
"Auuuwww.....!!!! Kenapa kau menamparku.....????" Seru Cyntia dengan marah juga terkejut ketika Aditya menamparnya.
Aditya menatap tajam Cyntia, matanya menyala penuh kemarahan. Ini pertama kali nya setelah sekian, lama dia tidakenatap benci kepada seseorang. Dan kali ini kemarahan itu adalah kemarahan yang sama seperti saat dulu wanita di depannya itu ada di persidangan karena sudah hampir menghilangkan nyawa Kyros.
"Aku sudah cukup menahan kemarahanku selama ini... Dulu aku menahan diri untuk tidak memukul dan menghabisimu karena kau sudah di dalam penjara, tetapi kali ini aku memang harus melakukannya.... Persetan bahwa kau adalah seorang wanita karena wanita dajjaI seperti mu itu pantas di perlakukan seperti ini.... Berani sekali kau berniat untuk melakukan sesuatu kepada putriku, setelah apa yang sudah kau lakukan dulu pada Kyros....???? Apa kehancuran yang selama ini kau rasakan belum cukup untuk menyadarkanmu dari semua kesalahanmu dulu????"
"Kau berani sekali menampar Cyntia???? Dia seorang wanita dan kau menamparnya... Dasar tidak punya otak... Kurang ajar..." Ucap Mama Cyntia.
"Diamlah nenek tua.....!" Teriak Aditya. "Sudah cukup aku menahan amarahku, jadi diamlah dan jangan semakin membuatku marah, atau aku akan menghancurkan wajah kalian seperti wajah Theo.....! Dan jangan coba untuk membantah ku... Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku....! Jangan pikir juga aku takut untuk melakukannya..."
"Aku sudah berapa kali memperingatkan kalian agar jangan pernah coba mengancam atau menakuti keluarga ku, atau berniat untuk melakukan sesuatu yang buruk pada mereka, karena aku akan pastikan kalian berdua tidak akan lagi aku ampuni... Tidak akan lagi aku membawa kalian ke kantor polisi, tetapi aku sendiri yang akan turun tangan untuk memberi kalian pelajaran.... Dan tidak akan aku biarkan kalian menghancurkan rencana pernikahan Kyra dan Axel, mereka akan menikah, aku tidak peduli dengan putrimu, karena hari ini dia juga sudah berulah di depanku dengan menyerang Kyra... Aku memaafkan perbuatannya karena aku kasihan melihat Theo yang memohon agar aku bisa memaafkan Celia, jika bukan karena Theo, aku sudah menyeretnya ke polisi..... Siapapun yang berani mengusik keluarga dan orang terdekatku, pasti tidak akan aku ampuni... Terutama kalian berdua...."
Cyntia dan Mama nya hanya terdiam, memalingkan wajah, tatapan Aditya membuat mereka takut. Sadar bahwa ancaman lelaki itu tidak hanya sekedar ancaman, melainkan bisa menjadi sebuah kenyataan yang akan membuat mereka dalam masalah besar. Cyntia mengumpat dalam hati, tidak menyangka jika ucapannya ternyata di rekam, padahal jika saja tidak ketahuan Aditya, dia akan melakukan sesuatu secara diam-diam tanpa bisa di sadari oleh Aditya dan keluarga nya. Padahal dia sudah merencanakannya dengan baik apa yang akan di lakukannya pada Kyra. Dan hal yang membuat Cyntia terkejut lainnya adalah apa yang baru saja di katakan oleh Aditya mengenai Celia yang menyerang Kyra.
"Celia menyerang anakmu???" Tanya Cyntia.
Aditya menatap Cyntia lagi dan merasa tidak perlu menjawab pertanyaan itu. "Ini adalah terakhir kali nya aku akan mengingatkan kalian berdua juga pada putrimu, jangan Coba-Coba menjadi duri dalam hubungan Kyra dan Axel, dan Axel juga sudah mengatakan bahwa dia tidak bisa dan tidak akan kali pada Celia.... Seperti yang kau katakan dulu pada Axel, kau bisa mencarikan laki-laki yang sederajat dengan keluarga kalian, lebih kaya dan lebih tampan di bandung Axel, cari saja sampai kalian mendapatkannya... Jika berani melaporkan kami ke polisi silakan saja, karena tentu itu akan jadi senjata makan tuan untuk diri kalian sendiri, karena kami tidak sebodoh kalian... And then Satu lagi... Jangan juga mencoba menyakiti orang-orang terdekatku, siapapun itu, karena sekecil dan sebesar apapun rencana kalian, aku pasti akan mengetahui nya, bahkan jika aku mau, aku juga bisa dapatkan informasi dengan sangat mudah apa warna tinja kalian... Aku tidak pernah bermain-main dengan ancaman ku.. Cam kan itu baik-baik.... Jika sampai aku mengetahui niat busuk kalian, aku tidak akan lagi melibatkan polisi, tetapi akan turun tangan sendiri untuk menghancurkan kalian..." Ujar Aditya, kemudian mengajak semua nya untuk pergi dan membiarkan kedua wanita itu pergi dari tempat ini.
Cyntia dan Mama nya hanya menatap diam kepergian Aditya, Ariel, Randy, Axel dan juga Papa nya. Kelima pria itu berjalan dan menghampiri sebuah mobil yang sudah terparkir tak jauh dari mereka. Saat Aditya dan yang lainnya sudah pergi, Cyntia berteriak dan mengumpat dengan sangat keras.
"Breeeenggsseeeeekkkk.... Kalian semua brengseeekkkkk... Aaaaarrggghhh.....!!!" Cyntia mengusap wajahnya dengan sangat kesal.
"Ini tas dan ponsel kalian...?!! Dan itu mobil kalian sudah ada disana, silakan pergi dari tempat ini...!!" Seorang security menghampiri kedua nya dan menyodorkan Dua tas serta Dua ponsel.
"Ayo Ma.. Kita pergi dari tempat sialan ini... Kita harus segera menjemput Celia.... Butuh waktu untuk pergi kesana... " Ucap Cyntia.
"Cyntia sayang... Mama lapar sekali, kita cari makan dulu, baru setelah itu pergi..."
"Baiklah...!!" Mereka berdua kemudian berjalan menuju mobil dan langsung bergegas meninggalkan kompleks perumahan itu dengan perasaan jengkel, kesal, marah dan juga murka. Tidak menemukan Celia tetapi justru jatuh dalam masalah besar dengan Aditya. Lelaki sialan itu sudah merusak moodnya, juga lagi dan lagi mengancam nya. Meskipun hanya sebuah ancaman, tetapi Cyntia tahu bisa saja itu di lakukan. Karena Aditya punya banyak sekali koneksi, juga keluarga nya selalu dalam pengawasannya. Serta tidak pernah main-main dalam setiap ucapannya.
"Kita jangan coba mengabaikan ancaman si brengseek itu, bisa bahaya...! Dia bisa menghancurkan kita lebih jauh lagi dari sebelumnya" Gumam Cyntia.
"Kau benar... Oh iya Cyntia sayang... Kenapa kita tidak terpikirkan untuk menghubungi si bodoh Theo itu???"
"Aku tidak berpikir jika Celia ada disana Ma... " Jawab Cyntia masih dengan suara yang terdengar jutek.
"Kalau begitu kita hubungi dia saja sekarang..."
"Jangan Ma, nanti Celia bisa tahu dan dia pasti akan kabur menghindari kita, kita harus datang diam-diam... " Ujar Cyntia.
Mama Cyntia mendengus kesal. "Jika Celia ada disana kita harus menteretnya pulang dan memberi nya hukuman, dia sudah sangat merepotkan kita dan membuat kita jatuh dalam masalah besar..."
"Aku juga berpikir seperti itu Ma, dia sudah mengambil keputusan bodoh dan gegabah.. Aku benar-benar akan menghajarnya hingga dia tidak bisa untuk menangis, dan Aku juga akan memberi Theo pelajaran, karena dia sudah berani menyembunyikan Celia tanpa memberitahu kita....!" Geram Cyntia.