
"Sayang.... Sayang.... Lihatlah ini....??" Gienka menyentuh pundak Kyros yang sedang berdiri di depan cermin. Mereka baru saja selesai mandi dan sedang berada di ruang walk in closet untuk berganti pakaian.
Kyros menoleh dan istri nya menyodorkan ponsel kepada nya. Ternyata layar ponsel itu sedang menampilkan postingan dari sosial media Kyra.
"Axel melamar Kyra.... Ihhhh manis sekali....." Ujar Gienka.
Kyros mengambil ponsel istrinya nya dan melihat foto-foto yang di posting oleh Adik nya, dan bersamaan dengan itu, Axel juga memposting foto yang sama. Dan foto itu di upload beberapa menit sebelumnya, menandakan bahwa seperti nya itu baru saja terjadi. Kyros tersenyum simpul melihat kebahagiaan terpancar di wajah Adik nya. Kyra saat ini pasti sangat bahagia sekali.
"Kau tersenyum??? Kau juga pasti ikut merasa bahagia sekali ya????" Tanya Gienka.
Kyros mengembalikan ponsel istri nya, dan menatap perempuan itu dalam senyuman. "Tentu aku sangat bahagia melihat adikku tersayangku akan memulai kehidupan baru nya...." Jawab Kyros.
"Aku juga bahagia sekali, ada dua sahabatku yang menyatukan cinta mereka... Aku sangat mengenal baik kedua nya, dan aku yakin mereka akan saling melengkapi satu sama lain... Axel seorang yang penyayang, tulus dan pekerja keras.. Kyra perempuan yang baik, lemah lembut, penuh cinta dan juga ceria... Aku yakin mereka akan sangat bahagia nanti nya.... " Ujar Gienka.
Kyros memeluk Gienka. "Aku juga sangat bahagia, karena mereka berdua memiliki seorang sahabat yang luar biasa sepertimu, cantik, cerdas, penuh cinta, dan sabar menunggu cina sejati nya datang kepada nya... Dan aku sangat mencintai mu.... Terima kasih sudah datang ke dalam kehidupan ku.... " Kyros mempererat pelukan nya.
"Aku juga ingin mengucapkan Terima kasih karena kau juga mencintaiku.... "
"Kau yang terbaik.... " Kyros mengecup kepala Gienka. Dia kemudian mengajak istrinya untuk segera turun dan sarapan bersama. Gienka tadi sudah bangun pagi dan membuat sarapan di temani oleh Sanne. Setelah selesai, Gienka naik ke kamar dan mandi untuk bersiap.
Saat turun, dan berjalan menuju ruang makan, Kyros dan Gienka melihat sudah ada Sanne dan Vineet. Tak lama setelah itu, Vitto dan Rana juga turun. Mereka pun menempati kursi masing-masing dan sarapan bersama.
"Aku harap, semalam kalian beristirahat dengan nyaman.." Ucap Kyros.
"Tentu saja Ky.... Kau dan Gienka memberi tempat istirahat yang nyaman, sekali lagi uncle ucapkan Terima kasih... Dan kami sudah merepotkan kalian..." Ujar Vitto.
"Ayolah Uncle... Berhenti mengatakan hal seperti itu, aku dan Gienka sama sekali tidak di repotkan, justru senang karena suasana rumah jadi ramai, kami teringat suasana saat di Indonesia... " Ucap Kyros.
"Senyaman apapun tempat tinggal kita, akan terasa lebih lengkap jika ada anggota keluarga yang lain... Oh iya, kalian akan pergi sekarang???" Tanya Vitto.
"Iya Uncle, aku dan Gienka akan mengajak Sanne dan Vineet pergi setelah sarapan, supaya jalan-jalan nya lebih puas... Uncle akan pergi jam berapa???"
"Sekitar jam 10 Ky... "
Kyros tersenyum. "Uncle bisa memakai mobilku, aku akan memakai mobil yang aku sewa kemarin... Uncle pakai gps saja, jalanan disini sangat mudah kok...."
"Kan.... Lagi-lagi merepotkan mu... "
"Tidak uncle... Uncle bisa menggunakan mobil Ky selama disini.... Tempat kerja Ky tidak jauh dari sini, pagi bisa di antar Gienka dan pulang nya bisa di jemput atau Ky bisa menumpang pada teman, yang kebetulan juga rumahnya tidak jauh dari sini... Sangat mudah... Jangan khawatirkan apapun, yang penting uncle nyaman.. "
"Kau seperti Apap mu, ketika menolong orang selalu saja mengatakan tidak di repotkan... Kau benar-benar menuruni sikap Aditya... Sekali lagi Terima kasih... "
"Sama-sama..... "
*****
Kyros mengajak Gienka, Vineet dan Sanne ke sebuah tempat yang terkenal di Washington. Tempat dimana ada banyak monumen bersejarah di dalam nya yang bisa di kunjungi. Tempat yang luas itu dibangun untuk menghormati para leluhur dan pahlawan yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah Amerika Serikat. Membentang dari barat ke timur, Ada National Mall terdiri dari Lincoln Memorial, World War II Memorial, Washington Monument, Vietnam Veterans Memorial, Korean War Veterans Memorial, Martin Luther King, **. Memorial, Franklin Delano Roosevelt Memorial, dan Thomas Jefferson Memorial. Monumen dan tugu peringatan di bangun dalam komplek yang hijau dan rimbun. Dan bisa di nikmati dengan berkeliling sambil berjalan kaki.
Bagi Gienka, ini adalah kedua kali nya Kyros mengajak nya kesini. Saat itu mereka masih berkuliah, dan Gienka datang untuk bertemu Kyros. Dan Kyros mengajaknya jalan-jalan kesini sambil belajar berbagai sejarah yang ada di tempat ini. Tempat ini adalah tempat yang wajib di kunjungi saat berada di Washington. Itulah kenapa Kyros engajak Sanne dan Vineet untuk kesini lebih dulu, dan besok bisa melanjutkan jalan-jalan ke tempat lainnya.
Satu persatu museum mereka datangi, membaca sejarahnya sekaligus mengabadikan setiap moment nya melalui jepretan kamera ponsel. Kyros dan Gienka merasa senang melihat wajah ceria dari Sanne dan Vineet. Mereka tampak antusias dan menikmati dengan sangat baik perjalanan mereka kali ini. Dan Sanne sejak tadi selalu berada di dekat Vineet, tahu bahwa dia punya tanggung jawab yang besar untuk menjaga adik sepupu nya itu. Salah satu syarat Vineet bisa di ijinkan pergi adalah Vineet tidak boleh jauh dari Sanne ataupun yang lainnya. Meskipun itu terdengar berlebihan, tetapi orang Tua Vineet punya alasan kenapa itu harus di lakukan. Tentu saja karena mereka tidak ingin sesuatu yang buruk yang sebelum nya pernah terjadi di keluarga mereka, bisa terjadi lagi pada Vineet. Dimana dulu kakak Vineet, lepas dari pengawasan orang tua nya sehingga pada akhirnya mereka harus kehilangan anak mereka. Trauma itu masih membekas bahkan sampai Vineet dewasa pun pengawasan di lakukan dengan ketat.
Kyros dan Gienka tahu bahwa kali ini, dia punya tanggung jawab untuk menjaga Vineet dan Sanne selama mereka ada disini.
***
Setelah hampir seharian jalan-jalan berkeliling di National Mall Washington. Kyros mengajak mereka untuk pulang, tetapi sebelum pulang, Kyros akan mengajak mereka makan lebih dulu. Karena mereka pasti lapar.
Kyros menghentikan mobil nya saat sampai di depan sebuah restoran. Mereka turun dan berjalan menuju restoran. Mereka memilih untuk duduk di meja outdoor, tidak masuk ke dalam restoran. Setelah memesan, mereka memilih berbincang sambil menunggu makanan tiba.
"Aku ke toilet dulu, kalian tunggu disini.. " Ucap Kyros.
"Ya... Pergilah... Aku akan disini bersama mereka.. " Ucap Gienka. Kyros tersenyum dan pergi untuk ke toilet.
"Bagaimana??? Kalian suka??" Tanya Gienka.
"Menyenangkan sekali, belajar sejarah selalu jadi hal yang menakjubkan.. " Jawab Sanne.
Bruuuuukkkk..........
Suara yang keras itu, membuat Sanne dan Gienka terkejut. Dia menoleh mencari sumber suara itu. Tetapi dia melihat Vineet berlari ke arah kanan. Sanne dan Gienka pun mengarahkan pandangan mereka ke arah kanan dimana Vineet berlari. Mereka melihat ada seseorang yang edang terjatuh di jalanan. Bergegas Gienka dan Sanne menyusul Vineet.
Vineet menghampiri seorang pria yang jatuh di jalana karena terserempet oleh sebuah mobil. "Are you okay????" Tanya Vineet sambil berusaha membantu laki-laki itu.
"Thanks.... But I'm good... " Jawab laki-laki itu.
Vineet melihat luka di lengan laki-laki itu. Bersamaan dengan itu Gienka dan Sanne menghampiri mereka, ada juga beberapa orang lainnya. "Kenapa??? Dia kenapa!??" Tanya Gienka.
"Dia terserempet mobil kak, mobilnya kabur.. Tidak bertanggung jawab sekali.. " Gerutu Vineet. "Dia terluka, apa ada kotak p3k??" Tanya Vineet pada Gienka.
Gienka pun coba bertanya orang-orang di sekitar dan seorang dari mereka ternyata membawa p3K di mobilnya. Sanne pun meminta di antar dan mereka berlari menuju mobil orang itu.
. Vineet mengajak laki-laki itu untuk menepi dan mengatakan akan mengobati luka nya. Tetapi laki-laki itu menolak karena dia baik-baik saja dan dia harus pulang. Tetapi Vineet dan Gienka memaksa, juga di bantu oleh beberapa orang lain nya meminta agar laki-laki itu menurut dan di obati luka nya. Karena lengannya lecet di beberapa bagian dan harus segera di bersihkan, karena bisa terjadi infeksi nanti nya. Akhirnya laki-laki itu menyerah dan menuruti keinginan Vineet dan Gienka. Mereka menepi dan mengajak laki-laki itu ke tempat mereka di restoran sambil menunggu Sanne kembali.
Mereka duduk dan tidak lama, Sanne datang membawa kotak obat. Vineet pun mengambil kapas dan menuangkan cairan antiseptik. Dia membersihkan luka laki-laki itu. Vineet tidak sengaja membaca id card yang ada di leher laki-laki itu, yang ternyata bekerja di sebuah restoran pizza terkenal. Vineet merasa kasihan kepada nya, dia pasti baru selesai bekerja dan akan pulang.