I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 324



Gienka sedang duduk di kursi yang ada di bagian belakang, sedangkan yang lainnya ada di ruang depan. Gienka sangat merindukan ibu mertua nya itu. Ibu mertua yang begitu luar biasa baik, dan sangat menyayangi nya. Gienka merasa sangat beruntung memiliki mertua seperti Cahya.


Cahya membelai rambut Gienka sembari tersenyum. "Gienka sayang, entah kenapa Amam merasa ada yang berbeda denganmu... "


"Berbeda???? Apa yang berbeda Mam???" Tanya Gienka.


"Entahlah.... Hanya terasa ada yang berbeda saja, aura mu berbeda sekali.. Semakin cantik. Kau pasti bahagia sekali bersama Kyros, kalian berdua di berkahi kebahagiaan, Amam senang sekali.." Cahya tersenyum. Akhir-akhir ini Dia melihat aura Gienka sangat cerah dan berbeda dari biasa-biasa nya. Wajah Gienka bersinar dan terlihat sangat cantik, aura nya seperti seorang yang sedang hamil. Seperti dia dulu saat hamil Kyra dan Kyros, juga seperti saat Kyra hamil Athan. Tetapi Cahya tahu bahwa tidak mungkin menantu nya ini hamil karena Gienka dan Kyros sudah memutuskan untuk menunda kehamilan lagi karena Kyros akan pergi bertugas, sehingga mereka tidak mungkin merencanakan kehamilan. Dan baru berniat melakukan program hamil setelah Kyros kembali. Jadi tidak mungkin Gienka sekarang hamil, mungkin saja memang Gienka melakukan perawatan wajah yang membuat Gienka semakin terlihat cantik. Cahya tahu Kyros akan memberikan yang terbaik untuk istrinya agar Gienka merasa senang dan mempercantik diri untuk Kyros.


Gienka melempar senyumnya lalu memeluk Cahya. "Terima kasih karena Amam sudah melahirkan Ky, dan Ky sekrang selalu jadi sumber kekuatanku juga kenahagiaanku, dia sangat luar biasa, Amam dan Apap telah menjadikan Ky sebagai seseorang yang begitu luar biasa, thanks ya Mam..???" ucap Gienka.


Cahya mengusap punggung Gienka. "Amam juga berterima kasih pada Elea, karena sudah melahirkan anak secantik dirimu, berhati lembut dan penyayang. Kau menjadi istri yang luar biasa dan selalu membuat Kyros bahagia...! Amam bangga sekali denganmu.. "


"Terima kasih Amam.... Aku hanya ingin selalu membahagiakan Ky, dan menjadi cinta sejati nya, hidup menua dan berbahagia bersama nya selama nya..." Gumam Gienka.


Cahya melepaskan pelukannya dan memandangi wajah cantik Gienka. "Jangan gundah dan risau selama suami mu pergi, kau harus kuat dan sabar menunggu nya, ada kami semua yang akan menemanimu jadi jangan terlalu sedih, karena kalah kau sedih, Kyros pasti tidak tenang saat bekerja nanti nya... Selalu ada masa sulit dalam berumah tangga tetapi kunci nya adalah bagaimana cara kita bersikap menghadapi nya, tidak hanya kau yang kesulitan dengan situasi ini tapi Kyros juga pasti sama, hanya saja laki-laki sangat pandai menyembunyikan kesedihannya, Amam sangat tahu betul bagaimana Ky, dia juga sedih hanya saja tidak akan pernah memperlihatkannya pada kita semua.. "


Gienka menganggukkan kepala nya. Dia membenarkan ucapan ibu mertua nya itu, Kyros selama ini memang terlihat biasa saja dan tod6pernah menunjukkan kesedihan atau kegalauannya, tetapi Gienka yakin bahwa Kyros pasti juga semangat sedih harus berpisah dengannya. Mengingat suami nya itu selalu bersama nya setiap hari dan selalu mengajalnya pergi juga jika dia ada pekerjaan di luar kota untuk beberapa hari, menandakan bahwa Kyros memang tidak bisa jauh darinya juga.


"Amam sudah meminta Elea untuk ikut bersama kami kesini, tetapi Elea tidak mau, dia bilang dia akan menyambutmu pulang saja nanti, dan karena pekerjaan di kantor juga harus ada yang menghandle. Maysa juga sama, dia sedang sibuk mengurus restoran yang akan segera di buka, jadi tidak bisa ikut kesini."


Gienka tersenyum. "Iya Mam, Mama dan Mamay sudah memberitahu ku jika mereka tidak bisa ikut, tidak apa juga toh aku juga akan pulang dan bertemu mereka nanti.. "


"Bagaimana dengan Geffie???? Dia sudah hampir lulus kan???" Tanya Cahya.


"Tinggal tugas akhir saja Mam, dan nanti akan ke Washington until bertemu kita semua, ingin sekali dia kesini tetapi aku bilang jangan, karena dia harus fokus dengan kuliahnya.."


"Ya, sekarang itu yang penting untuknya, lalu dia jadi langsung meneruskan kuliahnya di Washington???"


"Jadi Mam, Papa Iel sudah bilang padaku dan Ky kalau nanti Geffie akan tinggal bersama kami, ya itung-itung aku ada teman di rumah nanti... Geffie juga sudah mendaftar di beberapa universitas disini untuk masternya, aku harap dia bisa di Terima di salah satu nya." Ujar Gienka.


"Ya, semoga saja...!!"


"Hai sayang...!??? Kemarilah...!!!" Gienka mengangkat keponakannya itu dan duduk memangku nya. "Kenapa???" Tanya Gienka.


"Mainan mana???"


Gienka mengernyit. "Mainan yang mana???" Tanya Gienka.


"Itu yang banyak, dulu onty membelikannya.."


Gienka terkekeh. "Oh yang itu, tidak ada disini sayang, semua mainannya ada di rumah Onty... Tapi kemarin Uncle Ky sudah membeli beberapa mainan baru untukmu, kau mau onty mengambilnya???"


Athan menganggukkan kepala nya dengan semangat. "Ya, mau.. "


Gienka melempar senyum. "Baiklah ayo ikut Onty ke kamar, mainannya ada disana.. Mam, sebentar ya aku ke kamar dulu mengambilkan mainan untuk Athan.. "


"Ya, ambilkan cepat, kalau tidak, dia akan terus bertanya dan membuatmu pusing menjawabnya.. " Ucap Cahya


Gienka menurunkan Athan dan menggandengnya masuk ke kamarnya. Kemarin dia sudah menyuruh Kyros untuk membeli mainan baru, sehingga Athan juga bisa bermain dengan tenang dan nyaman.


Melihat istrinya duduk sendirian, Aditya menghampiri Cahya. Aditya duduk di sebelah istrinya, melempar senyumnya. "Apa menantu kita itu baik-baik saja???" Tanya Aditya pada sangat istri.


"Dia baik-baik saja, tetapi aku rasa tidak sepenuhnya.. Jelas sekali dia di penuhi kecemasan, kecemasan yang sama seperti yang aku rasakan dulu saat Ky hendak pergi ke luar angkasa untuk pertama kali nya, sangat wajar sekali.. " Jawab Cahya.


"Nanti adalah tugas kita bersama membuatnya merasa nyaman dan bahagia selama Ky pergi, jangan sampai kita membuatnya semakin sesak, kasihan dia, selama ini tidak pernah jauh dari Ky.. "


Cahya tersenyum. "Kau memang benar..!! Oh iya, apa kau tidak merasa bahwa ada sesuatu yang begitu berbeda dari Gienka??? Entah kenapa aku merasa aura Gienka seperti sedang hamil saja, hahaha sama seperti saat Kyra hamil, wajahnya tampak berbeda. "


Aditya terkekeh. "Itu hanya perasaanmu saja, ya kalaupun dia hamil juga tidak masalah, kan ada suami nya, berarti nanti tugas kita semua untuk menjaga dan memastikan kenyamanannya juga bayi nya.. " Tutur Aditya. Dia tahu bahwa mungkin itu hanya perasaan istrinya, karena tidak mungkin Gienka hamil, apalagi yang dia tahu Gienka dan Kyros memutuskan untuk menunda lagi memiliki bayi sampai Kyros kembali ke Bumi nanti.