I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 200



Camilla langsung bergegas masuk ke dalam apartemennya dan mengunci pintu balkon. Dia merasa sangat ketakutan, dia masih tidak menyangka jika ternyata keluarga dari Kyros dan Gienka datang kesini. Mereka juga sudah mengetahui semuanya, dan wajar saja saat di dalam lift pria itu menatapnya denfan penuh kemarahan dan kebencian. Bahkan saat diluar pria itu juga sudah mengumpatnya dengan kasar. Pria itu tidak lain adalah orangtua Gienka.


Sementara itu, Ariel hanya bisa terkekeh melihat ketakutan dari Camilla yang langsung pergi masuk ke dalam. Ariel kembalikan mengumpat dan mengatai Camilla dengan kata-kata yang sedikit kasar untuk mengungkapkan kekesalannya. Sikap yang baru saja ditunjukkan oleh Camilla adalah sikap seorang pengecut yang hanya berani ketika tidak ada banyak orang dan nyalinya menciut ketika semua orang sudah mengetahui kebusukkannya.


Kyros kembali duduk dan meminum lagi greentea latte nya. Sampai saat ini perasaannya masih kalut, semua campur aduk menjadi satu. Ingin rasanya dia tidak mempercayai semuanya, tetapi kenyataannya Camilla memang melakukan itu pada Gienka. Kyros masih tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Camilla hingga tega melakukannya, padahal selama ini dia mengenal Camilla adalah teman yang baik. Kenapa Camilla tidak berpikir dampak apa yang akan di terimanya jika dia melakukan itu. Kyros hanya merasa beruntung keluarganya serta keluarga Gienka tidak melakukan pembalasan yang bisa membuat hal buruk terjadi pada Camilla, dan Camilla hanya mendapat ejekan saja.


Kyros benar-benar tidak bisa membayangkan jika saja keluarganya dan mertuanya melakukan pembalasan kejam pada Camilla, karena Kyros sangat tahu betul bahwa keluarganya bisa melakukan apa saja pada orang-orang yang berani mengusik mereka, dari yang sedang, rendah hingga yang paling tinggi adalah menghancurkannya secara perlahan. Dan ketika yang paling tinggi sudah dilakukan, tidak akan pernah bisa mengembalikan keadaan seperti semula.


***


Malam tiba, makanan juga sudah siap. Ada yang memilih makan diruang makan, beberapa lainnya menikmatinya di balkon dan ruang depan, karena memang kursi yang terbatas. Di meja makan ada Aditya, Danist, Ariel, Elea, Kyros dan Gienka. Sementara di balkon ada Axel dan Friddie, sisanya ada di ruang depan.


Elea mengupaskan apel untuk Gienka dan Gienka juga menikmati banana smoothies buatan Maysa. Semua menikmati makan malam mereka di selingi obrolan ringan dan sesekali bercanda. Sejak kejadian sore tadi, tidak adalagi tanda-tanda Camilla keluar dari apartemennya, bahkan lampu di balkon juga tidak dinyalakan.


"Ky...! Papa sudah mengatur waktu untuk melihat calon rumah untukmu dan Gie, besok sepulang kerja kau bisa melihatnya dan menentukan pilihanmu! Kami bertiga akan menunggumu disana bersama dengan pihak agen propertinya, mereka bilang jika kau bisa langsung menentukan pilihanmu, keesokan harinya langsung bisa kalian tinggali!" Ujar Ariel.


"Secepat itu Pa???" Tanya Kyros.


"Ya, lebih cepat lebih baik bukan???"


"Tapi kalau weekdays kan Ky kerja Pa, nanti bagaimana packingnya, lebih baik minggu depan saja...!"


"Lalu untuk apa kami semua disini? Jangan pikirkan packing, kami yang akan membantu istrimu, jadi kau bisa bekerja dengan tenang....! Untuk apartemen ini terserah kau saja, kau mau menjualnya, menyewakannya atau masih ingin menggunakannya sesekali itu terserah padamu, kami tahu bahwa tempat ini pasti punya history untukmu!" Sela Aditya.


"Baiklah...! Aku minta maaf jika aku dan Gie sudah merepotkan kalian semua...!"


"Tidak ada yang merasa direpotkan!"


"Kenapa tidak mencari apartemen lain saja? Kenapa harus rumah? Itu pasti mahal sekali..!" Tanya Kyros lagi.


"Tidak masalah, rumah bisa dijadikan investasi jangka panjang..! Kami bertiga yang akan membelikannya, jadi jangan khawatirkan apapun, simpan saja tabunganmu..!" Jawab Ariel.


Mereka kemudian melanjutkan lagi makan malamnya. Kyros sudah tidak akan bisa membantah lagi jika keputusan sudah di buat oleh orangtua dan mertuanya. Dan dia hanya akan menerima beres saja semuanya, karena mereka sudah mengurusnya.


Keesokan harinya...!


Sepulang kantor, Kyros langsung menyusul Apapnya dan mertuanya di alamat yang sudah diberitahukan oleh mereka sebelumnya. Ketika sampai, Kyros langsung mengernyit karena ternyata rumah itu cukup besar dan luas dengan 2 lantai. Tetapi dia tetap turun dan menemui mertua serta Apapnya yang terlihat sedang serius mengobrol. Aditya kemudian memperkenalkan Kyros pada pihak pengurus properti. Mereka kemudian masuk dan berkeliling rumah itu.


Rumah itu memiliki 6 kamar tidur, dan ruangan-ruangan lainnya yang sangat mendukung untuk berkumpul dengan keluarga. Dilantai 2 bagian belakang ternyata memiliki kolam renang yang cukup luas sekali dan juga sangat cocok untuk bersantai menikmati sore atau malam hari, suasananya mirip seperti di rumah Aditya.


Ariel pun langsung mengatakan pada Kyros bahwa rumah ini juga akan sangat cocok untuk Kyros yang terbiasa mengamati langit, karena di sisi kolam renang ada spot yang cukup luas untuk meletakkan barang seperti teleskop-teleskop milik Kyros. Sementara untuk bagian dapur juga luas dan menyatu dengan ruang makan serta mini bar. Ada juga ruang perpustakaan yang bisa juga dijadikan ruang kerja. Ya, Rumah ini sangat lengkap dengan berbagai ruangan yang ada di dalamnya.


Kyros pun menanyakan harga rumah ini pada pihak properti, dan sesuai dugaan Kyros sebelumnya bahwa rumah ini pasti memiliki nilai yang cukup fantastic yaitu $4.336.000 . Kyros mengernyit mendengar harganya, hanya untuk srbuah rumah yang akan ditinggali olehnya dan Gienka saja harganya menembus angka 65 Milyard jika dirupiahkan. Sontak Kyros langsung memprotes Apapnya, dan meminta mencari yang sederhana saja, sayangnya ternyata ketiga pilihan mereka memiliki nilai yang hampir sama.


Kyros berbisik dan memprotes Apapnya, saat Ariel dan Danist sedang sibuk berbincang-bincang dengan agen propertinya.


"Ky....! Jangan pikirkan harganya, biar Apap dan mertuamu yang mengurusnya, kau hanya tinggal terima beres saja, oke! Dan ya, rumah ini yang lebih dekat dengan kantormu, karena yang kedua dan ketiga lokasinya cukup jauh, kalau kau suka, menurut Apap ambil ini saja..!"


"Luas sekali Pap...! Cari apartemen saja ya?" Protes Kyros.


"Keluargamu banyak, jika kami semua berkunjung kesini tentu kami tidak perlu repot-repot membooking hotel, tenang saja, mertuamu sangat ahli dalam hal semacam ini, dia juga paham betul bagaimana nilai investasi dari sebuah properti, jadi bagaiamana? Kau pilih ini atau kita lihat lagi yang srlanjutnya???" Tanya Aditya.


Kyros mendengus kesal. "Ya sudah ini saja, kalau memang ini yang paling dekat dibanding yang lainnya...!" Gumam Kyros, karena baginya percuma saja melihat yang kedua atau yang ketiga karena jika nilainya sama dan dia tidak bisa membantah ya untuk apa.


Aditya tersenyum dan menepuk pundaknya putranya itu. Kemudian Aditya menghampiri Ariel dan Danist untuk memberitahu mereka jika Kyros sudah menyukainya. ereka kembaki berbincang dengan serius, sementara Kyros memilih duduk dan melihat keempat laki-laki itu berdiskusi untuk finalisasi pembelian rumah ini.


Akhirnya semua beres, ternyata kesepakatan untuk pembelian rumah itu juga sebelumnya sudah diatur oleh Aditya, Ariel dan Danist. Dimana Aditya meminta agar pembayaran 50% adalah tanggung jawabnya sebagai orangtua Kyros, 25% Ariel, dan 25% sisanya adalah Danist sebagai orangtua Gienka. Kesepakatan yang bagus dan sama rata, karena bagi mereka ini adalah yang terbaik untuk anak-anak mereka yang mungkin nanti juga akan diwariskan kepada cucu mereka jika Kyros dan Gienka memiliki anak. Kyros hanya bisa diam dan membiarkan mereka bertiga dengan urusannya, tidak ada gunanya juga membantah.


"Oke sudah beres...! Kita bersiap malam ini dan besok bisa langsung pindah...! Ky jangan khawatir, kau fokus saja bekerja, urusan kepindahan biar kami semua yang mengurusnya....! Kau nanti kemasi saja barang-barang pentingmu, sisanya biar yang lain yang membereskan ...!" Ujar Danist.


Kyros hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Mereka kemudian kembali ke apartemen Kyros untuk bersiap-siap. Kyros mengendarai mobilnya sendirian sementara Apap dan kedua Papa mertuanya menaiki mobil yang sudah mereka sewa beserta supirnya.


"Ribet juga ternyata kalau berurusan dengan mereka.....! Hadeuh....!!! Membantah tidak bisa, menolak apa lagi....!" Gumam Kyros sendiri.