
Gienka berdiri dan mendekati Kyros yang sedang marah. Dan ternyata di belakang Kyros sudah ada Kyra yang baru saja datang.
"Sayang... Kenapa??" Tanya Gienka.
"Ky.... Ada apa denganmu???" Tanya Camilla juga.
Kyros melangkah pelan dan langsung menatap Camilla penuh dengan kemarahan yang memuncak. Sementara Kyra memeluk Gienka, mereka berdua juga bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Cukup ..... Jangan bicara apapun lagi denganku...!" Kyros mencengkram kedua bahu Camilla dan terus menatap penuh kemarahan.
"Camilla...! What do you want tried to kill my wife again???" Tanya Kyros. "You must think I stupid??? No Camilla, no..!!!" Teriak Kyros lagi tepat di depan wajah Camilla.
"Im not stupid Camilla.....! Im.... Not.... Stupid....!!! Aku tahu semua yang sudah kau lakukan untuk mencelakai Gienka, aku tahu....!"
Camilla memasang wajah bingung di depan Kyros, kemudian memandang Gienka dan Kyra berganti-ganti seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ky, apa yang kau katakan??? Aku tidak mengerti sama sekali...!" Tanya Camilla yang berpura-pura bingung.
"Berhentilah bersandiwara, aku tadi sudah bilang bahwa aku tidak bodoh! Kau tidak bisa membodohiku lagi! Kau jangan lupa Camilla, siapa diriku, siapa istriku dan siapa keluarga kami? Aku tidak pernah menyombongkan tentang keluargaku dan bagaimana mereka akan bersikap jika ada yang berani mengusik kehidupan keluarga mereka! Tetapi kau lupa Camilla bahwa keluargaku bisa melakukan apa saja kepadamu hanya dalam hitungan jam! Bahkan Apapku bisa langsung membuat visa serta ijin tinggalmu disini di bekukan dan kau juga bisa diusir dari negara ini, itu bisa terjadi jika aku langsung melaporkan semua itu pada orangtuaku atau mertuaku tentang semua perbuatanmu pada Gienka kemarin!"
Camilla masih mencoba berkelit. Dia menggelengkan kepalanya dan tersenyum menutupi kegugupannya. "Kau ini kenapa Ky...! Kau bicara panjang lebar seperti itu tapi aku masih tidak mengerti maksudmu!"
Kyros memalingkan wajahnya dan kembali lagi menatap Camilla dengan penuh kemarahan. Kali ini dia sudah tidak bisa lagi menahan kemarahannya. Penjelasan dokter semalam tentang obat itu sudah membuat Kyros sangat terkejut, dan dia sangat yakin bahwa Camilla memang yang sudah memasukkan obat itu ke minuman Gienka. Sejak semalam dia tidak bisa tidur dengan tenang, memikirkan berbagai hal dan apa alasan Camilla melakukannya. Selama ini dia sangat mempercayai Camilla, menganggapnya sebagai adik tetapi ternyata ada hal mengerikan yang ada di hati Camilla.
Merasa kesal karena Camilla masih berbohong dan berkelit, dengan kasar Kyros mendorong Camilla hingga perempuan itu terjatuh di lantai. Kyra yang melihat itu langsung berlari dan membantu Camilla. Kyra memandang Kakaknya juga dengan pandangan kemarahan.
"Ky....!!! Apa yang kau lakukan??? Bagaimana bisa kau mendorong seorang perempuan??" Kyra merangkul punggung Camilla dan membantunya berdiri. "Ayo berdiri...!" Gumam Kyra.
Sementara itu, Gienka mendekati Kyros dan mengusap dada suaminya itu sambil menatapnya dengan bingung juga penasaran kenapa Kyros bisa semarah ini dan menuduh Camilla. Kyros tidak pernah seperti ini sebelumnya.
"Kau ini kenapa sayang? Kenapa memarahi Camilla? Jelaskan semuanya, jangan membuatku semakin bingung! Kau sebelumnya tidak pernah seperti ini kan? Kenapa???" Tanya Gienka dengan suara lembutnya.
"Dia.....!!!" Teriak Kyros sambil menunjuk ke arah Camilla. "Dia adalah orang yang sudah hampir membunuhmu kemarin! Dia sudah memasukkan obat keras yang membuatmu jadi seperti itu, dia yang melakukannya...!" Ujar Kyros dengan wajah yang masih penuh dengan kemarahan.
Gienka mengernyit, dia bingung, Camilla yang memasukkan obat, tapi bagaimana bisa Camilla melakukannya. Dan dimana Camilla memasukkan obat itu.
Dan akhirnya Kyros dengan penuh emosi, menjelaskan semuanya pada Kyra dan Gienka. Semua kecurigaannya muncul ketika dia tidak menemukan sesuatu yang salah dengan makanan atau minuman yang di konsumsi oleh Gienka di rumah, tetapi penjelasan dokter mengenai kandungan obat itu yang ada di dalam tubuh Gienka tidak lagi bisa di pungkiri, bahwa itu memang ada. Lalu bagaimana bisa obat itu bisa di konsumsi oleh Gienka, itulah sebuah pertanyaan besar yang terus mengganjal di pikirannya.
Sebuah fakta terungkap ketika seseorang melihat Camilla datang dan berbicara dengan Gienka, fakta itu juga di benarkan oleh Camilla juga Gienka sendiri, sayangnya Camilla berbohong jika dia tidak masuk ke dalam apartemen, padahal di cctv jelas sekali dia masuk dan menunggu beberapa menit hingga akhirnya keluar lagi dengan sebuah buku di tangannya.
"Kau mengatakan itu, tapi bisa jadi bukan Camilla Ky pelakunya???" Bantah Kyra.
"Bukan dia??? Lalu siapa lagi Ra? Tidak ada yang masuk selain dia dan Gienka hingga aku pulang dan menemukan Gienka sudah mengejang dan tubuhnya kaku, aku menuduh bukan tanpa alasan Ra, kau tahu kan bahwa setiap kejahatan yang di lakukan selalu akan meninggalkan jejaknya!!" Ujar Kyros.
Kyra mengernyit. "Maksudmu???" Tanya Kyra lagi.
"Gantungan tas miliknya terlepas dan tertinggal di atas sofa tempat dimana dia duduk dan disana juga ada cangkir berisi kopi Gienka, aku menemukannya lalu mengantarnya ke apartemennya, dan kau tahu apa yang aku temukan disana? Botol obat itu, aku bertanya tentang obat itu dan dia menjawab dengan mengarang cerita, tapi sekali lagi, aku tidaklah bodoh, aku mengambil satu butir obat itu dan membawanya ke rumah sakit, dan meminta dokter memeriksanya, benar saja, itu adalah obat yang membuat Gienka mengejang dan hampir mati kemarin lusa!"
Kyra dan Gienka langsung memandang ke arah Camilla bersamaan. Sedangkan Camilla masih bersikap bingung seolah masih tidak mengerti dengan apa yang sudah di katakan oleh Kyros. Camilla sekali lagi membela dirinya dan masih menolak untuk mengakuinya. Membuat Kyros semakin murka, dan menarik dengan kasar kerah kemeja Camilla, kemudian kembali lagi mendorong Camilla dengan keras hingga jatuh lagi di lantai. Kyros duduk berjongkok dan menatap tajam Camilla untuk kesekian kalinya.
"Why did you do that to my wife??? Why Camilla.....! Why.....!??" Teriak Kyros sekali lagi.
Kali ini tatapan Camilla berubah tidak seperti tadi yang terlihat bingung. Camilla berganti mendorong Kyros, hingga Kyros terduduk di lantai. Camilla berdiri dan mendekati Gienka, dan langsung memegang kedua bahu Gienka dengan penuh kemarahan.
"Ya ..... Ya .... Ya... Aku memang memasukkan obat itu di kopimu, karena aku kesal padamu, aku marah padamu, kau sombong, congkak dan tidak tahu diri! Aku ingin membalasmu, agar kau tahu siapa aku yang sebenarnya, obat itu akan membuatmu seperti orang sekarat serta kesakitan, dan jika kau mati itu adalah bonusnya!" Camilla berteriak di depan wajah Gienka sambil mengguncangnya dengan sangat keras, membuat Gienka yang masih dalam keadaan lemas itu meringis dan kesakitan.
Tidak sampai disitu, setelah mengguncang Gienka, Camilla langsung mendorong Gienka dengan keras, hingga kepala Gienka terbentur ke meja. Gienka langsung berteriak kesakitan dan bersamaan dengan itu juga sebuah vas jatuh menimpa kepala Gienka. Kyros bergegas bangkit menolong istrinya, sementara Kyra berlari dan langsung saja menampar Camilla dengan sangat keras hingga menimbulkan bekas memerah di pipi Camilla. Dengan penuh kemarahan, Kyra mendekati Camilla lagi dan langsung mendorongnya dengan keras hingga Camilla terjatuh di lantai sebagai ungkapan kekesalannya.
"Sudah cukup Camilla....!!! Hentikan kekonyolanmu ini!!! Apa kau sudah gila? Bisa-bisanya kau berniat membunuh seseorang hanya karena ingin membalasnya! Aku pikir kau adalah temanku yang baik tetapi ternyata kau adalah manusia paling tidak bermoral yang pernah aku kenal, apa salah Gienka hingga kau ingin menghabisinya? Aku sangat kecewa padamu, dan menyesal sudah menganggapmu sebagai saudaraku, kau jahat sekali....!" Ujar Kyra dengan kesal.
Camilla menatap Kyra dengan senyum seringai sambil memegang pipi nya yang baru saja di tampar oleh Kyra. Rasa panas bekas tamparan itu masih Camilla rasakan.
"Aku sangat membencinya Kyra...! Perempuan sombong itu selalu saja menabuh genderang perang denganku, dia selalu sengaja membuatku kesal dengan menunjukkan keromantisannya dengan Ky di depanku, mereka berciuman, berpegangan tangan dan pelukan di depanku, selalu saja begitu, aku sangat muak melihatnya...!"
"Lalu apa masalahmu??? Mereka suami istri, biarkan saja??!" Teriak Kyra lagi.
"Tentu saja itu menjadi masalah besar.....! Karena aku mencintai Kyros....!! Sudah sejak lama, tapi kau juga sama saja seperti kakakmu, tidak pernah mengerti hal itu...! Aku hancur ketika mereka mengatakan bahwa mereka sudah menikah, dan selalu saja menunjukkan keromantisannya di setiap saat, itu sebabnya aku sangat muak melihatnya" Jawab Camilla lagi.
Mendengar itu Kyra terkejut. Dan dia baru mengetahui jika Camilla menyukai Kyros. Kyra menoleh ke belakang dan melihat Kakaknya masih di lingkupi kemarahan, sementara Gienka meringis karena kesakitan, dan di pelipisnya mengeluarkan darah karena terkena sudut meja.
"Jika kau merasa muak kenapa kau melihatnya??? Kau bisa pergi. Memangnya apa masalahmu dengan itu? Aku bisa melakukan apa saja dengan istriku, menciumnya, memeluknya, bahkan jika aku mau aku bisa menyetubuhinya di manapun kami berada tanpa harus memikirkan orang lain melihat kami atau tidak, itu urusan mereka, dan Gienka istriku aku bebas melakukan apa saja dengannya, begitu juga sebaliknya! Dan apa masalahmu?" Kyros melepaskan pelukannya pada Gienka dan Kyra bergegas menggantikannya untuk menopang sahabatnya itu.
Gienka memegang jemari suaminya dan memberikan senyumnya. Gienka mencoba menenangkan emosi suaminya. Kyros kemudian berdiri dan melangkah mendekati Camilla.
"Aku tahu kau mengatakan cinta padaku, tetapi aku sudah menjelaskan semuanya padamu, aku sudah meminta maaf padamu, itu ku lakukan karena aku menghormati dan menghargaimu, agar kita semua bisa saling memahami dan menerima itu dengan hati yang lapang, seandainya kau mengatakan itu jauh sebelum aku pulang ataupun berhubungan dengan Gienka, itupun akan sama saja Mil, tidak akan pernah merubah apapun di antara kita, karena dari dulu aku hanya mencintai Gienka, aku sudah mengikatnya sejak kami masih kecil, aku hanya mencintainya dan dia juga sama, jadi kenapa kau tidak mengerti itu? Padahal aku sudah sering sekali mengatakan padamu bahwa aku hanya mencintai satu orang saja, dan itu hanya Gienka!" Ujar Kyros lagi tetapi suaranya sedikit merendah tidak meluap seperti tadi.
Setelah mendengar itu, wajah Camilla berubah menjadi sedih. Kyros kembali menghancurkan hatinya. Fakta bahwa Kyros tidak akan pernah mencintai orang lain selain Gienka, sangat melukai hatinya.
Melihat kesedihan di wajah Camilla, Gienka pun berusaha berdiri dan menahan rasa sakitnya, kemudian melangkah dan berdiri di depan Kyros, menghalangi kemaran suaminya pada Camilla. Gienka kini berdiri tepat di depan Camilla, dia lalu menangkupkan kedua telapak tangannya. Menatap sedih Camilla. Entah kenapa dia merasa kasihan dengan Camilla atas apa yang terjadi.
"Maafkan kami Camilla jika apa yang kami lakukan sudah melukai hatimu! Im so sorry for everything...! Aku tahu kau melakukan ini karena di butakan oleh cintamu pada Kyros, tapi jangan kau kotori hati, pikiran serta tanganmu untuk melakukan hal seperti itu! Aku tahu hatimu baik, kau sudah banyak melakukan hal baik pada suamiku juga pada Kyra, jangan rusak itu hanya dengan melakukan satu kesalahan. Kyros sekarang adalah suamiku, dan aku sangat mencintainya, kami menikah juga atas dasar itu, aku minta maaf sekali lagi jika kehadiranku sudah menghancurkamu tapi aku tidak pernah bermaksud seperti itu, dan yakinlah suatu saat kau akan mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari Kyros" Ujar Gienka dengan suara yang lemah tetapi dia berharap Camilla mau mengerti maksudnya.
Camilla hanya diam memandangi Gienka dengan pandangan yang masih menajam. Perempuan yang ada dihadapannya itu sudah merusak semuanya, dan dia masih tidak bisa menerima itu.
Gienka kembali menangkupkan kedua telapak tangannya. "Please Camilla, mengertilah...! Sekali lagi jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi, kejadian kemarin aku sudah memaafkanmu, kau melakukan itu pasti hanya luapan kekesalanmu padaku, tidak apa, jangan ulangi lagi, karena yang akan merugi pastilah dirimu sendiri"
"Persetan dengan semua ucapanmu, perempuan munafik...!" Geram Camilla kemudian memalingkan wajahnya dengan marah. Camilla kembali mendorong Gienka, beruntungnya Kyros ada dibelakangnya sehingga bisa langsung menahan tubuh istrinya itu. Sementara Camilla langsung pergi meninggalkan mereka.
"Camilla...!" Panggil Kyros, membuat Camilla yang baru memegang handle pintu apartemen itu menoleh ke belakang.
"Aku tidak akan pernah memaafkanmu atas apa yang sudah kau lakukan pada istriku, dan jika kau berani berulah lagi, jangan harap aku akan mentolerirnya, karena kau pasti akan menyesal seumur hidupmu....!" Ancam Kyros.
Camilla tidak menjawabnya dan langsung pergi meninggalkan pintu berdebam. Gienka merasa lemas dan mengerang karena kepalanya sakit. Kyros pun langsung mengangkatnya hendak membawanya keluar untuk ke rumah sakit lagi, tetapi Gienka menolaknya, karena dia hanya pusing saja, dan luka di pelipisnya terasa perih saja. Karena istrinya menolak, Kyros pun langsung membawanya ke kamar, dan Kyra mengikutinya di belakang.
"Ky... Ambilkan kotak obat, aku akan mengobatinya! Ambil air juga, Gienka pasti masih shock!" Ujar Kyra.
Kyros mengangguk dan langsung kuar kamar untuk mengambil kotak p3k di ruang depan, juga mengambil air di dapur. Tak lama Kyros kembali dengan membawa segelas air juga kotak p3k. Kyros memberi minum Gienka, sementara Kyra mengeluarkan kapas, dan cairan pembersih luka. Kyra dengan sigap memebersihkan darah yang menetes di pelipis Gienka, membuat Gienka mengernyit merasa perih tetapi Kyra menyuruhnya untuk menahannya.
Kyra selesai membalut luka di pelipis Gienka, dia kemudian memandangi Kakak dan kakak iparnya itu bergantian. Kyra masih tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa Camilla bisa bersikap seperti itu, sangat jauh berbeda dengan Camilla yang selama ini di kenalnya. Kyros kemudian menjelaskan semuanya pada Kyra tentang kejadian tempo hari di cafe sampai kejadian saat dia dan Gienka datang menemui Camilla lalu mengatakan bahwa mereka sudah menikah. Kyros merasa bahwa mungkin karena itu akhirnya Camilla berbuat nekat seperti itu. Kyra hanya bisa memijat kepalanya mendengar semua itu. Camilla terlalu dibutakan oleh cinta sehingga membuatnya gelap mata seperti itu.
"Pantas saja, saat di cafe waktu itu, Camilla hanya diam dan terlihat aneh, ternyata itu penyebabnya!" Gumam Kyra menimpali cerita dari Kyros. "Dia juga langsung membatalkan menginap di rumah kita, ternyata apa yang di ungkap Axel tentang Camilla yang hanya menyalakan ponselnya tanpa membuka pesan tetapi Camilla justru mengatakan mendapat pesan dari sepupunya... Hmm.... Lalu sekarang apa yang ingin kau lakukan Ky???" Tanya Kyra.
"Aku masih melihat kemarahan di wajahnya, aku tidak mau mengambil resiko lagi, orang yang di lingkupi kemarahan sebesar itu tidak akan pernah memakai otaknya untuk berpikir, aku akan menghubungi Apap juga Papa dan menceritakan semuanya, sehingga mereka bisa memberi solusi atau mungkin bisa melakukan sesuatu sehingga Camilla tidak berbuat nekat lagi!!!"
"No.....!!!!" Sahut Gienka dengan cepat. "Aku tidak ingin melibatkan orangtua kita, please sayang... Jangan lakukan itu! Camilla mungkin hanya terbawa emosi saja, dia sudah mengalami kesulitan karena hubungan kita, dan jangan lagi kita menambahi kesulitannya lagi...! Kita biarkan saja dia menjalani kehidupannya seperti biasa, aku janji padamu bahwa aku akan berhati-hati dan tidak akan berurusan dengannya jika itu yang kau takutkan, tapi please jangan membuatnya semakin dalam kesulitan... Hubunganmu dengannya sebelumnya sangat baik, jangan hanya karena sebuah kesalahan, kau melupakan semua kebaikannya, itu tidak bagus sayang...! Please...!" Ujar Gienka memelas sambil memegang tangan Kyros.
Kyra dan Kyros saling berpandangan, mereka bisa melihat dengan jelas kekhawatiran Gienka. Kyros tidak mengerti kenapa istrinya justru bersikap seperti itu, padahal Camilla sudah melakukan hal sebesar itu padanya, juga selama ini istrinya itu sangat ketus kepada Camilla.
"Baiklah!" Jawab Kyros pelan.
Sebenarnya Kyros masih memiliki ketakutan terhadap Camilla. Tetapi istrinya justru terus melarangnya untuk menceritakan semuanya kepada keluarga mereka. Kyros pun akhirnya mengiyakan permintaan Gienka.
"Well, bagaimana kau bisa kesini? Apa kau mengatakan semuanya pada Apap dan Amam???" Tanya Gienka pada Kyra.
Kyra tersenyum, dan mengatakan bahwa dia berbohong kepada orangtuanya, dia meminta ijin untuk pergi ke Paris dengan alasan ingin berbelanja juga liburan karena merasa penat dengan pekerjaan. Mendengar itu, sontak Kyros langsung menjewer telinga adiknya itu.
"Kau keterlaluan, untuk hal sebesar ini kau membohongi mereka!!!" Ucap Kyros dengan terus menjewer telinga Kyra.
"Aduuuuhhhh..... Duuuuhhh.... Sakit Ky...! Iya sorry, tapi aku tidak ada pilihan lain, aku khawatir sekali dengan Gienka...!"
Gienka hanya terkekeh dan meminta Kyros agar berhenti menjewer Kyra.
"Aku akan menjaga Gienka beberapa hari ke depan, jadi kau bisa bekerja dengan tenang, dan aku akan pastikan Camilla tidak bisa masuk kesini!" Ujar Kyra.
"Iya terserah kau saja....! Ambilkan pisang di dapur, perut Gienka harus diisi sebelum meminum obatnya" Pinta Kyros, Kyra langsung beranjak dan menurutinya.
Gienka langsung tertidur setelah selesai minum obat. Kyros diam-diam memanggil Kyra yang sedang berbaring di sofa sambil menonton televisi, dan meminta adiknya itu untuk ke balkon. Hari sudah gelap dan mereka berdua terlihat sangat serius mendiskusikan sesuatu. Dan Kyra menyimak semua ucapan dari kakaknya dengan baik. Cukup lama mereka berdiskusi, Kyros pun menyuruh agar Kyra beristirahat dengan Gienka di kamar karena pasti lelah sekali setelah perjalanan jauh, sementara dia akan tidur di sofa.
★★★★★★
Keesokan harinya.....
Kyra menyiapkan sarapan untuk Kyros juga Gienka. Untuk Gienka dia membuat oatmeal dengan aneka berries di atasnya, sementara untuknya dan Kyros, dia membuat omelette dengan aneka sayur. Kyros masih berada di kamar untuk bersiap kerja, sementara Gienka terlihat sedang dibuk mengobrol di telepon. Hingga akhirnya Gienka duduk dengan wajah yang kesal, Kyra hanya tersenyum melihatnya. Tahu bahwa Gienka pasti kesal dengan Kyros, dan bisa saja mereka berdua nanti akan bertengkar karena Kyros mengambil keputusan yang bertolak belakang dengan Gienka.
"Morning Gie....! Aku membuatkanmu oatmeal, makan ya???" Kyra meletakkan semangkuk oatmeal di depan Gienka.
"Thanks ya Ra....!"
"My pleasure Gie...! Ini jus nya....!"
Gienka tersenyum dan mengangguk lalu meminum jus buatan Kyra dan mulai sarapan lebih dulu. Kyra juga akhirnya duduk dan menyantap omelette buatannya. Tak lama setelah itu, Kyros keluar dari kamar, sudah rapi dan siap berangkat bekerja.
"Good morning girls....!" Sapa Kyros.
"Morning Ky...!" Jawab Kyra.
Kyros mengarahkan matanya ke istrinya yang sibuk menyantap sarapannya tanpa menjawab sapaannya tadi. Kyros tahu bahwa istrinya itu pasti akan marah besar padanya, karena ternyata semalam dia menghubungi orangtua serta mertuanya tentang apa yang terjadi kemarin. Kyros memilih melakukan itu karena dia merasa tidak tenang jika hal sebesar ini di sembunyikan dari keluarga besarnya, dan setidaknya dia merasa tenang setelah melakukannya karena baik Papa mertuanya atau Apapnya sudah memberikan solusi yang terbaik untuknya dan Gienka.
"Kenapa kau melakukan ini? Padahal aku sudah melarangmu....!" Gienka akhirnya memulai pembicaraan mereka.
"Sorry sayang.... Aku tidak bisa jika harus memebohongi Papa...! Tetapi aku sudah meyakinkannya bahwa kau baik-baik saja dan Papa juga tidak akan melakukan sesuatu yang bisa membuat Camilla kesulitan, aku sudah menjelaskannya dengan baik... Papa tidak marah ataupun berkata-kata buruk!" Jawab Kyros kemudian.
"Iya, Papa terlihat biasa saja sikapnya tapi kau tidak tahu bahwa dia bisa melakukan sesuatu yang besar tanpa sepengetahuan kita...! Ini hanya akan membuat Camilla semakin membenci kita, kenapa kau melakukan itu????" Gienka mulai membantah.
Kyros memakan sarapannya dengan santainya sampai habis, meminum jusnya lalu mengangkat kepalanya dengan melempar senyum ke istrinya. "Tidak...! Baik Apap ataupun Papa tidak akan melakukan apapun pada Camilla, aku jamin itu"
Ya, Kyros sudah menceritakan semuanya dan menjelaskan dengan sangat baik sehingga mertuanya juga orangtuanya tidak merasa khawatir dan mengerti keinginan dari Gienka bahwa Gienka tidak ingin jika Camilla mengalami kesulitan. Beruntungnya Kyros bisa meyakinkan mereka dengan baik sehingga tidak ada emosi ataupun ucapan yang buruk dari mereka. Awalnya terkejut sudah pasti, hanya saja Kyros bisa benar-benar meyakinkan mereka dan meminta saran yang terbaik untuknya dan Gienka.
Kyros kemudian mengelap mulutnya dengan tisu, dan menghabiskan jusnya. Dia berdiri dan mendekati Gienka dan mencium kening istrinya dengan lembut. "Semua akan baik-baik saja sayang, jangan khawatirkan apapun, habiskan sarapanmu dan minum obatmu juga, Papa akan membantu kita mencari tempat tinggal baru, jadi dalam waktu dekat kita akan pindah! Itu ide yang sangat bagus sekali untuk keamananmu dan menjauhkanmu dari hal buruk yang bisa saja di lakukan Camilla! Aku berangkat dulu! Ra... jaga Gienka ya?" Kyros kembali mencium istrinya dan cepat pergi, sebelum Gienka kembali marah padanya.
Mendengar bahwa akan pindah, Gienka terkejut dan ingin sekali marah pada suaminya tetapi Kyros sudah terlanjur pergi keluar.