi ternyata mereka sudah kehilangan dirinya sejak lama. Dan Naufal bisa merasakan kesedihan dan penderitaan kedua orang tua nya selama dia hilang. Baik dia dan keluarga nya pasti selama ini menderita bathin yang begitu dalam.


Arindah melepaskan pelukannya, Ada airmata di pipi nya dan Naufal menyeka nya. Kemudian memintanya agar tidak lagi menangis karena mereka sudah bersama dan itu harus di syukuri. Arindah mengangguk dan menciumi seluruh wajah Naufal, mengungkapkan berapa bahagianya dia saat ini. Kemudian dia meminta agar Naufal meminum obatnya lalu beristirahat supaya bisa aceoat sembuh, dan obat itu juga bisa membuat luka bekas operasinya cepat mengering.


Seperti anak kecil, Naufal pun menurut. Dan Ari dah membantunya dengan baik. Setelah minum obat, dia berbaring dan Arindah menyelimuti nya. Mengusap keningnya hingga dia benar-benar terlelap.


Arindah mengambil ponsel milik Naufal dan juga milik Leona. Dia melihat isi ponsel itu. Ketika baru di buka layar ponsel milik Naufal menunjukkan wallpaper Naufal dengan Leona. Mereka saling memeluk dan tersenyum penuh kebahagiaan. Arindah mencoba membuka galeri yang ada di ponsel anaknya itu, begitu juga yang ada di galeri ponsel Leona. Lagi-lagi dia mendapati foto Leona dan Naufal, dan ada banyak juga foto Leona di dalam ponsel itu, menandakan bahwa Naufal memang sangat mencintai perempuan itu. Selain senyuman dan tawa, wajah kedua nya berbinar menunjukkan berapa mereka saling mencintai satu sama lain.



















Melihat semua itu, memang hanya satu kesimpulan yang di ambil Arindah bahwa Naufal sangat mencintai Leona. Tetapi dia mencoba memahami keputusan yang di ambil Naufal. Dan tidak tahu bagaimana hubungan itu berjalan di tengah penolakan yang ada. Kedua nya pasti mengalami kesulitan. Perbedaan yang kedua nya hadapi memanglah cukup signifikan, mengingat mungkin Naufal hanya seorang pengantar pizza yang pasti oenghasilannya jauh dari penghasilan Leona yang seorang pemimpin perusahaan.


Arindah menitihkan airmata nya. Andai saja dulu putra nya ini tidak hilang mungkin dia tidak akan pernah mengalami penolakan dalam perjuangannya mendapatkan cinta.


"Dia sudah tidur???" Tanya Vino yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar, membuat Arindah terlonjak karena terkejut.


Vino menghampiri Naufal yang sedang terlelap, mengusap kepala anaknya itu dengan lembut lalu mengambil sebuah kursi yang ada di depan meja rias, dan duduk menatap Naufal dalam senyumnya, dia kemudian menatap istrinya. "Kau menangis???" Tanya Vino.


Arindah menggelengkan kepala nya. "Aku baru saja mengobrol dengannya, dan aku bertanya tentang Leona..! Dan juga insiden yang menimpanya kemarin.."


"William baru saja pergi, dia sudah mendapatkan semua informasi tentang anak kita dan hubungannya dengan perempuan bernama Leona itu.. Dan orang-orang yang memukulinya itu ternyata adalah orang-orang yang di minta oleh orang tua Leona untuk membunuh anak kita.. " Ucap Vino.


"Ya tadi dia bercerita tentang itu, mungkin ada kesalahpahaman saja, mereka mengira dia menculik Leona, padahal Leona yang datang sendiri kepada nya dan di minta pulang tidak mau..!" Ujar Arindah.


"Apa hanya itu saja yang dia ceritakan padamu???" Tanya Vino pada sangat istri.


"Ya, hanya itu saja... Dan dia mengatakan bahwa dia sangat mencintai Leona, tetapi dia tidak mau Leona menjadi anak durhaka hanya karena dirinya. Dia tahu orang tua Leona tidak setuju dengan hubungan mereka, jadi dia untuk saat ini memilih mundur dan ingin pulang bersama kita, agar Leona tidak lagi mencarinya... "


"Baguslah jika putra kita ini memutuskan untuk menjauh dari perempuan itu.. Dan semua penderitaannya akan berakhir, dia tidak akan lagi di siksa terus menerus secara sembarangan oleh orang lain.."


Arindah terlonjak. "Disiksa terus menerus???? Apa maksudnya???"


Vino kemudian menceritakan semua hasil penyelidikan William mengenai hubungan Naufal dan Leona. Dan bagaimana sikap orang tua Leona terhadap Naufal selama ini, dan sering sekali melakukan kekerasan hanya agar Naufal meninggalkan Leona. Itu tidak hanya sekali saja tapi sudah berulang kali, hanya saja Naufal orang yang tidak ingin semakin menambah keributan dan memilih diam tanpa membalasnya. Dan sudah sering kali Naufal meminta agar mereka berpisah tetapi entah bagaimana mereka selalu saja kembali bersama hingga beberapa kali Naufal pergi dari kota satu ke kota lainnya untuk menjauhi Leona. Dan semua itu adalah ulah dari keluarga Leona. Selama ini mereka lah yang membuat hidup Naufal dalam kesulitan.


"Jadi mereka selama ini memperlakukannya dengan begitu buruk???" Seru Arindah.


"Ya, putra kia sudah banyak mengalami penderitaan dan perjuangan hidup yang tidak mudah selama ini, tetapi semua itu semakin bertambah ketika dia bertemu dengan Leona.. Dan hanya karena seorang perempuan, kehidupan putraku selalu dalam penderitaan... Putraku terlalu luar biasa untuk perempuan seperti Leona itu, dan aku akan pastikan mereka akan menyesal sudah menolak dan menyiksa nya selama ini, aku akan membuat Naufal ku menjadi laki-laki yang punya harga diri mulai saat ini, dia tidak akan di hina dan di cari kesalahannya lagi... Mereka tidak tahu bahwa Naufal ku adalah pewaris dari seluruh kerajaan bisnisku yang jauh lebih besar dari perusahaan mereka... "


Arindah mulai terisak. Membayangkan betapa sulitnya kehidupan Naufal selama ini dan mengalami penderitaan sekejam itu. "Andai saja dulu kita tidak kehilangan dia, pasti semua itu tidak akan terjadi..." Arindah memeluk Vino dan tersakiti di pelukan suaminya.


"Itu tidak akan terjadi lagi, aku yang akan merubah kehidupan Naufal kita sekarang... Tuhan sudah mengembalikannya kepada kita, dan aku akan mulai melakukan tugasku sebagai ayahnya untuk membuatnya menjadi seseorang yang punya harga diri dan tidak akan ada yang berani menghina dan menginjak-injak harga dirinya.... Kita akan membawa nya pulang dan melupakan segala penderitaannya disini termasuk dengan perempuan bernama Leona itu... Aku akan menunjukkan pada mereka bahwa Naufal kita sangat berharga dan akan membuat bungkam mulut mereka suatu saat nanti...." ujar Vino dengan penuh keyakinan. Baginya sudah cukup penderitaan yang di hadapi anaknya selama ini. Dan dia pasti akan membalas keluarga Leona suatu saat nanti. Yang terpenting saat ini adalah membawa Naufal pulang dan sampai di Jakarta dia akan mulai membuat anaknya itu banyak belajar dengannya untuk menjadi seseorang yang bisa memimpin perusahaan besar.


★★★


Sekitar 2 minggu kemudian.........


Naufal akhirnya sudah membaik dan sudah sembuh sehingga dia akan ikut kembali ke Indonesia bersama dengan Vino dan Arindah. Dan sekitar seminggu yang lalu Vitto, Rana, Sanne dan Vineet sudah pulang lebih dulu. Karena Vineet harus mengurus banyak hal untuk persiapan kelulusannya, begitu juga dengan Vitto, Rana dan Sanne yang harus kembali mengurus pekerjaan mereka. Sehingga mereka harus kembali lebih dulu. Walaupun Vineet masih ingin bersama kakaknya tetapi dia tetap harus kembali ke Indonesia. Karena saat itu kondisi Naufal belum membaik, sehingga Vino dan Arindah memutuskan untuk tetap tinggal di rumah Kyros dan Gienka sampai memastikan Naufal benar-benar membaik. Dan sebagian barang milik Naufal seperti pakaian, dan buku juga sudah di bawa oleh rombongan Vitto. Sebagian lagi di bawa hari ini. Dan untuk kenyamanan Naufal selama perjalanan, Vino juga kembali meminta bantuan Aditya dengan mengirimkan pesawat untuk membawanya pulang bersama Arindah dan Naufal. Mengingat Aditya punya pesawat pribadi dengan kamar di dalamnya sehingga nanti Naufal bisa istirahat dengan nyaman tanpa perlu lama-lama duduk.


Karena ini hari Minggu, Kyros libur dan dia akan mengantar Vino, Arindah dan Naufal ke airport bersama dengan Gienka. Mereka berlima keluar dari rumah. Dan Kyros mengernyit ketika melihat ada mobil Porsche berwarna biru di depan rumahnya. Karena dia tidak tahu itu milik siapa. "Mobil siapa??? Apa ada tamu???" Tanya Kyros pada Gienka yang ada di sebelahnya.


Vino tersenyum dan memberikan sesuatu pada Kyros, yang ternyata saat Kyros melihatnya itu adalah sebuah kunci mobil. "Ini kunci mobil siapa Uncle???" Tanya Kyros pada Vino.


"Itu adalah mobil untukmu dan Gienka, hadiah dari Uncle dan kami semua... Ini pilihan Vitto, dia memilihnya untukmu sebelum. pulang.. "


. Kyros terperangah begitu juga dengan Gienka. "Untukku??? Tapi untuk apa Uncle??? Aku sedang tidak berulang tahun, Gienka juga tidak sedang ulang tahun??"


"Hadiah untuk kalian berdua karena kami sudah merepotkan kalian selama lebih dari satu bukan ini, kalian memberi tempat tinggal yang nyaman dan menerima kami dengan sangat baik disini... " Ucap Arindah.


"Ya Tuhan... Kenapa harus memberi hadiah segala??? Kalian adalah keluarga kami juga, jadi memang seharusnya kami memperlakukan kalian dengan baik... Tidak perlu membalas dengan hadiah mewah seperti ini.. "


Vino memegang pundak Kyros dan tersenyum. "Ky... Uncle harap kau jangan menolak ini, karena uncle tidak tahu harus memberimu hadiah apa yang pantas, karena kau dan Gienka lah kami bisa menemukan harta karun kami yang sangat berharga di dunia ini yaitu Naufal.. Jika kau dan Gienka tidak tinggal disini dan jika saja kalian berdua tidak menerima kedatangan Vitto, Rana, Sanne dan Vineet disini, mungkin kami tidak akan pernah bertemu dengan Naufal lagi..."


"Uncle... Kalaupun Uncle dan Aunty di takdirkan untuk bertemu Naufal pasti akan tetap di pertemukan dengan cara yang lain...? Dan ini mungkin hanya kebetulan saja, Naufal datang mengantar pizza kesini.. " Ucap Kyros.


"Aku tahu Tuhan sengaja menjadikan kalian berdua sebagai jembatan untuk kami bisa menemukan Naufal, jasa kalian luar biasa untuk kami semua, ini hadiah untuk kalian, dan uncle akan memikirkan juga hadiah untuk Aditya nanti karena menyarankan Vitto menginap disini, please jangan di tolak, kalian harus menerima nya.. Besok Gienka juga sudah mulai bekerja kan?? Dia pasti butuh kendaraan untuk pulang pergi... "


Kyros tersenyum dan memeluk Vino. Mengucapkan Terima kasih atas hadiah yang sudah di berikan oleh teman baik Apap nya itu. Padahal seharusnya tidak perlu seperti ini. Kyros tahu mobil ini harganya sangat mahal sekali.


"Kalian bisa memakai nya nanti kalau sudah dari bandara, karena hanya ada dua kursi penumpang di mobil itu, jadi tidak muat untuk kita berlima.. Hehehe" Vino tertawa dan yang lainnya juga tertawa. Mereka pun memasukkan barang-barang ke bagasi mobil Kyros sendiri. dimana memang bisa muat untuk 5 orang. Lalu mereka pergi ke bandara dengan Kyros yang mengemudikannya.


***


Dan sampailah mereka di bandara. Semua koper di turunkan. Kyros membantu Vino. Setelahnya Vino berpartisipasi


mitan dan mengucapkan Terima kasih kepada Kyros dan Gienka atas apa yang sudah mereka lakukan dan penyambutan yang luar biasa selama mereka disini. Kyros memeluk Vino dan juga mencium tangan Arindah. Hal yang sama juga di lakukan Gienka. Lalu Kyros memeluk Naufal.


"You should enjoy your time in Indonesia, they will all help you remember your childhood... Many of our friends over there can't wait to meet you.. " Ucap Kyros. Dia meminta Naufal untuk menikmati waktunya dengan baik di Indonesia karena di sana teman-teman yang lain juga sudah menunggu untuk bertemu dengannya dan akan membantunya mengingat kenangan masa kecil mereka.


"Thank you Ky, you have been very instrumental in my life, it's sad to say goodbye to you, I will definitely miss chatting with you a lot.. " Naufal mengucapkan Terima kasih kepada Kyros dan mengatakan bahwa Kyros orang yang sangat berharga dalam kehidupannya. Dia akan sangat merindukan berbincang dengan Kyros.


"Don't worry, next month I will go back to Indonesia because my sister is getting married, we will meet again there. Take good care of yourself.. " Kyros memberitahu Naufal agar tidak perlu khawatir bulan depan dia akan pulang karena adiknya akan menikah. Sehingga nanti pasti akan bertemu lagi dengannya.


"Yes, I'll wait for you to come home, you also take good care of yourself, and take care of your wife, may you always be happy.. " Naufal akan menunggu. Dia meminta Kyros untuk menjaga diri dengan baik, menjaga Gienka dan mendoakan mereka bahagia selalu.


"Yes Thank you, also enjoy your time with your family and the people who love you.. " Ucap Kyros. Kemudian melepaskan pelukamnya pada Naufal. Dia berharap Naufal menikmati waktunya dengan baik bersama keluarga nya disana dan orang-orang yang menyayangi nya. Gienka kemudian menyalami Naufal dan mengatakan hal yang sama seperti Kyros, agar Naufal bisa menikmati kebersamaan dengan keluarganya dan mendo'akan Naufal agar betah tinggal disana.


Vino, Arindah dan Naufal pun mengucapkan sampai jumpa pada Kyros dan Gienka. Kemudian mereka masuk ke bandara.