I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 106



"Good morning....! " Seru Gienka ketika pintu di buka oleh Kyros dari dalam. Saat ini Gienka dan Kyra baru saja sampai di apartemen Kyros.


"Morning Gie... Morning Ra... Ayo masuklah...! "


Kyra dan Gienka masuk ke dalam apartemen. "Apa yang kalian bawa??? " Tanya Kyros.


"Aku membuat nasi goreng, kau sangat menyukai nasi goreng buatanku kan??? " Tanya Gienka.


Kyros tersenyum. "Wah.... Kau memang terbaik Gie... Thanks ya??? "


Gienka mengangguk. "Zayan mana??? "


"Dia baru selesai mandi, masih di kamar, kalian siapkan saja sarapannya, aku akan memanggilnya...! "


Kyra dan Gienka berjalan menuju ruang makan sedangkan Kyros masuk ke kamarnya untuk memanggil Zayan. Kyros menutup pintu kamarnya dan melihat Zayan sedang duduk di kursi belajarnya sambil memijit pelipisnya. "Zay....! " Panggil Kyros dengan suara pelan.


Zayan menoleh. "Ky... Mereka sudah datang ya??? " Tanya Zayan.


"Sudah, mereka sedang menyiapkan sarapan, bagaimana??? Kau sudah meminum obatnya??? "


"Sudah baru saja, aku berharap segera bereaksi, untuk sekarang aku masih merasa pusing...! "


"Sabarlah sebentar, biasanya akan bereaksi sekitar tiga puluh menit...! Apa kau bisa menahannya??? Jika tidak, kau beristirahat saja dulu disini, aku akan mencari alasan untuk menjelaskan pada Kyra dan Gienka...! "


"Tidak Ky.... Aku bisa menahannya, jika aku di dalam terlalu lama yang ada mereka akan curiga, toh aku sudah meminum obatnya.. ! Kau temui mereka, aku akan keluar sebentar lagi. !"


"Baiklah...!" Kyros kemudian meninggalkan Zayan.


Sampai di ruang makan, Kyros menarik kursi dan duduk menunggu Kyra dan Gienka menyiapkan sarapan untuknya. Kyros memberitahu jika Zayan akan keluar sebentar lagi.


Gienka memberikan sepiring nasi goreng beserta telur mata sapi pada Kyros. Tak lama Zayan datang dan bergabung bersama mereka.


"Ini sarapan mu...! " Kyra memberi Zayan piring berisi nasi goreng.


"Thanks Ra...! " Ucap Zayan.


"Sama-sama...! " Kyra kemudian duduk di kursi tepatnya di sebelah Gienka.


Kyros memandangi Zayan dan Kyra bergantian. Senyumnya tersungging ketika teringat apa yang tadi malam di katakan oleh Zayan. Dan saat ini dia akan menyayangi beberapa hal pada Zayan, setelah itu dia akan memutuskan mengenai kelanjutan hubungan Kyra dan Zayan.


"Ra...! " Panggil Kyros pelan.


"Ya...??? " Jawab Kyra sambil mengunyah sarapannya.


Mendengar itu, Kyra tersedak dan Gienka lekas memberinya segelas air. Kyra meminum air itu dan terbatuk-batuk. "Apa????!!!!??? " Seru Kyra.


"Aku memintamu mengatakan semua hal yang membuatmu menyukai Zayan....! "


"Memangnya kenapa Ky??? " Tanya Kyra.


"Katakan saja, karena itu akan mempengaruhi keputusanku nanti...!"


Kyra dan Zayan saling melempar pandangan dalam diam. Kyra tidak menangkap jika Kyros akan memintanya mengatakan sesuatu tentang Zayan. Entah apa yang terjadi semalam, dan entah obrolan apa yang di bahas oleh Kyros dan Zayan sehingga Kyros sekarang memintanya untuk mengatakan sesuatu tentang Zayan. Kyra takut jika jawaban akan berdampak pada keputusan yang akan di ambil oleh kakaknya. Tetapi dia juga tidak bisa mengabaikan permintaan itu.


Kyra memejamkan matanya dan menarik napasnya dalam-dalam. "Zayan, dia laki-laki yang baik, menyenangkan, perhatian dan juga kami saling menyukai...! " Ucap Kyra.


Kyros menatap Zayan yang ada di sebelahnya dengan tatapan tajam. "Bagaimana denganmu Zay??? Sejauh apa kau memiliki keseriusan dengan adikku??? " Tanya Kyros.


"A... ku... Sangat menyukai pribadi Kyra, dia manis, baik dan cerdas, aku sudah menyukainya sejak lama, sayangnya aku tidak pernah mendapat kesempatan untuk mengenalnya lebih dekat, tetapi pada akhirnya aku mendapatkan kesempatan itu dan karena aku sangat menyukainya aku ingin bersamanya dan membahagiakan dia.. " Jawab Zayan mantap.


"Apa kau benar-benar mencintainya???? Atau kau hanya ingin mempermainkan nya??? " Tanya Kyros lagi.


"Berapa kali Ky harus aku jelaskan jika aku benar-benar mencintai Kyra, tulus dan tidak pernah ada niat untuk mempermainkan nya, kau bisa memegang janjiku...! "


"Hukuman apa yang harus ku berikan jika kau berani melukai Kyra???? " Tanya Kyros.


"Kau bisa menghajar ku Ky, atau kau bisa memukulku jika sampai aku menyakiti hati Kyra, aku sangat mencintainya dan aku tidak mungkin menyakitinya, kau bisa memegang janjiku itu....! "


"Aku pegang janjimu, jika sampai aku mendengar kau menyakiti adikku, berbuat kasar padanya, kau akan berurusan denganku, dan ingatlah kau sedang berhadapan dengan siapa, aku bisa melakukan apapun padamu, dan juga jika sampai kedua orang tua ku juga mengetahui kalau kau menyakiti putrinya, kau bisa bayangkan sendiri apa yang akan terjadi padamu, aku tidak mengancam tetapi aku hanya mengingatkanmu bahwa jangan pernah bermain-main dengan keluargaku, kau mengerti??? "


Zayan mengangguk dan tahu betul dengan siapa dia berhadapan. Itulah kenapa dia sudah memikirkan dengan baik apa saja yang harus di lakukannya ketika nanti berhubungan dengan Kyra. Hal apa saja yang tidak boleh dilakukannya, karena jika menghadapi keluarga Kyra itu hal yang sulit. Siapapun tahu apa yang akan terjadi jika berani membuat masalah dengan keluarga Sahasya, orang tua Kyra dan Kyros terkenal dengan ketegasan nya dan tidak suka dengan orang yang berbuat ulah kepada mereka. "Aku tahu Ky, itulah kenapa semuanya sudah aku pikirkan dengan baik, dan tentu aku tidak berani jika menyakiti Kyra, aku pastikan bahwa aku sangatlah mencintai Kyra... Aku akan membahagiakannya dan juga tidak akan melukainya...! " Ujar Zayan.


"Aku akan mengijinkan kalian menjalin hubungan tetapi syaratnya adalah hubungan itu harus sehat, tidak melewati batas yang ada meskipun kalian tinggal di negara yang di penuhi kebebasan tetapi tetaplah berpegang teguh pada budaya negara kalian sendiri, semua harus tetap pada batasannya, dan jangan memaksa kehendak dan keegoisan diri sendiri. Kau mengerti Zay??? "


"Ya Ky, aku tahu sekali mengenai hal itu, dan tentu aku tidak akan pernah memaksa untuk melebihi batasan, aku bisa jamin itu...! " Zayan membiarkan mengucapkan janjinya pada Kyros.


"Oke...Aku harap tidak ada pengkhianatan pada hubungan kalian, awas saja jika di antara kalian ada yang berkhianat... Awas saja...!" Ujar Kyros kemudian dia memberikan ijinnya pada Kyra dan Zayan untuk bisa memulai menjalin hubungan lalu meminta mereka agar bisa saling menjaga satu sama lain dan tidak saling menyakiti.


"Serius Ky, kau mengijinkan kami??? " Kyra tersenyum dan masih belum percaya dengan apa yang di dengarmya dari Kyros.


"Iya.. Aku mengijinkan mulai bersama Zayan, tetapi awas saja jika sampai mau menangis karena cemburu atau hal lainnya yang terkait dengan hubungan kalian, aku akan menjewer telingamu dan aku tidak akan lagi mengijinkan mulai pacaran...! Aku akan lebih protektif nanti...! "


"Iya...! " Ucap Kyra kemudian dia berdiri dan memeluk Kyros dari belakang. "Thanks Ky... Kau memang yang terbaik...! Aku menyayangimu...! " Kyra mencium pipi Kyros, mengungkapkan kebahagiaannya.


Wajah sumringah juga di tunjukkan oleh Zayan, dia mengucapkan Terima kasih kepada Kyros. Zayan berjanji akan membahagiakan Kyra dan tidak akan menyakiti Kyra. Sementara itu wajah bahagia juga teroancar dari Gienka. Dia turut merasa senang melihat Kyra dan Zayan akhirnya bisa memulai hubungan mereka dan Kyros menyetujuinya. Gienka berharap Kyra dan Zayan selalu bahagia. Sedangkan untuk dirinya sendiri, Gienka berharap juga bisa bahagia selama menunggu Kyros. Gienka tidak pernah berhenti berharap akan cinta Kyros, dan selalu berdoa semoga suatu saat nanti dia bisa bersama Kyros.