
Beberapa minggu kemudian......
Langkah kaki kecilnya yang menggemaskan itu membuat sang Mama harus kembali mengejarnya. "Hei....Athan...! Jangan berlari terus...! Ammi lelah harus selalu mengejarmu...!" Teriak Kyra pada putranya itu.
Bocah berusia itu terus berlari tanpa memperdulikan panggilan dari Kyra. Dia terus berlari sambil tertawa mengejek Ammi nya dan tidak sadar dia menabrak Cahya. Dengan cepat Cahya langsung menggendong cucunya dan menciumnya dengan gemas.
"Hei...! Kau mau kemana? Sudah berapa kali Amam bilang, bahwa kau harus melihat ke depan ketika berjalan ataupun berlari...!" Ucap Cahya.
Ya, Cahya dan Aditya meminta agar Athan memanggilnya sama dengan cara Kyra dan Axel memanggil mereka, yaitu Amam dan Apap. Bukan tanpa sebab, karena Cahya dan Aditya menolak untuk di panggil Oma dan Opa, itu membuat mereka merasa tua.
"Ammi...! Dia memintaku minum susu, tapi aku sudah bosan!" Jawab Athan dengan suara polos khas balita.
Cahya tergelak dan mencubit pipi cucunya itu. "Okay... Jika kau bosan dengan susu, Amam akan membuatkanmu jus, kau mau???"
"Ya....!"
"Anak pintar....! Sekarang panggil Apap dan suruh dia kesini, kita akan makan siang!"
Athan mengangguk, Cahya kemudian menurunkannya dan bocah itu langsung berlari ke ruang kerja Aditya.
"Ra...! Panggil Gienka juga, kasihan dia sendirian diatas sejak tadi, ajak turun dan kau juga harusnya menemani dia mengobrol sambil bermain dengan putramu...!"
Kyra tersenyum. "Sorry Mam, tadi Athan Athan tidur jadi aku meninggalkan Gie sendirian, aku akan menyusulnya...!"
Kyra kemudian meninggalkan Cahya dan melangkah menuju lift untuk menemui Gienka di kamarnya.
Gienka duduk sendirian, menatap nyalang langit yang biru sambil mengelus perutnya yang semakin hari semakin membesar. Perut nya sudah membesar, dan selama itu pula dia melewati semuanya sendirian tanpa Kyros dan hanya ditemani oleh keluarga mertuanya juga keluarganya yang selalu mendukungnya.
Cahya, Nyonya Harry, Elea dan Danist, Maysa dan Ariel hingga Kyra, setiap hari mereka selalu bergantian untuk tidur bersama Gienka, memastikan bahwa segala keperluan Gienka terpenuhi. Mereka takut Gienka terbangun malam-malam dan membutuhkan sesuatu. Karena biasa nya perempuan hamil sering ngidam di malam hari. Dan itu memang terbukti, beberapa kali Gienka menginginkan sesuatu di malam hari. Hanya beberapa kali tidak setiap hari. Dan saat itu juga Ariel dan Danist sigap termasuk Aditya berusaha mencari apa yang di inginkan Gienka. Semua di lakukan agar Gienka tidak merasa kekurangan apapun, serta tidak merasa kesepian.
Gienka sedang hamil anak pertama yang sudah di katakan oleh dokter bahwa berjenis kelamin perempuan. Dan sebelumnya Gienka juga melakukan gender reveal yang memang mengatakan bahwa bayi itu berjenis kelamin perempuan. Gienka merasa bahagia sekali meskipun dia juga sering merasa kesepian dan merindukan keberadaan Kyros.
Tidak ada pilihan lain bagi Gienka selain harus sabar menunggu kepulangan Kyros, itupun tentu tidak bisa dipastikan kapan waktunya, mengingat saat kembali, Kyros tidak bisa langsung pulang dan harus menjalani karantina untuk pemulihan yang waktunya juga tidak pasti. Hal lain yang harus diterima Gienka adalah, dia tidak diijinkan oleh keluarganya untuk kembali ke Amerika ketika Kyros sudah kembali nanti, apalagi Gienka dalam keadaan hamil besar, dimana jika Kyros sudah selesai recovery dan pulang ke rumah yang ada disana, Kyros juga tidak akan mungkin langsung mendapat ijin cuti untuk datang kesini dan menemaninya saat persalinan. Tetapi nanti Kyros akan pulang nanti meski hanya sebentar, setidaknya Kyros bisa menemani Gienka bersalin. Mengingat Kyros masih punya waktu beberapa minggu untuk menyelesaikan pekerjaannya sehingga bisa menemani Gienka melahirkan.
Setiap hari Gienka mencoba untuk menenangkan hatinya sendiri ketika kesedihan menderanya saat teringat akan suaminya yang sekarang berada jauh dari dirinya.
Gienka menitihkan airmata nya dan mengusap lembut perutnya karena bayi nya sedang menendang-nendang perutnya.
"Kenapa sayang?? Apa kau merindukan ayahmu??? Dia akan segera pulang dan berkumpul bersama kita...!" Gumam Gienka sendiri sambil berurai airmata, dengan cepat dia menyeka nya dan kembali menatap langit.
"Ky... I would like you to come home...!" Gumam Gienka dengan sedih.
Kyra menyentuh pundak Gienka, membuat saudara iparnya itu sedikit terlonjak. Gienke dengan cepat mengusap airmata nya yang tadi sempat menetes. Dia kemudian tersenyum pada Kyra.
"Gie...! Makan yuk, sudah ditunggu yang lainnya...!" Ujar Kyra. Gienka hanya mengangguk lalu berdiri.
Kyra sangat sedih melihat keadaan Gienka yang setiap hari selalu saja melamun memikirkan Kyros. Gienka yang dulu tidak pernah mau berada jauh dengan Kyros, sekarang justru ditinggal dalam waktu yang lama dan dalam keadaan seperti ini. Kyra tahu bahwa ini adalah masa tersulit yang harus dihadapi oleh Gienka, tetapi Kyra yakin Gienka bisa melewatinya, dan Kyros pasti juga akan segera kembali.
Kyra memperlambat langkahnya ketika sedang berjalan dengan Gienka. Tubuh kurus Gienka dan perut besarnya membuat Gienka cukup kesulitan ketika berjalan. Kyra sendiri heran karena biasanya ketika seorang permpuan hamil tubuhnya akan terlihat lebih berisi, tetapi tidak dengan Gienka, tubuhnya tetap sama. Semua itu terjadi karena Gienka sering telat makan dan lebih sering menghabiskan waktunya untuk melamun.
Kyra menarikkan kursi makan untuk Gienka dan langsung juga menyiapkan makanan untuknya. "Gie... Makanlah yang banyak... Kau tahu kan bahwa Ky sebentar lagi akan kembali, dia pasti tidak ingin terus melihatmu dalam keadaan seperti ini terus! Bayimu juga butuh asupan, begitu juga dirimu...! Makan ya banyak ya???" Ujar Kyra
"Iya Gienka sayang, makan yang banyak ya?" Sahut Cahya.
"Iya Mam...!" Jawab Gienka kemudian.
Mereka menikmati makan siang bersama. Gienka juga mencoba untuk untuk memakan makanan yang sudah tersedia meskipun sebenarnya dia tidak begitu lapar, tetapi dia tidak ingin membuat semua orang merasa khawatir dengan keadaannya.
Axel akhirnya sampai di rumah, dia selalu menyempatkan untuk pulang setiap weekend. Melihat suaminya pulang, Kyra langsung menghentikan menyuapi Athan, meminta putranya itu untuk makan sendiri, sentara dia akan mengurus Axel. Bukannya melanjutkan makan, Athan justru turun dari kursi dan berlari menghampiri Axel.
"Baba.....!" Teriak bocah itu dan Axel langsung menangkap serta menggendong dan menciuminya.
"Bagaimana Jagoan Baba hari ini? Apa dia selalu kabur saat disuruh minum susu???" Tanya Axel.
"Ya...! Aku bosan...!"
"Tapi kau harus minum susu, supaya tubuhmu cepat besar...!" Axel membawa Athan ke ruang makan lagi dan mendudukkannya di kursi.
Sebelum naik ke kamar, Axel menyapa semua orang lebih dulu, menyalami mereka satu persatu, dan mentoel pipi Athan juga menciumnya setelah itu dia pergi bersama dengan Kyra ke kamar.
"Aunty Gie...!" Panggil Athan pelan, membuat Gienka menoleh dan meletakkan sendoknya.
"Ya, Athan sayang...!" Jawab Gienka sambil tersenyum manis pada keponakannya yang sedang duduk di sebelahnya.
"Suapi aku, Ammi selalu pergi meninggalkanku saat Baba pulang!"
Gienka kemudian mengabulkan keinginan Athan dan menyuapinya sampai habis. Gienka cukup senang dengan kehadiran Athan, karena bocah itu selalu saja bertingkah lucu dan menggemaskan membuat orang disekitarnya selalu tertawa. Athan bisa membuat suasana hati Gienka sedikit membaik saat dia merasa sedang sedih karena teringat Kyros.
"Athan sayang...! Aunty Gie sudah menyuapimu, kau harusnya juga menyuapi dia? Lihatlah piringnya masih ada makanan....!" Ucap Aditya.
Athan melirik ke arah piring yang ada di depan Gienka. "Aunty, aku akan menyuapimu juga...! Berikan piringnya...!"
Gienka tersenyum dan menggeser piringnya ke depan keponakannya. Athan melakukan apa yang disuruh oleh Aditya. Cahya, dan Aditya saling menoleh kemudian tersenyum, karena memang hanya dengan Athan, Gienka akan mengalah pada keadaan. Gienka tidak pernah bisa menolak keinginan dari keponakannya itu.
"Ky sebentar lagi kembali, apa kau senang??" Tanya Cahya pada Gienka.
Gienka tersenyum. "Iya Mam.... Walau tidak bisa bertemu setidaknya mendengar suara nya saja dan melihat wajahnya melalui face time, itu sudah cukup, aku bisa memastikannya dalam keadaan yang baik.." Jawab Gienka.
"Tapi kau harus bersabar, Ky tidak bisa langsung menghubungimu, dia harus recovery dan dalam pengawasan dokter mengenai kesehatannya, karena dia lama tidak tinggal di bumi, pasti butuh penyesuaian lagi, sabar ya????"
Gienka kembali tersenyum. "Iya Mam.... Tapi Gie sudah cukup bahagia dia akan kembali, semoga perjalanannya lancar." Gumam Gienka. Cahya mengusap kepala menantunya yang duduk di sebelahnya itu dengan perasaan yang bahagia, sekaligus terharu dengan perjuangan Gienka. Cahya tahu bahwa semua nya yang harus Gienka hadapi begitu berat tetapi semua orang ada untuk menghibur dan memberi semangat kepada Gienka.
"Permisi bu..!!" ART keluarga Aditya berjalan menghampiri majikannya yang sedang makan siang. "Ada paket yang di kirim oleh bu Rana, sepertinya kue.."
"Kue???" Tanya Cahya.
"Iya.."
Cahya berdiri dan mengambilnya. Kemudian membuka nya, ternyata Rana mengirim kue kesukaan Athan, dan ada juga kue lainnya serta kue yang di sukai oleh Gienka. Cahya tersenyum memandang Gienka. "Kemarin kau ingin choux dan Rana mengirimnya untukmu, lihatlah bentuknya lucu sekali, marshmallow nya berbentuk alien, ufo dan astronot. " Cahya menyodorkan sekotak kue choux kepada Gienka.
Gienka tersenyum melihat berapa lucu dan menggemaskan nya kue itu. "Aku kemarin tidak sengaja keceplosan saat berbicara dengan Sanne di telepon kalau aku ingin kue dengan hiasan astronot, ternyata dia dan aunty Rana langsung mengirimnya.."
"Jangan lupa ucapkan Terima kasih atas kue kue nya, sekarang habiskan makan siangmu dan istirahat.. "
"Iya Mam...!"
"Mana kue ku??" Tanya Athan.
"Ada, tapi Athan habiskan dulu makan siangnya, nanti Amam akan memberikan kue nya untuk Athan.. Kalau makannya tidak habis nanti Athan di marahi oleh Ammi, jadi habiskan ya???" Ucap Cahya kepada cucu nya.
"Oke.." Athan kembali menikmati makan siang nya dengan di suapi oleh Gienka.
★★★★
2 Minggu kemudian........
Kyros berbaring di ranjang rumah sakit. Dokter sedang memeriksa nya. Dia sudah kembali tiga hari yang lalu dan harus melewati tahap pemeriksaan kesehatan dan dalam pengawasan dokter selama beberapa hari ke depan, melewati terapi untuk bisa kembali berjalan normal. Dia menghabiskan lebih dari seratus hari di luar angkasa sehingga seluruh kesehatan nya, sistem motorik dan fungsi seluruh bagian tubuhnya terutama bagian alat gerak seperti kaki dan tangan harus di periksa dan harus di pastikan normal seperti sedia kala.
Perasaan bahagia di rasakan oleh Kyros, dia bisa kembali lagi dan tidak sabar untuk bertemu Gienka. Tetapi untuk saat ini dia masih harus menahan diri untuk tidak buru-buru menghubungi istri dan keluarga nya, sebelum mendapatkan ijin dari orang-orang kantornya. Itu akan dia dapatkan nanti setelah proses recovery nya selesai.
Setelah di periksa dokter, tak lama beberapa orang masuk, yaitu orang-orang dari kantornya. Kyros tersenyum karena salah satu nya adalah Smith, sahabat baiknya.
Mereka ingin menjenguk dan melihat keadaan Kyros serta teman-teman yang lain yang juga bertugas seperti Kyros. Mereka mengobrol sebentar setelah itu berpamitan pada Kyros dan akan beralih ke ruangan sebelah dimana yang lainnya juga sedang dalam perawatan. Tetapi Smith memilih tinggal bersama Kyros karena masih ingin berbicara dengan Kyros sebentar.
"It's so good to see you back and you're doing well.." Ucap Smith. Dia merasa senang bisa melihat Kyros lagi, dan Kyros dalam keadaan sehat.
"I'm also glad you're here to see me." Sahut Kyros. Dia pun senang karena Smith datang menemui nya. Jika Smith bukan urusan dari kantor tentu tidak akan bisa bertemu dengan Kyros walaupun itu keluarga sekalipun.
"Yes, I was assigned by the office to come here Ky, I'm very excited because I will meet you, and your team managed to do a good mission there." Smith mengatakan bahwa dia senang karena dia di utus oleh kantor untuk datang kesini dan memastikan secara langsung keadaan para astronot nya yang baru kembali. Smith juga senang karena Kyros dan tim nya berhasil dengan misi mereka disana.
"All thanks to all of us working together, how's Shanon???" Tanya Kyros. Semua terjadi karena kerja sama yang bagus dari tim yang ada di atas dan juga yang ada di bawah. Kyros pun bertanya pada Smith mengenai kabar Shanon.
"He's good, and we went on vacation to Indonesia, Gienka happened to be there and asked us to stop by your house." Smith menjelaskan jika Shanon baik, dia juga bercerita jika sempat liburan ke Indonesia dan senang karena Gienka juga ada disana sehingga Gienka meminta mereka untuk mampir ke rumah.
"Even if Gienka isn't there, you should still stop by our house and meet my family." Ucap Kyros. Kalaupun seandainya Gienka tidak di Indonesia pun, Shanon dan Smith harus tetap mampir ke rumahnya dan bertemu keluarga nya.
"That must have been our intention from the beginning and we came right when your family was holding an event." Smith menjelaskan jika saat dia dan Shanon datang ternyata di rumah Kyros ada acara.
Kyros mengernyit. "An event?? What event?? My parents' wedding anniversary party???" Tanya Kyros bingung. Keluarganya sedang mengatakan acara apa, dan apakah itu acara hari jadi pernikahan orang tua nya.
Smith menggelengkan kepala nya. "No! It was a dinner together as an expression of happiness and gratitude for Gienka's pregnancy." Itu bukan acara perayaan ulang tahun pernikahan orang tua Kyros, melainkan acara makan malam, dan juga acara syukuran untuk kehamilan Gienka.
Kyros terlonjak, dan mat a nya terbelalak. "Gienka's pregnancy????!!!" Seru nya ter kejutan, dan sepersekian detik dia berpikir hal buruk mengenai Gienka, tetapi dengan cepat Smith menjawabnya.
"Yes, you guys are going to be parents, ah yes you must not know that you actually left Gienka pregnant.." Jawab Smith, seolah membuyarkan pikiran negatif Kyros mengenai Gienka. Smith mengatakan bahwa Kyros meninggalkan Gienka dalam keadaan hamil.
Gienka is pregnant????