I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 78



Saat masuk Cahya di kejutkan oleh sprei yang sedikit berantakan dan tidak rapi. Dia mengernyit, tetapi kemudian dia kembali ke pintu dan memanggil Art nya. "Mbakkk.... Mbak Tina...!!" Teriak Cahya.


Kyros yang ada di dalam ruang pakaiannya pun terkejut karena mendengar suara Amamnya. Dengan cepat Kyros memasukkan pakaiannya ke dalam lemari dan dia harus tetap bersembunyi disini jangan sampai Amamnya tahu sebelum dia memberikan kejutan malam nanti.


"Iya bu...!"


"Mbak... Kok tempat tidurnya Kyros berantakan ya??? Eh itu juga di meja ada buah sama gelas, siapa yang masuk kesini???" Tanya Cahya curiga.


Art itu tampak melirik ke arah meja dan dia mengernyit. Dia tidak boleh memberitahu jika Kyros sebenarnya sudah pulang. "Ahh... Saya lupa, tadi saya mengganti spreinya dan karena non Kyra pulang jadi saya tinggalkan begitu saja, buahnya saya bawa dari ruang tengah dan lupa juga saya tidak bawa ke dapur lagi... Maaf sekali bu...!"


"Ya ampun mbak.... Lain kali di cek lagi ya, kalau sampai kelupaan kan nanti busuk disini, ya sudah tolong di rapikan spreinya juga buahnya dibawa lagi ke bawah, saya harus menemui Kyra lebih dulu...!" Cahya kemudian keluar dari kamar Kyros.


Sementara Art nya lekas merapikan sprei Kyros yang sedikit berantakan karena mungkin Kyros tadi menggunakannya untuk tidur. Tetapi pandangannya mengarah ke penjuru sudut, tidak ada siapapun disini, entah kemana perginya Kyros. Dia menghela nalasnya lega karena sepertinya Kyros sudah membawa kopernya, tadi koper itu ada di samping tempat tidur dan sekarang sudah tidak ada.


"Aduh tuan muda... Kenapa kamarnya tidak di kunci sih....!" Gumamnya kemudian melanjutkan merapikan tempat tidur Kyros.


Kyros mengintip di pintu penghubung, dan ternyata Amamnya sidah keluar. Dia pun menggeser pintu kaca itu, dan keluar menghampiri Art nya. "Mbak...!" Panggilnya dengan suara pelan.


"Aduh Tuan muda...! Kenapa tidak di kunci kamarnya, ibu tadi masuk, dan saya terpaksa berbohong...!"


Kyros tersenyum. "Iya maaf maaf, ya sudah bawa saja buah dan gelasnya keluar, biar aku saja yang merapikan tempat tidurku, tutup pintunya dan aku akan menguncinya dari dalam...!"


"Baik... Kalau begitu saya permisi....!"


***


"Sudah mau gelap, dan kalian masih berenang???"


Kyra dan Gienka menoleh ke belakang, mendapati Cahya berdiri di tepi kolam renang. "Eh Amam....!"


"Ayo cepat mandi...!"


Gienka dan Kyra keluar dari kolam renang. Memang hari sudah mulai senja. Gienka menyalami Cahya dengan sopan. Baru kemudian mengambil handuk kimono. Mereka kemudian duduk di kursi santai, begitu juga dengan Cahya.


"Mam....! Aku dan Gienka berencana untuk pergi liburan nanti saat libur semester...!" Ucap Kyra.


"Liburan??? Kalian mau pergi kemana???" Tanya Cahya.


"Ke Bajo Mam.. Boleh ya???"


"Berdua???"


"Sama Lou juga sih rencananya....!"


"Amam sih boleh-boleh saja, nanti katakan juga pada Apapmu... Kenapa cuma bertiga?? Ajak Sanne juga, dia kan masih lama disini...!"


Gienka menepuk dahinya. "Oh iya ya... Sanne, kenapa kita melupakannya... Aku coba menghubunginya nanti...!" Ucap Gienka.


"Ajak dia juga suapaya ramai..! Ya sudah cepat ke atas dan mandi, Amam juga belum mandi, sepertinya Apapmu sudah selesai...!"


"Apap pasti ijinin kan Mam??? Pakai yatch nya Uncle Iel kok...!"


Cahya tersenyum. "Pasti boleh, nanti Amam akan memberitahunya...!"


Mereka bertiga meninggalkan kolam renang dan menuju kamar masing-masing.


★★★★


Makan malam sudah tersaji di atas meja. Cahya, Aditya dan kedua orang tua nya sudah duduk, menunggu Kyra dan Gienka yang masih di kamar tetapi sudah menyuruh Art nya memanggil kedua gadis itu. Tak lama, kedua nya turun dan lekas bergabung. "Hai Pap.. Mam... Oma Opa....!" Sapa Kyra kemudian menarik kursi dan duduk.


"Ah iya lupa...!" Gumam Cahya.


"Lupa apa???" Tanya Aditya.


"Kyra dan Gienka juga Louis akan pergi liburan ke Bajo, Kyra memintaku untuk meminta ijinmu... Sebentar lagi kan mereka libur..!"


"Ke Bajo???" Tanya Aditya lagi.


"Iya Pap... Boleh kan???"


Aditya tersenyum. "Tentu saja, pergi dan nikmati liburan kalian...! Apa kalian hanya akan pergi bertiga???"


"Tidak.... Aku juga akan ikut mereka liburan...!" Sahut seseorang.


Semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara. Kyros berjalan menghampiri mereka yang ada di ruang makan.


"Ky....???" Seru semua orang secara bersamaan tetapi kemudian mereka semua berdiri.


Kyros tersenyum, dan dia langsung menyalami Tuan Harry yaitu Opa nya kemudian memeluknya, setelah itu bergantian ke Oma nya, lalu ke Aditya dan ke Cahya. "Amam....!!!" Bisik Kyros di telinga wanita yang sudah melahirkannya itu, sambil memeluknya begitu erat.


"Kau pulang.... Kenapa tidak memberitahu kami sayang...!???" Protes Cahya.


"Karena Ky ingin mengejutkan kalian....!"


Kyros melepaskan pelukannha pada Cahya, kemudian menciumi wajah Amamnya itu. Dia benar-benar sangat merindukan Amamnya. Kyra mendekat dan memukul dada Kyros membuat kakaknya itu mengernyit. "Kau kenapa pulang??? Bukankah kau sangat nyaman disana bersama sapi-sapi yang ada di sekitar rumah... Kau harusnya tidak perlu pulang...! Dasar Jahat....!" Gerutu Kyra dan membuat Kyros tertawa kemudian lekas memeluka adiknya itu.


"Kau marah, tidak mau mengangkat teleponku, tidak mau membalas pesanku, membuatku gelisah, itulah kenapa aku memutuskan untuk pulang... Dunia akan kiamat jika adikku ini terus mengabaikanku...!"


"Kau memang pantas di perlakukan seperti itu...!" Gerutu Kyra lagi membuat semua orang tersenyum.


Kyros mendekati Gienka dan menyalaminya. "Hai Gie... Bagaimana kabarmu???" Tanya Kyros.


"Aku baik... Senang bisa melihatmu lagi...!"


"Senang juga bisa melihatmu, kau marah dan tidak membalas pesanku juga teleponku, kau seperti Kyra, dan aku asumsikan bahwa kalian berdua pasti bekerja sama untuk mengabaikanku...!"


"Kami hanya sedang fokus belajar untuk ujian akhir, jadi maaf jika mengabaikanmu...!" Ucap Gienka. Dalam hatinya saat ini benar-benar berbunga, Kyros ada di hadapannya. Lelaki yang sangat dia cintai dan dia rindukan.


###


"Jadi apakah aku boleh ikut liburan juga???" Tanya Kyros pada Kyra dan Gienka. Saat ini mereka sedang menikmati makan malam. Kyros sudah mendapatkan omelan dari semua orang karena kepulangannya yang tidak memberitahu mereka sehingga sangat mengejutkan. Meskipun begitu, semua orang sangat senang sekali karena akhirnya Kyros memilih menghabiskan waktu liburnya untuk pulang.


"Iya... Tetapi syaratnya, kau harus membayar seluruh akomodasi transport dan juga konsumsi kami??? Maksudku adalah, akomodasi di luar dari PP karena memakai pesawat kita sendiri, juga akomodasi Yatch serta konsumsi itu adalah dari Gienka, tetapi tentu kita butuh akomodasi di luar pesawat dan Yatch, karena kita akan lergi ke tempat lain juga jadi tugasmu adalah membiayai hal itu, jika kau setuju kau boleh ikut bersama kami....!" Ujar Kyra.


Kyros mengernyit. "Jadi ceritanya aku harus mentraktir kalian???". Kyros menggeleng-gelengkan kepalanya. "Yang benar saja??? Kau pasti tahu kan hidup di Swiss itu sudah mahal sekali dan giliran aku pulang, kalian malah memalakku seperti itu... Aisssshhh.... Biasanya bayar sendiri-sendiri.... Lagipula aku juga sedang tidak berulang tahun...!" Protes Kyros.


"Tidak mau, ya tidak apa...! Kau pergi liburan saja sendiri...! It's so simple...!" Gumam Kyra lagi.


"Kau keterlaluan Ra....!"


Kyra dan Gienka terkekeh, mereka masih memutuskan hal yang sama yaitu Kyros harus mentraktir mereka jika ingin ikut. Ya, itu mereka lakukan adalah hanya untuk menghukum Kyros karena sudah pulang tetapi tidak memberitahu mereka.


"Kalau tidak mau, ya sudah....!!! Kami hanya akan berangkat berempat saja...!" Ucap Kyra.


"Kau memang tidak tanggung-tanggung memanfaatkan kakakmu ini... Iya iya.... Aku yang bayar semuanya...!"


Kyra dan Gienka berpandangan kemudian tersenyum dan bersorak penuh kegembiraan karena Kyros mau menyetujuinya. Sementara Cahya dan Aditya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah dari anak-anaknya. Setiap dekat mereka selalu berdebat dan terkadang tidak akur, tetapi mereka saling menyayangi. Dan salah satu pengungkapan rasa sayang mereka adalah mereka selalu mengalah satu sama lain dan menuruti keinginan satu sama lain. Itulah kenapa Kyra dan Kyros selalu kompak dalam berbagai hal.