I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 41 (Pesta Ulang Tahun)



Geffie mendekat ke arah Gienka dan berbisik pada kakaknya itu bahwa baru saja dia menerima telepon dari Axel. Axel baru membaca pesan yang tadi pagi di kirim oleh Gienka dan sekarang dia sedang dalam perjalanan. Mungkin Axel akan terlambat datang kesini. Gienka pun mengerti, temannya itu sangat sibuk dan dia akan memaklumi jika Axel datang terlambat.


Semua tamu sudah datang dan acara akan segera di mulai. Kyra menyiapkan ponselnya dan menghubungi Kyros. Kakaknya itu sejak tadi sudah menunggu dan bersiap untuk menyaksikan acara pesta ulang tahun Gienka. Tidak ingin terlewat meskipun tidak bisa hadir secara langsung.


"Happy birthday Gie....!!"


Suara lembut itu membuat Gienka dan Kyra yang sedang mengobrol dengan Kyros di ponsel menoleh ke belakang. Seorang gadis cantik dengan rambut tergerai tersenyum ke arah mereka berdua.


"Sanne.....!!" Seru Gienka dan Kyra. Keduanya langsung memeluk gadis bernama Sanne itu.


"Kau ada disini???" Tanya Kyra.


"Iya.. Aku baru sampai tadi siang..." Jawab Sanne, gadia itu kemudian memeluk Gienka dan memebri ucapan selamat ulang tahun.


Sanne adalah teman kecil Gienka, Kyra, dan Kyros. Sayangnya dulu Sanne harus pindah ke luar negeri bersama orang tuanya, tetapi dia tetap menjaga hubungan oertemanan yang baik hingga saat ini, karena orang tua mereka juga berteman baik.


"Bagaimana kau tahu jika ada pesta ulang tahun Gienka???" Tanya Kyra.


Sanne tersenyum. "Uncle Adit memberitahu Papa jika ada acara disini dan aku ingat bahwa ini hari ulang tahun Gienka.. Jadilah kami kesini...!"


"Dimana Papa dan Mamamu?" Tanya Gienka.


Sanne kemudian menunjuk ke arah kanan, dimana orang tuanya sedang mengobrol dengan orang tua Kyra dan juga orang tua Gienka. Kyra menunjukkan layar ponselnya ke arah Sanne, dimana disana Kyros langsung melambaikan tangannya pada Sanne. Sudah lama juga Kyros tidak melihat Sanne.


Setelah saling menyapa, Gienka mengajak Sanne dan Kyra menghampiri orang tua mereka. Gienka dan Kyra juga ingin bertemu dengan orang tua Sanne.


"Hai uncle Vitto... Hai aunty Rana....!!!" Sapa Gienka.


Rana dan Vitto menoleh bersamaan, senyum mereka melebar. Keduanya memeluk Gienka bergantian kemudian memberi ucapan selamat ulang tahun pada Gienka. Vitto dan Rana juga memeluk Kyra, menanyakan kabar Kyra dan Gienka juga tentang sekolah serta memuji kecantikan keduanya. Bukan lagi lucu dan menggemaskan seperti dulu, Gienka dan Kyra sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik. Vitto dan Rana masih ingat sekali betapa lucu dan menggemaskannya Kyra, Gienka dan Kyros dulu. Bahkan ketiganya juga sering mendatangi rumah mereka, meminta Rana agar membuatkan kue dengan bentuk lucu. Dan Vitto ingat betul, kue yang disukai oleh mereka bertiga adalah Choux pastry dengan hiasan marshmalliw diatasnya. Vitto dan Rana juga menyapa Kyros yang sesang ada di panggilan video.


"Ah iya, dulu bukannya ada satu bayi lagi, bayi laki-laki adik mereka, siapa ya namanya aku lupa??? Anaknya Randy!" Ujar Vitto sambil berpikir mengingat nama seseorang.


Vitto ingat jika dulu selain Gienka, Kyros dan Kyra ada juga bayi laki-laki kecil, usianya satu tahun di bawah usia Gienka, Kyros dan Kyra. Mereka berempat selalu bersama.


"Ah iya Louis, apa dia ada disini???" Tanya Vitto.


"Siapa yang mencari putraku???"


Mendengar itu, Vitto pun mengarahkan pandangannya ke sumber suara dan dia tersenyum ketika melihat Randy sedang berdiri bersama dengan istrinya dan juga satu anak perempuan serta satu anak laki-laki. Vitto lekas menyalami Randy dan memeluknya. "Astaga... sudah lama sekali kita tidak bertemu..!" Ujar Vitto.


"Lama sekali tentu saja, karena kau sendiri tidak pernah kesini...!" Timpal Randy.


"Tiga tahun yang lalu aku datang kesini dan tidak bertemu denganmu, karena kata Adit, kau sedang berlibur ke luar negeri bersama anak dan istrimu...!"


Randy tertawa. "ah iya, saat itu kami sedang Pergi liburan, oh iya kenalkan ini putriku Phoebie dan ini putraku Louis, kau oasti sudah mengenalnya mengingat dulu kau sering menggendongnya...!"


Vitto menatap Louis dan tersenyum, kemudian memeluknya dan mengusap kepala Phoebie. "Ah ya Tuhan, anak-anak sudah mulai dewasa, mereka dulu masih kecil dan ku rasa mereka juga tidak mengingatnya hahaha, kenalkan ini putriku Sanne...!"


Sanne menyalami Randy dan Chitra juga Louis dan Phoebie. Mereka berkenalan. Sanne sebenarnya masih ingat dengan Louis meskioun samar-samar mengingat dulu dia masih sangat kecil dan sering bermain dengan Gienka, Kyra, Kyros dan Louis. Sayangnya saat hendak memasuki SD, kedua orang tuanya mengajaknya untuk pindah ke luar negeri sampai sekarang.


"Sanne...!" Sanne mengulurkan tangannya dan menyalami Louis


"Louis... Senang bertemu lagi denganmu...!" Ujar Louis. Ya, Louis ingat sekali dengan Sanne, dulu Sanne sering bermain dengannya dan juga sering menangis ketika makanannya atau permennya habis. Dan Louis tidak tega melihat Sanne menangis, dia selalu berusaha untuk menghibur gadis kecil itu dulu. Sanne sekarang terlihat cantik.


Setelah berbincang-bincang, Ariel mengajak semua yang hadir untuk ke tengah dan memulai pestanya. Sebuah cake besar berwarna putih di bawa masuk, kue itu sangat cantik dengan hiasan bunga berbagai warna tampak luar biasa dan elegant dengan tulisan Happy Birthday Gienka. Lilin juga mulai di nyalakan dan semua orang mulai bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu ulang tahun.


Selepas itu, ornag-orang meminta Gienka meniup lilinnya juga memotong kuenya. Sebelum meniul lilin, Gienka memejamkan matanya dan mengucaokan pengharapannya, baru kemudian meniup lilinnya. Semua orang bertepuk tangan.


Gienka memotong kuenya, kemudian menyuapkan kue itu secara bergantian pada keempat orang tuanya, baru ke kedua adiknya. Semua orang Bersorak.


Pesta terus berlanjut dan orang-orang juga menikmati sajian yang di hidangkan. Live music juga dimainkan oleh sebuah band, menambah semarak pesta ulang tahun Gienka. Senyum cantiknya tidak lepas dari wajahnya, Gienka merasa bahagia sekali karena semua orang yang di sayanginya ada disini bersamanya, termasuk juga Kyros, yang sejak tadi mengikuti pesta secara virtual. Gienka benar-benar bahagia sekali. Andai saja Kyros juga bisa berada disini secara langsung, mungkin suasananya juga akan lebih meriah lagi.


Jam mulai menunjukkan hampir pukul sepuluh malam, satu persatu tamu mulai meninggalkan pesta dan berpamitan pada Gienka dan keluarga. Kini hanya tinggal keluarga Kyra, Keluarga Louis dan keluarga Sanne. Mereka memilih duduk dan mengobrol bersama.


Sementara itu Axel akhirnya berhasil menembus kemacetan dan melajukan mobilnya dengan kencang. Dia harus segera sampai di rumah Gienka, atau jika tidak, temannya itu akan marah besar sekalj kepadanya. Bahkan Axel sendiri belum mengucaokan selamat ulang tahun pada Gienka. Kesibukannya membuatnya lupa jika hari ini adalah ulang tahun Gienka.