I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 329



Kyra kembali masuk ke kamar sambil membawa sebuah testpack miliknya dulu yang masih tersisa satu. Kyra memberikan itu pada dokter dan kemudian dokter meminta Gienka untuk melakukan test kehamilan, untuk melihat apakah Gienka memang saat ini sedang hamil atau tidak. Gienka sebenarnya masih shock, bagaimana mungkin dia hamil. Gienka pun turun dari tempat tidur dan Cahya membantunya berjalan menuju kamar mandi. Kemudian menutup pintu nya.


Gienka melakukan test kehamilan dengan testpack dari Kyra dan mengikuti petunjuk yang tertulis di bungkus nya. Dia harus buang air kecil dan menggunakan alat itu lalu menunggu nya beberapa menit untuk melihat hasilnya.


Sambil menunggu, Gienka berdiri menatap wajah nya di cermin. Bingung bercampur khawatir. Di lihatnya testpack itu dan menunjukkan bahwa hasilnya adalah positif. Dia hamil. Kaki Gienka bergetar, dia hamil sekarang. Tetapi bagaimana bisa dia hamil, selama ini dia dan Kyros berusaha untuk menunda kehamilan dengan mengeluarlannya di luar. Lalu bagaimana dia hamil. Di tambah sekarang tidak ada Kyros bersama nya. Gienka benar-benar terlihat bingung. Dia terlonjak ketika pintu kamar mandi di ketika dari luar.


"Gienka sayang....???? Bagaimana???? Kau sudah melakukannya???" Tanya Cahya.


"Ah iya Mam, sebentar..!" Ucap Gienka. Dia membuka pintu kamar mandi dan menunjukkan testpack itu kepada dokter.


"Wah hasilnya positif...!" Ucap Dokter itu sambil tersenyum pada Gienka.


"Gienka hamil????" Seru Kyra yang langsung memeluk Nyonya Harry. "Oma, Gienka hamil...!!"


"Jika bisa, bawa testpack nya ke rumah sakit, tunjukkan pada dokter kandungan, sekaligus memeriksakan apakah ini memang hamil atau tidak, nanti bisa di USG dan di lihat apakah ada kantung kehamilannya atau tidak.."


Cahya tersenyum, memeluk punggung Gienka. "Baik dok, nanti saya akan mengantarmya ke rumah sakit.. ".


Dokter kembali tersenyum. " Iya, di bawah ake rumah sakit dan di USG untuk lebih jelasnya lagi, kalau begitu saya permisi.. Selamat ya Nona Gienka.. " Dokter menyalami Gienka. Kyra mengantar dokter keluar.


Wajah Cahya dan Nyonya Harry berbinar dan mereka memeluk Gienka. Senang dengan kabar ini, meskipun mereka harus membawa Gienka ke rumah sakit dulu untuk memastikannya.


Cahya membelai wajah menantu nya. "Kau tahu sayang, saat Amam datang ke Houston dan bertemu denganmu beberapa hari yang lalu, Amam sudah memiliki feeling bahwa kau seperti nya sedang hamil, karena aura mu berbeda dari biasa nya, Amam juga membahasnya dengan Apap mu tentang ini, wajahmu seperti seorang perempuan yang sedang hamil, dulu saat Amam hamil suamimu juga aura Amam berbeda, Kyra pun sama saat hamil Athan, itulah kenapa ketika melihatmu, Amam merasa bahwa kau mungkin juga hamil, ternyata dugaan Amam benar.... Selamat ya????" Cahya memeluk Gienka, meluapkan kebahagiaannya.Nyonya Harry yaitu Oma Kyros juga memeluk cucu menantu nya itu, bahkan dia terlihat berkaca-kaca karena tahu bahwa Gienka dan Kyros sudah menunggu ini lama, lalu sekarang mereka berdua akan menantikan kehadiran bayi mereka. Sementara Gienka hanya diam, dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Cahya menyuruh Gienka untuk duduk di tempat tidur lagi.


Cahya melihat wajah Gienka yang tidak terlihat bahagia. "Gienka sayang???? Kau kenapa terlihat tidak bahagia dan diam saja???? Bukankah kau sudah menunggu ini sejak lama??? Kenapa sayang???" Tanya Cahya dengan suara lembut.


"Aku bingung Mam....!!" Gumam Gienka.


"Bingung kenapa????" Tanya Cahya.


"Bingung kenapa aku bisa hamil.. "


Cahya mengernyit. "Kenapa bingung sayang??? Kau punya suami, dan kau juga sudah menunggu berita ini sangat lama, dan selalu berharap Tuhan segera memberikanmu bayi, sekarang Tuhan sudah memberikannya kenapa kau malah bingung????"


"Aku dan Ky menghindari agar kami tidak memiliki bayi sampai dia kembali... "


Gienka terdiam dan dia langsung teringat bahwa memang beberapa kali Kyros kebablasan dan keluar di dalam. Kyros mengatakan dia lupa dan terlalu menikmati nya sehingga tidak mencabut miliknya. Dan malah mengeluarkannya di dalam. "Pernah beberapa kali, itu karena Kyros lupa.. " Gumam Gienka.


Cahya terkekeh. "Nah itu dia sayang, mungkin saat Ky lupa, kalian berdua sedang sama-sama subur sehingga itu berbuah seperti saat iin.. Jangan sedih atau bingung, Tuhan sudah memberimu kepercayaan, jadi harus di jaga baik-baik.. Amam tahu ini akan berat karena Kyros tidak bersamamu tapi kami semua ada disini dan akan menemani serta membantu mu.. Oh iya bagaimana kau bisa lupa kalau kau terlambat datang buIan selama sekitar dua bulan????" Tanya Cahya.


Gienka kembali diam. Ya, benar kata mertua nya, bagaimana dia bisa lupa tanggal datng buIannya, itu sudah berlalu beberapa bulan. Tetapi Gienka teringat bahwa mungkin karena dia terlalu sibuk dengan kesedihannya memikirkan akan berpisah dengan Kyros, sehingga dia lupa jika dia terlambat mendapatkan tamu buIanannya. "Mungkin karena aku terlalu memikirkan Ky yang akan pergi, aku terlalu sedih sampai aku lupa bahwa aku belum mens... " Ucap Gienka.


Kyra kembali ke kamar tamu dimana Gienka saat ini berada. "Mam, Oma, aku tadi sudah mendaftarkan Gienka di City Hospitals, kebetulan hari ini ada schedule nya aunty Arindah, nanti Gienka bias langsung berkonsultasi dan memeriksakan ini.. " Ucap Kyra.


"Baguslah, nanti bisa di tangani oleh Arindah.. " Sahut Nyonya Harry.


Cahya tersenyum. "Baguslah....!" Ungkap Cahya. Dia kembali memandnagi Gienka. "Seperti hal nya Kyra, jika kau memang hamil, sangat bagus sekali jika Arindah yang kau datangi... Kau pasti tahu bahwa dulu Mamay mu juga berkonsultasi dengan Arindah dan melakukan promil ya g langsung di tangani Arindah, lalu ahdirlah Geffie,. Kau sekarang harus bersiap, dan Amam akan mengantarmu ke rumah sakit.. Jangan khawatirkan apapun, kepastiannya setelah kita di rumah sakit.... Kita pastikan dulu baru kita memberitahu yang lainnya.. " Ujar Cahya.


"Ya, di USG dulu supaya lebih akurat.. " Sela Kyra.


Cahya membantu Gienka berdiri dan akan mengantar Gienka naik ke kamarnya yang ada di atas supaya Gienka bisa bersiap ke rumah sakit. Cahya akan mengajak Aditya, karena Aditya baru kembali ke kantor besok. Sedangkan Kyra tidak bisa ikut karena dia sudah janji pada mertua nya untuk mengantar Athan kesana. Kyra meminta maaf pada Gienka. Gienka tidak mempermasalahkannya karena ada mertua nya yang akan menemani nya.


Di lift Cahya terus memegang jemari Gienka untuk memberi kekuatan kepada enantu nya itu. "Semoga kau benar-benar hamil, ini yang sudah kau tunggu-tinghi selama ini, Kyros juga pasti akan senang sekali saat kembali nanti.. Jangan takut akan apapun, ada kami semua disini yang sangat menyayangimu, kau juga jangan merasa kesepian ya sayang???"


Gienka mengangguk dan memeluk Ibu mertua nya itu. Ada perasaan bahagia bercampur kesedihan karena di saat seperti ini justru Kyros tidak ada disini dan dalam posisi yang tidak tahu.


★★★


Sampai di rumah sakit, Arindah memberikan beberapa pertanyaan kepada Gienka sebelum memeriksa nya. Mengenai kapan terakhir Gienka datang buIan sehingga nanti bisa menentukan usia dari kehamilannya. Gienka menjelaskan semua nya termasuk sekitar satu bulan ini dia memang sering merasakan mual di pagi hari tetapi tidak terlalu parah. Gienka tidak menyadari nya karena pikirannya memang hanya pada Kyros, akhir-akhir ini sehingga dia pun lupa dan terlambat tahu mengenai kehamilan dan ciri-ciri nya.


Setelah itu, Arindah meminta Gienka berbaring dan akan melakukan pemeriksaan USG, melihat apakah benar Gienka memang sedang hamil. Arindah di bantu perawat mulai memeriksa perut Gienka. "Wah... Gienka sayang, kau memang hamil, lihat ini bayimu, sudah tumbuh cukup besar..." Ucap Arindah. Dia menunjuk ke layar dan Gienka juga Cahya melihat nya. Mereka begitu takjub. Mata Gienka bahkan berkaca-kaca. Dia masih tidak percaya jika dia benar-benar hamil.


" Benar prediksi Aunty, menghitung dari kapan terakhir kau datang buIan lalu melihat pertumbuhan janiin nya seperti ini, usia kehamilan mu sudah masuk ke usia 5 minggu.. " Ujar Arindah.


"Bagaimana kondisi nya???" Sahut Cahya.


"Sangat baik, semoga bertumbuh semakin baik lagi... "


"Ah syukurlah....!!" Cahya memeluk Gienka yang terbaring. "Selamat ya sayang....???? Amam aman punya cucu lagi, dan Elea serta Maysa juga akan menjadi nenek untuk pertama kali nya...!"