I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 352



Kyros tersadar bahwa Camilla berlari keluar dari ruangan itu. Kyros pun segera berdiri dan berusaha mengejar Camilla, sementara Gienka berlari keluar untuk meminta bantuan kepada orang-orang yang ada di restoran itu. Cahya menangis memeluk Aditya dan terus memanggil nama suaminya itu. Pisau itu masih menancap di punggung Aditya dan Aditya mengerang kesakitan, darahnya mengucur keluar membasahi lantai.


Beberapa orang kemudian masuk ke dalam ruangan VIP itu dan Gienka meminta kepada mereka untuk memanggil ambulans agar bisa segera membawa mertuanya ke rumah sakit. Salah seorang pelayan kemudian memanggil ambulans. Darah Aditya terus saja mengalir begitu banyak dan Cahya tidak mengambil pisau yang masih menancap itu, karena takut darah Aditya akan keluar semakin banyak lagi. Dia meminta Aditya untuk bertahan sambil menunggu ambulans datang.


"Camilla....!!!!!."" teriak Kyros sambil keluar dari restoran dan dia mengejar Camilla yang berlari. "Berhenti...!!!" teriaknya lagi. Kyros terus mengejar perempuan itu, Camilla menoleh ke belakang dan terus berlari tetapi Kyros berlari mengejarnya lebih cepat dan akhirnya Kyros berhasil meraih lengan Camilla membuat perempuan itu berhenti. Camilla berusaha untuk melepaskan diri dari pegangan Kyros tapi pegangan itu begitu kuat.


Kyros berhasil menahan Camilla dan tiba-tiba saja Kyros memukul kamilah dengan sangat kencang membuat perempuan itu berteriak. Kyros sudah tidak peduli lagi bahwa Camilla adalah seorang perempuan karena apa yang dilakukan Camilla sudah sangat keterlaluan. "Kau mau ke mana???" teriak Kyros dengan penuh kemarahan. "Berani sekali kau lakukan itu kepada Apap, kali ini aku tidak akan memaafkanmu!! kau benar-benar sudah tidak waras Camilla!!!" Teriak Kyros dengan Kesal. Dia kemudian menarik Camilla dengan sangat kasar membawa perempuan itu kembali ke restoran. Kyros marah, bercampur panik tetapi ia tidak bisa melepaskan Camilla begitu saja.


"Lepaskan aku!!! Dia pantas menerima nya!!!" Teriak Camilla. "Lepaskan, lepaskan aku, sialan....." Umpatnya pada Kyros.


"Kau memang sudah tidak waras Camilla!!! Aku tidak akan Melepaskanmu!! Aku akan membawamu ke penjara!!!"


Camilla terus memberontak tetapi pegangan Kyrros begitu kuat sehingga tidak ada yang bisa Camilla lakukan. Ia  diseret dengan kasar oleh Kyros dan kemudian sampailah mereka di restoran itu. Kyros meminta pelayan restoran yang lainnya untuk mengamankan Camilla, memberitahu mereka bahwa Camilla yang telah membuat kegaduhan ini. Camilla pun diamankan oleh teman-teman sesama pelayan dan Kyros kembali menghampiri orang tuanya beserta istrinya. Cahya dan Gienka menangis sembari menggendong baby Lexia yang juga menangis. Gienka memberitahu jika sudah menghubungi ambulans dan sebentar lagi akan sampai, begitu juga dengan polisi.


"Ky, ini bagaimana darahnya tidak mau berhenti??? Amam takut Ky, Amam juga tidak bisa melepaskan pisaunya jika pisaunya dilepaskan darahnya akan semakin mengucur dan lihatlah wajah Apap mu juga sudah pucat. Ky Amam takut sekali!!" Cahya terisak, dan Kyros duduk berlutut di lantai dan memegang tubuh Aditya lagi. Apap nya memang sudah pucat dan Apap nnya meringis kesakitan. Kyros pun hanya bisa meminta kepada Apap dan Amam nya  bersabar karena sebentar lagi ambulans akan datang.


Benar saja tidak perlu butuh waktu lama ambulans akhirnya datang petugasnya pun langsung membawa tandu untuk mengangkat Aditya. Aditya dibaringkan dalam posisi tengkurap karena pisau masih menempel di tubuhnya memeluk cahaya untuk menenangkan amalnya itu yang tidak berhenti menangis kalau juga melihat cinta bergetar tapi istrinya itu mencoba menenangkan dirinya sendiri dan juga menenangkan baby luxia suasana benar-benar sangat panik harus tidak tahu bingung harus bagaimana dengan keadaan seperti ini


Aditya ditandu dibawa masuk ke dalam ambulans Kyros memeluk Amamnya dan menenangkannya. "Amam temani Apap dulu sampai di rumah sakit, Ky tidak bisa meninggalkan Gienka dan Lexia di sini sendirian."


Cahya mengangguk. Dia Mengerti maksud dari Kyros "Iya antar Istri dan anakmu pulang dulu, dan nanti menyusul Amam di rumah sakit, jangan sampai Gienka dan Lexia ada di sini sendirian. Antar mereka pulang, Amam akan bersama Apap mu."


"Tapi Amam janji, Amam harus kuat dan juga menguatkan Apap, aku akan segera menyusul kalian, aku akan mengantar Gienka pulang dan langsung ke rumah sakit, polisi juga sudah datang aku akan bicara dengan mereka mengenai Camilla supaya perempuan gila itu tidak berulah lagi."


Cahya mengangguk, kemudian ia ikut naik ambulans bersama dengan Aditya meninggalkan Kyros dan Gienka. Setelah ambulans pergi Kyros menghampiri istrinya. Gienka langsung memeluknya Kyros, menenangkan istrinya kemudian polisi datang.


"Kau tunggu di sini, dan bawa barang-barangmu juga milik Amam, aku akan bicara dengan Polisi supaya mereka membawa Camilla dan memprosesnya setelah itu aku akan mengantarmu pulang dan aku akan menyusul Amam di rumah sakit. Aku tidak bisa membiarkan Amam sendirian terlalu lama, kau pasti tahu dia mudah panik." Ucap Kyros pada istrinya.


"Kalau kita pulang itu terlalu lama, antar saja aku ke apartemennya Shanon, hanya beberapa menit dari sini, aku dan Lexia untuk sementara akan di sana. Daripada kita pulang lebih baik antar aku ke rumah Shanon saja, aku akan menghubunginya agar dia ke sini dan kau langsung menyusul Amam ke rumah sakit."


"Tidak tidak, aku tidak bisa membiarkanmu di sini aku akan mengantarmu ke rumah Shannon tapi aku bicara dengan Polisi dulu." Ucap Kyros kemudian Gienka mengangguk.


Kyros pun menghampiri beberapa polisi dan dia berbicara dengan mereka kemudian menunjuk ke arah Camilla yang saat ini diamankan oleh para pegawai restoran. Camilla di ikat di sebuah kursi dan dikelilingi oleh beberapa pegawai untuk menjaganya agar tidak kabur. Kyros meminta kepada polisi agar menangkap Camilla karena Camilla sudah melakukan kejahatan harus meminta untuk sementara Camilla ditahan karena saat ini dia harus memastikan dulu kondisi Apapnya di rumah sakit. Kyros berjanji akan mengurus besok ke kantor polisi, polisi pun mengerti maksud Kyros dan mengizinkan Kyros untuk pergi, mereka akan membawa Camilla ke kantor polisi serta mereka juga akan mengecek CCTV yang ada di restoran ini.


Setelah berbicara dengan Polisi Kyros pun kembali menghampiri Gienka. Dia bergegas mengajak istri dan bayinya untuk pergi dari restoran dan mengantar mereka ke rumah Smith dan Shannon sahabat mereka yang letaknya tidak jauh dari tempat ini.


Di dalam ambulans, Aditya lekas di tangani, dan pisau di punggungnya juga di lepaskan, kemudian darah nya berusaha di hentikan. Beruntungnya pisau itu menancap di pundak Aditya bukan di lehernya, karena saat pisau itu hendah di tancapkan ke lehernya oleh Camilla, Aditya refleks menggerakkan tubuhnya saat mendengar teriakan Gienka, sehinnga tusukkan Camilla melenceng ke bagiang punggung dekat dengan pundak. Aditya kehilangan banyak darah yang membuatnya tidak sadar.


Kurag dari sepuluh menit, akhirnya Kyros dan Gienka sampai di apartemen Shanon dan Smith. Kyros keluar dari mobilnya dan menggendong baby Lexia di ikuti Gienka. Mereka masuk dan naik lift menuju lantai tempat dimana unit apartemen Shannon dan Smith berada.


Kyros menggeleng. "Smith, Shanon, aku ingin menitipkan Gienka dan Lexia disini, ada hal urgent yang terjadi. Titip ya??? Aku harus segera pergi, besok aku akan menjemput mereka."


"Why Ky??? Whats wrong??" Tanya Smith.


Kyros menjelaskan secara singkat kepada sahabatnya itu bahwa Apapnya di tusuk oleh Camilla dan sekarang ada di rumah sakit. Dan dia harus segera kesana. Shanon dan Smith tidak banyak bertanya setelah melihat kepanikan Kyros. Smith pun memutuskan untuk pergi dengan Kyros dan meminta Shanon agar ,emjaga Gienka dan Lexia disini serta tidak boleh menerima tamu siapapun yang tidak mereka kenal. Karea bisa saja itu nanti mengancam keamanan Gienka. Mendengar nama Camilla tentu Smith dan Shanon ingat dengan apa saja yang sudah di lakukan oleh orang itu pada Kyros dan Gienka sebelumnya. Shanon mengerti, dia mengajak Gienka masuk dan membiarakn suami nya untuk pergi dengan Kyros.


"Gie, ayo ke kamarku, dan tidurkan Lexia. Aku akan mengambilkanmu minum, badanmu sejak tadi gemetar..!!" Ucap Shanon dan kemudian mengajaknya ke kamarnya. Gienka terlihat seperti orang yang sangat shock.


Shanon membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan Gienka masuk. Lexia sudah tidur ketika dalam perjalanan kesini. Gienka membarinkan nya di tempat tidur. Bersamaan dengan itu, ponselnya berdering, Gienka mengambil nya di dalam tas nya. Dan dia melihat ada kontak Papa ya yang muncul. Ariel menghubungi nya melalui panggilan video. Gienka mengangkatnya. " Papa Iel...????" Ucapnya kemudian Gienka kembali menangis di depan layar yang sedang menampilkan wajah Ariel dan Maysa.


Melihat putrinya menangis, tentu saja Ariel sangat terkejut dan khawatir. "Gienka sayang???? Kenapa kau menangis???? Ada apa??? Dimana Lexia dan suami mu???" Tanya Ariel yang jjuga tampak panik.


"Papa Iel???" Suara Gienka terbata karena dia menangis sesenggukkan.


"Kenapa??? Ada apa?? Jangan membuat Papa panik??? Kau sudah sampai kan???"


"Camilla..... Di..a... tadi menusuk Apap, Apap di tusuk Camilla, Apap.. Darahnya banyak sekali... Aku takut...!!"


Mendengar itu Ariel dan Maysa terlonjak. "Apa.....????? Aditya di tusuk??? Bagaimana bisa!!!"


"Camilla, dia membawa pisau, menusuk Apap dari belakang...!!"


"Camilla??? Camilla yang dulu itu???"


"Iya.."


"Dimana suami mu sekarang??? Bagaimana keadaan Aditya??" Tanya Ariel.


"Akubtidak tahu bagaimana keadaan Apap, sudah di bawa ke rumah sakit, Ky sedang menuju kesana, aku dan Lexia di antar Kyros ke apartemen Shanon, Papa, aku takut sekali terjadi hal buruk pada Apap... Darahnya banyak sekali.." Gienka berbicara di selingi isakan yang memilukan membuat Ariel dan Maysa khawatir.


 "Oke, tenanglah.... Baguslah jika kau dan Lexia ada di tempat Shanon...!! Tenang dan terus berdoa, Papa akan kesana dan mencari penerbangan kesana siang ini, jangan panik, jangan sampai kepanikan mu dan kekhawatiranmu membuatmu stres nanti bisa berpengaruh terhadap Asi mu. Papa akan kesana, Papa juga akan mengajak Randy dan Danist. Papa harus turun tangan dan membereskan perempuan gila itu. Sekarang tenangkan dirimu.."


Gienka menganggukkan kepala nya. "Iya Pa.."


"Sekarang jangan menangis lagi... Papa akan segera cari penerbangan ke Washinton hari ini.." Ucap Ariel.