
Cahya terbangun saat tengah malam dan berteriak membuat Aditya yang ada di sampingnya juga terbangun karena terkejut. Aditya menyalakan lampu tidur dan melihat Cahya terengah dengan keringat yang mengucur di wajah istrinya itu. Aditya meraih gelas yang berisi air di meja dan memberikannya kepada Cahya.
"Kau kenapa sayang???" Tanya Aditya.
Cahya memeluk Aditya dan terisak, lalu menceritakan jika dia bermimpi buruk, dimana di mimpi itu dia melihat Kyra dan Kyros terjatuh ke dalam lubang dan dia tidak bisa menolong mereka karena lubang itu terlalu dalam. Sebelumnya dia mendengar suara tangisan mereka berdua yang begitu keras dan saat di dekati kedua bayi itu di dorong oleh seekor anjing ke dalam lubang yang sangat dalam.
Aditya mengusap lembut punggung Cahya dan mencoba menenangkan istrinya yang terisak di pelukannya. "Shhhhh.... Itu hanya sebuah mimpi, tidak akan terjadi apapun dengan anak-anak"
"Aku takut.....! Aku benar-benar takut...!"
"Tidak akan terjadi sesuatu, kau tadi tertidur lebih cepat dari biasanya, tidak makan malam dan kau juga belum sholat isya kan??? Sekarang tenangkan dirimu, lalu sholat agar kau merasa lebih tenang"
"Tapi???"
"Sssshhh tidak akan terjadi apapun, sekarang pergilah ke kamar mandi, wudhu dan sholat, aku akan mengambilkan buah di dapur, kau pasti lapar"
Aditya turum dari tempat tidur dan meninggalkan Cahya. Cahya mengusap wajahnya, entah kenapa mimpi itu seperti nyata, tangisan dari kedua anaknya masih terngiang-ngiang di kepalanya. Cahya berharap itu memang hanya sebuah mimpi, hidupnya akan berakhir jika sampai hal itu terjadi. Cahya turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar Kyra dan Kyros, mereka masih terlelap disana. Dengan lembut Cahya mengusap kening kedua bayinya.
"Just a dream.... Rilex Ca.... Itu hanya mimpi..." Gumam Cahya dalam hati mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Tadi Cahya memang tidak sadar tertidur di sofa saat membaca buku dan membiarkan Kyra dan Kyros bermain bersama Aditya, karena Cahya merasa sangat lelah sekali seharian mengurus kedua anaknya. Dan dia terbangun sudah berada di tempat tidur menandakan bahwa Aditya yang sudah memindahkannya.
Aditya masuk lagi ke kamar, kemudian tersenyum melihat Cahya sedang sholat. Aditya meletakkan nampan berisi makanan di atas meja dan segelas jus untuk Cahya. Aditya menunggu dengan sabar sampai Cahya akhirnya selesai.
"Bagaimana? Apakah kau sudah merasa lebih baik???"
"Iya" Jawab Cahya singkat.
"Duduklah, dan habiskan ini, aku juga membuatkanmu oreo milkshake" Aditya mengusap lembut rambut Cahya seraya tersenyum.
Aditya hanya menatap Cahya yang sedang memakan pisang dan apel yang tadi dibawanya. Cahya menghabiskannya dan meminum habis oreo milkshake nya.
"Thanks ya sayang" Gumam Cahya.
"Kau sudah kenyang sekarang, jadi ayo kembali tidur"
"Bolehkan aku membawa anak-anak tidur bersama kita disini???"
"Tentu saja, kita bawa mereka kesini" Aditya mencoba mengerti, Cahya meminta itu agar dia merasa lebih tenang setelah mimpi buruknya tadi. Lagipula selama ini kedua bayinya juga selalu tidur di box bayi mereka, jadi Aditya berpikir tidak ada salahnya sekali-kali membawa mereka tidur bersama.
Cahya dan Aditya mengangkat bayi mereka yang terlelap di box bayinya lalu memindahkannya ke tempat tidur mereka. Kemudian mereka berbaring disisi yang berbeda. Cahya memukul-mukul pelan paha Kyros seraya menciuminya dengan lembut.
"Sayang, sudah larut tidurlah, mereka aman bersama kita" Ujar Aditya.
Cahya kemudian berbaring miring menghadap ke kedua bayinya, menarik selimut dan memejamkan matanya. Cahya berdoa agar tidak lagi nermimpi buruk seperti itu lagi.
*****
Keesokan harinya, setelah sarapan, Cahya dan Aditya sudah bersiap untuk pergi jalan-jalan ke taman bersama si kembar. Aditya senang sepertinya Cahya sudah merasa lebih baik dari semalam. Itu hanya sebuah mimpi, dan Aditya tentu akan menjaga istri dan kedua bayinya dengan sangat baik, serta memastikan keamanan mereka.
"Apa kau tidak menghubungi Soni dan Irwan??" Tanya Cahya kepada Aditya, dimana kedua orang itu adalah bodyguard yang biasa mengikutinya saat dia keluar rumah.
"Tidak sayang, kau dan anak-anak pergi bersamaku, aku yang akan menjaga kalian"
Mendengar ucapan Aditya itu, Cahya pun tidak mempermasalahkannya. Mereka kemudian meletakkan Kyra dan Kyros di seat car yang sudah disiapkan di mobil milik Cahya. Kemudian keduanya berangkat ke taman yang akan dituju. Mobil Cahya yang dikendarai Aditya pun mulai meninggalkan gerbang rumah mereka.
Tak di duga, mobil milik orang bayaran Cyntia baru sampai di tempat biasa dia berhenti untuk memantau keluarga Aditya. Dia melihat gerbang rumah itu bau saja ditutup dan dari kejauhan dia juga melihat mobil alphard putih yang sudah sangat dipastikan bahwa itu adalah milik dari salah satu keluarga Aditya. Bergegas dia menyusul mobil itu, dan mengikutinya.
*****
Sampailah mereka di taman, terlihat suasana cukup ramai. Aditya turun dari mobil, membuka bagasi dan mengeluarkan stroller bayinya lalu membantu Cahya menurunkan kedua bayinya. Setelah siap, mereka mulai memasuki taman dan berjalan-jalan. Suasana cukup ramai dan beberapa orang memilih jalan, sekedar duduk atau ada juga yang berjogging.
Cahya mendorong stroller berisi Kyra, sementara Kyros ada di gendongan Aditya. Sudah lama sekali tidak berjalan-jalan seperti ini, bahkan terbilang sangat jarang karena saat hamil dan setelah memiliki bayi, Aditya sangat menjaga agar Cahya tidak keluar rumah sembarangan. Dan Cahya menjadi teringat terakhir kali dia ke taman adalah saat dia hamil pertama, dia menghabiskan waktu seharian bersama Aditya dan setelah itu dia mengalami insiden yang membuatnya akhirnya kehilangan bayinya akibat perbuatan Theo. Cahya berharap itu menjadi yang terakhir kalinya, dan tidak ada lagi kejadian buruk yang menimpanya ataupun keluarganya.
Semua berjalan dengan sangat baik, Cahya menikmati paginya hari ini dengan sangat bahagia. Dia dan Aditya membeli aneka jajanan dan es krim, ternyata sangat menyenangkan menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya. Raut bahagia Kyros dan Kyra juga terlihat dari wajah mereka. Melihat keramaian dan suasana sejuk yang sangat mendukung. Dan kini mereka sedang duduk di bangku taman menikmati es krim sambil melihat air mancur yang ada di depan mereka. Kyros tidak berhenti berteriak karena sepertinya dia merasa sangat senang sekali, sementara Kyra hanya diam dan tampak serius melihat air mancur yang ada di depannya.
Tetapi tanpa mereka sadari, dari kejauhan ada yang terus membuntuti mereka. Siapa lagi jika bukan orang-orang bayaran Cyntia. Mereka juga sudah melaporkan tentang semua yang mereka lihat hari ini, yaitu kegiatan dari keluarga Aditya. Dan saat mendengar itu, Cyntia langsung menyusun rencana dan memberikan mereka tugas yang harus di eksekusi hari ini juga. Saat ini mereka masih menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya karena tampaknya Aditya sejak tadi tidak menjauh sama sekali dari istri dan anaknya, dia selalu ada di dekat mereka.
"Sayang, sudah panas, kita pulang sekarang, kasihan anak-anak, kau juga pasti lelah sejak tadi berjalan-jalan" Gumam Aditya yang langsung mendapat persetujuan dari Cahya.
Kerena Kyros terlihat mengantuk, Aditya meletakkannya ke dalam stroller, sementara Kyra diambilnya dari gendongan Cahya. Aditya menggendong Kyra sementara Cahya mendorong stroller, mereka pun berjalan untuk keluar.
"Siaaalll..... Dia sama sekali tidak meninggalkan istrinya, dan sepertinya mereka akan keluar dari tempat ini....... Bagaimana aku bisa melakukannya jika si Aditya itu selalu ada di dekat istrinya...!!" Gumamnya kesal, jika rencana ini gagal lagi, Cyntia pasti akan memecatnya. Dia pun terus mengikuti Aditya dan Cahya dari kejauhan hingga akhirnya mereka sudah keluar dari area taman.
Cahya dan Aditya sudah berada di tempat parkir dimana mobil mereka ada disana. Aditya membuka pintu kanan untuk meletakkan Kyra di car seatnya, sementara Cahya berjalan menuju sisi kiri mobil untuk meletakkan Kyros disana. Aditya tengah sibuk memasangkan pengaman yang ada di seat car Kyra, hingga dia tidak terlalu memperhatikan Cahya. Saat Cahya hendak membuka pintu mobil tiba-tiba dia di sekap oleh orang dai belakang dan tak lama Cahya tidak sadarkan diri. Saat itulah orang itu membiarkan Cahya terbaring di trotoar lalu mulai mengambil Kyros dari strollernya, sudah ada pisau di sakunya, tak butuh lama dia memotong pengaman stroller itu untuk memudahkan mengeluarkan bayi itu. Setelah nerhasil memotong, dia langsung mengangkat Kyros dan membawanya pergi dengan berlari meninggalkan Cahya.
Aditya mengankat kepalanya dan melihat ke sisi kiri lalu mengernyit karena tidak terlihat Cahya ada disana. Aditya keluar dan menutup pintu mobil, lalu menuju ke sisi kiri dan betapa terkejutnya dia, menemukan Cahya terkapar di tanah dan stroller bayinya dalam keadaan kosong. Kyros tidak ada disana. Aditya panik dan berusaha menyadarkan Cahya, tetapi dia juga bingung karena bayinya tidak ada.
**
Aditya benar-benar dibuat bingung dengan keadaannya. Aditya melihat ke sekelilingnya berharap bisa menemukan siapa yang membawa Kyros. Posisi mobilnya terparkir di tengah-tengah kendaraan lainnya sehingga sulit bagi orang untuk melihat posisi Cahya. Aditya berdiri dan menengok ke penjuru arah, dan tidak melihat ada tanda-tanda orang yang membawa anaknya. Aditya kemudian membuka pintu mobilnya dan mengangkat Cahya ke dalam mobil. Aditya mengutuk dirinya karena dia gagal menjaga keamanan istri dan anaknya.
Aditya mengambil ponselnya dan menghubungi kepolisian melaporkan masalah ini. Setelah itu dia mengunci mobilnya dan berlari ke berbagai arah untuk menemukan keberadaan Kyros. "Ya Tuhan, siapa yang menculik putraku.....!!"
Saat Aditya pergi meninggalkan mobilnya, saat itulah dia menyuruh temannya yang ada dikemudi untuk segera pergi dari tempat ini. Perlahan mobil itu melaju meninggalkan area parkir tanpa disadari oleh Aditya.
Dengan gusar dan panik, Aditya mengambil ponselnya lagi dan menghubungi Randy dan Marco, meminta keduanya agar bergegas menyusulnya. Aditya juga meminta Randy agar mengajak anak buahnya untuk membantu mencari keberadaan Kyros.
Ditempat lain, Ariel sedang bersama Gienka, dia tengah bermain dengan putrinya itu di halaman belakang rumah Elea. Disana juga tentu ada Elea, Danist dan Chika. Ponselnya berdering dan ada nama Aditya disana, dia mengangkatnya.
"Ya Dit??? Kau ini libur-libur masih saja menghubungiku" Gumam Ariel kesal tetapi kemudian raut wajahnya berubah mendengar suara panik Aditya.
"Bisakah kau datang ke taman Pelangi sekarang, Kyros diculik!!!"
"Apa???? Kyros diculik...!!! Bagaimana bisa???" Seru Ariel yang sontak membuat semua yang ada disekitarnya juga ikut terkejut. Danist dan Elea saling berpandangan begitu juga Chika.
"Aku tidak tahu, ada yang membius Cahya, dia masih tak sadarkan diri, dan Kyros tidak ada di strollernya, cepatlah kesini, Randy juga sudah dalam perjalanan"
"Astaga..... Aku sekarang ada di rumah Elea, tetapi aku akan segera kesana sekarang juga, kau jangan panik oke!" Ariel menutup teleponnya dan memberikan Gienka kepada Elea.
*****
Aditya bingung harus mencari kemana, sementara Cahya masih tidak sadarkan diri. Lagi dan lagi hal ini terjadi, dan kali ini karena kecerobohannya, andai saja tadi dia menuruti keinginan Cahya untuk mengajak Soni dan Irwan, pasti hal ini tidak akan terjadi. Tak lama akhirnya polisi datang, Aditya menjelaskan semua yang terjadi dan dia tidak tahu siapakah yang sudah melakukannya karena istrinya masih belum sadar. Polisi pun akan mencoba memeriksa mungkin ada cctv di sekitar tempat ini yang bisa di jadikan petunjuk.
Tak lama Marco datang dan menghampiri Aditya. Aditya kemudian menyuruhnya untuk membawa pulang Cahya, dan untuk memastikan Cahya dan Kyra aman, Aditya meminta salah satu anggota kepolisian berkenan mengawal Cahya sampai di rumah. Aditya tidak mau kepanikan Cahya nantinya malah justru membuat suasana semakin kacau.
"Aku sudah meminta Ibu untuk ke rumah, pastikan jangan sampai terjadi kepanikan di rumah, katakan semuanya akan baik-baik saja, dan jangan sampai ada yang memberitahu kepada Cahya bahwa Ky diculik, kau mengerti kan???"
"Mengerti pak!" Jawab Marco.
Akhirnya Marco ditemani salah seorang polisi pun membawa Cahya dan Kyra pulang. Dan beberapa saat kemudian giliran Randy dan anak buahnya tiba.
"Bagaimana Dit???" Tanya Randy.
"Polisi sedang mencoba mencari cctv disekitar sini, Oh..... Shiiiittt.... Aku benar-benar bodoh Ran, kenapa aku bisa seteledor ini, aku tadi memasukkan Kyra ke mobil dan sibuk dengat car seatnya, sementara Cahya berjalan ke sisi lainnya untuk membawa Ky masuk ke mobil, saat itulah kurasa ada yang membekapnya hingga Cahya tidak sadarkan diri, dan sabuk pengaman strollernya juga sengaja dipotong supaya mempermudah dia membawa Ky, shiiit....!!!" Gumam Aditya.
"Lalu Cahya sekarang dimana??"
"Aku menghubungi Marco, baru saja dia membawa Cahya dan Kyra pulang, aku juga sudah menghubungi Ibu agar ke rumah"
"Aku juga akan meminta Chitra dan Mama untuk ke rumahmu, biar mereka menemani Cahya"
Randy kemudian menyuruh anak buahnya untuk menyisir tempat ini, siapa tahu para penculik itu masih berada di sekitar sini. Atau setidaknya mereka juga menemukan petunjuk. Aditya duduk di trotoar dengan perasaan yang tidak menentu, bingung harus bagaimana, juga takut terjadi sesuatu pada Kyros. Randy mencoba menenangkan Aditya dan terus mencari kabar terbaru dari kepolisian.
******
*
"Ky......!!!!" Cahya berteriak dan bangun dari tempat tidur.
Kini dia sudah berada di rumah dan Ibunya juga sudah ada disana bersama dengan Chitra. Dan Cahya saat ini berada di kamar tamu bawah.
"Ca... Kau sudah sadar!" Ucap Ibunya yang langsung memeluk Cahya.
"Kenapa ibu disini? Chitra juga kenapa ada disini?? Adit mana??? Ky dan Kyra mana??"
"Adit sedang pergi ada urusan pekerjaan, anak-anak sedang tidur, kau minum dulu" Ibu Cahya memberikan segelas air dan menyuruhnya untuk meminumnya.
"Ibu....!!! Sejak semalam aku terus saja bermimpi buruk tentang anak-anak, semalam aku melihat mereka didorong oleh anjing dan jatuh ke dalam lubang, dan baru saja aku mendengar tangisan Ky dia memanggilku, aku harus melihat mereka di kamar!" Cahya hendak beranjak dari tempat tidurnya tetapi di tahan oleh Ibunya.
Saat ini Kyra sedang bersama dengan Mama Chitra di kamar, dan seperti pesan Aditya bahwa Cahya tidak boleh tahu jika Kyros saat ini sedang di culik.
"Kau istirahat saja, kau baru siuman, ayo istirahat saja, anak-anak sedang tidur kau tidak boleh mengganggunya"
"Aku ingat tadi ada seseorang yang menyekapku saat di tempat parkir, apa Adit pergi untuk mencarinya??"
Ibu Cahya dan Chitra saling berpandangan, lalu Chitra memejamkan matanya memberi isyarat kepada Ibu Cahya.
"Iya, Adit sekarang sedang mengejarnya itu sebabnya Ibu dan Chitra ada disini menjagamu dan anak-anak, sekarang kau berisitirahat saja" Ujar Ibunya. Cahya pun akhirnya berbaring lagi.
*****
Ariel dan yang lainnya akhirnya sudah sampai, dan mereka melihat ada beberapa polisi yang lalu lalang di tempat itu. Danist melihat Aditya sedang bersama Randy, lalu memberitahukannya kepada Ariel. Akhirnya mereka berempat berlari menghampiri Aditya dan Randy.
"Bagaimana??? Apa ada perkembangan??" Tanya Ariel.
"Polisi masih mencari cctv disekitar sini, masalahnya area parkir saat itu sedang sepi, jadi tidak ada saksi" Jawab Randy.
"Cahya mana???" Kali ini giliran Elea yang bertanya.
"Kurasa kau dan Chika ke rumah Adit saja, Chitra dan Mama mertuaku ada disana, Cahya sudah di bawa pulang bersama Kyra, tetapi jangan sampai Cahya tahu jika Kyros di culik, lebih baik sebelum menemui Cahya kau hubungi Chitra lebih dulu" Gumam Randy.
"Oke, aku akan memesan taksi kalau begitu"
"Tidak perlu El, bawa saja mobilku" Ariel memberikan kunci mobilnya pada Elea. Chika dan Elea pun kembali ke mobil Ariel untuk pergi ke rumah Aditya.
Sementara itu salah seorang polisi, menghampiri Aditya dan yang lainnya memberitahu jika mereka sudah menemukan beberapa rekaman cctv di sekitar tempat ini, dan meminta agar mereka ikut melihatnya.
Aditya menjelaskan di jam berapakah mereka kembali ke tempat parkir. Akhirnya setelah dicari, rekaman itu mulai menunjukkan dimana Aditya dan Cahya sedang berjalan menuju area parkir. Dan terlihat bahwa di belakang mereka ada seseorang yang tampaknya sengaja mengikuti mereka.
Kemudian polisi mengalihkan ke hasil rekaman cctv lainnya di waktu yang sama. Hingga sampailah ke rekaman saat Aditya memasukkan Kyra ke dalam mobil dan Cahya tengah berjalan ke sisi lainnya mendorong Kyros, dan orang itu berlari ke arah lain, tetapi saat Cahya hendak membuka pintu mobil, disitulah terlihat dia membekap Cahya lalu berusaha mengambil Kyros dari strollernya dan berlari dengan mengendus diantara mobil-mobil.
Saat berpindah ke rekaman yang lainnya, terlihat laki-laki itu membawa masuk Kyros ke sebuah mobil dan beberapa saat kemudian mobil itu mulai meninggalkan area parkir. Sayangnya lelaki itu memakai kacamata hitam dan mulutnya tertutupi masker sehingga sulit untuk dikenali.
"Tunggu-tunggu pak tolong hentikan, mobil ini??? Aku seperti mengenal mobil ini!" Gumam Aditya.
"Anda mengenal mobil ini??? Siapa pemiliknya? Apa orang terdekat anda??" Tanya seorang polisi.
"Kalau tidak salah mobil ini sering terparkir di dekat rumah saya tapi saya tidak tahu siapa pemiliknya" Gumam Aditya.
"Bisa jadi mereka memang sengaja mengintai keluarga anda, apa anda sedang bermasalah dengan seseorang akhir-akhir ini???" Tanya polisii itu pada Aditya.
Aditya menggelengkan kepalanya. "Tidak sama sekali, bahkan saya baru sekitar 2 minggu berada disini"
"Oke pak Aditya, kami akan mendalami rekaman-rekaman ini dan membawanya ke kantor, kami juga akan melacak nomor plat mobil ini untuk mengetahui siapa pemiliknya, dan untuk bayi anda kami akan berusaha mencarinya dan berkordinasi dengan polsek-polsek lainnya, jika anda memiliki petunjuk atau mengingat sesuatu anda bisa langsung menghubungi kami, sebenarnya kami juga butuh keterangan dari istri anda"
"Saya harus memastikan keadaan istri saya dulu pak"
"Baiklah kami mengerti tetapi lebih cepat tentu akan lebih baik"
Polisi kemudian membawa bukti rekaman itu untuk diperiksa lebih lanjut, selain itu mereka juga mencoba mencari saksi-saksi disekitar tempat itu.
Aditya dan yang lainnya pun mulai berpikir tentang siapa orang itu. Sudah jelas jika orang itu memang sengaja mengincar keluarga Aditya. Dan bodohnya, Aditya sangat terlambat dalam menyadarinya.
"Tunggu-tunggu, kau kemarin sempat bercerita kepadaku kalau kau dan Cahya sempat diikuti oleh mobil, apa kau ingat bagaimana ciri-ciri mobil itu???" Celetuk Ariel yang langsung membuat Aditya dan yang lainnya mengarahkan pandangannya ke Ariel.
"Ah ya Ampun......!!! Kenapa aku bisa melupakan itu, ya aku baru ingat itu sepertinya mobil yang sama yang sempat mengikuti dan Cahya setelah keluar dari restoranmu Iel, astaga.....!!!" Gumam Aditya sambil mengacak-acak rambutnya.
"Aku sudah mengatakan kepadamu bahwa kau harus berhati-hati, tetapi kau bilang mungkin itu hanya jambret" Ujar Ariel kesal.
"Adit, kenapa kau ceroboh sekali, ada hal sebesar ini dan kau tidak menyadarinya padahal kau sudah merasakan keanehan, astaga! Dan pertanyaanku, kenapa tadi kau tidak membawa bodyguard Cahya, kau membayar mereka untuk menjaga anak dan istrimu tetapi kau malah lalai" Ujar Randy tak kalah kesal.
"Aku benar-benar lupa dan tidak menyadari semuanya dengan cepat karena ku pikir itu hal yang biasa, dan aku juga tidak memiliki permasalahan dengan siapapun"
"Kau ceroboh dan bodoh sekali....!" Ucap Ariel.
Danist mencoba menenangkan ketiga sahabat itu, dan mengajak mereka untuk mencari bukti baru. Danist teringat jika ada cctv di rumah Aditya, harusnya pasti ada petunjuk disana jika mobil itu sering terparkir disana. Randy pun membenarkan ucapan Danist, sepertinya mereka harus mengecek cctv untuk, siapa tahu pemilik mobil itu terlihat. Mereka pun bergegas untuk ke rumah Aditya.
"Eiitttsss tunggu-tunggu" Ariel menghentikan.
Randy bergumam kesal karena Ariel menghentikan mereka.
"Adit bilang mobil itu membuntutinya saat keluar dari restoranku, lebih baik kita kesana dulu sebelum ke rumah Adit, disana juga ada cctv" Ujar Ariel.
Akhirnya mereka setuju dan akan menuju ke retoran milik Ariel. Tidak lupa Randy memanggil anak buahnya dan menugaskan mereka agar tetap berusaha mencari Kyros sementara dia dan yang lainnya akan mencari petunjuk. Akhirnya Aditya, Randy, Ariel dan Danist pergi menuju restoran milik Ariel dengan mobil Aditya yang tadi di bawa oleh Marco kesini. Aditya sangat berharap agar segera menemukan petunjuk dimana keberadaan Kyros dan siapa yang tega melakukan itu padanya.