
Elea hanya bisa menghela napasnya dan tidak habis pikir jika kedua orang ini tidak jauh berbeda dengan Cyntia, terlebih Mama Cyntia, wanita tua ini benar-benar tidak memiliki urat malu sama sekali. Sudah jelas bahwa anaknya melakukan kejahatan tetapi dia malah masih bersikap angkuh dan menganggap remeh semua perbuatan buruk Cyntia. Jika bisa Elea ingin sekali bisa meremas mulut Mama Cyntia, karena ucapan dan sikap mereka yang semena-mena. Bahkan datang juga tanpa mengucapkan permintaan maaf pada Cahya ataupun Aditya.
Sementara Cahya hanya diam menyaksikan ini, sebenarnya dia ingin sekali menampar Mama Cyntia dan menunjukkan semua hasil perbuatan Cyntia kepada Kyros. Cahya juga ingin sekali memaki wanita itu dan menghentikan kekonyolan yang terjadi saat ini. Kenapa dia jahat sekali meremehkan semua perbuatan Cyntia. Bagi Cahya tentu ini bukan masalah uang ganti rugi atau yang lainnya tetapi nyawa Kyros yang dipertaruhkan. Sayangnya Cahya tidak bisa melakukannya karena dia tidak bisa mengeluarkan suara dan saat ini Kyros sedang tidur di pangkuannya.
"Oh kalian mengancamku??? Kalian pikir aku juga tidak bisa melakukan sesuatu hal yang bisa membuat kalian hancur? Hanya dalam waktu kurang dari 1 jam aku bisa membuat usaha kalian pailit dengan menarik seluruh investor serta seluruh partner perusahaan kalian agar pindah ke perusahaan lain kemudian tidak akan ada lagi yang tersisa yang bisa kalian sombongkan, bersyukurlah kalian, dulu aku hanya membuat perusahaan kalian hancur 50%, dan aku bisa melakukannya lagi jika aku mau, tidak lagi 50% tetapi akan lebih dari 100% persen yang artinya kalian tidak akan memiliki apapun lagi, lakukan saja apa yang kalian inginkan, dan saat itu juga aku bisa menghancurkan kalian tanpa ampun" Geram Aditya.
Kali ini dia benar-benar marah dan tidak bisa lagi menahan diri untuk mengumpat kedua orangtua Cyntia. Sebagai orangtua harusnya mereka bisa tahu diri dan mengakui kesalahan putri mereka, bukan malah datang dengan kesombongan yang justru membuat Aditya semakin murka dan kesombongan itu tentu tidak akan ada artinya untuk Aditya. Sepertinya mereka lupa bahwa Aditya tentu memiliki kekuasaan lebih tinggi berkali-kali lipat dibanding mereka.
Papa Cyntia terlihat mulai ketakutan dengan ancaman Aditya. Tentu saja dia takut, seluruh investor dan rekanan bisnisnya mengenal baik reputasi Aditya bahkan mereka juga bekerja sama dengan perusahaan milik Aditya, dimana mereka semua sangat menghormati Aditya, juga tidak akan mau memutus kerja sama dengan perusahaan itu. Mereka akan rugi besar jika lepas kerja sama dari perusahaan milik Aditya.
Dulu sehari setelah Aditya menjebloskan Cyntia ke penjara, perusahaanya mengalami banyak kerugian karena setengah dari rekanan bisnisnya memutuskan kerja sama dengannya. Tidak lain adalah karena pengaruh Aditya yang begitu besar bagi perusahaan mereka dan Aditya juga yang meminta mereka untuk beralih ke perusahaan lain. Dan sekarang Aditya berniat ingin melakukannya lagi, jika itu terjadi bisa habis semuanya. Bagi Papa Cyntia ancaman Aditya ini tidaklah baik, istrinya sepertinya terlalu berlebihan dan mengentengkan Aditya. Jika dia tidak segera menghentikan semua ini tentu Aditya juga tidak akan segan-segan melakukan ancamannya dengan mudah.
Tetapi bukannya menuruti perintah suaminya, Mama Cyntia justru berdiri tepat di depan Aditya dengan pandangan tajam, seolah terus ingin menentang Aditya. Baginya Aditya hanyalah sebuah sampah yang tidak berguna dan dia tidak takut dengan ancamannya. Baginya ancaman Aditya tidaklah akan membawa dampak yang buruk bagi perusahaan milik suaminya, mengingat saat mereka dulu mengalami kesulitan itu bisa langsung mereka atasi, jika Aditya melakukannya lagi tentu bukan hal yang sulit bagi mereka.
"Lakukan apa yang kau mau?? Kau pikir kami takut?? Tanpa perlu kalian mencabut laporan kalian di kepolisian, aku akan menjamin bahwa putriku pasti tetap akan bebas dari penjara dengan segera, kau, istrimu, bayimu dan Ibu mertuamu hanyalah sebuah sampah yang tidak berarti apapun bagi kami" Ucap Mama Cyntia.
"Aku bilang apa tadi?? Lakukanlah apa yang ingin kalian lakukan jika bisa, dan sekarang cepat pergi dari ruangan ini dan jangan mengganggu waktu istirahat anakku! Pergilah! Atau kedua bodyguardku yang akan menyeret kalian keluar dari sini! Lain kali sebelum berbicara dengan orang lain lebih baik kenali dulu siapa lawan bicaramu, dan soal sampah, bukan aku atau keluargaku yang sampah, tetapi anda lah yang sampah, sampah busuk yang dihinggapi banyak belatung, harusnya anda menyadari itu, dasar tidak tahu diri" Geram Aditya lalu terkekeh.
Mama Cyntia semakin terlihat marah kepada Aditya, lalu dia melirik ke atas meja dan meraih botol air mineral kemudian menyiramkannya pada wajah Aditya dan lekas pergi keluar dari ruangan itu bersama dengan suaminya. Cahya, Elea, serta Bodyguard dan Chika terkejut dengan hal itu. Berani sekali Mama Cyntia melakukan hal itu pada Aditya.