
Setelah sarapan, kedua orang tua Elea menyusul Elea untuk ke kamar dan membahas perihal tawaran dari Aditya.
Mama Elea duduk di atas tempat tidur di sebelah Elea. "Elea sayang... Mama rasa tawaran dari Aditya dan Cahya itu bagus, tidak ada salahnya kau menerima tawaran itu...!"
"Iya El, kau harus mulai menjalankan kehidupanmu lagi dari awal sayang, niat mereka sangat bagus, dan Papa juga Mama akan selalu bersamamu untuk memastikan keadaanmu dan bayimu baik-baik saja....!" Sela Papa Elea.
"Tapi tempat itu masih ada di sekitar sini Pa, Ma, aku takut Ariel bisa dengan mudah menemukanku...!" Timpal Elea.
"Itu jika dia tahu, tetapi jika tidak tentu kau akan aman, lagopula Papa bisa melihat ketulusan dari Aditya dan Cahya yang ingin membantumu, kau sudah kenal Cahya selama bertahun&tahun bahkan kalian sudah seperti saudara, Papa yakin Cahya tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padamu...!"
Elea menatap wajah Mamanya. Sang Mama hanya melempar senyum. "Jangan khawatorkan apapun sayang, Mama akan selalu bersamamu, Mama akan menjagamu dengan baik disana, Usaha Papa ada di luar kota jadi Papa akan tetap bekerja diluar kota tetapi Papa selalu akan pulang ketika akhir pekan seperti biasanya, dan kita akan memastikanmu dalam keadaan baik, iya kan Pa???"
Papa Elea mengangguk. Dam dia berusaha meyakinkan Elea agar mau menerima tawaran dari Aditya dan Cahya. Semua dilakukan demi kebaikan Elea dan bayinya.
Elea berpikir sejenak dan memikirkan baik buruknya jika mengambil keputusan itu. Elea memang bisa melihat ketulusan dan kekhawatiran dari Cahya padanya. Kedua sahabatnya itu sangat tulus bahkan Adita seolah tidak memperdulikan bahwa Ariel adalah sahabat baiknya, karena Aditya tetap todak membenarkan apa yang sudah dilakukan Ariel. Itu tetaplah dianggap sebuah kesalahan besar dan sangat Fatal.
S ampai akhirnya Elea pun mengatakan iya bahwa dia akan menciba menerima tawaran Aditya dan Cahya. Lalu meminta orang tianya juga agatmr ikut pimdah bersamanya. Itu haris dilakukan untuk menghindari kedatangan Ariel. Elea benar-benar ingin menjalani kehidupannya dengan tenang tanpa bayang-bayang Ariel lagi. Membesarkan bayinya dengan baik tanpa harus meminta bantuan dari Ariel. Kedua orang tuanya juga setuju bahwa mereka memang harus pindah dan meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu, agar bisa menghindari Ariel.
****
Elea turun ke lantai satu untuk menemui Cahya dan Aditya kemudian memberitahu mereka mengenai keputusan yang sudah diambilnya bersama dengan kedua orang tuanya. Elea berpapasan dengan Art Aditya dan Cahya menanyakan dimana keberadaan kedua sahabatnya itu. Kemudian Elea diberitahu jika keduanya sedang berada di halaman belakang.
Ele langsung menuju ke halaman belakang dan dia melihat Aditya dan Cahya sedang duduk digazebo halaman belakang sambil mengobrol dan menikmati suasana. Elea pun datang menghampiri mereka berdua, dan mengatakan jika dia bersedia menerima tawaran Aditya untuk bergabung dikantor perkebunan, dan jika bisa dia ingin segera pergi dari Jakarta. Cahya merasa sangat senang karena sepertinya orangtua Elea bisa meyakinkan putrinya itu.
"Tetapi Dit, bisakah aku mengajak kedua orang tuaku untuk tinggal bersamaku disana, aku juga ingin menjauhkan mereka dari semua masalaluku dan memulai hidup kami yang baru?" Tanya Elea.
"Tentu saja El, kau bisa membawa mereka, aku tahu kau juga pasti membutuhkan mereka dengan kondisimu seperti ini, lagipula rumah yang tersedia juga cukup luas untuk ditinggali beberapa orang"
Elea juga sudah memutuskan bahwa lusa dia dan orangtuanya akan pulang kerumahnya untuk mengurus barang-barang milik orangtuanya. Sedangkan masalah barang-barangnya yang masih di apartementnya juga bisa diurus sambil menyusul. Jika semua sudah beres dia akan menghubungi Aditya dan Cahya untuk segera pindah.
"Iya El, fokus saja dengan kepindahanmu dan bayimu, jangan sampai semua permasalahan ini justru membuatmu sakit...!"
Elea tersenyum.mengangguk dan langsung memeluk Cahya. "Thanks ya Ca, kau sahabat terbaikku, kau dan Adit selalu mendukungku... Dan tidak meninggalkanku...!" Elea mulai terisak pedih, dan Cahya mengusal punggungnya untuk menenangkannya.
****
Hari berlalu, Elea dan keluarganya sudah mengemasi barang dan pakaian mereka yang ada di kediaman mereka. Elea dan kedua orang tuanya bersiap untuk meninggalkan rumah dan akan tinggal di rumah yang disediakan oleh perkebunan Aditya. Elea senang karena selain akan tinggal bersama keluarganya, dia juga akan tinggal bersama Chika adik dari Cahya yang juga bekerja disana.
Semua pakaian dan beberapa barang sudah dikemasi dan Elea serta keluaarganya langsung berangkat menuju rumah Aditya lebih dulu sebelum akhirnya nanti ke perkebunan Aditya yang ada di Puncak.
sampai akhirnya seminggu kemudian, Cahya dan Aditya mengantar Elea dan keluarganya ke tempat tinggal baru mereka yang tidak jauh dari perkebunan. Chika juga sangat senang karena dia tidak akan tinggal sendirian disana.
Aditya dan Cahya sendiri yang mengantar Elea ke rumah yang akan ditinggali olehnya nanti. Rumah itu memang cukup luas dengan dua lantai. Halaman depannya juga luas, dan ini sebenarnya bukan rumah tetapi lebih tepatnya adalah sebuah Villa. Elea diajak berkeliling oleh Chika ke seluruh sudut dan ruangan villa atau rumah yang akan mereka tinggali bersama. Kemudian menunjukkan juga dimana kamar Elea. Setelah puas berkeliling Elea beristirahat sebelum besok bersiap lagi untuk ke kantor perkebunan.
Elea harus menyiapkan diri untuk bertemu dengaan orang-oramg baru dan bekerja sama dengan mereka sebaik mungkin untik perusahaan perkebunan teh itu. Meskipun ini bukanlah bidangnya, tetapi Elea akan berusaha sekeras mungkin untuk belajar dan bersikao profesional dengan pekerjaan barjnya itu.
###
Keesokan harinya, Cahya dan Aditya menjemput Elea dan Chika untuk pergi kekantor bersama. Aditya juga akan mengenalkan Elea ke staff disana.
Sampai disana Aditya langsung mengenalkan Elea pada Danist karena tentunya mereka berdua akan sering bertemu dan bekerja sama. Elea menyadari jika laki-laki bernama Danist itu adalah lelaki yang sama yang menolongnya saat terpeleset didepan villa Aditya.
"Well, semoga kalian berdua bisa bekerja sama dengan baik, oke Dan, hari ini kau bisa mengajak Elea untuk berkeliling dan memberikan berkas-berkas yang diperlukan agar bisa dia pelajari, El jangan sungkan tanyakan saja pada Danist jika tidak ada yang kau mengerti, hari ini aku serta istriku harus kembali ke Jakarta, ada banyak urusan diperusahaan, good luck untuk kalian" Ucap Aditya lalu menyalami Danist dan Elea.
Sedangkan Cahya memeluk Elea dengan erat sambil mengatakan bahwa dia akan sering-sering kesini bersama Aditya untuk menengoknya. "See you El, jaga dirimu baik-baik ya".