I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 150



2 Bulan kemudian.....


"Kyra sayang, bagaimana perasaanmu???" Tanya Aditya sambil duduk di sofa. Sementara Kyra sedang duduk di depan meja kerja nya.


Kyra menoleh ke belakang dan tersenyum kepada Apap nya. "Sedikit nervous tetapi aku harus menyiapkan diri dengan baik Pap..!" Kyra memundurkan kursi yang di duduki nya dan menghampiri Aditya.


"Ini memang cepat, tetapi Apap yakin kau sudah mampu untuk memimpin perusahaan itu.." Ucap Aditya.


"Sebenarnya sih terlalu dini, tetapi karena Apap selalu meyakinkan Ra, jadi bismillah saja...!'


" Bagus, ini baru anak Apap....!" Aditya memeluk punggung putrinya. Aditya sangat senang saat dia menawari Kyra untuk memimpin salah satu anak cabang perusahaan miliknya. Aditya ingin mengetahui seberapa jauh kemampuan Kyra dalam mengelola perusahaan. Karena Aditya sudah merasa bahwa ini sudah waktu nya memberi tanggung jawab pada Kyra. Dan saat ini Kyra di sibukkan dengan berbagai persiapan untuk penempatannya di kantor baru nya nanti.


"Pap... Kangen sekali rasanya dengan Ky...? Dia sedang apa ya kira-kira sekarang???" Kyra menyandarkan kepala nya di dada Aditya dan mendongak menatap langit-langit ruangan kerja nya.


"Entahlah, kita tidak tahu apa yang sedang di kerjakan nya sekarang... Semoga dia baik-baik saja... Apap juga sangat merindukannya.. Apalagi Amam mu.. Hahaha dia setiap waktu memandangi foto Kyros..."


Kyra terkekeh. "Mungkin karena selama bertahun-tahun Ky jauh dari kalian semua sehingga Amam sangat merindukannya, apalagi Amam punya ikatan bathin yang sangat kuat terhadap Ky...!" Gumam Kyra.


"Kau benar, dan Apap punya ikatan bathin yang sangat kuat denganmu, kalian berdua adalah kesayangan Amam dan Apap... Kebanggaan kami berdua..!" Aditya mempererat pelukannya pada putri nya.


Tidak ada yang bisa Aditya katakan kepada kedua anaknya selain perasaan bangga dan bersyukur. Di usia mereka yang masih muda, Kyra dan Kyros sudah bisa membuktikan diri mereka masing-masing dengan apa yang selama ini sudah mereka geluti. Kyros yang sudah berjuang selama bertahun-tahun dan jauh dari keluarga untuk menempuh pendidikannya di luar negeri, sekarang sudah bisa mewujudkan cita-cita nya sejak kecil menjadi Astronot. Semua tidak lepas dari usaha dan kerja keras Kyros sendiri. Bahkan Aditya sama sekali tidak melakukan apapun, dan pure adalah usaha dari Kyra sendiri.


Sementara itu, Kyra juga sudah melakukan pekerjaan dengan baik di kantor. Aditya menempatkan Kyra di salah satu anak perusahaannya yang sebelumnya sempat mengalami masalah, dan disana Kyra menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya untuk membantu memulihkan kondisi perusahaan. Dan hasilnya dalam satu tahun, Kyra bisa membuktikan kemampuannya. Itulah kenapa saat ini Aditya memutuskan untuk memindahkan Kyra ke tempat baru dan menjadikan Kyra sebagai General Manager disana. Aditya sangat yakin Kyra mampu memimpin perusahaan itu dengan baik. Aditya yakin Kyra bisa melakukannya bukan karena Kyra adalah putrinya tetapi karena Kyra punya kemampuan yang sangat mumpuni untuk melakukannya.


"Ehemmm..!" Cahya berdehem saat masuk ke ruang kerja mendapati suami nya memeluk Kyra. "Pantas saja tidak keluar-keluar untuk makan malam, ternyata berduaan disini.?"


"Eh Amam... Hehehe lagi mengobrol dengan Apap... Maaf ya Mam...!" Ucap Kyra.


"Sudah di tunggu Oma dan Opa, ini sudah jam setengah delapan, ayo makan..!"


Kyra mengangguk, dan berjalan keluar dari ruang kerja. Sementara Aditya masih duduk di sofa dan menyuruh Cahya untuk duduk di sampingnya. Cahya menolak karena sudah di tunggu oleh mertua nya di ruang makan. "Ayo... Mama dan Papa sudah menunggu kenapa kau masih duduk..?" Protes Cahya pada Aditya.


Aditya melempar senyum dan tiba-tiba menarik pergelangan tangan Cahya hingga Cahya jatuh di atasnya dan langsung memeluk istrinya dengan erat. "Adit...! Kau ini, apa yang kau lakukan??? Lepaskan aku, kita sudah di tunggu..!" Cahya berusaha memberontak untuk melepaskan pelukan Aditya.


Aditya justu menciumi Pipi dan leher Cahya. "Kita makan nanti saja, aku sangat merindukanmu, seharian ini kita tidak bertemu..!" Bisik Aditya.


"Adit... Nanti Kyra datang, kita juga sudah di tunggu Mama dan Papa, ayo makan..???"


"Sebentar saja... Lagipula mereka pasti mengerti kalau kita tidak kesana, dan berduaan di sebuah ruangan pasti tidak akan mengganggu..!"


"Adit...!! Kita bisa membahas ini nanti, tapi tidak enak dengan Mama Papa...!"


"Aku inginnya sekarang bukan nanti.." Ucap Aditya dan terus memaksa Cahya dengan menciumi wajah istrinya.


"Pap..... Mam..... Ayo makan... Ra su.... dahh.... la... paaar.... " Kyra kembali ke ruang kerja dan terkejut ketika mendapati orang tua nya sedang bermesraan.


Melihat kedatangan Kyra, Cahya langsung berdiri dan pegangan Aditya padanya juga terlepas karena sama-sama kaget dengan kehadiran Kyra.


"Oh ya ampun.... Seharusnya kalian itu mengunci pintunya atau setidaknya pindah lah ke kamar..!" Kyra menggerutu sambil menutup matanya serta memundurkan langkahnya sambil menutup pintu ruang kerja. Tetapi terdengar jelas suara tawa dari Kyra.


Aditya tertawa terbahak-bahak. "Kyra sudah mengetahui nya jadi kita lanjutkan saja... Lagipula jangan mengatakan kalau kita sudah tua, aku menolaknya dengan keras... Ayo bagaimana kalau kita pergi ke kamar saja seperti saran Kyra..??" Aditya mengedipkan matanya.


"Adit... Diamlah... Kalau kau tidak mau makan malam terserah..!" Cahya terlihat kesal dan langsung meninggalkan Aditya. Dia benar-nenar malu sekali dengan Kyra. Suaminya memang keterlaluan dan sering sekali tidak tahu tempat serta waktu jika ingin bermesraan.


Cahya langsung menuju ruang makan, dan disana sudah ada mertuanya juga Kyra yang duduk.


"Suami mu mana Ca???" Tanya Nyonya Harry pada Cahya yang sedang menghampiri mereka.


"Masih di ruang kerja Ma..!" Jawab Cahya.


Kyra hanya senyum-senyum mendapati wajah memerah Anaknya. "Aku pikir Amam dan Apap tidak akan makan malam bersama kami...?" Ejek Kyra.


"Loh kenapa memangnya??? Adit sakit??" Tanya Nyonya Harry bingung.


"Bukan Oma, tapi biasalah, Amam dan Apap mau punya rencana lain...!" Sahut Kyra lagi dan langsung mendapat pelototan dari Cahya. Dan tidak lama, Aditya datang dan bergabung bersama mereka lalu makan malam bersama.


"Ra... Zayan kok jarang kesini, sibuk apa dia??" Tanya Aditya pada Kyra.


"Oh... Itu Pap, dia sedang mengerjakan proyek baru dan sekarang sedang disibukkan dengan itu, jadi sering pulang malam.." Jawab Kyra.


"Kalian sudah mulai serius, apa sudah berbicara tentang hal yang lebih serius lagi??? Kapan Zayan akan datang menemui kami??" Tanya Aditya.


Kyra tersipu. "Sudah tetapi Zayan pasti butuh waktu Pap, nanti tunggu saja ya??? Lagipula Kyra juga mau fokus ke kepindahan Kyra dulu...!"


"Tetap jaga diri, hubungan kalian harus sehat sampai kalian menikah nanti... Kapan-kapan ajak Zayan makan siang bersama kita...!"


Kyra menganggukkan kepala nya. "Iya Pap, nanti aku akan memberitahu Zayan.. "


***


Sementara itu di tempat lain. Zayan memeluk Jelena dan berjalan memasuki sebuah restoran sambil mengobrol dan bercanda. Mereka akan makan malam bersama setelah itu Zayan akan mengantar Jelena pulang ke apartemen perempuan itu. Hubungan Zayan dan Jelena semakin hari semakin mesra. Sejauh ini hubungan itu masih belum di ketahuilah oleh Kyra, membuat Zayan tidak lagi terlalu memusingkan Kyra jika perempuan itu tidak menghubungi nya. Karena Kyra semakin hari semakin sibuk saja sehingga intensitas pertemuan mereka semakin jarang, terlebih lagi Kyra sekarang sibuk mempersiapkan kepindahannya ke perusahaan yang baru, dimana Kyra akan menjadi GM, yang membuat Kyra semakin sibuk. Zayan merasa terabaikan, itulah kenapa Zayan memilih menghabiskan waktu bersama dengan Jelena. Walaupun masih harus sembunyi-sembunyi dari Kyra, tetapi Zayan sebisa mungkin untuk membuat hubungannya dengan Jelena tidak di ketahuilah oleh siapapun. Zayan memeluk Jelena. memasuki restoran dengan mesra sekali.


"Cathy...!?? Lihat itu, bukankah itu kekasihnya Kyra???" Seorang perempuan yang sedang duduk di kursi pojok restoran, menyentuh lengan Cathy temannya.


Cathy pun melihat ke arah Zayan dan Jelena yang sedang memasuki restoran. "Kekasih Kyra yang sering mengantarnya ke kantor itu ya???" Tanya Cathy.


"Iya... Masa kau lupa wajahnya??? Lihat itu baik-baik..!" Ujar Naura.


"Iya... Benar juga, itu kekasih Kyra, sedang bersama siapa dia?? Mesra sekali..??? Jangan-jangan Kyra sudah putus dengan dia, dan perempuan itu kekasih barunya..??"


"Masa iya sudah putus??? Beberapa hari yang lalu dia masih mengantar Kyra ke kantor, aku sempat melihatnya di depan kantor kok...!"


"Lalu perempuan itu siapa???" Tanya Cathy.


"Adiknya mungkin... Sudah ah kita pulang, aku lelah sekali..!" Naura dan Cathy pun berdiri dari kursi yang mereka duduki lalu meninggalkan restoran.