I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 113



"Ya Ky, aku tahu sekali mengenai hal itu, dan tentu aku tidak akan pernah memaksa untuk melebihi batasan, aku bisa jamin itu...! " Zayan membiarkan mengucapkan janjinya pada Kyros.


"Oke...Aku harap tidak ada pengkhianatan pada hubungan kalian, awas saja jika di antara kalian ada yang berkhianat... Awas saja...!" Ujar Kyros kemudian dia memberikan ijinnya pada Kyra dan Zayan untuk bisa memulai menjalin hubungan lalu meminta mereka agar bisa saling menjaga satu sama lain dan tidak saling menyakiti.


"Serius Ky, kau mengijinkan kami??? " Kyra tersenyum dan masih belum percaya dengan apa yang di dengarmya dari Kyros.


"Iya.. Aku mengijinkan mulai bersama Zayan, tetapi awas saja jika sampai mau menangis karena cemburu atau hal lainnya yang terkait dengan hubungan kalian, aku akan menjewer telingamu dan aku tidak akan lagi mengijinkan mulai pacaran...! Aku akan lebih protektif nanti...! "


"Iya...! " Ucap Kyra kemudian dia berdiri dan memeluk Kyros dari belakang. "Thanks Ky... Kau memang yang terbaik...! Aku menyayangimu...! " Kyra mencium pipi Kyros, mengungkapkan kebahagiaannya.


Wajah sumringah juga di tunjukkan oleh Zayan, dia mengucapkan Terima kasih kepada Kyros. Zayan berjanji akan membahagiakan Kyra dan tidak akan menyakiti Kyra. Sementara itu wajah bahagia juga teroancar dari Gienka. Dia turut merasa senang melihat Kyra dan Zayan akhirnya bisa memulai hubungan mereka dan Kyros menyetujuinya. Gienka berharap Kyra dan Zayan selalu bahagia. Sedangkan untuk dirinya sendiri, Gienka berharap juga bisa bahagia selama menunggu Kyros. Gienka tidak pernah berhenti berharap akan cinta Kyros, dan selalu berdoa semoga suatu saat nanti dia bisa bersama Kyros.


107


"Apa yang terjadi sampai Kyros akhirnya menerima hubungan kita??? " Tanya Kyra pada Zayan yang saat ini sedang duduk di sebelahnya, sedang mengendarai mobil untuk mengantarnya ke kampus. Kyros meminjamkan mobilnya dan meminta Zayan agar mengantar Kyra ke kampus.


Zayan melirik ke Kyra dan tersenyum. "Tidak ada yang terjadi tadi malam, kami menonton bola lalu tidur, itu saja...! " Jawab Zayan berbohong karena dia tidak mungkin mengatakan jika semalam dia dan Kyros mabuk.


"Hanya itu??? Tetapi kenapa Kyros tiba-tiba menyetujui hubungan kita??? " Kyra terlihat tidak puas dengan jawaban Zayan.


"Sebenarnya aku dan Kyros kemarin malam bertemu dan berbicara mengenai hubunganmu denganku padanya...! "


"Bertemu dengan Ky kemarin malam??? Dimana??? Jam berapa??? Ky kemarin kan ada di apartemenku??? "


"Dia datang ke hotel mungkin setelah kembali dari apartemenmu, menghubungiku meminta aku keluar kemudian mengajakku ke restoran, disanalah kami berbicara... Aku menjelaskan semuanya mengenai perasaanku kepadanya, ada sedikit perdebatan di antara kami berdua tetapi itu bisa kami atasi, dari pembicaraan itu aku cukup skeptis sebenarnya dan tidak menyangka jika tadi dia mengatakan iya untuk hubungan kita...! "


"Kenapa kau tidak memberitahuku jika kau sudah bertemu Ky??? " Kyra memprotes Zayan.


"Pembicaraan laki-laki...!" Gumam Zayan.


"Kau ini...! Stop stop aku turun disini saja, kau tahu jalan kembali kan??? " Tanya Kyra.


Zayan terkekeh. "Tentu tahu, tidak banyak belokan menuju kesini jadi aku hafal, semangat belajarnya, aku dan yang lain akn menjemputmu nanti, kabari jika sudah selesai...! " Ucap Zayan, dia kemudian menghadap ke Kyra mengusap lembut kepala gadis yang sangat di cintai nya itu sambil tersenyum.


Kyra membalas senyuman Zayan. Mereka saling bertatapan lembut. Tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini. Hari ini adalah awal mereka memulai hubungan sebagai sepasang kekasih. Zayan merasa bahagia sekali pada akhirnya dia bisa memiliki Kyra dan dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menyakiti Kyra karena butuh perjuangan agar bisa mendapatkan Kyra.


Wajah Kyra dan Zayan semakin dekat. Zayan memegang kedua rahang Kyra bersiap untuk mencium gadis itu, sementara Kyra memejamkan matanya.


Bibir Zayan mulai menyentuh bibir Kyra yang lembut. Kemudian mengecupnya dengan lembut. Lalu sisi bibirnya mulai membuka bibir Kyra, dan memaagut bibir bawah Kyra. Zayan menyesapnya dengan lembut, menikmati kemanisan yang ada di sana. Setelah yakin Kyra menerimanya, lelaki itu menggerakkan tangannya dan membimbing lengan Kyra supaya merangkul lehernya, lalu memeluk Kyra erat-erat dan meIIumat bibirnya.


Ciuman Zayan sangat luar biasa, semula dingin lalu menjadi hangat. Lelaki itu mencecap seluruh sudut bibir Kyra dengan bibirnya. Kyra membuka bibirnya, lidah Zayan menelusup masuk, mulanya hati-hati kemudian masuk semakin dalam, bertemu dengan lidah Kyra dan berjalinan di sana, mulut mereka berpadu dan tubuh mereka menjadi semakin rapat.


Mereka berciuman cukup lama hingga akhirnya saling melepaskan. Napas keduanya terengah tetapi senyum mengembang di bibir Kyra dan Zayan. Mereka berciuman untuk pertama kalinya dan itu luar biasa. Pipi Kyra memerah membuatnya lekas melepaskan seatbelt dan keluar dari mobil. Kyra terlihat malu-malu tetapi kebahagiaannya tidak bisa dia gambarkan. Sementara Zayan hanya bisa terkekeh, dan menyadari sikap Kyra. Zayan menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangannya pada Kyra, Kyra membalasnya sambil berjalan masuk ke gerbang kampusnya. Zayan kemudian memutar mobil dan akan kembali ke apartemen Kyros.


Sementara itu, Kyros duduk di balkon bersama Gienka, menikmati jus semangka di campur kiwi yang menjadi favorit Kyros. Mereka memandang lurus ke depan melihat pemandangan kota, seolah terbuai dengan lamunan masing-masing. Kyros melirik ke arah Gienka kemudian tersenyum tipis tetapi hanya sepersekian detik lalu kembali menatap ke depan. Gienka yang selalu di cintai nya dan sangat di rindukan nya sekarang ada bersamanya. Gienka yang cantik, manis dan penuh dengan tawa, yang selalu bisa membuat Kyros merindukannya setiap waktu. Belum ada nyali untuk Kyros mengungkapkan perasaannya tetapi dia selalu menyimpan perasaan dalam hatinya untuk Gienka seorang. Selalu berharap Gienka nanti akan menjadi miliknya di waktu yang tepat.


"Ky...??? " Panggil Gienka dengan suara lembutnya.


Kyros menoleh. "Iya...?? "


"Kau kenapa tiba-tiba menyetujui hubungan Kyra dan Zayan??? Apa yang membuatmu melakukannya??? Apa kau menyadari bahwa mereka memiliki cinta yang tulus??? "


Kyros terkekeh dan kembali menatap lurus ke depan. "Aku menyadarinya dan aku mendapatkan jawaban dari semua keraguanku terhadap Zayan, aku yakin dia sangat mencintai dan menyayangi Kyra...! "


"Bagaimana caranya kau mendapatkan jawaban dari Zayan??? Bisa saja dia berbohong kepadamu...! "


"Dia tidak berbohong, aku tahu itu, tidak penting bagaimana aku mendapatkan jawaban Zayan, yang terpenting sekarang adalah kita harus memberi mereka ruang untuk berbahagia dan bantu aku mengawasi mereka, aku ingin memastikan Kyra bahagia...! "


Gienka tiba-tiba merangkul punggung Kyros dan tersenyum. "Itulah Ky ku, dia sangat baik dan bijaksana, tidak akan mungkin bisa membiarkan adik yang sangat di sayanginya murung dan sedih, aku senang kau akhirnya mau mendukung mereka.... Kau terbaik...! " Puji Gienka.


"Aku juga akan mengawasimu, kau juga harus mendapatkan laki-laki yang terbaik nantinya, jangan sampai salah pilih laki-laki....! " Ucap Kyros.


"Yang terbaik adalah dirimu Ky....! Dan yang aku mau juga dirimu...." Gumam Gienka dalam hati.


"Tentu saja... Aku akan mencari yang terbaik dan tidak sembarangan....! " Ucap Gienka pada Kyros.


Terdengar suara interkom di tekan, Kyros berdiri untuk membuka pintu karena itu pasti Zayan yang sudah sampai. Kyros meninggalkan Gienka di balkon untuk membuka pintu.


Kyeos membuka pintu, dan benar saja yang datang adalah Zayan. "Kupikir kau tersesat... Hahahah!! " Kyros tertawa mengejek Zayan.


"Jalannya lurus dan hanya sekali belok jadi aku mudah mengingatnya...! "


"Hahahaha itulah kenapa aku menyuruhmu agar mengantar Kyra, karena kau pasti tidak akan tersesat...! "


Zayan masuk ke dalam apartemen. "Kenapa kau tidak mencarikan Kyra apartemen yang dekat denganmu??? Atau kenapa kau tidak mencarikan yang ada di sekitar sini??? Kan lebih dekat dengan kampus...! "


"Aku sudah mencari di dekat sini tetapi tidak ada yang cocok dengan Kyra, dia meminta yang sedikit lebih luas, kebanyakan disini adalah apartemen studio, kalaupun tidak yang studio ya hanya seperti ini, hanya ada dua ruangan, yaitu kamar dan juga ruang tamu merangkap dapur dan ruang makan...!"


"Kalau begitu ya memang harus di maklumi, anak perempuan memang banyak mau nya.. Hahaha...!" Zayan tertawa begitu juga dengan Kyros.


"Gienka ada di balkon, mengobrol lah dengannya, aku ke kamar sebentar..! " Ucap Kyros.


Zayan mengangguk dan langsung menuju balkon untuk bertemu dengan Gienka. "Hai Gie...! "


"Hei.. Duduklah... Kau sudah mengantar Kyra??? "


"Sudah, dia sudah ku antar dengan selamat...! "


Gienka tertawa. "Ummmm cieeee senangnya bisa mengantar pacar ke kampus...! "


"Beres... Uncle Adit, Aunty Cahya, Oma Opa dan Nenek Kyra dan Kyros, serta orang tua ku, adikku dan juga Louis serta Sanne sudah ada disini.. Semua sudah beres, nanti kita tinggal membawa mereka berdua ke restoran...! " Jawab Gienka.


"Baguslah...! Kyra dan Kyros pasti akan senang sekali karena keluarga nya dan sahabatnya berkumpul... " Ujar Zayan.


"Aku juga berharap semua berhasil... Senang sekali rasanya bisa merayakan ulang tahun mereka dengan formasi lengkap...! " Gienka senang dan tidak sabar untuk nanti malam merayakan ulang tahun Kyra dan Kyros. Gienka juga sudah berbicara dengan Camilla, mengajak teman satu kamar Kyra itu agar bisa ikut bergabung. Rasanya tidak enak jika tidak mengajak Camilla bergabung. Dan Camilla juga merasa senang sekali, sebenarnya dia juga memiliki rencana kecil untuk memberi kejutan pada Kyra tetapi ternyata ada kejutan besar yang sudah di siapakan oleh keluarga Kyra, artinya Camilla tinggal nimbrung dan ikut bergabung dengan mereka saja.


Zayan menyenggol lengan Gienka, memberi kode jika Kyros sedang berjalan ke arah mereka.


"Nanti malam jadi Gie??? " Tanya Kyros.


"Ya jadi dong, masa aku sudah berjanji tidak aku tepati.. Oh iya kita disini saja ya menunggu Kyra selesai kuliah, tidak seru kalau kita jalan tetapi tanpa Kyra...!"


"Ya sudah kalau begitu.. Kita pergi setelah Kyra pulang, lebih baik sekarang kita lebih baik bermain monopoli saja, aku sudah membawanya....! " Kyros menunjukkan sebuah box permainan monopoli yang di miliki nya dan dia mengajak Zayan dan Gienka bermain bersama.


••^••^••


Malam harinya....


Kyros dan Zayan datang ke apartemen Kyra untuk menjemput Kyra dan Gienka serta Camilla. Mereka jadi makan malam bersama. Ketiga gadis itu sudah berdandan cantik dan juga rapi. Perayaan ulang tahun Kyra dan Kyros akan di rayakan beberapa jam lebih cepat, dan itu tidak terlalu masalah sebenarnya. Karena jika di rayakan tepat jam 12 malam, kejutan itu akan mudah terbaca oleh kedua saudara kembar itu. Jadi lebih baik di rayakan sedikit lebih awal saja.


Karena semua sudah siap, mereka berlima turun dan lekas masuk ke mobil Kyros untuk menuju restoran yang Gienka katakan. Itu salah satu restoran yang mewah, itulah kenapa Kyros cukup terkejut ketika Gienka mengajaknya dan yang lainnya makan malam disana. Tetapi Kyros memilih untuk tidak terlalu memikirkannya karena Gienka punya banyak uang jadi tidak terlalu masalah jika Gienka mengajak makan malam disana.


Perjalanan di tempuh sekitar setengah jam, akhirnya mereka sampai juga. Satu persatu bergantian turun dari mobil.


"Yuk langsung masuk, aku sudah reservasi tempat untuk kita berlima...! " Ucap Gienka.


"Reservasi??? " Tanya Kyros.


Gienka mengangguk. "Kenapa Ky??? Kita akan makan malam bersama jadi ya aku harus Reservasi dong...! Yuk...! "


Mereka berlima masuk ke dalam restoran. Tetapi saat masuk, Kyra dan Kyros di buat mengernyit karena restoran dalam keadaan yang sepi, tidak ada satu pengunjung pun disana. Tidak seperti biasanya. Karena yang Kyros tahu restoran ini cukup ramai.


"Kok sepi ya??? " Gumam Kyros.


"Sepi ya Ky??? " Tanya Gienka balik sambil menahan tawa, sedetik kemudian lampu restoran tiba-tiba padam. Hening.


"Surprise........!!! " Teriak dari beberapa orang dan lampu kembali menyala.


‡‡‡


Kyros dan Kyra saling menatap, masih terkejut. "Amam.... Apap.... Kalian semuanya....! " Ucap Kyros.


Kyros dan Kyra di kejutkan oleh beberapa orang yang muncul dari dalam restoran. Semburan kertas berwarna warni dari Confetti yang di pegang oleh Niall serta Sanne, dan juga terompet yang di tiup oleh Louis dan Friddie serta Geffie. Cahya dan Aditya membawa dia kue tart berwarna oranye, warna kesukaan Kyros serta kue berwarna biru yang menjadi kesukaan Kyra.


Semua kemudian bernyanyi selamat ulang tahun untuk Kyra dan Kyros. Mereka berjalan mendekat ke kedua saudara itu. Kyra dan Kyros hanya bisa terperangah, masih berusaha mempercayai apa yang di lihatnya. Seluruh anggota keluarga nya ada di depan mereka. Kedua orang tuanya, Oma Opa nya, nenek dan juga sepupunya saat ini ada di hadapan mereka. Ada juga para sahabat serta orang tua Gienka yang juga ikut hadir.


"Happy Birthday anaknya Apap dan Amam yang luar biasa ini dan selalu jadi kebanggaan kami semua...!" Ucap Cahya.


Mata Kyra berkaca-kaca dan senyumnya terhias di wajah cantiknya. "Kalian ada disini dan tidak memberitahu kami???" Gumam Kyra.


Aditya tersenyum. "Kami semua datang untuk merayakan hari luar biasa ini, sudah bertahun-tahun kita merayakan hari ulang tahun kalian via online kali ini kami datang agar kami bisa merayakan kebahagiaan bersama kalian, ayo ucapkan pengharaoan kalian dan tiup lilinnya.. " Ujar Aditya.


Kyros dan Kyra tersenyum kemudian memejamkan mata nya. Mereka merapalkan doa singkat. Kyros ingin selalu bisa melihat kebahagiaan orang yang ada di dekatnya sementara Kyra ingin semua orang yang menyayanginya bahagia. Mereka berdua meniup lilin bersamaan dan riuh tepuk tangan kembali terdengar. Gienka memberikan pisau kepada kedua sahabatnya yang sedang berulang tahun itu, meminta mereka untuk memotong kue dan menyuapkannya kepada kedua orang tua mereka, yaitu Cahya dan Aditya.


Kyra dan Kyros memotong kue masing-masing dan bergantian menyuapi Cahya dan Aditya. Setelah itu mereka menerima hadiah dari semua orang yang datang. Semuanya memiliki hadiah masing-masing untuk si kembar yang sedang berulang tahun yang ke 23 itu.


Aditya dan Cahya meletakkan kue yang mereka bawa ke atas meja. Mereka memeluk Kyros dan Kyra dengan perasaan campur aduk,. Berbulan-bukan terpisah dengan kedua anaknya membuat Cahya tidak bisa menahan air mata nya. Dia seorang ibu yang begitu menyayangi dan merindukan kedua buah hatinya yang sedang berjuang untuk masa depan mereka. Di rumah ketika sedang merindukan Kyros dan Kyra, dia sering memprotes Aditya karena Aditya dulu selalu menolak untuk memiliki anak lagi, padahal jika mau memiliki anak lagi, tentu di rumah tidak akan terasa sepi ketika Kyros dan Kyra pergi jauh untuk melanjutkan sekolah mereka. Karena anak ketiga mereka pasti akan menjadi pelipur lara mereka. Tetapi Aditya tidak pernah mau untuk memiliki anak lagi. Aditya hanya terus meminta Cahya untuk bersabar selama dua tahun lagi, karena Kyra pasti akan kembali bersama mereka setelah menyelesaikan pendidikan nya. Untuk Kyros.


Baik Cahya ataupun Aditya tidak ingin terlalu berharap banyak untuk bisa berlama-lama dengan putra mereka itu, mengingat saat ini Kyros sudah memilih jalan hidupnya untuk bisa menetap di negara ini, bahkan Kyros juga sudah menjadi warga negara ini. Itu di lakukan untuk mempermudah Kyros mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan sejak masih kecil. Meski keputusan itu berat bagi Aditya dan Cahya, tetapi sebagai orang tua, mereka tidak mau menjadi egois dengan tidak mengijinkan Kyros mengejar apa yang menjadi impiannya. Mereka membebaskan Kyros mengejar cita-cita nya dan akan selalu mendukung keputusan Kyros.


"Selamat ulang tahun untuk kedua bayi kecil nya Amam, meskipun usia kalian 23 tahun, kalian tetaplah bayi 2 tahun Amam yang menggemaskan serta ceria... Apapun itu semoga semua pengharapan kalian di kabulkan oleh Allah, dan jadilah manusia yang bermanfaat untuk orang lain, serta di jauhkan dari segala hal buruk.. Amam sangat mencintai kalian berdua....! " Ungkap Cahya dengan diselingi air mata penuh kebahagiaan dari seorang ibu yang sangat mencintai anak-anaknya.


"Selamat bertambah umur untuk kalian berdua, semoga kalian selalu jadi kebanggaan keluarga, jadi manusia yang baik dan tetap rendah hati, Apap tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan kalian agar selalu jadi orang yang selalu menghargai dan menghormati orang lain, menjaga nama baik keluarga dan semoga kalian selalu bahagia, kami semua sangat menyayangi kalian...! "


"Terima kasih Mam, Pap sudah datang kesinj.. Kami sangat menyayangi kalian dan sangat merindukan kalian...! " Ucap Kyros.


Aditya dan Cahya melepaskan pelukan mereka, tersenyum menatap lembut kedua anaknya, kemudian mendaratkan kecupan di dahi mereka bergantian. Kebahagiaan orang tua adalah ketika bisa melihat anak-anaknya tumbuh dengan terus menanamkan nilai kebaikan untuk keduanya. Aditya dan Cahya tidak pernah lelah mengingatkan Kyra serta Kyros agar tidak menjadi orang yang takabur serta sombong. Selalu mengajarkan agar mereka bisa menjadi orang yang peduli terhadap sekitar dan rendah hati menjadi utama meskipun mereka di limpahi kebahagiaan materi dan non materi seperti kasih sayang. Kyros dan Kyra tidak boleh menjadi anak yang manja dan harus tetap mandiri.


Setelah Cahya dan Aditya memberi ucapan selamat ulang tahun pada Kya dan Kyros, kali ini giliran Tuan Harry Sahasya dan istrinya nyonya Harry Sahasya yang tak lain adalah Oma dan Opa Kyra dan Kyros. Air mata nyonya Harry tidak bisa di bendung, dia terisak memeluk kedua cucu nya. Dia tidak berhenti bersyukur bisa terus melihat kedua cucu nya tumbuh dewasa. Dulu dia sempat berpikir tidak akan memiliki umur yang panjang setelah bertahun-tahun menderita sakit dan harus terus berobat. Tetapi Tuhan maha baik, hingga sampai detik ini dia di beri kesehatan serta umur panjang sehingga bisa melihat cucu cucunya tumbuh. Si kembar yang dulu selalu bermain di pangkuannya sekarang sudah menjadi dewasa, dan selalu membanggakan keluarga nya. Kyra tumbuh menjadi gadis cantik, ceria, cerdas dan peduli sesama. Sementara Kyros tumbuh menjadi anak laki-laki yang tampan, berprestasi, punya tekad kuat pada hal yang di inginkan nya dan juga selalu menjadi kebanggaan semua orang di keluarganya, serta tetap menjadi pribadi yang menyenangkan dan tidak sombong. Nyonya dan Tuan Harry berharap kedua cucunya tetap jadi pribadi yang sama seperti kemarin dan hari ini, serta selalu bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi dan lagi.


Setelah Oma dan Opa nya, giliran Nenek Kyra dan Kyros yaitu ibu dari Cahya yang menghampiri kedua cucunya. Memberikan ucapan selamat dan juga mendoakan keduanya. Selain itu juga melepaskan kerinduannya kepada sang cucu.


Semua bergantian memberi ucapan kepada Kyra dan Kyros termasuk Gienka. Dia memeluk erat Kyra. Sahabat yang sangat dia sayangi dan juga dia tidak bisa terpisahkan dengan Kyra. Bersahabat sejak masih bayi membuat Gienka merasa seperti saudara yang saling melengkapi. Sering berbagi banyak hal dan tidak bisa jauh satu sama lain walaupun pada akhirnya tetap harus berpisah karena berbeda kampus. "Happy birthday Ra...! All the laughs and tears we share make me feel awesome... I am so thankful for our true friendship...Hope your day is always amazing as you are... Happy birthday Kyra sayang...!" Ucap Gienka sambil terus memeluk Kyra.


"Thanks Gie... Kau adalah sahabat terbaikmu sepanjang masa....!! "


Gienka melepas pelukannya dan tersenyum menatap Kyra. Dia benar-benar bahagia sekali bisa dagang kesini dan merayakan ulang tahun Kyra. Gienka sudah memiliki hadiah untuk Kyra tetapi hadiah itu ada di apartemen sahabatnya itu dan nanti dia akan memberikannya begitu juga dengan hadiah untuk Kyros. Laki-laki yang selama ini sangat di cintainya.


Gienka beralih ke Kyros, dia juga memeluk sahabat sekaligus laki-laki yang selama ini dia cintai. "Happy birthday Ky... You are my special friend, I love you from the bottom of my heart. I will always keep you close... Happy birthday my dear Ky... We love you so much...” Ujar Gienka.


Kyros tersenyum. " Thanks Gie... Kau selalu luar biasa, Terima kasih untuk surprise nya... Kau membat ulang tahunku dan Kyra kali ini menjadi luar biasa... Thank you so much...! Aku sangat menyanmyangimu...! "


"Sama-sama.... Hadiahnya ada di apartemen, jadi besok saja ya hehehe...! "


Kyros terkekeh dan mengatakan bahwa tidak perlu hadiah, karena adanya Gienka dan yang lainnya disini sekarang adalah hadiah yang luar biasa.


.