I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 267



Beberapa jam kemudian.....


Gienka sedang berada di depan meja rias nya. Seperti biasa, kegiatannya sebelum tidur adalah memakai skincare di wajahnya. Dia baru selesai melakukannya dan kali ini menyisir rambut nya. Kyros masih ada di bawah dan mengobrol dengan Vitto. Tetapi karena sudah mengantuk, Gienka akan tidur lebih dulu saja.


Ponsel di depan nya berbunyi, dan Gienka tersenyum mendapati nama Kurang disana. Dia langsung mengangkat nya. "Hai Ra....???" Sapa Gienka.


"Hai Gie... Belum tidur kan???" Tanya Kyra.


"Belum, tetapi baru saja mau tidur.. Kenapa?? Tumben jam segini telepon, biasa nya nunggu disini pagi..?? Hehe.. "


"Karena aku kepo dan ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu.. "


"Apa..???? Tanyakan saja???"


"Baru saja uncle Vino pulang, dia datang kesini dan bertemu dengan Apap, dia menanyakan mengenai pesawat Apap apakah sedang tidak ada yang menggunakannya atau tidak, karena tiba-tiba dia harus ke Amerika, katanya ada masalah disana sehingga uncle Vitto meminta uncle Vino datang kesana, apa telah terjadi sesuatu??? Karena tadi aku lihat Uncle Vino khawatir sekali dan takut Vineet kenapa-kenapa, disana baik-baik saja kan???" Tanya Kyra.


"Oh itu, hahaha tidak sedang terjadi apapun disini..." Jawab Gienka sambil tertawa.


Kyra mengernyit. "Kok malah tertawa??? Tadi uncle Vino panik loh dan bilang telah terjadi sesuatu dengan Vineet disana karena uncle Vitto memaksa nya agar datang kesana.. Dan penerbangannya akan di mulai nanti siang.. Ada apa Gie??? Kau pasti tahu???" Tanya Kyra lagi.


Gienka kembali tertawa. "Sebenarnya ini mengenai cerita yang sebelumnya aku ceritakan padamu ituloh Ra... Yang soal ada laki-laki pengantar pizza yang mirip Naufal, dan seperti nya itu memang Naufal...!" Ujar Gienka yang tidak tahu jika di sebelah Kyra ada Aditya dan juga Cahya.


Mendengar itu, Kyra langsung menatap ke arah kedua orang tua nya yang ada di depan nya. Dia sebenarnya di minta oleh Aditya untuk menghubungi Gienka atau Kyros, sehingga Kyra pun mengaktifkan loudspeaker ponsel nya dan kedua orang tua nya bisa mendengar percakapannya dengan Gienka. Kyra memejamkan mata nya, dia benar-benar tidak tahu jika masalah ini berhubungan dengan Naufal, padahal Gienka sudah meminta nya agar tidak memberi tahu siapapun termasuk kedua orang tua nya.


"Naufal sudah di temukan!!!??? " Seru Aditya dan Cahya bersamaan.


Mendengar itu Gienka langsung terkejut. Itu adalah siaran mertua nya. "Amam?? Apap???? Ra, ada Amam dan Apap ya???"


Kyra melempar senyum pada kedua orang tua nya. "Iya Gie... Kami ada di rooftop, dan sedang duduk bersama, Apap tadi menyuruhku menghubungi mu atau menghubungi Ky... Untuk menanyakan apa yang terjadi disana.."


"Gienka sayang??? Kau serius Naufal sudah di temukan???" Tanya Cahya langsung. "Kenapa tidak menceritakan kepada kami.?"


Gienka mengernyit dan menghela napasnya. "Iya Mam, Pap, maaf karena memang ini permintaan dari uncle Vitto, jangan memberitahu siapa pun mengenai masalah ini sebelum ada kepastian nya... Dan ini pun belum pasti karena tujuan kami semua disini meminta Uncle Vino dan Aunty Arindah datang adalah untuk melakukan tes DNA, supaya lebih memastikan.."


"Tapi bagaimana bisa kalian menemukan Naufal???" Sahut Aditya.


"Jadi itu terjadi secara tidak sengaja, Apap dan Amam bisa meminta Kyra menceritakannya nanti, karena Gie sudah memberitahu Kyra sebelumnya. Kemudian setelah itu Kyros memutuskan untuk mencari detektif guna mencari informasi tentang pengantar pizza yang di duga Naufal itu, dan tadi detektif datang membawa laporan penyelidikannya ya hasilnya si pengantar pizza itu saat kecil hidup di panti asuhan dan sebelumnya dia di beli oleh orang tua angkatnya dari orang yang biasa menjual manusia..."


"Ya Allah.. Jadi dia benar-benar di culik untuk di jual, astagfirullah kasihan sekali.. "


"Kami semua berharap bahwa itu adalah Naufal, dan jika tes DNA di lakukan tentu bisa membuktikan semua nya dan berharap memang Naufal, sehingga kebahagiaan bisa kita rasakan semua nya.. " Ujar Gienka.


"Ya kau benar sayang, semoga saja itu memang Naufal, Arindah dan Vino sudah menderita selama puluhan tahun, semoga harapannya dan doa mereka di dengar Tuhan" Ucap Cahya.


"Jangan katakan ini pada siapapun, termasuk uncle Vino, biar nanti uncle Vitto yang menjelaskan semua nya ketika mereka sampai disini, karena kami takut mereka datang kesini dan terlalu excited tetapi nanti hasilnya justru mengecewakan, dan mereka pasti sedih sekali nanti... "


"Ya, kami mengerti, kami akan bantu doa dari sini semoga saja itu benar Naufal.. " Ucap Cahya.


"Baik Mam, Pap, Ra... Sudah dulu ya, seperti nya Ky datang... Bye.... Nanti aku kabari lagi.. Selamat pagi disana.. Bye.. " Gienka mengakhiri panggilannya. Dan tak lama Kyros masuk. Tadi dia mendengar suara Kyros mengobrol dengan Vitto di luar karena memang pintu tidak dia tutup.


★★★★★


Dua hari kemudian.........


"Mama... Papa.....!!!" Teriak Vineet sambil melambaikan tangan nya ketika melihat Arindah dan Vino keluar dari pintu kedatangan bandara. Vineet berlari menghampiri mereka.


Vino dan Arindah sangat terkejut karena mendapati Vineet dalam keadaan baik-baik saja. Mereka sempat berpikir Vineet mengalami kecelakaan atau apa tetapi ternyata putri mereka dalam keadaan baik, sehat dan tidak kekurangan suatu apapun. Vineet memeluk Arindah. "Aku sangaterindukan Mama..." Ucap nya lagi.


Arindah melepaskan pelukan putri nya dan matanya berkaca-kaca memeriksa tubuh Vineet. "Kau tidak apa-apa kan??? Mama dan Papa khawatir sekali sayang... "


Vineet tersenyum. "Aku tidak apa-apa.. Aku baik-baik saja..." Vineet bergantian memeluk Vino. "Papa, aku kangen sekali...."


Vino membalas pelukan putrinya. "Papa juga.. Papa pikir kau kenapa-kenapa disini.. "


"Vineet baik-baik saja, kak Sanne, kak Gienka dan Kak Kyros serta Aunty Uncle menjaga Vineet dengan baik disini.. " Ucap Vineet.


Sanne, Gienka, Rana dan Vitto pun menghampiri Arindah dan Vino serta Vineet. Sanne dan Gienka menyalami dan memeluk Arindah begitu juga dengan Rana. Sementara Vino menatap tajam ke arah Vitto. Tetapi kakak nya itu justru terkekeh melihat ke arah nya.


"Kau memang brengseeekkkk.....!!! Kenapa kau memintaku dan Arindah datang kesini??? Padahal tidak terjadi apapun pada Vineet...?" Ucap Vino dengan wajah masam.


"Memang nya aku pernah bilang padamu bahwa Vineet kenapa-kenapa disini??? Aku hanya memintamu dan Arindah datang saja.. Memangnya kenapa kau tidak suka bertemu Vineet, kalian sudah berpisah selama dua minggu lebih kan???"


"Tetapi kenapa kau membuat ku dan Arindah panik sehingga kami buru-buru kesini, sampai aku harus mendatangi Aditya untuk meminjam pesawat nya sehingga aku bisa langsung kesini hari itu juga, tetapi ternyata tidak ada apapun yang terjadi disini.. " Gerutu Vino.


"Uncle Vino.. Uncle tidak suka ya datang ke rumahku???" Sela Gienka. Dia mendekati Vino menyalami nya dan mencium tangan Vino.


Vino memandangi Gienka dan tersenyum. "Bukan begitu Gienka sayang, uncle hanya kesal saja, karena sejak Vitto menghubungi Uncle dan meminta datang dengan segera, Uncle dan Aunty sangat panik sekali, sampai kami tidak napsu makan saat di pesawat atau pun saat transit.. Pikiran kami berdua sudah kemana-mana... Oh iya, Ky dimana?? Dia tidak ikut??" Tanya Vino.


"Ky mengambil mobil di parkiran.. " Jawab Gienka.


"Sebenarnya ada apa Vit, kau menyuruh kami datang???" Tanya Arindah.


Vitto tersenyum. "Kita keluar dulu, Ky pasti menunggu, akan aku jelaskan di mobil.. "


Mereka semua pun berjalan keluar dan Kyros sudah berdiri di samping mobil. Melihat Vino dan Arindah, Kyros menghampiri kedua nya menyalami mereka dengan sopan dan mencium tangan mereka sebagai tanda hormat kepada orang tua. "Apa kabar uncle dan Aunty???" Tanya Kyros.


"Seperti yang Uncle dan aunty lihat, aku sangat baik sekali.. Ayo mari silakan masuk, kita langsung pulang, kalian pasti lelah sekali setelah perjalanan jauh.. "


Sanne, Rana dan Vineet masuk lebih dulu dan duduk di kursi paling belakang. Kyros dan Vitto memasukkan koper Vino dan Arindah ke bagasi belakang. Lalu Vitto, Vino dan Arindah duduk di kursi tengah. Gienka duduk di depan, dan Kyros yang mengemudikan mobilnya.


"Sekarang katakan apa yang membuatmu menginginkan aku datang kesini??? Jangan membuatku bingung???" Tanya Vino pada Vitto.


"Kau sudah lama tidak datang ke Washington jadi apa salahnya kau datang dan jalan-jalan bersama kami semua.. " Jawab Vitto sambil tersenyum.


"Jika aku tidak sedang sibuk pasti aku akan ikut bersamamu, tetapi kau memang kurang ajar sekali, membuat rencana licik seperti ini.. " Gerutu Vino.


"Vitto... Berhentilah bercanda, beritahu saja Vino dan Arindah, semakin cepat memberitahu mereka itu semakin baik.. " Sahut Rana dari belakang. Vino dan Arindah langsung menengok ke belakang ke arah Rana dengan pandangan bingung. Mereka kemudian beralih memandang Vitto yang ada di sebelah Vino.


Vitto melempar senyum lagi kemudian dia meminta Gienka untuk mengambil berkas ang ada di dasbor depan. Gienka pun mengambil nya dan memberikannya pada Vino. Masih bingung, Vino memandangi Vitto lagi. "Apa ini???" Tanya Vino.


"Aku ingin kau membaca nya dulu, tetapi aku harap kau tidak terlalu excited karena kita masih harus memastikan nya, dan aku menyuruhmu dan Arindah datang kesini adalah karena itu.. " Jawab Vitto.


Vino kembali menoleh menatap istrinya. Tetapi kemudian Arindah mengangguk dan Vino membaca berkas yang di berikan oleh Gienka tadi. "Investigation Axio Ethan Julian???? Siapa dia???" Tanya Vino ketika tulisan itu muncul di halaman pertama dengan huruf tebal.


"Baca dulu sampai selesai supaya kau tahu siapa dia???" Jawab Vitto yang jugaulai kesal karena sikap Adiknya. Vino pun kembali membaca itu. Semua yang berada di mobil memilih diam, membiarkan Vino dan Arindah konsentrasi membaca berkas hasil penyelidikan William.


Cukup lama mereka membaca isi dari berkas-berkas itu sampai akhirnya selesai. Tetapi Vino dan Arindah masih terlihat bingung. "Ini sebenarnya laporan apa?? Dan siapa Axio Ethan Julian itu?? Aku tidak mengerti...???" Tanya Vino. Tetapi kemudian dia menengok ke belakang menatap putrinya. "Vineet sayang, kau menyukai laki-laki ini??? Tapi bukannya kau pacaran dengan Friddie??" Tanya Vino lagi.


"Ih Papa... Masa aku menyukai kakakku sendiri.. "


Vino mengernyit. "Kakak...????? Siapa kakakmu?? Bagaimana bisa kau menjadikan orang asing sebagai kakakmu???" Tanya Vino.


Arindah mengambil berkas itu dari pangkuan Vino dan membuka halaman terakhir, kemudian menemukan beberapa foto tertempel disana. Dan betapa terkejutnya dia ketika menemukan foto usang tetapi masih cukup jelas untuk di lihat. Ada foto anak kecil disana dan wajahnya seperti wajah Naufal kecil nya dulu. "Astagfirullahalazim...!!" Seru Arindah.


Vino langsung melihat ke arah istrinya yang menutup mulut dengan telapak tangan nya. Sedetik kemudian Arindah melepaskan foto itu dan melihat nya lebih jelas lagi, dan dia membalik lagi halaman selanjutnya dan ada lagi foto seorang anak muda seusia Kyros. Terlihat sangat tampan dengan senyum nya. Vino merebut foto itu dari tangan istrinya.


"Naufal...???? Ini Na....ufal????" Suara Vino tercekat. Dia melihat ke arah Vitto. "Vit.... Darimana kau dapatkan ini???" Tanya Vino dan matanya mulai berkaca-kaca.


Vitto tersenyum. Dan memeluk adiknya. "Berkas yang kau baca adalah hasil investigasi dari seorang detektif, dia kenalan temannya Kyros... Itulah kenapa aku memintamu dan Arindah untuk datang kesini, karena kami semua mendapatkan sesuatu yang cukup menggembirakan meskipun sebenarnya belum pasti apakah itu benar-benar Naufal kita atau bukan.. Kita butuh membuktikannya dengan tes DNA, jadi Arindah nanti bisa melakukan nya.. "


"Kau serius??? Kau sedang tidak mempermainkan kami kan???" Tanya Vino.


Vitto melepaskan pelukannya dan menatap adiknya. "Bagaimana aku bisa mempermainkan keluarga adikku sendiri untuk hal seperti ini.. " Ucap Vitto.


ARindah memegang tangan Vino dan dia mulai terisak mmemeluk Vino.


"Jadi kau datang kesini hanya untuk ini??? Bagaimana bisa kau tidak memberitahu ku Vit???" Tanya Vino lagi.


Vitto menggeleng. "Aku memang ada pekerjaan disini, dan bagaimana kami mengetahui itu adalah sebenarnya sebelum nya Kyros pernah bertemu Ethan saat mengantar pizza ke rumah nya, lalu ada kejadian juga dimana Ethan mengalami kecelakaan dan di tolong oleh Vineet untuk di obati, mereka bertemu di jalan dan mengantarkan Ethan pulang, dari situlah mereka akrab. Tetapi mereka semua tidak tahu tentang Naufal bagaimana dia dulu sehingga mereka tidak sadar." Ucap Vitto menceritakan yang terjadi sebelum nya.


"Lalu kembali terjadi lagi saat Sanne memesan pizza, Ethan datang mengantar lagi, karena sudah pernah bertemu mereka mengobrol dan saat Rana ingin membayar pesanan pizza itu, Rana melihat sesuatu dari diri Ethan, tanda lahir khas yang di miliki oleh Naufal ada di tangan Ethan, Rana menyadari itu dan menceritakan pada kami semua.. Aku karena belum pernah bertemu jadi aku meminta Kyros mengantar kami ke tempat tinggalnya karena sebelumnya Kurus pernah mengantarnya pulang, Aku, Rana dan Kyros datang ke tempat tinggal nya, dia sedang bekerja jadi tidak bertemu, lalu kami mencoba mengundang nya datang dan makan malam bersama untuk mencari sesuatu darinya dan kami menemukan beberapa hal yang menurut kami mengarahkan ke Naufal termasuk cerita dari dia mengenai panti asuhan tempatnya tinggal dulu. . Saat itu ada juga Smith dan William, teman Kyros, dan William seorang detektif.. Setelah Ethan pulang, kami berdiskusi kepada William dan William mulai melakukan investigasi nya, dan yang baca tadi adalah hasil investigasi nya.. " Lanjut Vitto lagi.


Arindah memegang kuat tangan Vino masih dalam keadaan terisak. "Bawa aku bertemu dengan nya... Sayang, kita harus melihat laki-laki bernama Ethan itu, aku ibunya, aku pasti bisa mengenali putraku... Ayo kita bertemu dengannya sekarang..." Rengek Arindah.


"Kalian baru datang, setidaknya istirahat dulu di rumah, besok kita kesana.. " Ucap Vitto.


"Tidak....!!!! Aku ingin melihat nya sekarang... Aku ingin melihat putraku, aku ingin mengetahui kondisi nya, aku tidak bisa menunggu... " Arindah mendongak menatap Vino penuh harap. Arindah menunjukkan foto Ethan dewasa kepada Vini. "Sayang.... Kita harus menemui putra kita... Lihatlah ini, dia sangat tampan, lihat bibirnya, dia Naufal kita, bukankah aku sering mengatakan bahwa dia pasti masih hidup... Kita harus menemui nya sekarang... Pleaseee aku mohon jangan halangi aku bertemu putraku... " Arindah semakin terisak dan ememluk Vino.


Airmata Vino juga mulai menetes. Dia menyeka nya dengan kasar. "Ky, kau sudah pernah ke rumahnya kan, bawa kami kesana sekarang juga.. " Pinta Vino pada Kyros.


Kyros menoleh sebentar ke belakang dan tersenyum. "Baik uncle.. Ky akan mengantar kalian ke tempat Ethan... Semoga dia ada di rumah, dan tidak bekerja, tetapi kalaupun dia bekerja, kita bisa ke tempat kerja nya.. "


"Aku coba hubungi Leona, dan menanyakan keberadaan Ethan.. " Sahut Gienka. Dia punya nomor kontak Leona karena saat makan malam itu, Gienka meminta kontak Leona. Gienka pun mengambil ponsel nya dan menghubungi Leona. Panggilan pertama tidak di angkat, Gienka mencoba nya lagi hingga beberapa kali tetapi tidak di angkat juga. Kyros kemudian memberikan ponsel nya, dia punya kontak Ethan daneminta istrinya untuk coba menghubungi Ethan secara langsung. Gienka pun mencari kontak Ethan dan menghubungi nya. Ternyata sama, panggilan itu juga tidak di angkat oleh Ethan.


"Tidak di angkat.. " Ucap Gienka sedih.


"Mungkin mereka berdua sibuk, kita coba ke rumah nya saja langsung.. Kita kesana Ky.. " Titah Vitto dan Kyros mengangguk. Vitto pun menjelaskan pada Arindah dan Vino bahwa ini baru asumsi, dan meminta mereka untuk tidak terlalu excited karena tetap nanti harus melakukan tes DNA, jika itu bukan Ethan tentu nanti mereka bisa kecewa. Karena semua masih butuh pembuktian. Vino dan Arindah pun mengerti. Mereka hanya ingin memastikan dan bertemu lebih dulu dengan Ethan.


*****


Dan sampailah mereka di wilayah apartemen Ethan. Semua orang turun dari mobil. Gienka turun dan menutup pintu mobil, begitu juga dengan Kyros. Tetapi tiba-tiba Gienka melihat Leona di tarik oleh dua orang pria, dan Leona menangis sambil memanggil nama Ethan.


"Leona...????" Seru Gienka dan dia berlari ke arah Leona.


"Leona..????" Teriak Gienka menghamoiri Leona. Kyros yang melihat istrinya langsung ikut berlari menyusul nya. Gienka berniat menolong Leona, tetapi tiba-tiba dia di dorong kasar oleh salah seorang laki-laki bertubuh besar itu dan di minta menyingkir. Untung Kyros langsung menangkap istrinya dan wajah Kyros memerah karena marah melihat Gienka di perlakukan kasar. Kyros ingin memukul mereka tetapi tangan Kyros langsung di tepis oleh salah seorang dari mereka dan di minta untuk menyingkir.


Melihat itu, Vitto dan yang lainnya menyusul Kyros. Tetapi kedua pria bertubuh besar itu menarik Leona dengan kasar.


"Where are you going Leona?? Who's that??? " Tanya Gienka.


"Please help Ethan, help him... Don't mind me... " Teriak Leona sambil menangis. Dia meminta agar mereka menolong Ethan dan tidak perlu mempedulikan dirinya.


" What about Ethan, who are those two men?!?" Tanya Gienka.


Kedua pria itu terus menyeret Leona yang menangis dan tidak berdaya. "Ethan is inside, he is unconscious, please help him, I beg you guys please help Ethan, don't mind me, please help Ethan inside, he is almost dead...!!!" Teriak Leona dan kedua pria itu membawa Leona masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan tempat itu. Leona meminta agar Gienka dan lainnya masuk ke dalam menolong Ethan, karena Ethan hampir mati.


Entah apa yang terjadi, tetapi Vineet langsung sadar dan berlari lebih dulu masuk ke apartemen itu. Dan yang lainnya juga menyusul nya. Mereka mengikuti Vineet tetapi kemudian Vineet tersadar dia tidak tahu di unit berapa Ethan tinggal. Kyros pun langsung berlari dan mereka mengikuti Kyros. Hingga akhirnya mereka sampai di depan unit apartemen Ethan. Pintu dalam keadaan tertutup, Kyros membuka nya, dan berapa terkejutnya dia mendapati Ethan sedang terkapar penuh darah di lantai. Vineet menyerobot masuk lebih dulu dan berteriak. "Kakak.......!!!! Apa yang terjadi..." Vineet duduk di lantai dan langsung memeluk Ethan sambil menangis. Lelaki itu tidak bergerak tetapi masih bernapas.


"Ethan...!!!" Teriak Kyros. Semua orang di buat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Ethan mengeluarkan banyak darah, bahkan wajahnya juga tertutup oleh darah. Gienka mengambil ponsel nya dan menghubungi rumah sakit meminta bantuan di kirim kan ambulan.