I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 151



Setelah memesan makanan. Jelena menatap lembut Zayan yang ada di depannya. Lelaki itu manis dan sangat tampan. Secara keseluruhan, Zayan adalah lelaki ideal dan sangat sempurna, membuat setiap wanita yang melihatnya akan menengok dua kali. Hanya saja mungkin kekurangan Zayan hanyalah ukuran senjata nya yang kecil, yang sebenarnya ingin sekali Jelena memprotes nya tetapi Jelena menahan diri dan tidak ingin menyinggung perasaan Zayan. Karena jika itu dia ungkapkan langsung pada Zayan, lelaki itu pasti marah dan akan meninggalkannya. Jelena tidak mau jika itu terjadi karena dia sangat terobsesi dengan Zayan. Dan rencana nya untuk menghancurkan hubungan Zayan dan Kyra belum di mulai. Jelena masih bisa melihat jika Zayan sangat mencintai Kyra, dan lelaki itu sepertinya tidak pernah memiliki niat untuk meninggalkan Kyra, sehingga Jelena selalu berpikir keras mencari cara bagaimana dia harus memisahkan kedua orang itu.


"Bagaimana pekerjaanmu di kantor hari ini???" Tanya Jelena.


"Biasa saja... Tidak terlalu sibuk.." Jawab Zayan.


Jelena tersenyum. "Pantas saja wajahmu sumringah, ternyata kau tidak terlalu sibuk.."


"Memang terlihat sekali ya jika aku sedang lelah dan tidak lelah???" Tanya Zayan.


"Ya... Jika kau lelah kau pasti akan menemukan wajahmu dan itu membuatmu jelek, tetapi jika kau tidak lelah, wajahmu semakin terlihat tampan sekali...!"


Zayan terkekeh. Apa yang di katakan Jelena juga sama seperti yang Kyra katakan. Zayan menyadari jika dirinya memang orang yang moody, dan ketika lelah akan sangat jelas terlihat wajahnya yang sedikit tidak bersahabat meskipun sebenarnya dia tidak terlalu cuek atau dingin, tetapi tetap akan berusaha untuk bersikap biasa saja.


Mengingat Kyra, sebenarnya Zayan ada perasaan bersalah karena sudah mengkhianati Kyra, tetapi jika boleh jujur, dia juga tidak bisa melepaskan Jelena begitu saja. Semakin kesini dia semakin merasa nyaman dengan Jelena, karena Jelena bisa mengisi kekosongan hatinya ketika sedang tdak bersama dengan Kyra. Jelena bisa memberikan apa yang tidak bisa di berikan oleh Kyra. Tetapi Zayan tidak bisa memungkiri jika cinta nya pada Kyra sangatlah besar, dan mungkin tidak bisa hidup tanpa Kyra mengingat sudah lebih dari tiga tahun bersama Kyra, dan melewati banyak sukaa dan duka bersama perempuan itu. Zayan saat ini benar-benar menikmati kebersamaannya dengan Jelena. Zayan juga masih belum terpikirkan bagaimana nanti dia akan meninggalkan Jelena dan berfokus pada Kyra saja.


****


Keesokan harinya....


Kyra sampai di kantor seperti biasanya, dan duduk di kursi kerja nya. Dia masih harus di sibukkan mempelajari berkas-berkas perusahaan yang akan di tangani nya nanti. Kyra membuka laptopnya dan mulai bekerja.


"Pagi Ra...!??? " Ucap seorang perempuan yang ternyata adalah Cathy.


Kyra menoleh dan tersenyum. "Hai Cath, Pagi...!" Kyra menjawab salam Cathy.


Cathy menyodorkan map berisi dokumen-dokumen untuk Kyra. "Ini berkas ekspor impor dari Gm untuk kau pelajari..!"


Kyra mengambil berkas itu dan melempar senyum cantiknya lagi. "Thanks ya Cath.. Aku tadi baru akan mengambilnya..."


Cathy menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Kyra. "Eh Ra... Kemarin aku bertemu dengan pacarmu.."


"Oh iya??? Dimana???" Tanya Kyra.


"Di restoran, saat aku baru selesai makan malam dengan Naura.. "


"Kau sering melihatku datang dengan pacarku ya??? Sampai kau bisa mengenali nya... Hehehe"


Kyra terperangah. "Perempuan??? Perempuan siapa???" Tanya Nya bingung.


Cathy menggelengkan kepala nya. "Ya mana aku tahu Ra, mereka datang sambil berpegangan tangan dan terlihat seperti sepasang kekasih, tapi sorry ya??? Bukannya aku ingin memfotnah atau apa, tetapi itulah yang aku lihat semalam, kalau kau tidak percaya kau bisa bertanya pada Naura..!"


Kyra tersenyum dan mencoba berpositif thinking. "Mungkin itu sepupu nya, Zayan memiliki banyak sepupu perempuan yang seumuran dengan kita..!"


"Ya mungkin saja perempuan itu sepupu nya, oh iya Ra aku balik ke meja ku lagi ya??? Enjoy...!" Cathy berdiri dan meninggalkan ruangan Kyra.


Kyra tersenyum melihat kepergian Cathy. Kyra tidak mau terlalu memusingkan apa ang di katakan oleh Cathy, mungkin perempuan yang bersama Zayan itu adalah sepupu Zayan. Kyra tahu bahwa Zayan memiliki beberapa sepupu perempuan dan dia juga pernah beberapa kali di kenalkan oleh Zayan dengan mereka. Kyra membuka berkas pemberian Cathy dan membaca serta mempelajarinya dan tidak ingin terlalu pusing dengan cerita Cathy. Kyra sangat percaya pada Zayan, dan lelaki itu tidak akan pernah mengkhianati nya.


Zayan dan Jelena berpelukan di atas tempat tidur. Mereka baru saja melakukan sesi percintaan pagi hari. Semalam Zayan memilih menginal di apartemen Jelena lagi, dan hari ini dia ada meeting di luar tetapi nanti jam sembilan. Sehingga Zayan masih ada waktu untuk bersantai sebelum pergi meeting. Itulah kenapa Zayan memilih mengawali pagi nya dengan berciinta bersama Jelena. Zayan benar-benar ketagihan dan dia tidak bisa melepaskan Jelena begitu saja.


Jelena memeluk erat Zayan dan menciumi lelaki itu. "Kita sudah menjalani hubungan ini selama berbulan-bulan tanpa ikatan apapun, apa kau tidak berniat untuk membawa hubungan ini menjadi lebih baik lagi.??? Apa kau hanya ingin memanfaatkanku saja.??" Tanya Jelena lagi yang sontak nembuat Zayan terperangah.


"Memanfaatkanmu??? Tentu saja tidak sayang... Kenapa kau berpikiran seperti itu???" Tanya balik Zayan pada Jelena.


"Bagaimana aku tidak berpikir seperti itu, terkadang aku merasa bahwa aku juga ingin bisa memiliki mu, tidak selalu seperti ini... Aku sangat mencintaimu.. Kau pasti tahu itu, akan tetapi aku lihat kau hanya mencintai Kyra.. Ya, dia memang kekasihmu, tetapi bisakah aku juga menjadi kekasihmu???"


Zayan terdiam dan menatap Jelena. Zayan bingung harus mengatakan apa, Jelena sering mengatakan bahwa dia mencintainya, tetapi Zayan tidak pernah membalas pernyataan cinta itu, karena yang Zayan cintai hanyalah Kyra. Dan Jelena hanya di jadikan nya sebagai selingan untuk memuaskan dirinya.


"Kok diam???" Tanya Jelena lagi.


Zayan tersenyum. "Aku tahu kau sangat mencintai ku, tetapi jangan mengatakan jika aku memanfaatkanmu, tidak pernah sekalipun aku berpikir untuk memanfaatkanmu, kita melakukan semua ini karena suka sama suka, bukan memanfaatkan semata..!"


"Jika seperti itu??? Akan mengarahkan kemana hubungan ini??? Apa kau nanti akan meninggalkanku begitu saja dan lebih memilih si Kyra?? Mengingat kau sangat mencintai nya... Aku juga pasti butuh kepastian Zay??? Kau harus memilih di antara aku atau Kyra??? Selamanya aku tidak bisa seperti ini terus bersama mu..!"


"Iya aku tahu..."


"Kalau kau tahu, kau harus memilih... Aku atau Kyra??? Aku sudah memberimu banyak hal yang menyenangkan, aku yakin kau sangat menikmatinya di banding kau dengan Kyra, tetapi kau akan bersikap jahat sekali kalau kau lebih memilih Kyra bukan memilihku, aku sepertinya harus mulai tegas denganmu, aku memberimu waktu satu minggu untuk berpikir dan memutuskan, kau akan memilihku atau Kyra??? Jika kau memilihku tentu kau harus mengakhiri hubungan dengan Kyra, dan kita bisa menjalin hubungan lebih terbuka dan tidak sembunyi-sembunyi seperti ini.."


"Kok begitu sih??? " Protes Zayan. "Kenapa kau jadi memberiku pilihan seperti itu??? "


"Aku harus melakukannya karena aku sangat mencintaimu dan aku butuh kepastian Zay.. Terserah saja, kau mau setuju dengan keinginanku untuk meninggalkan Kyra, atau kita akhiri saja hubungan kita.." . Jelena berdiri dan langsung meninggalkan Zayan.