I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 181



"Kau apa kabar Jelena???" Tanya Kyros sambil mengulurkan tangannya pada Jelena.


Jelena memalingkan muka dan tidak menjawab pertanyaan Kyros. Sedangkan Gienka hanya senyum-senyum, seolah mengejek Jelena. Perempuan di depannya itu terlihat cukup berantakan, dan wajahnya tampak sedih, dengan kantung mata yang menghitam. Sangat jauh berbeda penampilannya saat dulu Gienka bertemu di pesta Axel.


"Katakan apa yang mau kalian katakan, lalu pergilah, karena aku ingin istirahat... " Ucap Jelena ketus.


Kyros tersenyum. "Kau ingin istirahat ya???? Wah sorry kita mengganggu mu, pasti beristirahat disini sangatlah nyaman, sehingga kau tampak sangat menikmati waktumu... Tidak perlu bekerja dan setiap hari mendapatkan makanan gratis, tentu sangatlah nikmat..." Ejek Kyros.


"Diamlah.... Dan katakan untuk apa kalian datang kesini???" Tanya Jelena yang sudah mulai terpantik emosi nya.


"Silakan duduk, kebetulan juga ada yang sedang mengunjungi Jelena... Ucap seseorang yang membuat Jelena, Kyros dan Gienka menoleh mendapati seorang polisi datang bersama Zayan.


Zayan mundur satu langkah, tertegun ketika mendapati ada Kyros dan juga Gienka yang sedang bersama Jelena. "Ky...??? Kau ada disini juga???"


"Duduklah..." Titah Kyros pada Zayan. "Kebetulan sekali kau ada disini??? Mau menjenguk kekasihmu yang sangat cantik ini ya???? Kekasih yang luar biasa yang bisa menyenangkan mu..."


Zayan hanya terdiam tetapi kemudian dia duduk di sebelah Jelena. Zayan masih tidak menyangka jika dia bertemu lagi dengan Kyros dan Kyros sedang mengunjungi Jelena. Zayan tidak tahu dalam rangka apa Kyros ada disini.


"Kekasihku sudah ada disini, jadi bisakah kalian berdua mempercepat tujuan kalian datang??? Karena aku juga ingin mengobrol dengan Zayan.. Cepatlah.."


"Owhhh.... Kalian memang pasangan yang serasi sekali... Saling mendukung satu sama lain....Memang laki-laki harus bersikap seperti itu, bertanggung jawab dan aku harap selama kau disini, kekasih tercinta mu ini tidak mengkhianatimu seperti apa yang dulu di lakukannya pada Adikku... Mengingat kalau kau disini, burung mungilnya Zayan bisa di pastikan mencari sangkar yang baru untuk bisa menghangatkan nya... Dan sangkar mu akan burik dan jadi sarang laba-laba bukan sarang burung mungil lagi..." Ujar Kyros yang langsung di ikuti oleh tawa Gienka, tetapi dengan cepat Gienka menutup mulutnya dengan telapak tangannya. mencoba menahan tawa nya.


Wajah memerah terlihat jelas di wajah Zayan dan juga Jelena. Selain malu, Jelena juga merasa sangat kesal sekali pada Kyros. Lelaki ini benar-benar semakin merusak mood nya yang sudah tidak karuan. "Puaskan tertawa mu... Dan asal kau tahu, keluarga ku akan berusaha mengeluarkanku dari tempat ini... Jadi kalian jangan berpuas diri dulu..." Ucap Jelena dan langsung mendapatkan balasan tawa renyah dari Kyros.


"Benarkah???? Apa kau yakin kau bisa lolos dari jerat hukum atas segala perbuatanmu pada Adikku???" Kyros menjentikan jarinya tepat di depan wajah Jelena sambil terus terkekeh menertawakan Jelena. "Kau lupa kau sedang berhadapan dengan siapa sekarang???" Tanya Kyros.


"S.... A.... H... A... S.... Y... A... Family...!!! Jangan lupakan itu.." Lanjut Kyros lagi.


Jelena tersenyum masam. "Ya.. Aku tahu keluarga kalian kaya raya dan berkuasa... Kalian pasti akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginan kalian... Dan kalian saat ini pasti bersiap untuk menyogok agar aku tetap berada disini??? Iya kan??? Kalian selalu berpikir uang adalah segala nya dan bisa membuat orang lain bungkam dengan hal itu... Keluarga yang sangat munafik..."


"Menyogok????" Kyros mengernyit kemudian terkekeh lagi. "Hahahaha sayangnya keluarga ku sangat anti dengan kata itu dan juga tidak pernah melakukannya... Keluarga ku sangat menghindari membuang-buang uang untuk hal yang tidak penting seperti itu, keluargaku hanya akan melakukan apa yang harus di lakukan untuk sebuah kebenaran dan keadilan apalagi ini mengenai harga diri dari kami... Kau harus tetap mempertanggung jawabkan perbuatanmu, dan karena ulahmu jangan salahkan jika keluargamu juga terkena imbasnya..."


Jelena kembali tersenyum masam. "Itulah keluargamu, selalu mempengaruhi orang lain untuk menghancurkan orang lainnya... Dan membuat mereka bangkrut.. Keluargamu memanglah munafik dan selalu melakukan cara kotor untuk menghancurkan orang lain yang tidak mereka sukai..."


Kyros tersenyum. "Sayangnya apa yang kau katakan itu tidak benar.. Hahaha keluargamu tidak pernah mempengaruhi orang lain untuk menghancurkan orang lainnya yang sudah berbuat ulah pada kami... Karena begitu besarnya pengaruh keluarga ku terhadap dunia bisnis disini, hingga orang-orang yang menjalin kerja sama dengan perusahaan keluarga ku lah yang merasa takut untuk kehilangan kesempatan bekerja sama dengan perusahaan kami padahal kami tidak pernah melakukan apapun untuk memaksa mereka mendukungnya, itu karena mereka takut akan merasa rugi sendiri jika tidak bekerja sama dengan perusahaan kami sehingga mereka memilih untuk menghindari kerja sama dengan orang-orang yang bermasalah dengan kami... Jadi bukan salah keluargaku jika ada tekanan bisnisnya yang memutuskan kerja sama dengan orang yang bermasalah dengan kami, itu pilihan mereka sendiri.."


"Kau memiliki keyakinan akan terbebas dari hukuman atas apa yang kau lakukan pada Kyra, jangan percaya diri dulu.... Keluarga ku tidak akan pernah membiarkan itu dan akan berusaha keras agar kau tetap di hukum atas perbuatanmu... Bagaimana dengan nasib keluargamu dan bisnisnya??? Berdoalah agar tidak terjadi sesuatu yang bisa merugikan keluargamu..." Lanjut Kyros lagi.


"Persetan....!!!!" Ucap Jelena dengan kesal.


Kyros kembali tersenyum. "Kami datang kesini hanya ingin mengatakan padamu, bahwa seharusnya kau berhati-hati ketika ingin mencari masalah dengan seseorang, kau sekarang masih bisa bersikap seperti ini, tidak masalah sama sekali... Tetapi sebentar lagi kau akan menyadari bahwa kau sudah salah mencari musuh, dan aku sangat senang melihatmu hancur dan membusuk disini, apa yang kau lakukan pada adikku sudah sangat keterlaluan, dan ku pastikan keluargamu akan menangis di depan keluargamu untuk memohon ampun atas dirimu...!!" Ungkap Kyros. Belum selesai dia berbicara, Tiba-tiba ponselnya berdering dan Kyra yang menghubungi nya melalui panggilan Video.


"Hai Kyra sayang????" Sapa Kyros sambil melambaikan tangannya ke layar ponsel nya, Gienka juga duduk mendekat ke Kyros dan ikut menyapa Kyra.


Kyros tersenyum. "Owh.... Kau sedang bersama calon adik iparku ternyata.... Dimana dia???" Tanya Kyros, sengaja agar Zayan tahu jika saat ini Kyra sedang bersama kekasih barunya, meskipun sebenarnya Kyra dan Axel belum resmi menjadi sepasang kekasih.


Kyra mengarahkan kameranya ke arah Axel yang sedang mengemudi. "Hai Ky....!" Sapa Axel sambil tersenyum.


"Hai calon adik iparku... Mengemudi yang benar dan jangan sampai terjadi sesuatu yang melukai adikku, atau nanti aku tidak akan mengijinkan mu untuk menikahi Kyra.."


Axel tertawa. "Hahahaha kau bisa tenang, aku akan menjaga Kyra dengan baik..." Ucap Axel.


"Ky, kau segera ajak Gienka pulang, sebentar lagi aku sampai di airport dan sepertinya Uncle Yongki juga sudah menunggu kami... Bye Ky... Bye Gie... Aku mencintai kalian..." Kyra mengakhiri panggilan video nya.


Kyros memasukkan lagi ponsel nya ke dalam saku celana nya. "Sorry terpotong.. Adikku yang cantik itu sedang bersama kekasihnya dan meminta kami untuk segera pulang, jadi kami harus segera pulang... Sayang.. Ayo kita pulang dan kita biarkan dia manusia yang sedang di mabuk cinta ini menikmati kebersamaannya..!" Kyros dan Gienka berdiri, hendak meninggalkan Jelena serta Zayan.


Baru satu langkah, Kyros menengok ke belakang dan tersenyum mengejek pada Zayan dan Jelena. "Jelena...! Kau itu tidak lebih dari segumpal kotoran anjing yang menjijikan, sama seperti orang yang ada di sebelahmu itu... Dia melepaskan permata yang berkilau hanya untuk memilih kotoran anjing sepertimu... Adikku sama sekali tidak akan pernah merasa rugi kehilangan seorang yang brengsek dan tidak tahu diri seperti Zayan, justru Zayan lah yang akan rugi kehilangan adikku. .. Dan Jelena, ingatlah satu hal, bahwa kau pasti akan menikmati hari-harimu disini dengan penyesalan, jangan berharap kau bisa lolos dari sini dengan mudah sebelum kau merasakan hasil dari perbuatanmu pada Kyra...!" Ucap Kyros dan dia kembali bebralik badan, memeluk Gienka dan mengajak perempuan itu keluar dari ruang kunjungan meninggalkan Zayan dan Jelena.


Sementara Zayan hanya menatap kepergian Kyros dan Gienka dalam diam. Dia tadi mendengar dengan jelas bahwa Kyra sedang bersama seorang laki-laki dan Kyros mengatakan jika laki-laki itu adalah calon adik iparnya, yang artinya lelaki itu adalah kekasih dari Kyra. Dan Kyra seperti nya sudah bisa melupakannya. Kenapa Kyra bisa begitu cepat mendapatkan pengganti nya dan mengisyaratkan akan segera menikah. Sementara saat ini dirinya sedang di hadapkan dengan permasalahan yang di buat oleh Jelena. Zayan benar-benar merasa kesal dan marah sekali pada Jelena yang sudah melakukan tindakan buruk pada Kyra. Dan sekarang bukan hanya Jelena yang sedang berurusan dengan keluarga Kyra, tetapi Zayan juga merasa sangat terancam, dia takut ini berdampak pada bisnisnya dan juga bisnis keluarga nya. Zayan tahu bagaimana konsekuensi yang harus di hadapi ketika sudah berurusan dengan keluarga Kyra. Mereka memiliki banyak relasi dan di hormati banyak orang terutama rekanan bisnis mereka, yang kebanyakan akan ikut menghindari bekerja sama dengan mereka-mereka yang memilikiasalah dengan keluarga Kyra karena mereka tidak mau kehilangan partner bisnis dari HS Enterprise, perusahaan milik keluarga Kyra. Zayan merinding mendengar ucapan Kyros tadi, dan dia semakin terancam karena hal itu.


"Sayang....???" Jelena memeluk Zayan. "Aku senang sskali kau datang mengunjungi ku... Aku sangat merindukanmu...!" Jelena mempererat pelukannya pada Zayan.


Zayan mencoba melepaskan pelukan Jelena. Dia sebenarnya memiliki tujuan lain datang kesini, bukan sekedar untuk menjenguk Jelena saja.


"Kau datang tidak membawa apa-apa ya???? Besok bisakah kau membawa kan ku makanan kesukaanku... Makanan disini tidak enak dan hambar seperti makanan bayi dan orang sakit.. Aku tidak menyukai nya... Oh iya, abaikan saja ucapan astronot gila itu, dia pikir dia siapa sampai berani mengancamku dan juga mengatai kita... Dia pikir aku akan takut..."


"Kau yang sudah gilaaa.....!!" Ujar Zayan yang langsung membuat Jelena terkejut. "Lihatlah dirimu sekarang??? Kenapa kau tidak berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu??? Kau yang berulah dan aku juga kena imbasnya... Bagaimana jika bisnis keluarga ku juga ikut hancur karena ulahmu????" Zayan setengah berteriak dengan kesal menatap Jelena.


"Kita harusnya bersyukur dulu saat Kyra memergoki kita, dia tidak mengatakan hal itu pada keluarga nya, dan membiarkan kita begitu saja, padahal saat itu aku takut setengah mati... Sebenarnya apa yang ingin kau tunjukan pada Kyra??? Bukankah dia sudah tahu tentang hubungan kita, jadi untuk apa kau melakukan hal konyol seperti itu padanya??? Jangan sekalipun kau berani menguntungkan ancaman keluarga Kyra, hanya dengan menjentikan jari, mereka bisa menghancurkanmu dengan cepat, begitu juga denganku.. Aku dalam masalah besar saat ini karena ulahmu.." Ucap Zayan dengan tatapan penuh kebencian pada Jelena.


"Kita sudah melakukan kesalahan sebelumnya dan kita selamat karena kebaikan hati Kyra yang tidak memberitahu keluarga nya tentang apa yang sudah aku lakukan padanya, tetapi kau??? Apa yang kau lakukan??? Kau memang congkak dan bodoh, tidak pernah berpikir sebelum melakukan sesuatu... Aku sangat menyesal mengenal orang sepertimu..!"


"Sayang???? Kau jahat sekali mengatakan itu padaku...???" Tanya Jelena.


"Karena kau pantas untuk di katai seperti itu... Tingkahmu sangat bodoh dan tolol... Kau membuatku jatuh ke dalam jurang sekarang... Aku sangat menyesal.. Harusnya aku memilih Kyra saja daripada dirimu..."


"Whaaattt????" Seru Jelena. "Apa kau lupa dengan apa yang sudah aku berikan padamu selama ini??? Tega sekali kau mengatakan itu...??"


"Kau sendiri yang memberikan tubuhmu padaku dengan cuma-cuma, bukan karena aku yang meminta nya... Dan kedatanganku kesini adalah aku ingin mengatakan sesuatu padamu, bahwa mulai saat ini hubungan kita berakhir, aku tidak mau lagi berurusan denganmu, aku juga tidak mau ikut terseret dengan masalahmu dan keluarga Sahasya... Jika mereka ingin melakukan sesuatu, biar saja itu jadi urusanmu dan keluargamu, aku tidak mau terlibat di dalamnya... Ini adalah kesalahanmu sendiri... Kita putus..!" Zayan berdiri dan langsung meninggalkan Jelena.


"Zayan.....!!!" Teriak Jelena. "Zayan sayang... Kau tidak bisa begitu saja mengakhiri hubungan kita... Tunggu Zayan..." Teriak Jelena dan berusaha mengejar Zayan tetapi dia langsung di halangi oleh polisi yang berjaga, dan Jelena di ajak untuk kembali ke sel nya. Zayan benar-benar pergi meninggalkannya.


Dengan kesal, Zayan masuk ke mobilnya dan membanting pintu mobilnya. Dia memukul kemudian mobilnya dengan kesal. Penyesalan dan kemarahan bergumul menjadi satu di kepala nya saat ini. Dia kecewa dengan Jelena dan dia juga takut membayangkan apa yang akan di lakukan oleh keluarga Kyra kepada nya. Zayan sangat takut ini berdampak pada bisnis keluarga nya mengingat begitu berpengaruh nya perusahaan milik keluarga Kyra.


Zayan bisa melihat jelas kebencian dan kemarahan di mata Kyros tadi. Dan membayangkan Kyra memiliki kekasih baru juga membuat hati nya sesak. Dia masih sangat mencintai Kyra dan hatinya benar-benar menolak jika harus menyaksikan Kyra bersama laki-laki lain. "Bagaimanapun aku harus bertemu dengan Kyra dan meminta maaf, siapa tahu dia mau membujuk keluarga nya agar tidak membuat perusahaan keluarga ku dalam masalah besar karena ulah Jelena... Aku akan menemui Kyra nanti.. Aku harus bertemu dengannya.." Gumam Zayan kemudian dia menyalakan mobilnya dan meninggalkan kantor polisi.