I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 375



Kyra menoleh dan sadar bahwa Athan tidak ada di sekitarnya. Ia pun kemudian melihat ke arah wanita yang sedang berteriak. Kyra akhirnya tersadar bahwa anak kecil yang diteriaki oleh wanita itu adalah Athan. Kyra langsung berlari ke arah Athan yang sedang dimarahi oleh wanita itu.


Kyra langsung menarik tangan wanita itu dengan kasar dan menggendong Athan. "Apa yang ibu lakukan kepada anak saya???" Teriak Kyra.


"Oh jadi anak ini adalah anakmu, kau ini Ibu macam apa tidak bisa mengajari anakmu untuk bersikap, lihat apa yang dia lakukan. Dia mengotori celana dan sepatuku, apa anakmu ini buta???" Teriak wanita itu pada Kyra.


Athan terus menangis dan Kyra mencoba menenangkannya. Kyra juga melihat ke arah celana wanita itu tetapi ia hanya melihat sedikit noda dari sirup yang dijatuhkan oleh Athan. Memang ada bercak merah-merah tetapi itu hanya sedikit. "Ibu ini adalah seorang wanita. Kenapa Ibu bisa berkata demikian kepada anak kecil, saya minta maaf jika anak saya telah melakukan kesalahan tetapi tidak seharusnya ibu berteriak dan memarahinya, dia masih kecil. Dia belum terlalu mengerti dengan apa yang dia lakukan, seharusnya ibu memakluminya, ibu sudah membuatnya sangat ketakutan." Ucap Kyra.


"Salah dia sendiri dan kau juga kenapa tidak mengajari anakmu sopan santun, ini bukan playground sehingga dia bisa berlarian ke sana kemari dan mengganggu kenyamanan orang yang sedang belanja, apa anakmu ini idiiot.."


"Ibu jaga ya mulut ibu. Jangan sembarangan mengatai anak orang. Saya sudah minta maaf dan Kalau perlu saya akan mengganti celana ibu dan juga sepatu ibu, tetapi tolong Ibu bisa menjaga mulut Ibu agar tidak sembarangan mengatai orang lain, apalagi mengatai anak kecil. Anak saya memang bersalah tetapi tidak sepatunya Ibu mengatakan hal seperti itu....!!"


"Memangnya salah dengan apa yang aku katakan??? Itu kenyataannya, anakmu itu pasti sudah tidak waaras, ini supermarket bukan tempat atau taman bermain!!!"


"Anak saya memang melakukan kesalahan dan saya akan bertanggung jawab tapi Ibu tolong berhenti untuk bersikap kasar. Ibu tidak lihat dia menangis ketakutan. Berapa harga celana dan sepatu ibu saya akan ganti jika Ibu tidak terima itu sudah dikotori oleh anak saya." Kyra terus mengusap punggung Athan yang menangis dipelukannya tangisan Athan itu sampai membuat anak itu menangis sesenggukan akan benar-benar sangat takut sekali.


"Iya. Ibu ini bagaimana dia masih anak kecil jadi Ibu seharusnya mengerti dan memaklumi kesalahannya, bukan malah memarahi anak ini. Ibu ini seperti tidak pernah punya anak saja.." sahut seorang wanita lain yang membela Kyra dan Athan.


"Iya benar, toh Mbak ini sudah minta maaf pada ibu. Dan lagi pula sirup itu juga hanya menyipat saja di celana ibu, cipratannya diberi sabun dan dicuci juga akan langsung hilang." Sahut yang lainnya.


"Diamlah!!! Kalian tidak usah ikut campur urusanku.." Teriak wanita itu lagi.


Kemudian seorang security menghampiri Kyra dan wanita itu untuk mengkondisikan keadaan. Kyra juga diajak menjauh oleh salah seorang karyawan supermarket dan wanita lain yang juga sedang berbelanja itu, diajak menjauh agar Kyra bisa lebih menenangkan Athan karena jika Kyra juga terpancing emosi yang ada semakin membuat Athan ketakutan.


Security itu pun terus berusaha menenangkan wanita itu tetapi wanita itu terus berteriak dengan penuh kemarahan membuatnya harus dibawa oleh security untuk diamankan. Sementara beberapa orang juga mencoba menenangkan Kyra,mereka seperti memahami bahwa ini hanyalah sebuah masalah kecil. Sehingga wanita itu tidak perlu berlebihan dan tidak perlu menghina sampai memarahi anak kecil, toh anak kecil itu juga tidak mungkin secara sengaja menabraknya ataupun menjatuhkan botol yang dipegangnya.


Kyra sendiri juga masih sangat syok. Ini pertama kalinya dia harus mendengarkan kemarahan seseorang terhadap anaknya yang Kyra tahu bahwa Athan pasti tidak sengaja melakukannya. Athan hanyalah anak kecil yang masih belum mengerti, seharusnya wanita itu tidak perlu mengata-ngatai Athan dan berteriak serta memarahi nya sampai sejauh ini. Athan terlihat benar-benar ketakutan dan tidak mau berhenti menangis.


Kyra pun menghubungi suaminya agar bisa segera menyusulnya ke sini karena tadi Axel meninggalkannya di sini karena Axel ada urusan sebentar di luar dan akan menjemput Kyra serta Athan setelah mereka selesai berbelanja.


Kyra menunggu sampai panggilannya itu dijawab oleh suaminya setelah beberapa kali deringan akhirnya ponsel itu pun dijawab. "Bisakah kau menyusulku ke sini sekarang???" Tanya Kyra pada suaminya.


Axel mengernyit dan dia bisa mendengar dengan jelas tangisan dari Athan. "Halo, kenapa Athan menangis kenapa dia kenapa sayang???" tanya Axel.


"Itulah kenapa aku memintamu untuk menjemput Kami sekarang juga, Athan tidak mau berhenti menangis. Ceritanya panjang nanti saja cepat jemput kami segera..!!!"


"Ya aku tunggu, jangan lama-lama." Kemudian Kyra menutup panggilannya dan dia kembali menenangkan Athan.


"Mbak belanjaannya Mbak di mana??? Biar saya antrikan di kasir. Mbak tenangkan dulu anaknya mbak..


" ucap seorang perempuan yang seumuran dengan Kyra.


Kyra kemudian menunjukkan troli belanjaannya dan perempuan itu tersenyum lalu berjalan untuk mengambil troli itu. Kyra mengucapkan terima kasih. Kyra kemudian mencoba menenangkan putranya agar diam sambil menunggu Axel datang.


Tidak lama Axel pun datang dan dia mencari Kyra. Menemukan istrinya itu sedang ada di depan pintu keluar supermarket menggendong Athan Yang sepertinya masih menangis.


Axel menghampirinya dan Kyra, memberikan putranya itu kepada suaminya. "Dia sejak tadi tidak mau diam dan terus saja menangis." Ucap Kyra sambil menahan air matanya. "Bawa dia ke mobil, aku akan mengurus belanjaannya dulu." Kemudian Kyra meninggalkan Axel dan juga Athan untuk membayar belanjaannya serta sirup yang sudah dijatuhkan oleh Athan tadi.


Axel bingung tapi kemudian dia mengajak putranya yang menangis itu keluar supermarket untuk ditenangkan. Axel masih bingung dengan apa yang terjadi dan sampai saat ini dia tidak pernah melihat atau mendengar anaknya menangis seperti saat ini.


Tidak lama Kyra pun kembali membawa belanjaannya dan dia melihat suaminya mencoba untuk menenangkan Athan yang masih menangis akhirnya kemudian mengajak suaminya untuk ke mobil lebih dulu.


Mereka masuk ke dalam mobil dan Athan masih menangis, kemudian Axel mencoba untuk terus berusaha mendiamkan putranya itu dengan berbagai cara seperti memutarkan video kartun favorit putranya itu. Dan ternyata itu cukup berhasil karena Athan akhirnya perlahan mulai diam meskipun masih sesenggukan dan Menatap layar ponsel Axel.


Tetapi tiba-tiba saja di dalam mobil giliran Kyra menangis. Kyra tidak bisa lagi menahan air matanya dan dia menangis tersedu-sedu membuat Axel bingung.


"Kenapa sayang??? Kenapa??? Ada apa sebenarnya???" tanya Axel.


"Wanita itu, dia memarahi anak kita, memakinya dan meneriakinya." Ycap Kyra sembari terbata-bata dan menangis.


"Siapa???" Tanya Axel.


"Pergilah ke bagian keamanan, temui wanita itu dan beri dia uang untuk membeli celana dan sepatu baru."


"Iya, tapi sebenarnya ada apa???"


Kyra kemudian menceritakan kejadian itu pad suaminya dari awal dn bagaimana wanita itu memarahi Athan sehingga Athan sangat ketakutan sekali. Mendengar itu, tentu saja Axel langsung marrah sekali. Dia kemudian meminta istrinya menunggu dan dia akan menemui wanitai itu di bagian keamanan supermarket.