I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 356



Keesokan harinya


Kyros dan Cahya bangun ketika seorang perawat menghampiri mereka dan memberitahu mereka jika kondisi Aditya sudah stabil dan mereka diizinkan masuk satu persatu untuk melihat Aditya. Hanya saja Aditya masih dalam kondisi belum sadar mungkin pengaruh biusnya belum hilang tetapi semuanya sudah stabil.


Kyros masuk lebih dulu untuk melihat kondisi Apapnya, lelaki yang sangat dihormatinya itu masih terbaring dan tidak sadarkan diri. Kyros menggenggam jemari Aditya dan mengecupnya. "Senang sekali Apap bisa melalui masa sulit Apap. Maafkan Ky kemarin tidak bisa melindungi Apap. Apap segera sadar ya supaya Apap bisa dipindahkan ke ruang rawat inap dan bisa melihat aku dan Amam lagi." ucap Kyros. Dia juga mengusap kening Aditya, ia mencoba menahan air matanya untuk tidak jatuh perasaan lega dan rasa syukur yang tidak terhingga karena Apapnya dalam keadaan yang sudah membaik.


Kyros memegang jemari Aditya kemudian hendak melepaskannya dan pergi keluar dari ruangan itu tetapi tiba-tiba jemari Kyros ditahan oleh jemari Aditya. Kyros menoleh dan ada gerakan di sana, tak lama perlahan mata Aditya pun terbuka, Kyros terkejut tetapi kemudian ia mendekati lagi Apapnya itu. Dan Tersenyum. "Apap sudah bangun??" tanya Kyros.


Aditya Mencoba tersenyum meski terlihat lemah. "Kenapa Apap ada di sini??" Tanya Aditya dengan suara lemah.


"Apap ada di rumah sakit, Apap jangan terlalu banyak bicara, beristirahatlah saya akan memanggil dokter supaya Apap bisa diperiksa lagi." Kyros keluar dari ruangan itu. Dia memanggil perawat dan dokter untuk memeriksa keadaan Aditya.


Tidak lama perawat dan dokter pun masuk dan memeriksa Aditya, memastikan kondisinya Apakah sudah sepenuhnya stabil sehingga bisa dipindahkan ke ruang perawatan yang biasa.


Berapa saat kemudian dokter keluar dan kembali menemui Kyros serta Cahya, memberitahu jika kondisi Aditya sudah sangat baik dan bisa segera dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Kyros memeluk Cahya mengecup kepala Amamnya itu dengan perasaan yang sangat lega luar biasa. Smith juga terlihat sangat senang karena kondisi Apapnya Kyros sudah membaik.


Smith melihat jam tangannya. "Ky, looks like I have to go back to the apartment. It's already this time I have to get ready to go to the office.." Ucap Smith. Dia harus kembali ke apartemen Karena sudah jam segini, dia harus bersiap untuk pergi ke kantor.


"Ah yes well, thank you for accompanying me and Amam. greetings to Shanon and tell Gienka to wait, I will pick her up later, now I have to take care of a few things here after that I will pick her up and go home then to the police station." Ujar Kyros. Dia mengucapkan terima kasih pada Smith karena sudah menemaninya dan Amamnya. Kyros juga menitip salam untuk Shanon dan agar Smith memberitahu Gienka agar menunggu nya karena dia  akan menjemput Gienka nanti. Kyros harus mengurus beberapa hal di sini setelah itu baru akan menjemput Gienka dan pulang setelahnya akan ke kantor polisi.


"Yes, take care of Om Aditya until he is transferred to the regular treatment room, I will tell Gienka later that you will pick him up and also about Om Aditya's condition here, so that she doesn't panic anymore." Ucap Smith, meminta Kyros agar mengurus Aditya sampai selesai dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Dia akan memberitahukan nanti kalau Kyros  akan menjemputnya dan juga memberitahu  Gienka mengenai keadaan Aditya di sini supaya dia tidak panik lagi. Smith kemudian menyalami Kros juga menyalami Cahya dan tersenyum kepada Ibu dari sahabatnya itu. "Aunty, don't be sad anymore. everything will get better.!" Ucapnya lagi, meminta Cahya agar jangan sedih lagi karena semua nya akan membaik.


"Thank you Smith. Last night you were with Tante and Kairos, give my regards to your wife.." Cahya berterima kasih pada Smith karena tadi malam Sudah menemani nya dan juga Kyros. Cahya juga mengirim salam untuk Shanon.


"yes Auntie, you're welcome then I'll excuse myself." Smith pun meninggalkan Kyros dan juga Cahya untuk pulang karena dia memang harus bersiap untuk berangkat ke kantor dan Kyros juga nanti akan menghubungi atasannya bahwa hari ini dia tidak bisa masuk karena ada beberapa hal yang harus diurusnya.


****


Shanon membantu Gienka memandikan baby Lexia dan Shanon juga baru kembali dari minimarket membeli diapers untuk baby Lexia karena memang Gienka tidak melakukan persiapan apapun dan hanya membawa kebutuhan baby Lexia seadanya, hanya satu diapers dan juga satu pakaian yang memang sengaja Gienka kemarin bawa untuk berjaga-jaga jika baby Lexia buang air besar dan perlu diganti diapersnya ataupun pakaiannya sehingga pagi ini Gienka tidak memiliki stok diapers lagi karena semalam sudah terpakai untuk mengganti diapers baby Lexia yang sudah penuh. Dan beruntungnya di dekat tempat tinggal Shanon ini ada minimarket sehingga Shanon bisa membeli diapers serta beberapa kebutuhan baby Lexia sudah memandikannya dan kini memakaikan pakaian untuk bayinya itu dibantu oleh Shanon.


Shanon tersenyum melihat betapa lucunya baby Lexia dia dan Smith masih belum memutuskan untuk memiliki bayi di usia pernikahan mereka yang sudah cukup lama. Melihat baby Lexia tiba-tiba ada keinginan Shanon untuk memiliki seorang bayi tetapi jangan tidak tahu keputusan untuk memiliki bayi adalah bukan keputusan pribadi melainkan harus dibicarakan dengan Smith. Lexia begitu cantik dan menggemaskan sekali.


"Apa sudah ada kabar dari Smith??" tanya Gienka.


"Tadi malam Smith mengirim pesan jika Om Aditya masih terus dipantau, seandainya sudah stabil akan dipindahkan ke ruang perawatan biasa."


"Semoga saja Apap dalam keadaan baik-baik saja. Aku tidak berani menghubungi Kyros, takut dia mengurus beberapa hal penting mengenai Apap."


"Jangan khawatir Gie, nanti kalau Smith sudah kembali, kita bisa bertanya kepadanya, dia pasti pulang pagi ini dia harus ke kantor kan?? Nanti kita tanya."


"Ya."


"Oh iya Gie semalam Om Ariel menghubungimu, tapi aku yang mengangkatnya karena kau sedang tidur dan aku tidak mau mengganggu tidurmu. Om Ariel bilang jika dia akan ke sini dan penerbangannya siang ini mungkin sekarang dia sudah berangkat."


"Iya itulah yang Om Ariel katakan tadi malam."


Gienka mengernyit. "Aduh semalam aku terlalu kalut sampai aku tidak sadar dan langsung menceritakan semua itu pada Papa Iel. Dia pasti sudah memberitahu semua orang di sana, nanti bagaimana kalau Ky berniat untuk tidak mengabari orang di rumah, sedangkan aku malah tidak sadar sudah memberitahu Papa Iel. Ky pasti marah sekali padaku."


"Ya bagaimana Gie, kalau kau tadi malam panik sekali tapi tenanglah Ky pasti tidak akan marah kepadamu, kau dalam kondisi yang panik sekali, wajar jika kau tidak bisa berpikir apalagi di saat yang bersamaan Om Ariel menghubungimu, panggilan video pula. Dan Dia melihat kau menangis tentu dia pasti menanyakan apa yang terjadi, ya wajar kalau kau menjawabnya, sudah jangan terlalu dipikirkan kalau Ky marah aku yang akan membantumu menjelaskan kepadanya."


Gienka menganggukkan kepalanya. " Terima kasih ya Sanhon, aku selalu saja merepotkanmu, kau menampung ku disini dengan Lexia, sebelumnya kau juga pernah menjagaku di rumah sakit. Aku benar-benar merasa tidak enak sekali padamu."


"Sudah lah Gie.  Kita ini seperti saudara. Kau seperti adikku dan aku sangat menyayangimu, saudara harus saling membantu setiap ada yang kesulitan, mungkin saat ini aku yang sedang membantumu tapi bisa jadi nanti kau yang akan membantuku dan juga Smith."


Gienka menganggukan kepalanya, dia tersenyum kemudian memeluk Shanon. Dia sangat senang bisa memiliki teman dan sahabat seperti shanon, merasa sangat beruntung karena dia dikelilingi oleh orang-orang yang sayang dan peduli kepadanya. Ia berhutang budi kepada Shanon dan juga Smith yang selama ini selalu ada untuk membantunya dan Kyros.


****


Akhirnya Aditya selesai dipindahkan ke ruang perawatan biasa dan Aditya juga sudah sepenuhnya sadar. Aditya melihat kesedihan di mata istrinya. Aditya juga mengingat apa yang terjadi tadi malam, semuanya terjadi begitu cepat dan dia tidak menyadari bahwa Camilla senekat itu menusuknya. Sepertinya Camilla bisa membaca situasi sehingga bisa memanfaatkan kelemahannya sehingga Aditya mendapatkan luka yang cukup dalam dan dia sekarang merasakan sakit di bagian punggungnya. Aditya tidak tahu perasaannya saat ini harus bagaimana, marah tentu saja dia marah, tapi dia tidak bisa melampiaskan kemarahannya dalam keadaan seperti ini dan ada di rumah sakit. Mungkin setelah dia sembuh nanti dia akan bisa memikirkan apa yang harus dilakukan ya terhadap Camilla.


Saat perawat dan dokter sudah keluar dari ruangan perawatan Aditya. Cahya langsung memeluk suaminya itu merasa sangat bahagia sekali dan lagi lagi Cahya menangis dia merasa sangat ketakutan akan kehilangan orang yang sangat dia cintai yaitu Aditya. Ketakutan yang sama ketika dulu Aditya mengalami kecelakaan, dan di Nyatakan hilang selama berminggu-minggu. hidup Cahya seperti berakhir begitu saja. Rasanya dia belum siap untuk jauh dari Aditya dan sekarang dia melihat suaminya kembali di rumah sakit, ketakutan itu muncul ketika melihat begitu banyaknya darah tadi malam dan wajah Aditya yang pucat pasi membuat Cahya semakin ketakutan.


Aditya mengusap punggung istrinya dengan sebelah tangannya, untuk menenangkannya. "Jangan pergi, kenapa kau menangis??? Aku baik-baik saja."


"Aku sangat takut sekali tadi malam." Ujar Cahya.


"Tidak apa-apa, aku sekarang ada di sini dan aku baik-baik saja."


Kyros melempar senyumnya kepada Apapnya. "Ky, senang Apap bisa sadar dan dalam keadaan yang baik-baik saja. Maafkan kau andai saja kita tidak pergi pasti kejadian ini tidak akan terjadi."


"Ini bukan salahmu atau bukan salah Gienka, kalau ini sudah terjadi ya itu memang harus terjadi lagi pula Apap juga tidak apa-apa."


"Ky akan mengurus masalah ini dan Ky akan pergi ke kantor polisi. Camilla sudah ditahan oleh mereka di sana, Ky akan ke sana menemuinya, Ky akan memberi keterangan kepada polisi mengenai apa yang terjadi."


"Dimana istri dan anakmu?? Apa kau mengantar mereka pulang??" Tanya Aditya.


"Mereka ada bersama Shanon, tadi malam aku mengantarnya Gienka dan aku tidak bisa membiarkannya di rumah sendirian bersama Lexia, jadi aku menitipkannya pada Shanon."


"Baguslah kalau istrimu bersama Shanon."


"Apap beristirahatlah, setelah ini harus pulang. Tetapi Ky akan menjemput Gienka dan Lexia dulu, lalu ke Kantor Polisi. Setelah itu Ky akan kembali lagi ke sini. Ky juga akan membawa pakaian ganti untuk amam, apap istirahat ya jangan khawatirkan apapun, Ky sudah memikirkan apa yang harus Ky lakukan mengenai Camilla."


Kyros pun berpamitan untuk menjemput Gienka dan pulang, ia meminta amamnya untuk menjaga apap nya dan Kyros berjanji sebelum siang dia akan kembali lagi ke sini. Dia juga harus melihat kondisi istrinya juga anaknya, setidaknya siang ini mereka bisa pulang ke rumah dan ditemani oleh asisten rumah tangga mereka, sehingga Ginka tidak sendirian. Kyros sudah memutuskan bahwa masalah ini tidak akan bisa dia Maafkan begitu saja dan nanti setelah urusan di kantor polisi selesai beres dia akan mengurus untuk izin tinggal Camilla di sini. Kyros ingin Camilla dideportasi dari negara ini sehingga tidak akan bisa lagi mengganggunya atau mengganggu istrinya. Kyros punya izin penuh untuk melakukan itu karena dia adalah warga negara ini sehingga bagi Kayros itu pasti akan cukup mudah untuk melaporkan apa yang dilakukan Camilla kepadanya dan istrinya selama ini. Kyros tidak akan pernah memberi maaf untuk Camilla atas segala apa yang sudah perempuan itu lakukan, bagi Kyros apa yang si lakukanlah Camilla bukan lagi sikap seorang manusia, Camilla sangat jahat dan dia seperti seorang psikopat.